your adv. herebanner

ARCHIPEDDY
 

 

your adv here

 

powered by google

Related Link

Kliping Tahun 1996

Kliping Tahun 1997

Kliping Tahun 1999

Kliping Tahun 2003

Kliping Tahun 2005

Kliping Tahun 2006

Kliping Tahun 2007

Kliping Tahun 2008

Kliping Tahun 2009

Kliping Tahun 2010

Kliping Sumatera Barat Tahun 2010

Kliping Cirebon Tahun 2010

Kliping Buitenzorg Tahun 2010

 

Google
 
 
 
Fukuoka MRT
MRT di Fukuoka Jepang,
Desember 2009
Foto oleh: Robert Adhi Ksp/KOMPAS
Seri MRT kliping

taken from: Kompas


Bangun MRT Dukuhatas-Kota, DKI Minta Bantuan Pusat


Senin, 26/4/2010
JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini Mass Rapid Transit (MRT) tahap I Lebakbulus-Dukuhatas masih dalam tahap penyelesain desain dasar, namun Pemprov DKI Jakarta telah mempersiapkan pembangunan MRT tahap II atau lanjutannya yang menempuh rute Dukuhatas-Kota.
Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta meminta komitmen Pemerintah Pusat untuk kembali turut serta dalam pembiayaan proyek pembangunan kereta bawah tanah tersebut. Rencananya, tahap II akan dibangun setelah pembangunan rute Lebakbulus-Dukuhatas rampung pada tahun 2016 mendatang.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengharapkan, pembiayaan proyek tersebut dilakukan dalam sistem yang sama pada tahap I. Artinya, pembagian pengembalian beban pinjaman diharapkan sama dengan beban pinjaman untuk tahap I, yakni 52 persen ditanggung Pemerintah Pusat dan 48 persen dibebankan ke Pemprov DKI Jakarta. Sedangkan sumber pembiayaan masih akan tetap bersumber pada pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA), yang juga membiayai rute MRT koridor I.

Menurutnya, usulan pembiayaan ini sudah disampaikannya kepada Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani. “Kami harapkan bisa berjalan sesuai rencana sehingga pembangunan MRT bisa berjalan secara sinergis,” ujar Fauzi Bowo usai bertemu perwakilan JICA di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (26/4).
Melalui komitmen pembiayaan ini, diharapkan, pembangunan MRT akan terbangun secara sinergis bukan hanya menghubungkan kawasan utara ke selatan saja, namun juga dari barat ke timur. Sehingga jangkauan layanannya bisa menyeluruh dan bisa melayani lebih banyak penumpang lagi.
“Diperkirakan, dana pembangunan MRT tahap II ini lebih besar dibandingkan tahap I. Sebab, pembangunan akan difokuskan di bawah tanah yang tidak memakan biaya sedikit dalam pelaksanannya,” paparnya.

Terkait rencana pembangunan fisik, MRT tahap II akan dibangun sepanjang 8,9 kilometer dengan sembilan stasiun. Dari sembilan stasiun itu, delapan di antaranya dibangun di bawah tanah, dan satu di antaranya yakni di Kampungbandan dibangun di atas permukaan tanah.
Rencana pembangunan MRT tahap II sudah memasuki tahap pre feasibility study atau studi pra kelaikan. Selanjutnya, Pemprov DKI Jakarta akan menyiapkan kajian analisis dan dampak lingkungan (Amdal) lanjutan, yang sebelumnya sudah dilaksanakan sebelum tahap pra kelaikan.
Sementara itu, rencana pembangunan MRT tahap III dengan rute Balaraja–Cikarang (West-East), Fauzi menerangkan, belum memasuki tahap pra-kelaikan. Sedangkan untuk sumber pembiayaan masih terbuka, bisa dari pinjaman JICA atau sumber lainnya. (Berita Jakarta)

Editor: ksp

Desain Dasar MRT Selesai Akhir April


Jumat, 16/4/2010
JAKARTA, KOMPAS.com - Laporan awal desain dasar angkutan masal Mass Rapid Transit (MRT) ditargetkan rampung akhir April sehingga dapat dilanjutkan ke pembangunan konstruksi fisik.
"Penyelesaian tahap itu merupakan tahap laporan awal yang harus diselesaikan oleh PT Nippon Koei sebagai pelaksana kegiatan desain dasar MRT Jakarta. Ditargetkan proses survey ini rampung sebelum akhir April 2010," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo di Jakarta, Jumat.
Laporan awal MRT Jakarta koridor I (Lebak Bulus-Dukuh Atas) sepanjang 14,5 kilometer ini berisi kajian yang membahas metodologi yang akan diterapkan dalam pembuatan desain dasar serta beberapa survey penting untuk dijadikan acuan dalam finalisasi rancangan dasar.

Tribudi menjelaskan proses desain dasar proyek pembangunan kereta bawah tanah (MRT) saat ini sudah memasuki tiga tahap survei lapangan yaitu survei masalah geotechnical, topografi dan prediksi jumlah penumpang terangkut (demand forecast).
Tiga tahap survei itu dilakukan untuk mengetahui kondisi tanah, pemetaan lokasi proyek dan sekitarnya secara digital serta mengetahui perkiraan jumlah penumpang penumpang, termasuk integrasinya dengan moda sejenis moda transportasi masa lainnya. Setelah penyelesaian laporan awal PT MRT disebut Tribudi akan melanjutkan dengan proses pendataan di lapangan dan kesiapan akhir sebelum laporan akhir disampaikan pada Departemen Perhubungan selaku pelaksana desain dasar, dan juga pada PT MRT serta Pemprov DKI.
Dengan demikian, proses penyelesaian paket pertama desain dasar koridor I akan diperkirakan akan rampung pada akhir 2010. Tahun 2011 akan diisi dengan proses tender konstruksi dan dilanjutkan proses pembangunan konstruksi pada 2012 sehingga MRT dapat mulai beroperasi pada akhir tahun 2016 sesuai jadwal. "Proses lelang akan dilaksanakan selama 12 bulan atau satu tahun selama 2011. Lamanya proses itu, disebabkan banyaknya persetujuan yang harus dilakukan," kata Tribudi. Namun ia menjelaskan bahwa proses tender itu sebenarnya sudah dipersingkat dari jadwal normal yaitu 15 bulan. Sementara untuk MRT koridor II dengan rute Dukuh Atas-Kota sepanjang 7,2 kilometer, saat ini prosesnya sudah memasuki tahap "feasibility study". PT MRT juga saat ini tengah menyiapkan proses pre-feasibility study untuk koridor lanjutan yakni koridor III dengan rute Balaraja-Cikarang (Bekasi).
MRT Jakarta akan dibangun dengan tahap pertama dengan rute dari Lebak Bulus-Dukuh Atas dengan panjang 14,5 km, dengan jarak antar stasiun 0,8-2,2 kilometer dengan 12 stasiun dimana tujuh stasiun dibangun diatas tanah dan lima sisanya dibawah tanah. Jika telah beroperasi waktu tempuh dari Lebak Bulus ke Dukuh Atas diperkirakan selama 28 menit dengan headway selama 4,5 menit. Saat ini, jarak tersebut dapat ditempuh dalam jangka waktu 1-2 jam, tergantung dari kemacetan yang terjadi.
Sementara MRT ini akan dapat menampung hingga 340.000 penumpang per hari dengan kapasitas kereta disiapkan sebanyak 17 set kereta dengan satu set terdiri dari enam gerbong. (Sumber: Antara)

KSP
Editor: ksp

Google
© COPYRIGHT 2005-2010 - team www.archipeddy.com

banner

your adv here