your adv. herebanner

ARCHIPEDDY
 

 

your adv here

 

powered by google

Related Link

Kliping Tahun 1996

Kliping Tahun 1997

Kliping Tahun 1999

Kliping Tahun 2003

Kliping Tahun 2005

Kliping Tahun 2006

Kliping Tahun 2007

Kliping Tahun 2008

Kliping Tahun 2009

Kliping Tahun 2010

Kliping Sumatera Barat Tahun 2010

 

Google
 
 
 
Proyek Property Ciputra di Hanoi
Seri Property 2010

taken from: Kompas


Ciputra Hanoi International City, Proyek Properti Termaju di Vietnam


Selasa, 2/3/2010 | 18:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Grup Ciputra saat ini memiliki dua mega proyek properti berkonsep kota terintegrasi di Asia Tenggara, yakni di Hanoi, Vietnam dan Phnom Penh, Kamboja. Agus Surja Widjaja, Direktur Ciputra, mengungkapkan, Ciputra Hanoi International City merupakan satu-satunya proyek properti termaju dan terbesar di Vietnam saat ini. Sebab, pengembang lokal belum memiliki pengalaman mengembangkan proyek sejenis.

“Makanya kami diuntungkan dengan pengalaman pengembangan properti di Indonesia. Kami menawarkan produk yang lebih berkualitas dari sisi bangunan maupun desain. Ini yang mampu menarik minat pembeli di sana,” kata Agus.

Tidak hanya rumah dan apartemen, Managing Direktur Ciputra Budiarsa Sastrawinata menambahkan pada proyeknya tersebut, Ciputra melengkapi infrastruktur pendukung bagi pembentukan kota terintegrasi, seperti sekolah, rumah sakit, pusat belanja, dan sarana olahraga dan rekreasi. “Untuk pembangunan mal, kami targetkan selesai tahun 2012. Kami juga punya rencana membangun padang golf,” kata Budiarsa.

Di Hanoi, Vietnam, proyek properti seluas 301,8 hektar (ha) bernama Ciputra Hanoi International City telah memiliki 11 tower apartemen berlantai 20 dan sekitar 1.000 rumah kelas menengah-atas.



Proyek Ciputra di Hanoi

Sumber Foto: Robert Adhi-Kompas

 

Ciputra menghargai apartemennya itu mulai dari 200.000 dollar AS per unit, sedang harga rumah mulai dari 300.000 dollar AS per unitnya. “Tiap tower terdiri dari 150 unit apartemen,” ujar Budiarsa.

Letak Ciputra Hanoi International City di pusat kota dan dekat dengan Bandara Internasional Noibai dan CBD Hanoi membuat properti Ciputra tersebut laku keras. Sebab, semua unit properti, baik apartemen dan rumah yang telah berdiri telah terisi. “Tingkat huniannya cukup tinggi. Ketika bangunan berdiri, langsung terisi penuh,” kata Budiarsa.

Phnom Penh, Kamboja

Sama seperti di Hanoi, Ciputra pun menggunakan konsep kota terintegrasi pada proyek properti Grand Phnom Penh International City. Proyek kota terintegrasi pertama yang terletak di ibu kota Negara Kamboja tersebut menempati lahan seluas 260 hektar.

Saat ini, kata Agus, 50 persen dari sekitar 100 rumah yang telah berdiri bakal diserahterimakan kepada pembelinya tahun ini. Sekedar informasi, konstruksi fisik proyek tersebut telah berjalan sejak tahun 2007 lalu. Nantinya, pemilik rumah di Phnom Penh bisa menikmati fasilitas yang sama dengan proyek di Hanoi. “(Fasilitas) hampir sama, karena kita menggunakan konsep kota terintegrasi juga,” tuturnya.

Untuk masuk ke Vietnam dan Kamboja, Ciputra menggandeng perusahaan lokal untuk membentuk perusahaan patungan atau joint venture. Khusus Vietnam, mereka menggandeng BUMD Hanoi untuk membentuk perusahaan patungan, Citra Westlake City Dev Co. Ltd. Berdasarkan perjanjian, Ciputra menanggung 70 persen dari total penempatan modal, sedang mitra lokalnya itu mengisi sisa 30 persen.

“Pembagian keuntungannya mengikuti porsi penempatan modal. Memang kita lebih besar, tapi mereka yang menyediakan lahan, bahan bangunan, dan pekerja. Kita tinggal bawa pengetahuan ke sana,” paparnya.

Namun, Agus enggan mengungkapkan berapa nilai investasi yang telah mengucur ke proyek tersebut. Selain di kawasan Asia Tenggara, Ciputra melalui perusahaan patungan, Beyond Limit International Ltd. mengembangkan proyek perumahan di Kalkuta, India bernama Kolkata West International City. Adapun, total nilai investasi proyek perumahan seluas 400 ha itu mencapai 330 juta dollar AS. (Raymond Reynaldi/KONTAN)

 

Editor: ksp


Superblok Ciputra World Dikembangkan Seperti Orchard Road


Sumbber: KOMPAS
Kamis, 28/1/2010
Grup Ciputra saat ini sedang menyelesaikan pembangunan superblok Ciputra World di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Pengusaha properti, Ir Ciputra sejak belasan tahun lalu sudah bercita-cita menjadikan Jalan Dr Satrio (Casablanca) meniru kawasan Orchard Road Singapura.
Superblok Ciputra yang memiliki fasilitas lengkap ini, diperkirakan selesai pada tahun 2011. Apa komentar Ciputra tentang megaproyek superblok ini? Ikuti wawancara khusus Kompas.com dengan Ciputra.
Ciputra World akan dikembangkan menjadi semacam Orchard Road seperti di Singapura. Bisa dijelaskan, Pak Ci?
Baiklah. Orchard Road di Singapura itu semacam superblok. Anda pergi ke Orchard Road, Anda dapat semua, kecuali universitas. Jadi kita pergi ke sana, kita berbelanja, berekreasi, kita berolahraga dalam gedung-gedung tersebut. Demikian pula superblok. Kita menginap di situ, kita pergi ke kantor di situ, ke rumah sakit di situ.

Ciputra 2010
Nah kita cita-citakan jalan (Casablaca atau Dr Satrio) ini Orchard Road Indonesia. Dan itu bukan hanya kami. (Pemprov) DKI sudah sahkan, agar semua turis datang. Dan jangan hanya satu. Kita ada beberapa titik, saya hitung di Jakarta kira-kira ada 10 tempat. Karena Jakarta lebih besar dari Singapura, disokong oleh 200 juta orang lagi, menjadi tempat-tempat superblok, baik satu kawasan, satu daerah, menjadi satu superblok. Sehingga turis senang datang. Anda setuju atau tidak setuju, bahwa superblok akan menjadi tren.
Kalau itu dianggap menganggu, yang salah bukan superblok, yang salah sistem lalu lintas. Coba kalau di bawah ada MRT. Di tiap titik pemberhentian MRT, supaya ada satu superblok. Dengan demikian, itu sangat bantu (kelancaran) lalu lintas. Dan lalu lintas kendaraan termasuk kelompok pemakaian energi yang besar. (Dengan cara ini) kita akan bisa (menjadi lebih) efisien. Demikianlah Bincang Properti kali ini. Sampai jumpa. (Robert Adhi Ksp) KSP

Google
© COPYRIGHT 2005-2010 - Eddy S. Lee

banner

your adv here