Sorry, please deactivate your Adblock in your browser! or activate your javascript![ Then refresh]
ADVERTISEMENT
#NewNormal@Home
Tentang Pelukis Antonio Ligabue
Dari Majalah Intisari Oktober 1984, Google
diringkas oleh Editor Archipeddy
(Tokoh Seniman Mancanegara)
Lukisan satu warna
, Image : www.sanmarcoinlamis.eu
Lukisan diri sendiri Antonio Ligabue, sumber: Google
Nasib orang memang sering ditentukan oleh sesuatu yang kebetulan. Andaikata Ligabue tidak ditemukan orang, bakatnya akan mubazir.
Siapa yang percaya pada bakat seseorang yang bukan hanya lemah mental, tetapi juga agresif. Cerita ini mungkin bisa mengunggah kita untuk berpikir lebih positif
tentang orang yang lemah mental.
Ketika mode lukisan berwarna satu belum in, Antonio Ligabue datang kepada gurunya, kritikus seni lukis Marino Mazzacurati, untuk memperlihatkan karyanya
yang berwarna ungu saja. Gurunya menganggap lukisan itu "menarik" dan mulai berbicara soal seni dan warna dengan muridnya tersebut. Ligabue tidak mengerti
teori-teori yang dikemukakan gurunya. Alasannya menggunakan satu warna saja sederhana " Saya tidak punya warna lain."
Ligabue yang namanya diucapkan sebagaimana tulisannya, harus melukis. Ia cuma bisa hidup kalau ia sibuk dengan pinsil dan warna. Melukis buat dia bukan hanya sekedar hobi, tapi bukan
pula pekerjaan. Melukis adalah alat untuk mempertahankan hidup. Melukis adalah cara ia membebaskan diri dari rasa takut, sampai-sampai ia mewarnai dinding,
lantai, telinga, rambut, hidung dan baju-bajunya. Akhirnya ia kelelahan dan seringkali menangis.
Suka menggambar diri
Kadang-kadang Ligabue berada di hutan populus alba di pinggir sungai Po sambil bercermin.Ia memandang rambutnya yang tipis, yang mencuat ke depan dan dahinya yang lebar.
Lalu ia juga memandangi telinganya yang besar dan melebar, kemudian matanya yang juling, hidung kakatua yang kelewat besar, bibir atasnya yang lebar yang ditutupi kumis, serta bibir bawahnya
yang tebal dan maju ke depan. Seringkali, ia tidak bersisir dan tidak mandi. Ia bercermin, berbicara dengan dirinya sendiri dan kadang-kadang marah pada wajahnya sendiri sampai-sampai
ia memukul dirinya sendiri.
Lukisan Macan dan Tengkorak
Antonio Ligabue Sumber Gambar: www.viagginews.com