Maaf, Anda mengaktifkan Adblock pada browser anda!
Atau anda tidak mengaktifkan Javascript![ Thankyou ]



Wawasan Arsi

HOME


SPONSORSHIP

      DAFTAR KONTEN
 KAMUS TEKNIK
 BERITA INOVASI
 PROPERTI
 ARTIKEL POPULER
 PERTAMANAN
 MULTI MEDIA
 TIPS

Passion adalah
dasar yang kuat
pemberi semangat
untuk tuntunan hidup 
dalam
menghadapi persaingan usaha ...
Click Here

      

Advertise
 
on www.archipeddy.com

 
HISTORY
 ADVERTISE INFO
 VERSI BHS. INGGRIS



Google
 
Kelenteng Sam Poo Kong Klenteng Sampoo Kong ,di Simongan Semarang

compilled by author



Klenteng Sampookong Semarang


Kelenteng Sam Po Kong, Semarang

Gedung batu Sam Po Kong adalah sebuah tempat untuk mengenang perjalanan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Kerajaan China bernama Zheng He (Cheng Ho) atau lebih lazim dikenal sebagai Sam Po Tay Djien. Terletak di Jalan Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang tak jauh dari aliran sungai Kaligarang. Letaknya sekitar 5 km dari pusat kota (Kawasan Simpang Lima Semarang) dan 4 km dari Bandara Ahmad Yani Semarang.

Disebut Gedung Batu karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Sekarang tempat tersebut dijadikan tempat peringatan dan tempat pemujaan atau bersembahyang serta tempat untuk berziarah. Untuk keperluan tersebut, didalam gua batu itu diletakan sebuah altar pemujaan , serta patung-patung Sam Po Tay Djien.

Terdapat sedikit kontroversi dan polemik mengenai kehadiran Zheng He di Nusantara, karena berdasarkan sejarah yang authentuik, Zheng He belum pernah mendarat di Semarang, melainkan di Tuban (Jawa Timur). Namun sampai beberapa waktu kemudian mereka yang tinggal di sekitar Simongan bahkan sampai pengunjung dari kota lain , secara teratur melakukan pemujaan dan penghormatan kepada Zheng He guna menghormati jasa-jasanya. Sekarang peringatan atau sembahyang dilakukan pada setiap tanggal satu dan lima belas.

Bulan Agustus 1405 diyakini merupakan saat pendaratan Zheng He (Walaupun bukti menunjukkan bahwa Zheng He tidak pernah mendarat di Semarang).Bulan Agustus 2005 diadakan peringatan besar-besaran mengenang 600 tahun pendaratan Zhenghe di kota Semarang. Areal Sampookong telah direnovasi total dengan penambahan fasilitas baru seperti gapura dan relief batu.

Latar Belakang Zheng He

Dalam buku Amen Budiman ‘Semarang Riwayatmu Dulu I’ halaman 10 ditulis bahwa Zheng He adalah seorang Muslim, dilahirkan di daerah K’un Yang di distrik Yunnan tengah. Dari sebuah batu nisanr diatas makam ayahnya yang berada di daerah itu dapat diketahui bahwa ayahnya adalah seorang Ha-tche, sedang nama marganya adalah Ma. Seperti juga ayahnya, kakeknya juga disebut Ha-tche. Nama Ha-tche adalah pengucapan bahasa China dari kata Haji. .

Ir. Setiawan menulis dalam bukunya ‘Mengenal Kelenteng Sam Po Kong Gedung Batu Semarang’, dikatakan bahwa Kelenteng Sam Po Kong dulunya idirikan untuk menghormati Laksamana Zheng He mendapat penghargaan dengan diangkat menjadi Thai Kam (dialek mandarin = Thai Jin) dengan gelar San Pao atau Sam Po. Seorang Thai Kam adalah seorang sida-sida (kasim) besar yang memiliki jabatan penting di Istana Kaisar. Dan sejak itu Zheng He lebih dikenal dengan sebutan Sam Po Thai Kam. Karenanya Zheng He sering juga di sebut Sam Po Tay Djien atau Sam Po Toa Lang. dan Toa Lang (mandarin = Ta Ren) artinya orang besar.

Sekarang ini fungsi artefak telah bergeser.Areal telah mengalami ekspansi dan renovasi yang sangat signifikan.Di dalam gua diletakan sebuah altar besar, untuk keperluan sembahyang dan pemujaan. Mereka memuja Sam Po Kong sebagai tokoh yang patut dihormati dan dijunjung tinggi serta dimohon berkahnya. Disebelah kiri gua batu itu terdapat sebuah batu piagam, batu berukir tersebut diukir dalam tiga bahasa: China, Indonesia dan Inggris. Batu prasasti tersebut dibuat khusus untuk memperingati kedatangan Zheng He di Nusantara. dan merupakan sumbangan dari keluarga Liem Djing Tjie pada tahun 1960.

Sumber : Wikipedia.org, Suara Merdeka, "Semarang Riwayatmu Dulu" karya Amen Budiman


Patung Laksamana Zheng He
Patung ZhengHe

 

 
Back to home

ARTIKEL

TOPIK

Dari Samping
Pintu Gerbang Klenteng
Kolam Taman




Dalam banyak pertempuran,pihak
yang paling banyak memiliki informasi
adalah pihak yang memenangkan pertempuran.Dunia kekinian memerlukan media yang melengkapi wawasan pikir
termasuk istilah arsi, teknik. Situs ini disajikan untuk
 menambah wawasan pengetahuan
dengan artikel yang dirangkum dari berbagai sumber
Selain informasi kekinian, hadir juga tulisan
Arkeologi dan sejarah
universal sebagai pelengkap
.
Jadi,tidak hanya artikel yang berat, tapi juga hadir di situs ini tulisan praktis seperti ANEKA TIPS, LIFESTYLE dan PERCIKAN 


WWW.ARCHIPEDDY.COM - ARCHI SOURCE DIGITAL - IT'S FREE


Situs www.archipeddy.com membutuhkan kontribusi saran ,kritik yang bermanfaat

Pengutipan seyogyanya memberitahu/ijin , atau mencantumkan copyright sumber


All right reserved   DEVELOPED BY EDDY SRIYANTO