Sumber: ANT
SEMARANG, RABU - Gedung Lawang Sewu milik PT Kereta Api Daop IV yang lama tidak digunakan menjadi cagar budaya. Sebab, situs gedung tersebut merupakan gedung kuno yang perlu dilestarikan dan mampu menarik wisatawan
"Gedung Lawang Sewu memang lama tidak digunakan oleh PT KA karena telah memiliki gedung baru, oleh karena itu ke depan pemanfaatan Lawang Sewu hanya sebatas buat kepentingan masyarakat, seperti untuk pameran maupun kegiatan lain yang bisa menarik wisatawan," kata Kepala Humas KA Daop IV, Warsono, di Semarang, Rabu.
Ia mengatakan, keputusan ini ditempuh karena gedung Lawang Sewu mempunyai nilai sejarah yang tinggi bagi masyarakat khususnya Kota Semarang. "Gedung ini dibangun sejak kekuasaan Belanda di Indonesia dan memiliki seni arsitektur yang sangat baik, jadi sangat disayangkan jika dilakukan renovasi," katanya.
Selain itu, menurut dia, juga diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 57/1990 mengenai penambahan usaha di luar pendapatan non operasional. "Gedung Lawang Sewu dapat dimanfaatkan atau disewakan untuk menambah pemasukan bagi PT KA selain dari jasa transportasi kereta api," katanya.
Ia memberi contoh, pemafaatan untuk kepentingan masyarakat di antaranya digunakan untuk pameran kerakyatan yang diselenggarakan untuk memperkenalkan hasil karya daerah atau kesenian.
Selama ini gedung Lawang Sewu sering digunakan pameran-pameran untuk menampilkan UKM daerah yang memiliki nilai seni asli daerah tersebut. Dalam menyewakan gedung Lawang Sewu, PT KA tidak memberikan batasan harga sewa namun setidaknya cukup untuk perawatan gedung.
Ia mengharapkan, ada investor yang tertarik dan mau mengembangkan gedung dalam kapasitasnya sebagai investor sehingga pihaknya tidak menyewakan lagi gedung Lawang Sewu.
Namun, kata dia, dalam pengembangan gedung jangan sampai merubah atau merenovasi ulang gedung yang telah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda, karena gedung ini mempunyai nilai sejarah dan memiliki seni arsitektur yang tinggi.
"Untuk menghadapi pergelaran pesona Asia yang sebentar lagi dilakukan bulan Agustus, PT KA telah melakukan beberapa pembenahan di antaranya melakukan pengecatan pada tembok pagar dan pembersihan untuk menjauhkan kesan kumuh," katanya.
Sumber : ANT
© COPYRIGHT 2005-2011 - Team





