Situs Promosi Arsitektur

Situs Promosi Arsitektur

Tampilkan produk Anda di sini. More »

Inovasi terbaru

Inovasi terbaru

Setiap hari ada inovasi baru More »

Asuransi Jiwa Indonesia

Asuransi Jiwa Indonesia

Banyak perusahaan asuransi menawarkan produk-produk unggulan. Pilihlah yang paling sesuai kebutuhan Anda More »

Kontraktor di Bogor

Kontraktor di Bogor

Kontraktor rumah mewah More »

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Category Archives: Equipment dan Material

Seluk Beluk Semen

 

Beberapa hal tentang semen, bahan bangunan primer

Pada jaman Mesir membangun piramida, para pekerja merekatkan batu-demi batu dengan perekat ter. Pada jaman Romawi purba, semen didapatkan dengan mencampur batu kapur dengan abu vulkanis gunung berapi.Campuran ini dinamakan pozzuolana karena ditemukan di Pozzuoli, Italia.
Bangsa Indonesia boleh bangga dengan Candi Borobudur, Candi Prambanan, Mendut dll. Bangunan tersebut direkatkan dengan ‘semen-semen’ jaman baheula yang tak kalah uletnya dengan semen modern. Bahkan beberapa bangunan tua di Semarang (seperti Gedung Gula dan Gereja Blenduk) menggunakan adukan tanah liat campur tetes tebu


Pada tahun 1700-an sesudah Masehi, John Smeaton yang merupakan insinyur di Inggris menemukan semen yang pertama. Ia menggunakan batu kapur dan tanah liat dalam pembangunan sebuah menara. Namun orang yang mendapat hak paten adalah Joseph Aspdin pada tahun 1824,. Patennya diberi nama portland cement. Dinamakan demikian karena warna produk ini mirip tanah di Pulau Portland, Inggris.

tumpukan-semen
Di era modern ini ada 8 type semen yang umum dipakai:
1. Portland Type I
2. Portland Type II
3. Portland Type III
4. Portland Type IV
5. Portland Type V
6. Super Masonry Cement 7. Portland Pozzolan Cement 8. Oil Well Cement
times

Semen. Semen PC. Semen PC (Portland Cement) adalah semen yang paling banyak terdapat di pasaran, masyarakat Indonesia biasa menyebut semen abu-abu untuk membedakan dengan semen warna (semen pengisi nat). Bahan baku semen PC adalah batu kapur/gamping berkadar kalsium tinggi yang dimasak dalam tanur bertekanan tinggi. Standar industri semen biasanya mengacu pada ASTM (American Society for Testing and Materials). Ada delapan tipe semen PC, namun yang paling banyak diproduksi dan beredar di pasaran hanyalah semen portland type 1, karena semen jenis ini sangat luas lingkup kegunaannya ,dengan fungsi utama untuk keperluan konstruksi umum yang tidak memerlukan persyaratan khusus terhadap panas hidrasi dan kekuatan tekan awal. Bisa digunakan untuk bangunan umum, rumah tinggal, gedung bertingkat dimana tanah maupun airnya tidak mengandung sulfat yang tinggi.Kadar sulfat yang diijinkan adalah 0,00 – 0,10 persen, karena kadar sulfat yang tinggi akan mengakibatkan kurangnya daya lekat/daya ikat semen.
Untuk keperluan pembangunan di tanah bekas tambak atau pinggir pantai, atau konstruksi yangterendam air (bendungan, dam, pool, saluran irigasi), atau berkadar sulfat 0,10 – 0,20 dengan panas hidrasi sedang, lebih tepat digunakan tipe Portland type II.
Sedang untuk pembuatan ubin, concete block, genteng beton seharusnya menggunakan Portland I type super masonry cement. Hal ini jarang dilakukan karena langkanya produksi semen jenis ini.
Bahan baku pembuatan semen umumnya sama, yakni batu kapur atau gamping dan tanah liat/lempung. Batu kapur adalah hasil tambang gali yang mengandung senyawa kalsium oksida (CaO). Sedangkan tanah lempung mengandung silika dioksida (SiO2) serta aluninium oksida (Al2O3). Kedua bahan ini dibakar sampai melebur.
Semakin lama proses pengerasannya lebih baik, dengan angka hidrolitas yang dirumuskan sebagai:
(% SiO2 + % Al2O3 + Fe2O3) : (% CaO + % MgO)
Angka hidrolitas ini sekitar < 1/1,5 (lemah) hingga > ½ (keras sekali). Tetapi agar mutu semen terjaga, angka hidrolitas ini dipertahankan secara cermat ,yaitu angka sekitar 1/1,9 dan 1 / 2,15.
Ada dua macam cara pembuatan semen:
A. Proses basah. Semua bahan baku pembuat semen dicampur dengan air, lalu digiling. Bahan yang sudah digiling tadi kemudian dibakar. Proses ini menggunakan banyak bahan bakar dalam pembakaran bahan baku, sehingga tidak efisien dan jarang digunakan lagi.
B. Proses kering. Pada proses ini bahan baku digiling lalu dibakar. Lima tahapan yang dilalui adalah: 1.proses pengeringan dan penggilingan, 2.bahan baku di rotary dryer dan roller meal, 3.proses mixer untuk menghasilkan campuran yang homogen, 4. pembakaran bahan baku agar didapatkan terak, lalu didinginkan, 5.penggilingan clinker dan gypsum.

Semen putih. Bahan baku utama adalah kalsit, digunakan untuk pekerjaan finishing, sebagai pengisi nat, campuran plamir, campuran gips dll.
Semen Campur. Adalah semen campuran antara semen PC dengan pozzolan buatan (fly ash) yang merupakan hasil sampingan pembakaran batubara. Dalam pembakaran batubara, ampas bakarannya banyak mengandung aluninium oksida atau besi oksida yang bisa digunakan untuk campuran pembuatan semen. Jenis semen ini digunakan sebagai additif pengadukan beton agar kualitas beton lebih baik. Di Indonesia pabrik semen Padang memproduksi jenis semen lebih banyak daripada pabrik lainnya. Namun pangsa pasar dikuasai oleh semen Tigaroda, lalu disusul Holcim yang dulu bernama semen Kujang.. .


Pabrik Semen

16 Merk Bahan Bangunan Paling Disukai Developer Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebanyak 16 merek bahan bangunan menjadi pilihan favorit 70 pengembang skala besar, dan menengah yang beroperasi di seluruh wilayah Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

Berdasarkan survei yang dilakukan majalah Housing Estate bertajuk “Bahan Bangunan Favorit Developer 2014”, sebagian besar dari total 16 merek material bangunan tersebut merupakan merek lama yang masih digunakan para pengembang. Sementara sebagian kecil lainnya merupakan merek pendatang baru.

Kenaikan harga bahan bangunan yang tinggi selama satu dekade terakhir, yang mencapai lebih dari 50 persen, mestimulasi pengembang beralih menggunakan merek baru tersebut. Selain itu, tawaran harga yang bersaing menjadikan merek baru tadi tampil sebagai favorit dan dipilih pengembang.

“Bahan Bangunan Favorit Developer 2014” sendiri merupakan apresiasi tahunan yang diberikan Housing Estate kepada produsen material bangunan.

Berikut 16 merek dari delapan jenis bahan bangunan, termasuk cat, dinding, rangka atap, genteng, saniter, gipsum, semen, dan kusen non kayu yang mendapat apresiasi “Bahan Bangunan Favorit Developer 2014”:

1. Mowilex (PT Mowilex Indonesia) untuk perumahan menengah atas
2. Vinilex (PT Nipsea Paint and Chemicals/Nippont Paint) untukperumahan menengah
3. Keramik Roman (PT Satyaraya Keramindoindah/PT Roman Ceramic International) untuk perumahan menengah atas
4. Keramik Milan (PT Saranagriya Lestari Keramik) untuk perumahanmenengah
5. Indogress (PT Asri Pancawarna) untuk homogeneous tile
6. Genteng beton Cisangkan (PT Cisangkan) untuk perumahanmenengah atas
7. Genteng beton CP (PT Cengkareng Permai) untuk perumahanmenengah
8. Genteng keramik Kanmuri (Lyman Group) untuk genteng keramik
9. Rangka atap baja ringan Alsun (PT Alsun Suksesindo)
10. Toto (PT Surya Toto Indonesia) untuk perumahan menengah atas
11. Boral Jayaboard (PT Petrojaya Boral Plasterboard) untuk perumahanmenengah atas
12. YKK (PT YKK AP Indonesia) untuk perumahan menengah atas
13. Alexindo (PT Alexindo) untuk perumahan menengah
14. Tiga Roda (PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk) untuk semen Portland
15. MU (PT Cipta Mortar Utama) untuk semen instan
16. PT BlueScope Lysaght sebagai pelopor penggunaan rangka atap baja ringan dan pemasok utama bahan baku rangka baja ringan.

 

Dari Kompas.Property

Tentang Semen

Pada jaman Mesir membangun piramida, para pekerja merekatkan batu-demi batu dengan perekat ter. Pada jaman Romawi purba, semen didapatkan dengan mencampur batu kapur dengan abu vulkanis gunung berapi.Campuran ini dinamakan pozzuolana karena ditemukan di Pozzuoli, Italia.
Bangsa Indonesia boleh bangga dengan Candi Borobudur, Candi Prambanan, Mendut dll. Bangunan tersebut direkatkan dengan ‘semen-semen’ jaman baheula yang tak kalah uletnya dengan semen modern. Bahkan beberapa bangunan tua di Semarang (seperti Gedung Gula dan Gereja Blenduk) menggunakan adukan tanah liat campur tetes tebu
Pada tahun 1700-an sesudah Masehi, John Smeaton yang merupakan insinyur di Inggris menemukan semen yang pertama. Ia menggunakan batu kapur dan tanah liat dalam pembangunan sebuah menara. Namun orang yang mendapat hak paten adalah Joseph Aspdin pada tahun 1824,. Patennya diberi nama portland cement. Dinamakan demikian karena warna produk ini mirip tanah di Pulau Portland, Inggris.
Di era modern ini ada 8 type semen yang umum dipakai:
1. Portland Type I
2. Portland Type II
3. Portland Type III
4. Portland Type IV
5. Portland Type V
6. Super Masonry Cement

7. Portland Pozzolan Cement

8. Oil Well Cement

Beberapa hal tentang semen, bahan bangunan primer

Semen. Semen PC. Semen PC (Portland Cement) adalah semen yang paling banyak terdapat di pasaran, masyarakat Indonesia biasa menyebut semen abu-abu untuk membedakan dengan semen warna (semen pengisi nat). Bahan baku semen PC adalah batu kapur/gamping berkadar kalsium tinggi yang dimasak dalam tanur bertekanan tinggi. Standar industri semen biasanya mengacu pada ASTM (American Society for Testing and Materials). Ada delapan tipe semen PC, namun yang paling banyak diproduksi dan beredar di pasaran hanyalah semen portland type 1, karena semen jenis ini sangat luas lingkup kegunaannya ,dengan fungsi utama untuk keperluan konstruksi umum yang tidak memerlukan persyaratan khusus terhadap panas hidrasi dan kekuatan tekan awal. Bisa digunakan untuk bangunan umum, rumah tinggal, gedung bertingkat dimana tanah maupun airnya tidak mengandung sulfat yang tinggi.Kadar sulfat yang diijinkan adalah 0,00 – 0,10 persen, karena kadar sulfat yang tinggi akan mengakibatkan kurangnya daya lekat/daya ikat semen.
Untuk keperluan pembangunan di tanah bekas tambak atau pinggir pantai, atau konstruksi yangterendam air (bendungan, dam, pool, saluran irigasi), atau berkadar sulfat 0,10 – 0,20 dengan panas hidrasi sedang, lebih tepat digunakan tipe Portland type II.
Sedang untuk pembuatan ubin, concete block, genteng beton seharusnya menggunakan Portland I type super masonry cement. Hal ini jarang dilakukan karena langkanya produksi semen jenis ini.
Bahan baku pembuatan semen umumnya sama, yakni batu kapur atau gamping dan tanah liat/lempung. Batu kapur adalah hasil tambang gali yang mengandung senyawa kalsium oksida (CaO). Sedangkan tanah lempung mengandung silika dioksida (SiO2) serta aluninium oksida (Al2O3). Kedua bahan ini dibakar sampai melebur.
Semakin lama proses pengerasannya lebih baik, dengan angka hidrolitas yang dirumuskan sebagai:
(% SiO2 + % Al2O3 + Fe2O3) : (% CaO + % MgO)
Angka hidrolitas ini sekitar < 1/1,5 (lemah) hingga > ½ (keras sekali). Tetapi agar mutu semen terjaga, angka hidrolitas ini dipertahankan secara cermat ,yaitu angka sekitar 1/1,9 dan 1 / 2,15.
Ada dua macam cara pembuatan semen:
A. Proses basah. Semua bahan baku pembuat semen dicampur dengan air, lalu digiling. Bahan yang sudah digiling tadi kemudian dibakar. Proses ini menggunakan banyak bahan bakar dalam pembakaran bahan baku, sehingga tidak efisien dan jarang digunakan lagi.
B. Proses kering. Pada proses ini bahan baku digiling lalu dibakar. Lima tahapan yang dilalui adalah: 1.proses pengeringan dan penggilingan, 2.bahan baku di rotary dryer dan roller meal, 3.proses mixer untuk menghasilkan campuran yang homogen, 4. pembakaran bahan baku agar didapatkan terak, lalu didinginkan, 5.penggilingan clinker dan gypsum.

Semen putih. Bahan baku utama adalah kalsit, digunakan untuk pekerjaan finishing, sebagai pengisi nat, campuran plamir, campuran gips dll.
Semen Campur. Adalah semen campuran antara semen PC dengan pozzolan buatan (fly ash) yang merupakan hasil sampingan pembakaran batubara. Dalam pembakaran batubara, ampas bakarannya banyak mengandung aluninium oksida atau besi oksida yang bisa digunakan untuk campuran pembuatan semen. Jenis semen ini digunakan sebagai additif pengadukan beton agar kualitas beton lebih baik. Di Indonesia pabrik semen Padang memproduksi jenis semen lebih banyak daripada pabrik lainnya. Namun pangsa pasar dikuasai oleh semen Tigaroda, lalu disusul Holcim yang dulu bernama semen Kujang.. .


Pabrik Semen

Semen Telah Mewarnai Dunia

Jenis Kayu Material di Indonesia

Jenis-jenis kayu bahan bangunan yang diperdagangkan

Jenis-jenis kayu yang umum digunakan di Indonesia
1. Kayu Jati.(Tectona Grandis)
Sejak jaman sebelum penjajahan, kayu jati menjadi simbol status rumah seseorang. Kayu jati memiliki kekerasan yang tinggi dan awet. Serat kayu jati sangat khas dan teksturnya juga sangat artistik Berwarna coklat muda kekuningan, yang bisa berubah lebih tua. Termasuk dalam kelas kekuatan II, kelas keawetan I dan kelas pemakaian I.
Penggunaan : sebagai perkakas rumah tangga, bahan bangunan: Kuda-kuda, rangka plafon, kusen dan daun pintu/jendela, pelapis lantai, dinding pada rumah-rumah tradisional, lantai loteng dll. Daerah pekapuran di Jawatengah (Purwodadi sampai Blora/Cepu) atau di Jawa Timur menjadi tempat penghasil jati. Namun belakangan (sejak tahun1995-an) kayu jati menjadi langka sehingga harganya juga melonjak jauh di atas kayu jenis lainnya. Kayu jati memiliki keungulan tidak hanya bentuk dan tekstrurnya yang sangat artistik,kekuatannya, namun juga presisi,karena jati tidak mudah meliuk (bahasa jawa:ngulet).

2 Kayu Meranti. (Shorea dan Parashorea div) Ada dua golongan: Meranti merah dan meranti putih. Seringkali orang rancu dan salah menganggap bahwa kayu bangkirai adalah meranti keras. Ini karena di bberapa tempat bangkirai disebut ‘meranti telur’. Kayu meranti termasuk Kelas Kekuatan II atau IV, kelas keawetan IV dan kelas pemakaian IV. Banyak dijual sebagai kayu kaso/usuk, reng atau papan. Daerah produsen: Sumatera dan Kalimantan.
3 Kayu Merbau. (Intsia spec) Berwarna coklat muda dan akan berubah lebih gelap bila sudah berusia tua. Termasuk dalam Kelas kekuatan I, Kelas Keawetan Idan Kelas Pemakaian I. Banyak digunakan untuk keperluan outdoor karena kuat,tahan rayap. Kelemahan kayu ini adalah bisa mengakibatkan karat bagi besi/logam yang berhubungan dengan kayu ini (Sekrup, klem dll). Hal ini karena kayu ini mengeluarkan O2 yang sangat tinggi. Daerah penghasil adalah Sumatera bagian utara, Sulawesi dan Maluku.Nama lain adalahipil atau anglai (Kalimantan Tengah).
4.Rasamala. Berwarna merah/coklat gelap. Kelas Kekuatan II, Kelas Keawetan II dan Kelas Pemakaian II. Cukup tahan rayap dan tahan bubuk. Daya susut sangat tinggi. Banyak terdapat di Jawa bagian barat dan Sumatera.

5.Kamfer , berwarna kuning atau kuning kemerahan. Termasuk Kelas Kuat I atau II, Kelas Awet III dan Kelas Pakai III. Jenis kayu ini tahan bubuk, tetapi tidak tahan rayap, hanya digunakan pada penggunaan di bawah atap seperti rangka plafon, balok dll. Banyak terdapat di Sumatera

6.Jeungjing atau kayu peti banyak terdapat di Jawa Barat. Warnanya putih atau coklat muda, ringan dan mudah pecah. Kelas Kuat IV, Kelas Awet IV dan Kelas pemakaian IV, banyak digunakan sebagai papan cor pembuatan bekisting, atau sebagai bahan peti botol kecap/peti telur dll.

7.Sungkai , Jenis kayu yang cukup digemari sebagai bahan interior di bawah jati. Berwarna kuning muda/halus dan warna serat indah sehingga digunakan untuk ekspos. Kelas Kekuatan II dan II, Kelas Keawetan III .


Sumber gambar:www.tentangkayu.com
Serat Kayu Merbau
Warna dan arah serat kayu Merbau cukup artistik. Seratnya cukup besar dan teksturnya sangat dominan

Serat Pinus
Sumber gambar:www.tentangkayu.com
Serat Kayu Pinus
Kayu Pinus kerap digunakan pada interior.Industri furniture di Indonesia juga banyak menggunakan kayu ini