banner
 

Google

Jalan Pekojan Semarang

Jalan Pekojan terletak di Kelurahan Purwodinatan, kecamatan Semarang Tengah.Membentang dari perempatan Jl.Agus Salim (dahulu Jurnatan) ke selatan berhenti di kali Semarang.Dahulu kala kata Pekojan diambil dari nama "Koja" yaitu suatu daerah di seberah barat India, yang saudagarnya banyak merantau dan menetap di daerah ini.Menurut Prof. Dr. H.Abu Suud yang dikutip Djawahir Mohammad dalam buku Semarang Sepanjang Jalan , para saudagar Koja ini datang untuk berdagang dan menyebarkan agama Islam.Karena banyaknya pedagang Koja di daerah ini, maka kawasan ini disebut Pekojan.

Namun sekarang ini, masyarakat keturunan Koja tinggal sedikit, atau masuk ke dalam perkampungan. Kawasan ini sekarang didominasi penduduk keturunan China yang membuka toko. Semua bangunan di pinggir jalan Pekojan adalah toko yang menjual berbagai produk, terutama sebagai grosir.Banyak kendaraan pengangkut bongkar muat di pinggir jalan.Tak heran bila jalan yang sempit ini menjadi macet pada saat jam sibuk. Upaya membuat jalan ini menjadi satu arah, tidak juga mengurangi kemacetan lalulintas.

Jalan Sempit Mengingat Kota Semarang merupakan kota pereniagaan yang dirancang pada jaman Belanda, jalan-jalan yang ada umumnya terasa sangat sempit . Untuk mengantisipasi padatnya lalu lintas, beberapa jalur jalan , khsunya di daerah kota lama dibuat satu arah, seperti jalan Dr.Cipto yang pada jaman belanda dahulu menjadi kawasan pemukiman yang disebut Karrenweg.
   

Google

Jalan Pekojan Semarang

Jalan Pekojan terletak di Kelurahan Purwodinatan, kecamatan Semarang Tengah.Membentang dari perempatan Jl.Agus Salim (dahulu Jurnatan) ke selatan berhenti di kali Semarang.Dahulu kala kata Pekojan diambil dari nama "Koja" yaitu suatu daerah di seberah barat India, yang saudagarnya banyak merantau dan menetap di daerah ini.Menurut Prof. Dr. H.Abu Suud yang dikutip Djawahir Mohammad dalam buku Semarang Sepanjang Jalan , para saudagar Koja ini datang untuk berdagang dan menyebarkan agama Islam.Karena banyaknya pedagang Koja di daerah ini, maka kawasan ini disebut Pekojan.

Namun sekarang ini, masyarakat keturunan Koja tinggal sedikit, atau masuk ke dalam perkampungan. Kawasan ini sekarang didominasi penduduk keturuna China yang membuka toko. Semua bangunan di pinggir jalan Pekojan adalah toko yang menjual berbagai produk, terutama sebagai grosir.Banyak kendaraan pengangkut bongkar muat di pinggir jalan.Tak heran bila jalan yang sempit ini menjadi macet pada saat jam sibuk. Upaya membuat jalan ini menjadi satu arah, tidak juga mengurangi kemacetan lalulintas.

 
   
 
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
 
   
   
 

© 2005-2007 ARCHIPEDDY  ; : kirim email

back to index

ganjal.gif (72 bytes)