Situs Promosi Arsitektur

Situs Promosi Arsitektur

Tampilkan produk Anda di sini. More »

Inovasi terbaru

Inovasi terbaru

Setiap hari ada inovasi baru More »

Asuransi Jiwa Indonesia

Asuransi Jiwa Indonesia

Banyak perusahaan asuransi menawarkan produk-produk unggulan. Pilihlah yang paling sesuai kebutuhan Anda More »

Kontraktor di Bogor

Kontraktor di Bogor

Kontraktor rumah mewah More »

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Category Archives: Property Mancanegara

Ketika kaum kaya asal Cina mengincar properti di Australia

Ketika kaum kaya asal Cina mengincar properti di Australia

  • dikutip dari bbc.com 30 Agustus 2015

Image captionJenis properti yang digemari pembeli ialah yang memiliki pemandangan sungai atau laut.

Monika Tu tahu persis bagaimana cara tampil dengan megah.

Perempuan kelahiran Cina itu melangkah ke luar dari Rolls Royce yang baru saja parkir di sebuah kediaman di Distrik Potts Point, Sydney, Australia.

Harga kediaman bernuansa vila dengan warna krem di bagian depannya tersebut mencapai A$25 juta.

Namun, itu bukan rumah Tu. Dia justru mencari nafkah dengan menjual properti semacam itu kepada warga Cina.

“Ini adalah rumah impian semua orang. Pembeli asal Cina menyukai sekelumit sejarah. Mereka lalu datang ke negeri ini dan menginginkan sesuatu yang bernilai signifikan, di samping pemandangan indah dan pelabuhan menawan,” kata Tu, seraya menuruni anak tangga kayu.

Lahir di Guizhou, Cina, Tu tiba di Australia pada 1988 untuk meraih gelar sarjana di bidang perdagangan internasional di Melbourne. Setelah hijrah ke Sydney pada awal 1990-an, dia menjual kosmetik dan asuransi. Setelah itu, dia mendirikan perusahaan teknologi informasi.

Dia juga mendirikan bisnis properti mewah, Black Diamondz, enam tahun lalu. Kini, sebanyak 60% dari seluruh pelanggannya berasal dari Cina daratan.

Bisnis Tu sejauh ini berjalan lancar. Bahkan, baru-baru ini dia menjual sebuah kediaman di tepi sungai Sydney kepada seorang investor asal Cina seharga A$40 juta.

Lalu, dia juga menjual properti seharga A$33 juta di kawasan pinggiran Sydney dengan pemandangan Harbour Bridge dan opera house.

Investasi modal Cina di Australia dilaporkan meningkat dan diperkirakan bakal terdorong oleh aturan mata uang yang membuat kaum kaya Cina lebih mudah berinvestasi pada properti mancanegara.

Lembaga keuangan Credit Suisse memperkirakan warga Cina akan menyuntikkan A$60 miliar ke sektor properti Australia dalam lima tahun mendatang.

Sejumlah pakar menilai apa yang terjadi di Australia adalah bagian dari tren peningkatan permintaan real estat dari warga Cina. Tren tersebut dialami sejumlah negara di dunia.

“Baru-baru ini saya bertemu dengan seorang pengembang dari Singapura dan dia melihat saya lalu berkata, ‘Anda belum melihat apa-apa. Ini hanya puncak gunung es’,” tutur John McGrath, salah satu agen real estat terkenal di Australia dan salah satu juri acara realita televisi berjudul The Block.

Untuk memenuhi permintaan, McGrath memperkerjakan seorang ahli Cina yang bisa melayani pertanyaan dari calon pembeli dan membantu mereka memahami aturan-aturan rumit serta perbedaan budaya di Australia.

Peraturan

Salah satu daya pikat signifikan bagi investor properti asal Cina adalah lokasi Australia.

“Hanya sembilan jam penerbangan (ke Australia) jadi perbedaan waktu hanya dua jam. Sistem sekolah sangat bagus dan saya pikir khalayak di Australia amat ramah. Inilah mengapa warga Cina suka datang ke negara ini,” ujar Tu.

Australia sebenarnya punya aturan ketat yang menghambat warga asing membeli rumah yang baru dibangun atau sedang direncanakan dibangun. Akan tetapi, mereka yang punya visa sementara atau visa permanen bebas membeli apapun yang mereka suka.


Image captionSebuah kediaman di Distrik Potts Point, Kota Sydney, dihargai jutaan dolar Australia.

Industri real estat di Australia juga amat membantu klien-klien kaya, khususnya dari Cina, dalam menggunakan dana dan skema investasi demi membeli apartemen serta rumah mahal.

Sejak 2009, harga real estat di Sydney telah melonjak 60% dan meningkat sekitar 15% setiap tahun selama dua tahun terakhir. Imbasnya, kaum muda Australia khawatir bahwa mereka tidak mendapat kesempatan untuk membeli properti di negara mereka sendiri.

Kekhawatiran

Maraknya investasi dari Cina juga menimbulkan kekhawatiran dari sejumlah kelompok di Australia.

Salah satunya adalah organisasi nasionalis yang beberapa waktu lalu membakar bendera di luar Konsulat Cina di Sydney. Mereka mengklaim Australia dicengkeram ‘invasi real estat Cina’.

Namun, McGrath mengatakan pembeli real estat asing hanyalah ‘kambing hitam’ dari kenaikan harga properti di Australia. Dia mengklaim mayoritas properti di Sydney masih dijual ke warga Australia dan mereka tidak tersingkir oleh pembeli asing.

Menurut Nigel Stapleton, ahli ekonomi real estat di University of New South Wales Business School, menggeloranya permintaan dari pembeli Cina di Australia hanyalah gelombang investasi Asia yang berulang. Pada 1980-an lalu, menurutnya, banyak warga Jepang yang tertarik dengan properti di Australia.

Dia mengingatkan bahwa warga asing kurang memahami pasar Australia dan karena faktor itu mereka kadangkala membayar terlalu tinggi.

“Umumnya investor asing tidak beraksi sebaik investor lokal,” ujar Stapleton.

Akan tetapi, justru karena faktor inilah, Monika Tu menjadi andalan para pembeli dari Cina.

“Semua orang ingin datang ke Australia. Bagi warga Cina, ini destinasi yang menggiurkan,” kata Tu.