Maaf, Anda mengaktifkan Adblock pada browser anda!
Atau anda tidak mengaktifkan Javascript![ ? ]
Situs Promosi Arsitektur

Situs Promosi Arsitektur

Tampilkan produk Anda di sini. More »

Inovasi terbaru

Inovasi terbaru

Setiap hari ada inovasi baru More »

Asuransi Jiwa Indonesia

Asuransi Jiwa Indonesia

Banyak perusahaan asuransi menawarkan produk-produk unggulan. Pilihlah yang paling sesuai kebutuhan Anda More »

Kontraktor di Bogor

Kontraktor di Bogor

Kontraktor rumah mewah More »

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Category Archives: Equipment dan Material

Kembangkan Energi Murah dari Atap, Utomodeck Tawarkan Solar Rooftop

Beritasatu.comJumat, 14 April 2017 | 13:41

Direktur Operasional PT Utomodeck Metal Works Anthony Utomo tengah memberikan penjelasan tentang keamanan pemasangan solar rooftop pada atap bangunan.
Kembangkan Energi Murah dari Atap, Utomodeck Tawarkan Solar Rooftop
Direktur Operasional PT Utomodeck Metal Works Anthony Utomo tengah memberikan penjelasan tentang keamanan pemasangan solar rooftop pada atap bangunan.
Jakarta – Utomodeck sebagai produsen atap nasional terus menggarap pemenuhan energi alternatif dan murah. Hal itu dengan mengoptimalkan potensi listrik tenaga surya (matahari) yang diintegrasikan dengan pemanfaatan atap khusus untuk gedung atau bangunan (rooftop).

Direktur Operasional PT Utomodeck Metal Works Anthony Utomo di Jakarta mengatakan pihaknya menyediakan sistem rooftop sebagai pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Konsumen yang menggunakan teknologi tersebut hanya membayar tenaga listrik yang dihasilkan, terutama skala industri seperti bangunan pabrik, bandar udara, hotel, apartemen, mal, dan rumah sakit.

“Kami tidak hanya menawarkan konstruksi atap semata, tetapi lebih dari itu dengan menyediakan energi alternatif dari matahari. Secara keseluruhan menjadi lebih murah,” kata Anthony, kemarin.

Dia menjelaskan bahwa konsumen yang menggunakan atap Utomodeck tersebut tidak lagi membeli infrastruktur solar rooftop tersebut. Jadi, hanya membayar energi listrik yang dihasilkan dari instalasi yang dipasang.
“Konsumen tinggal membayar daya listriknya saja. Kami sediakan atap khusus yang dipadu dengan teknologi solar rooftop dari Juwi Energy asal Jerman,” kata Anthony dalam acara Comprehensive Seminar on Roofing System & Beyond.

Dikatakan, kolaborasi teknologi yang ditawarkan tersebut bisa menghasilkan satu megawatt untuk atap ukuran 6.000 – 8.000 meter persegi. Besaran energi listrik yang dihasilkan pun dipengaruhi oleh ketinggian atap. Dengan kapasitas tersebut maka kendala biaya dari baru terbarukan (EBT) bisa diatasi yang selama ini terlalu mahal.

Menurut Head of Business Development Juwi Energy, Naresh K Govindan mengatakan potensi energi panas matahari di Indonesia sangat besar sehingga perlu dioptimalkan. Demikian juga solar rooftop yang ditawarkan bersama Utomodeck tersebut menjadi solusi untuk menyediakan energi murah.

“Kami baru mulai menawarkan teknologi ini ke Indonesia dan berharap akan terus berkembang dalam memenuhi energi murah,” ujarnnya.

Suara Pembaruan

Heriyanto/HS

Suara Pembaruan

Teknik Pemurnian Air

TEKNIK PEMURNIAN AIR

TEKNIK PEMURNIAN AIR

Untuk mendapatkan air yang layak ada dua proses yang harus diperhatikan, yaitu filtrasi dansterilisasi.
Proses filtrasi adalah proses penyaringan air, sehingga air yang dihasilhan adalah air yang bersih dari kotoran saja. Air ini belum layak diminum karena masih mengandung bakteri dan kuman. biasanya hanya digunakan untuk keperluan MCK (mandi cuci kakus).

Lapisab Saringan
Saringan Pasir Lambat

Sedang proses sterilisasi adalah proses membunuh baktiri dan kuman, sehingga air yang dihasilkan layak untuk di minum.

Saringan Pasir Cepat

Cara filtrasi yg sederhana bisa menggunakan kain katun sebagai saringan. Semakin rapat kain katun akan semakin bersih air yang akan diperoleh. Atau bisa dilakukan dengan menambah lapisan kain katun, tapi perlu diingat semakin rapat kain katun maka akan semakain lambat air bersih yang akan di dapat.
Cara lain filtrasi adalah dengan menggunakan kapas, air yang dihasilkan tidak berbeda jauh dengan menggunakan kain katun.
Penggunakan metode filtrasi dengan lapisan pasir lebih banyak digunakan di masyarakat.
Ada dua cara penyaringan air dengan menggunakan pasir, yaitu saringan pasir lambat dan saringan pasir cepat

Saringan pasir lambat adalah teknik saringan dengan menaruh lapisan pasir diatas lapisan kerikil, dimana air mengalir dari atas ke bawah, air yang dihasilan luamyan bersih tapi tetap belum bebas dari bakteri dan kuman.
Dan saringan pasir cepat adalah serupa dengan saringan pasir cepat dimana lapisan pasir ditaruh diatas lapisan kerikil. Yang membedakan hanyalah air dialirkan dari bawah ke atas.disini tekanan air akan sangat berpengaruh.
Saringan Kombinasi

Akan mendapatkan hasil yang lebih baik bila kedua metode diatas digabungkan. Pertama-tama air disaring menggunakan saringan pasir cepat dan kemudian air yang dihasilkan disaring kembali dengan menggunakan saringan pasir lambat.

Metode penyaringan diatas memang masih belum maksimal karena belum bisa menetralisir bau dan rasa. Bisa ditambahkan lapisan ijuk ataupun lapisan arang. Semakin tebal lapisanya maka akan semakin baik air yang dihasilkan.
Alternatif lain adalah penyaringan sistem keramik. bahan yang digunakan adalah gabah yang dimasukan dalam keramik yang berbahan tanah liat. Setelah dibakar kemudian ditambahkan lapisan collodial silver untuk membunuh kuman dan dakteri. kualitas air yang dihasilkan bisa langsung diminum.
Untuk membunuh bakteri dan kuman biasanya orang menggunakan kaporit atau klorin seperti yang dilakukan pada proses pemurnian air di PAM. Tetapi kita harus berhati-hati dengan bahan ini, karena bila dikonsumsi dalam jumlah banyak maka akan mengakibatkan kanker kandung kemih, dubur dan usus besar.
Ada cara yang modern adalah dengan cara Ozonasi yang digabung dengan penyerapan menggunakan karbon aktif. Sistim ini lebih aman karena O3 tidak memiliki sifat beracun, bahkan Ozon mampu mengurangi kadar zat-zat beracun seperti pestisida dan mampu mengurangi aroma tak sedap.
Kita pasti sering melihat banyak berdiri depot air minum isi ulang disekitar lingkungan kita. Sistim yang mereka gunakan teknologi ultraviolet. ultraviolet ada dalam sinar matahari yang bisa digunakan untuk mematikan bakteri yang merugikan kesehatan. Sistim kerjanya cukup mudah air baku dialirkan melalui tabung penghasil ultraviolet dalam interval waktu tertentu. perlu diingat makin cepat aliran air maka makin rendah kwalitasnya.

Sumber:http://edhiekran.blogspot.com

Perbedaan plafond gypsum dan fibercement (GRC)

Perbedaan Plafond Fibercement (grc) dan Gypsum

 

Saat ini perkembangan dalam dunia propety sangat pesat, seiring dengan tumbuhya industri property. perkembangan tersebut mendorong hadirnya material yang lebih praktis dan berkulaitas, bukan hanya itu faktor keshatan pun mulai diperhatikan, seperti pada material penutup plafond. dulu orang lebih banyak menggunakan triplex atau asbes yang mengandung bahan berbahaya (asbestos). selain itu pengaplikasian dan hasil yang kurang memuaskan mulai menggeser produk ini, asbes dengan isu kesehatan mulai ditinggalkan oleh para penggunanya begitupun dengan triplex yang dianggap kurang awet dan kurang rapi pada finishingnya, ditambah isu global warming yang mendorong industri di semua sektor untuk menghasilkan material yang ramah lingkungan.

Saat ini mulai hadir produk alternatif yang beredar dipasaran dan yang menjadi trend sekarang adalah papan Gypsum dan Papan Fibercement (Grc), lalu apakah perbedaan dari kedua produk ini, mana yang lebih baik? mana yang lebih ekonomis? untuk mengetahuinya kita harus mengetahui krakteristik dari kedua produk tersebut. Mari kite telaah kedua produk ini baik dari aspek karakteristik materialnya maupun dari sisi aplikasinya.


PAPAN GYPSUM

Papan gypsum dibuat dari kapur yang diberi tambahan aditif memiliki karakteristik seragam sehingga orang sukar membedakan kualitas produk yang satu dengan yang lain. Bentuknya berupa lembaran berukuran 1,2 x 2,4 m selain ukuran customized, tebal 9 – 15 mm, dan warna putih atau abu-abu. Karena itu pengalaman dan referensi pihak yang lebih ahli seperti kontraktor sangat menentukan pilihan developer.  Dari segi berat material gypsum umumnya memiliki berat 16kg per lembar untuk ukuran standard dan berat/m2 berkisar 5,5 kg. 

Secara umum Papan gypsum memang rentan terhadap air, tetapi untuk kondisi tersebut pihak produsen telah menyiapkan papan gypsum untuk berbagai kondisi dilapangan, seperti halnyaJayaboard yang memiliki beberapa jenis papan untuk berbagai aplikasi, Jenis yang disediakan antara lain:

>Papan jayaboard standard untuk aplikasi di area dalam kondisi wajar, dirancang untuk diaplikasikan pad area kering dengan suhu 5-40 derajat Celcius.

> Jayaboard wet area dirancang untuk penggunaan pada ruangan yang memiliki tingkat kelembaban tinggi (maksimal RH 90%)

> Jayaboard wet area firestop untuk digunakan sebagai kombinasi area yang memiliki tingkat kelembaban tinggi dan membutuhkan ketahanan api.

Meskipun papan gypsum untuk jenis wet area direkomendasikan untuk area yang memiliki tingkat kelembaban tinggi tetapi tidak dianjurkan untuk terkena kontak langsung dengan air. Papan Gypsum lebih disarankan untuk penggunaan penutup plapon atau partisi pada interior bangunan.

Untuk sifat jalar api, papan gypsum (jayaboard) memiliki klasifikasi kedalam bahan material kelas 1 untuk semua jenis, artinya material ini memiliki mimiliki kecepatan penjalaran api sangat rendah yaitu kurang dari 165mm pada 1,5 menit pertama, Referensi tes No. Puskim 46/Um/Lm.5/07.

Sistem metode pengikat untuk plafond dengan penutup papan gypsum digunakan rangka metal. dan jenis sambungan antara papan adalah sambungan tertutup, pada plafond yang menggunakan papan gypsum sambungan tertutup akan lebih rapi dan tidak mudah retak. Finishing yang optimal akan diperoleh dengan penggunaan penutup plafond dengan papan gypsum karena sifatnya yang tidak mudah berubah terhadap peningkatan suhu dalam ruangan.

Selain itu maintenence pada plafond yang menggunakan papan gypsum lebih mudah, apabila terjadi kerusakan maka papan bisa ditambal dengan menggunakan papan baru tanpa harus membongkar plafond.Cukup dengan melubangi bagian yang berjamur atau rusak lalu menambalnya dengan papan baru dan mengcompoundnya kembali.

Penggunaan papan gypsum, apabila diaplikasikan sesuai dengan jenisnya dan pemasangan dilakukan dengan benar akan memberikan hasil yang baik.



Papan Fibercement

Papan gipsum kurang tahan terhadap air, jamur, benturan keras, juga rayap dan api (terutama kertasnya). Karena itu hanya dianjurkan untuk interior seperti plafon dan partisi, dan tidak untuk eksterior seperti listplank atau penutup tiang kolom dan dinding (cladding) dan dekorasinya.

Untuk mengatasi kekurangan itu, belakangan muncul papan fiber semen sebagai alternatif, yang bisa dipakai untuk interior dan eksterior, bahkan untuk penutup lantai dan pagar. Papan tahan benturan hingga 170 kg/cm tapi jauh lebih ringan dan luwes.

Kalau beton biasa memiliki tulangan baja, fiber semen yang terbuat dari campuran semen, pasir silika, gipsum, memakai serat selulosa sebagai penguat. Ukuran papan relatif sama dengan gipsum. Permukaannya lebih halus dan flat sehingga finishing-nya juga lebih mudah dan apik. Jadi, papan bisa langsung dicat atau dilapisi wall paper tanpa harus diplamir atau diamplas dulu. Pemasangan sama dengan gipsum, oleh aplikator yang memahami fiber cement, dengan rangka kayu atau besi. Harganya lebih murah ketimbang triplek dan gipsum tipe moisture resistant (tahan lembab). Namun papan fibercement masih memiliki resiko melenting bila tekena panas extreem (tekena sinar matahari secara langsung dalam jangka waktu tertentu).

Hanya, fiber semen lebih berat ketimbang papan gipsum dengan ketebalan yang sama. Pemasangan harus dengan alat yang lebih canggih seperti bor dan gergaji mesin, dan menyerap panas. Dibanding papan gipsum standar, harganya juga lebih mahal, tapi konon dalam jangka panjang lebih murah karena lebih tahan lama (15 – 25 tahun) dan relatif bebas perawatan dibanding gipsum (5 – 10 tahun). Pada bangunan rumah aplikasi papan semen juga kebanyakan masih untuk plafon.

Papan Fibercement memilik ketebalan 3mm, 3.5mm, 4.5mm, 6mm, 8mm, 12mm bahkan sampai dengan 20mm untuk aplikasi pada sistem lantai dak, Namun umumnya penggunaan untuk penutup plafond, papan yang digunakan adalah papan yang memiliki ketebalan 3mm s/d 4,5mm dan papan tebal 6mm untuk sistem rangka dengan Hollow metal. Berat/m2 untuk papan fibercement 3mm adalah 5.5 kg/m2 dan untuk papan 6mm adalah 6,8 kg/m2.

Sedangkan untuk ketebalan 3mm s/d 4.5mm untuk aplikasi interior dengan sistem rangka menggunakan rangka kayu dan metode pengikatan dengan paku, sistem sambungan yang dinjurkan sistem sambungan terbuka (ada nat) hal ini dikarenakan dengan spesifikasi tersebut kemungkinan retak atau pecah rambut besar apabila dilakukan sistem sambungan tertutup. Beberapa aplikator menyiasatinya dengan menambahkan alkasit pada compound tetapi hal itu tidak menjamin 100% hasilnya akan optimal.

Sistem sambungan tertutup dapat dilakukan apabila papan fibercement yang digunakan memiliki ketebalan 6mm dan sistem pengikat dengan menggunakan rangka hollow metal dengan skrup. Hasil sambungan dan pengikatan akan lebih sempurna. Apabila memang harus menggunakan papan dengan tebal <6mm disarankan konstruksi dan kerapatan rangka ditambah tentunya ini sedikit banyaknya akan menambah cost pemasangannya

Secara garis besar kita  dapat menyimpulkan perbedaan  karekteristik antara gypsum dan papan Fibercement berdasarkan dari karekterisrik dan aplikasinya,

  1. Papan gypsum lebih rentan terhadap area lembab extreem, untuk aplikasi pada kondisi tersebut dapat menggunakan papan dengan jenis wet area, sedangkan papan fibercement secara umum tahan terhadap suhu lembab tetapi rawan melenting jika terkena sinar matahri langsung.
  1. Papan Gypsum lebih mudah dalam aplikasi pemasangan dan hasilnya lebih rapi untuk sistem sambungan tertutup khususnya dengan penggunaan sistem pengikat rangka hollow metal dan skrup, Sedangkan Papan fibercement aplikasinya harus menggunakan sistem  pengikat kayu dan paku dengan sambungan terbuka (ada nat) untuk tebal 3mm s/d  4.5mm apabila ingin digunakan rangka hollow metal dan skrup harus digunakan papan dengan tebal min 6mm sambungan dapat dibuat tertutup(tanpa nat)
  1. Maintenance untuk papan gypsum lebih mudah jika terjadi kerusakan, sedangakan untuk papan fibercement sedikit lebih rumit karena harus banyak membongkar bidang plapon.
  1. Papan Fibercement lebih lentur, untuk aplikasi desain yang melengkung. Sedangkan papan gypsum lebih kaku.
  1. Apabila plapon ditutup dengan papan fibercement dan rangka yang digunakan rangka hollow metal, maka tebal papan yang digunakan harus 6mm, apabila terpaksa harus menggunakan papan dengan tebal lebih tipis, disarankan kontruksi rangka harus diberi tambahan hal ini dibutuhkan untuk mencegah lendutan, dan keretakan pada sambungan nat tertutup. Produsen tidak menyarankan untuk tebal <6mm menggunakan skrup.

Jadi dilihat dari kekuatan material terhadap kelembaban adan benturan papan fibercement lebih baik, sedangkan untuk kemudahan aplikasi dan kerapihan papan gipsum lebih baik, jika kita membandingkan berat/m2 relatif sama. Hanya apabila kita membandingkan berat dengan menggunakan sistem rangka Hollow metal maka Papan fibercement lebih berat dibanding papan gypsum.

Pilihan tetap ditangan anda, untuk menentukan material yang sesuai dengan kebutuhan desain rumah anda.

(Ditulis dari berbagai sumber, gypsum.blogspot.com)

Dasar pengkondisian udara (air conditionering)

rinsip: MENURUNKAN TEMPERATURE DAN KELEMBABAN RUANG

Bila temperature dan kelembaban tinggi, orang akan merasa pengap (sticky).

Temperature udara di Indonesia sekitar 30º dan kelembaban sekitar 90%. Indonesia termasuk daerah tropis lembab. Mesin pengatur udara (air conditioning) terdiridari dari kompresor yang mensirkulasikan zat pendingin (refrigerant) ke dalam kumparan pipa tembaga (coil), dimana udara di dalam ruang dierap oleh refrigerant yang kemudian mengembun. Adapun udara dalam ruang diisap dan dihembus kembali masuk ruang oleh blower (kipas).

Setelah udara lewat kumparan, temperaturnya menurun sebab panasnya dipakai oleh refrigerant yang mengembun. Pada saat yang sama, uap air dalam udara mengembun pula, sehingga kelembaban udara menurun. Refrigerant adalah zat pendingin yang berasal dari gas metan (CH4) yang Hidrogen-nya diganti dengan Halogen Flour atau Chloor, yang disebut dalam perdagangan: Freon

Freon 11  : C C13F

Trichloro mono flouro methan

Freon 12  : C C12F3

Dichloro difluoro methan

Refrigerant Freon mempunyai sifat dapat menguap pada temperature biasa, tidak berbau, tidak beracun.

Untuk Refrigerasi Industri seperti pabrik es dan Gudang pendingin, dipakai zat pendingin amoniak (NH3) yang berbau tetapi lebih murah daripada Freon.

System pendingin ruang ada 2 macam:

  1. SISTEM LANGSUNG (DIRECT COOLING) Dalam sistem ini udara didinginkan langsung oleh refrigerant dengan menggunakan mesin-mesin system Paket seperti Window Unit atau package Airconditioner dengan atau tanpa tabung udara dingin (ducting).
  2. SISTEM TIDAK LANGSUNG (INDIRECT COOLING) Dalam system ini dipakai media: air es/chilled water dengan temperature sekitar 5ºC. Air es diproduksi dalam chiller, mesin pembuat air es yang menggunakan refrigerant sebagai zat pendingin.

Cara ini banyak dipakai dalam bangunan tinggi sebab ,menghemat tempat karena hanya menggunakan tabung penyebar udara horizontal, tidak perlu ada tabung vertical.

Udara diserempetkan pada kumparan pipa dimana air es disirkulasikan. Mesin pengolah udara/air handling unit (AHU) berisi: kumparan pipa (coil), blower dan filter udara. AHU dapat ditempatkan disetiap lantai atau satu AHU melayani 2-3 lantai atau jika lantai tingkat sangat luas, satu lantai dilayani 2 atau lebih AHU.

Dalam perancangan juga harus diperiksa kapasitas AHU berapa yang ada dipasaran.

MESIN AC

Dibagi menurut cara kerjanya:

Unit Refrigerasi Kompresi Uap:

  1. System expansi langsung (direct expansion)

–          Penyegar udara paket

–          Penyegar udara ruangan (AC Room Unit)

  1. System expani tak langsung (indirect expansion)

–          Unit pendingin air (Chilled water system)

–          Dipakai untuk gedung yang luas atau tinggi.

Dibagi menurut system pendinginnya:

Air Cooled (Pendingin udara)

–          Digunakan untuk mesin-mesin dengan kapasitas kecil

–          Efesiensi rendah

–          Maintenance rendah.

WATER COOLED (PENDINGIN AIR)

–          Digunakan untuk mesin-mesin dengan kapasitas besar

–          Efesiensi lebih besar

–          Maintenance lebih tinggi Karena menyangkut persoalan penyediaan air.

APLIKASI DARI AC ASENTRAL:

GEDUNG KANTOR

Dapat dibagi menurut jumlah tingkat lantai, satu AHU dapat melayani 1 lantai atau lebih tergantung kapasitas AHUnya dan beban yang akan didinginkan.

HOTEL, APARTEMEN DAN ASRAMA

Umumnya digunakan fan-coil unit. Ruang-ruang umum Hotel dengan AC Package = ducting horizontal.

RUMAH SAKIT

Rumah sakit berbeda dengan jenis bangunan lainnya, dimana lingkungannya harus dijaga supaya tetap bersih untuk mencegah penyebaran dan perkembangannya bakteri-bakteri. Oleh karena itu ruangan yang tersedia hendaknya dibagi menujadi beberapa daerah sedemikian rupa sehingga tidak terjadi percampuran udara yang mengandung kuman penyakit.

AC yang sesuai adalah type unit coil kipa udara (fan-coil) yang dipasang pada setiap ruangan atau Package yang dipasang pada setiap daerah.

TOKO SERBA ADA DAN PUSAT PERTOKOAN

Dapat dibagi sama dengan gedung kantor, dengan ducting horizontal.

GEDUNG-GEDUNG PERTEMUAN (BIOSKOP DAN LAIN-LAIN)

Dapat digunakan 1 buah AC Package atau lebih + ducting.

INDUSTRI

Dibagi atas 2 bagian, yaitu:

  1. Penyegaran udara bagi para karyawan.
  2. Penyegaran udara yang digunakan dalam proes produksi, penyimpanan, lingkungan kerja mesin dan sebagainya.

CARA KERJA DARI :

KOMPONEN AC SENTRAL

Evaporator (Penguap)

Cairan refrigerant yang tekanannya diturunkan pada katup expansi didistribusikan secara merata ke dalam pipa evaporator. Dalam hal ini refrigerant akan menguap dan menyerap kalor air yang dialirkan kedalam tabung evaporator  sehingga air yang keluar menjadi dingin dan dipompakan kedalam coil pendingin di dalam AHU. Uap refrigant yang bertekanan rendah yang terjadi dikumpulkan dalam penampung uap dan selanjutnya diisap oleh kompresor.

KOMPRESOR

Digerakan oleh motor listrik. Di dalam kompresor, tekanan uap refrigerant yang diisap dari evaporator dinaikan agar mudah mencair. Selama proses kimpresi berlangsung, temperatus dan tekanan uap refrigerant menjadi naik ditekan masuk ke dalam kondensor.

KONDENSOR

Uap refrigerant yang bertekenan dan bersuhu tinggi pada akhir kompressi, dapat dengan mudah dicairkan dengan mendinginkannya dengan air pendingin (atau udara pendingin pada system air cooled). Dengan kata lain, uap refrigerant menyerahkan panasnya kepada air atau udara pendingin di dalam kondensor sehingga mengembun dan menjadi cair.

Karena air atau udara pendingin meynerap panas dari refrigerant maka air atau udara tersebut akan menjadi panas pada waktu keluar dari kondensor. Uap refrigerat yang sudah menjadi cair ini, kemudian dialirkan kedalam pipa-pipa evaporator melalui katup expansi. Kejadian ini akan berulang kembali seperti di atas.

KATUP EXPANSI

Digunakan untuk menurunkan tekanan cairan refrigerant yang bertekanan tinggi supaya dapat mudah menguap.

Katup expansi yang biasa digunakan ialah katup expani termostatik yang dapat mengatur laju aliran refrigerant yang masuk ke dalam evaporator. Untuk mesin-mesin AC dengan kapasitas kecil, katup expansi ini diganti dengan pipa-pipa kapilar.

KOIL PENDINGIN

  1. Jenis expansi langsung

Refrigerant yang menguap di dalam evaporator, akan menyerap panas dari udara yang akan didinginkan yang dilewatkan melalui permukaan luar dari pipa evaporator sehingga udara menjadi dingin dan selanjutnya ditarik dan disalurkan ke dalam ruangan oleh kipas udara (blower).

  1. Jenis expansi tak langsung

Air yang mudah menjadi dingin yang keluar dari evaporator, masuk ke dalam pipa-pipa koil pendingin di dalam AHU dan air dingin ini akan menyerap panas dari udara (campuran udara luar dan udara kembali dari ruangan) yang melaluinya sehingga udara tersebut menjadi dingin dan kemudian ditarik dan disalurkan kedalam ruangan oleh kipas udara (blower)

COOLING TOWER

Berfungsi sebagai pendingin refrigerant setelah dipakai untuk mendinginkan air atau membuat air es dalam chiller. Air dijatuhkan dalam bejana yang diberi ventilasi mekanis (lihat gambar).

  1. PERHITUNGAN BEBAN-BEBAN PENDINGIN RUANG (AIR CONDITIONING)

Diketahui        : ukuran ruangan = (H) x (L) x(W)

Kondisi ruangan luar, temperature    = to

Kelembapan    = ……………..%

Kondisi ruang dalam, temperatur     = ti

Kelembapan    = …. % (50 – 80)%

Exterior ruang dalam: kaca rayban

Tinggi plafon                         = ….. m

Tinggi bidang jendela           = …..m

Okupasi ruang =

(1)   Beban kalor melalui bidang kaca, (= beban sensibel)

Utara         = ….. m2 x 800            Btu/h/m2 = ….. Btuh

Selatan      = ….. m2 x 400            Btu/h/m2 = ….. Btuh

Timur         = ….. m2 x 900            Btu/h/m2 = ….. Btuh

Barat         = ….. m2 x 1000          Btu/h/m2 = ….. Btuh

……..Btuh

(2)   Beban kalor oleh transmisi bidang dinding (beban sensible)

Utara         = ….. m2 x 2,15           Btu/h/m2 ºFx(to-ti) = ….. Btuh

Selatan      = ….. m2 x 2,15           Btu/h/m2 ºFx(to-ti) = ….. Btuh

Timur         = ….. m2 x 2,15           Btu/h/m2 ºFx(to-ti) = ….. Btuh

Barat         = ….. m2 x 2,16           Btu/h/m2 ºFx(to-ti) = ….. Btuh

……Btuh

Atap          = ….. m2 x 11,5           Btu/h/m2 ºFx(to-ti) = ….. Btuh

……Btuh

Catatan : untuk Indonesia to-ti = 5º.

(3)   Beban kalor intern

Beban sensible orang = okupasi x 200 Btuh         = …………….Btuh

Beban latent orang     = okupasi x 250 Btuh        = …………….Btuh

Beban sensible lampu TL

= Jumlah watt lampu x 1,25 x 3,4       = …………….Btuh +

…………….Btuh

(4)   Ventilasi atau infiltrasi

CFM =

Dimana : (H)        = room height, m

(L)        = room length, m

(W)       = room width, m

(AC)     = air changes per hour = 2

Pertukaran udara per jam = 2 (minimum)

Beban kalor infiltrasi udara luar

a)      Beban sensibel = CFM x  (to-ti) x 1,08 Btuh = ……………….Btuh

b)      Beban latent

CFM x perbedaan specific humidity-gr/lb x 0,67 Btuh

=…………..Btuh

(udara luar dengan udara dalam)                                    +

…………..Btuh

Total beban pendingin = (1) + (2) + (3) + (4)       = ………….Btuh

1 Ton R = 12000 Btuh

Kapasitas AC =  = ……….Ton R

Atau =

=…………….TR/100 m3

Daya listrik

1 Ton R = 1,25 kw

Total daya listrik = Total Ton R X 1,15 kw

(dari berbagai sumber)

Tabel jenis kayu untuk material

Tipe kayu untuk
bangunan
(konstruksi – interior)
Dari berbagai sumber
diringkas oleh Editor


type  kelebihan Minus Keterangan
Jati Mudah dikerjakan, keras dan kuat, tahan rayap, warna dan bentuk serat artistik, kurang menyerap air 

 

harga mahal, stock terbatas
Meranti harga cukup murah, 

 

mudah melentur dan mengeliat (upaya pemanasan/oven) tidak dapat mengatasi secara maksimal.
Bangkirai Kuat, serat bagus  mudah pecah bila pengerjaan kurang hati-hati (memerlukan perlakuan khusus untuk menyekrup atau memaku)
Merbau Keras dan kuat, warna serat bagus
Ebony Keras dan kuat, tekstur bila dipoles akan mengkilap mahal, termasuk jenis langka
Kamper,ada berbaghai macam kamper dan sifatnya, seperti kamper kalimantan, kamper medan, kamper singkil
Tipe Bifold
Tipe Pocket/kantong
Tipe Bar
Tipe By Pass -Hemat space-Praktis Kurang estetis
Tipe Akordeon Hemat space Kurang kuat, kurang aman karena mudah dibandrek umumnya untuk partisi interior
Tipe Geser

Back to home

Bahan pintu

Bahan Pintu

Kayu adalah bahan yang paling banyak digunakan di Indonesia, setidaknya sampai tahun 1990-an. Adanya isu eco-labelling dan global warming akibat kerusakan hutan, menyebabkan pengelolaan kayu semakin berkurang, sehingga harganya semakin mahal.

Keunggulan pemakaian kayu adalah mudah dalam pengerjaanya.

Kayu sintetis/kayu olahan seperti MDF, Tripleks

Aluminium. Bahan ini berupa lembaran yang dipasang sebagai pelapis. Biasanya lapisan aluminium ditempelkan pada daun pintu, namun ada juga yang langsung ditempelkan pada kerangka pintu. Keunggulan bahan ini adalah kedap air sehingga baik untuk kamar mandi/ WC, cukup kuat, antirayap dan serangga lain. Keburukan bahan ini adalah mudah tergores, mudah kusam dan penyok. Dalam penerapan di bangunan, bahan ini kurang memiliki nilai estetika.

Fibreglass. Biasanya pintu dengan bahan fibre ini menggunakan system sandwich. Bahan ini juga tahan air maupun rayap, dapat dicat. Pada usia pemakaian tertentu dan suhu yang panas, bahan ini dapat menjadi getas.

vinyl, berupa lembaran mirip plastik. penggunaannya juga pada kamar mandi.

besi/baja. Penggunaan bahan baja untuk pintu sebagian besar hanya pada bangunan pabrik/gudang atau bangunjan lain yang perlu keamanan dan kekuatan. Contohnya untuk pintu markas tentara, hangar pesawat terbang ,dll. Pintu-pintu darurat kebanyakan terbuat dari besi atau baja.

Nama dan jenis kayu bahan bangunan di Indonesia

Nama Kayu Material di Indonesia

Jenis-jenis kayu bahan bangunan yang diperdagangkan di Indonesia

Jenis-jenis kayu yang umum digunakan di Indonesia
1. Kayu Jati.(Tectona Grandis)
Sejak jaman sebelum penjajahan, kayu jati menjadi simbol status rumah seseorang. Kayu jati memiliki kekerasan yang tinggi dan awet. Serat kayu jati sangat khas dan teksturnya juga sangat artistik Berwarna coklat muda kekuningan, yang bisa berubah lebih tua. Termasuk dalam kelas kekuatan II, kelas keawetan I dan kelas pemakaian I.
Penggunaan : sebagai perkakas rumah tangga, bahan bangunan: Kuda-kuda, rangka plafon, kusen dan daun pintu/jendela, pelapis lantai, dinding pada rumah-rumah tradisional, lantai loteng dll. Daerah pekapuran di Jawatengah (Purwodadi sampai Blora/Cepu) atau di Jawa Timur menjadi tempat penghasil jati. Namun belakangan (sejak tahun1995-an) kayu jati menjadi langka sehingga harganya juga melonjak jauh di atas kayu jenis lainnya. Kayu jati memiliki keungulan tidak hanya bentuk dan tekstrurnya yang sangat artistik,kekuatannya, namun juga presisi,karena jati tidak mudah meliuk (bahasa jawa:ngulet).

2 Kayu Meranti. (Shorea dan Parashorea div) Ada dua golongan: Meranti merah dan meranti putih. Seringkali orang rancu dan salah menganggap bahwa kayu bangkirai adalah meranti keras. Ini karena di bberapa tempat bangkirai disebut ‘meranti telur’. Kayu meranti termasuk Kelas Kekuatan II atau IV, kelas keawetan IV dan kelas pemakaian IV. Banyak dijual sebagai kayu kaso/usuk, reng atau papan. Daerah produsen: Sumatera dan Kalimantan.


3 Kayu Merbau. (Intsia spec) Berwarna coklat muda dan akan berubah lebih gelap bila sudah berusia tua. Termasuk dalam Kelas kekuatan I, Kelas Keawetan Idan Kelas Pemakaian I. Banyak digunakan untuk keperluan outdoor karena kuat,tahan rayap. Kelemahan kayu ini adalah bisa mengakibatkan karat bagi besi/logam yang berhubungan dengan kayu ini (Sekrup, klem dll). Hal ini karena kayu ini mengeluarkan O2 yang sangat tinggi. Daerah penghasil adalah Sumatera bagian utara, Sulawesi dan Maluku.Nama lain adalah ipil atau anglai (Kalimantan Tengah).


4.Rasamala. Berwarna merah/coklat gelap. Kelas Kekuatan II, Kelas Keawetan II dan Kelas Pemakaian II. Cukup tahan rayap dan tahan bubuk. Daya susut sangat tinggi. Banyak terdapat di Jawa bagian barat dan Sumatera.

5.Kamfer , berwarna kuning atau kuning kemerahan. Termasuk Kelas Kuat I atau II, Kelas Awet III dan Kelas Pakai III. Jenis kayu ini tahan bubuk, tetapi tidak tahan rayap, hanya digunakan pada penggunaan di bawah atap seperti rangka plafon, balok dll. Banyak terdapat di Sumatera

6.Jeungjing atau kayu peti banyak terdapat di Jawa Barat. Warnanya putih atau coklat muda, ringan dan mudah pecah. Kelas Kuat IV, Kelas Awet IV dan Kelas pemakaian IV, banyak digunakan sebagai papan cor pembuatan bekisting, atau sebagai bahan peti botol kecap/peti telur dll.

7.Sungkai , Jenis kayu yang cukup digemari sebagai bahan interior di bawah jati. Berwarna kuning muda/halus dan warna serat indah sehingga digunakan untuk ekspos. Kelas Kekuatan II dan II, Kelas Keawetan III .

Flange

Flange

Flange adalah asesoris perpipaan (Piping System) yang digunakan untuk menyambung pipa dengan pipa dengan alat bantu baut untuk pengikatnya dan gasket untuk mencegah kebocoran. Flange ini biasa digunakan untuk mempermudah saat akan melakukan perbaikan, hanya melepas baut pengikatnya saja. Dengan flange ini pengerjaan akan menjadi lebih cepat dan effektif. Adapun kekurangan dari penggunaan flange yaitu persentase kebocoran yang akan timbul semakin besar dibandingkan dengan sambungan dengan sistem welding (las). Flange ini banyak jenis dan macamnya yang akan kita bahas dibawah ini.

Macam-macam Flang:

Slip On Flange

Adalah flange yang  cara febrikasinya adalah dengan cara memasukkan pipa kedalam lubang flange dan mengelasnya (welding) pada bagian dalam dan luarnya.  Flange jenis ini digunakan untuk service bertekanan tinggi. Utuk lebih jelasnya lihat pada gambar di bawah ini.

Slip-On Flange

Welding Neck Flange

Adalah Flange yang mempunyai bagian kusus yang menyerupai leher (neck) alat penyambungannya dengan menggunakan butt welding. Flange jenis ini digunaka untuk tekanan tinggi dan bagian nozzle pada vessel.  untuk lebih jelasnya lihat pada gambar di bawah ini.

Welding Neck Flange

Socket Welding

Adalah flange yang bentuknya menyerupai slip-on. Perbedaannya hanya pada jenis penyambungannya terhadap pipa. jika untuk socket welding type terdapat lubang bertingkat yang digunakan untuk dudukan pipa yang akan dipasang dengan flange. Pengelasan dilakukan hanya pada bagian luarnya saja. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.

Socket Welding Flange

Lap Joint

Adalah flange yang cara penyambungan pipanya dengan butt weld. kerena flange ini mempunyai lap joint Stud end yang akan disambung ke pipa. Stud end ini berada didalam lubang lap joint flang. Flange ini bersifat flexible (dapat berubah-rubah). Ferbrikasi dengan flange jenis ini sangatlah mudah jika ukuran panjang pipa sesuai dengan yang di setandarkan. silahkan lihat pada gambar dibawah ini.

Lap Joint Flange

Ukiran, Jalan Panjang Mesopotamia ke Jepara

Ukiran, Jalan Panjang Mesopotamia ke Jepara

15 Maret 2016 17:46 

Salah satu ornamen mantingan yang khas. (Foto: Wikipedia)

Salah satu ornamen mantingan yang khas. (Foto: Wikipedia)

KEBUDAYAAN, menurut Koentjaraningrat, terbagi ke dalam tujuh unsur. Satu di antaranya merupakan kesenian, yang kerap menjadi manifestasi wujud kebudayaan itu sendiri.

Kesenian sendiri memiliki banyak bentuk dan ragam. Satu yang telah diwariskan sejak peradaban Mesopotamia adalah kepandaian membuat kerajinan dan perkakas dari perunggu. Pada gilirannya, seni ukir berkembang masuk ke Nusantara seiring dengan masuknya peradaban Hindu.

Pada masa peradaban Hindu, beberapa corak kesenian seperti ukiran baik di kayu atau dinding candi menjadi identik dengan ornamen khas Hindu. Namun seiring dengan masuknya peradaban Islam, seni ukir khas Hindu pun bergeser. Jika sebelumnya seni ukir dengan terang-terangan melukis makhluk hidup, namun karena dalam Islam terdapat larangan melukiskan benda bernyawa, lahirlah bentuk ukiran dengan objek makhluk hidup yang di-stilir atau disamarkan.

Bukti dari ukiran bernafas Islam itu bisa ditemukan di Masjid Mantingan dan Makam Ratu Kalinyamat di Jepara. Berbagai motif hiasan ukir di tempat tersebut menjadi bukti bahwa Jepara telah menjadi pusat perkembangan ukir-ukiran pada masanya.

Sebagai contoh, di Masjid Mantingan, hingga hari ini pengunjung masih bisa melihat ornamen khas masjid tersebut. Uniknya, berbagai ornamen dibuat dari batu karang putih. Reliefnya menggambarkan bujur sangkar, persegi panjang, dengan kedua sisi berbentuk garis kurawal yang berjumlah 114 buah.

Sesuai dengan budaya Islam, motif hiasan yang digunakan berupa teratai dan hewan yang telah di-stilir. Konon, ornamen Mantingan dibuat oleh Patih Chi Hui Gwan atau Patih Sungging Badar Duwung yang berasal dari Tiongkok.

Sementara itu Makam Mantingan terletak di belakang masjid. Letaknya membujur ke belakang, terbagi ke dalam beberapa bagian sesuai dengan strata sosialnya. Makam-makam yang memiliki pintu gerbang biasanya merupakan tokoh-tokoh penting seperti Ratu Kalinyamat dan Pangeran Hadlirin.
(dikutip dari Suara Merdeka, SMNetwork)

LED Videotron ,EBBs atau Vitron

Ketika melintas di jalan raya terutama di jalan protokol, acapkali mata kita melihat sebuah billboard elektronik yang menampilkan iklan perusahaan tertentu. Sarana iklan itu di Indonesia lebih dikenal sebagai Videotron, kependekan dari Video Electronic. Di mancanegara, lebih sering digunakan istilah LCD Billboard  atau electronic billboards (EBBs) di Amerika Serikat.

videotronik

Beberapa pihak mencemaskan keberadaan Videotronik ini mengganggu fokus para pengemudi. Untuk itu  The Federal Highway Administration (FHWA) melakukan penelitian pada tahun 2001 untuk menyelidiki pengaruh billboards (EBBs) terhadap rasio keseringan kecelakaans. Sampai saat ini belum ditemukan pengaruh buruk yang signifikan terhadap pengemudi kendaraan.