Situs Promosi Arsitektur

Situs Promosi Arsitektur

Tampilkan produk Anda di sini. More »

Inovasi terbaru

Inovasi terbaru

Setiap hari ada inovasi baru More »

Asuransi Jiwa Indonesia

Asuransi Jiwa Indonesia

Banyak perusahaan asuransi menawarkan produk-produk unggulan. Pilihlah yang paling sesuai kebutuhan Anda More »

Kontraktor di Bogor

Kontraktor di Bogor

Kontraktor rumah mewah More »

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Category Archives: Tokoh Arsitek

Arsitek-arsitek dunia yang legendaris

 Tokoh Arsitek Dunia yang melegenda

  1. Le Corbusier

le cobusier Charles-Edouard Jeanneret, lebih dikenali sebagai Le Corbusier (6 Oktober 1887–27 Agustus 1965), ialah seorang arkitek Switzerland yang amat dikenali untuk sumbangannya kepada apa yang kini digelarkan modenisme, dan Gaya Antarabangsa. Beliau merupakan perintis dalam kajian teori untuk reka bentuk moden dan berdedikasi untuk memberikan keadaan hidup yang lebih baik kepada penduduk-penduduk bandar raya yang penuh sesak. Dengan tempoh kerjaya selama lima dekad, Le Corbusier membina bangunan-bangunan ikonik di merata-rata tempat di Eropah tengah, India, Rusia, dan sebuah struktur di Amerika Serikat. Beliau juga merupakan perancang bandar, pelukis, pengarca, penulis dan pereka bentuk perabot.

Le Corbusier merupakan seorang yang ahli dalam teori-teori desain modern. Ia juga berkontribusi dalam menghasilkan kehidupan yang lebih baik di lingkungan yang padat penduduknya. Karya bangunan-bangunannya tersebar di daerah Eropa, India, Rusia dan Amerika. Le Corbusier memiliki ketertarikan yang besar dalam visual art sehingga ia menempuh pendidikan di La-Chaux-de-Fonds Art School. Dosen arsiteknya saat itu adalah Rene Chapallaz yang turut mempengaruhi karya desain bangunannya saat awal karir sebagai arsitek. Di awal-awal kariernya, ia banyak mendesain villa, salah satunya villa Jeanneret yang ia dedikasikan untuk orang tuanya. Vila-villa yang ia buat selalu memikat dan popular di sepanjang negara Pegunungan Alpen. Tahun 1907, ia ke Paris dan bekerja dengan Auguste Perret yang merupakan seorang ahli beton dari Perancis. Tahun 1910-1911 ia bekerja dengan Peter Behrens di daerah Kota Malang yang selanjutnya ia bertemu dengan Ludwig Mies van der Rohe dan Walter Gropius. Setelah itu, ia menjadi salah satu arsitek paling berpengaruh dalam bidang arsitektur Jerman.

Pada tahun 1911, Le Corbusier melakukan perjalanan ke Semenanjung Balkan untuk mengunjungi Yunani dan Turki. DI sela-sela perjalanannya, ia menggambar sketsa bangunan termasuk Kuil Parthenon yang ia masukkan dalam Vers une architecture tahun 1923. Vers une architecture merupakan kumpulan esai Le Corbusier yang terbit dalam jurnal Perancis L’Esprit Nouveau. Saat terjadi Perang Dunia I, ia mengajar di almamaternya, La-Chaux-de-Founds Art School. Ia mengajar di sana sampai berakhirnya perang tersebut. Karyanya saat itu berjudul Domino House yang ia ciptakan di tahun 1914 sampai 1915. Desain itu menjadi patokannya dalam membuat sebagian karyanya dalam sepuluh tahun setelahnya. Karya : Chapelle Notre Dame du Haut, Ronchamp, Prancis. 1950-1955.  Chapelle Notre Dame du Haut, Ronchamp

Usine Claude et Duval, Saint-Dié-des-Vosges, Perancis. 1948-1951.

   usane claude    

  1. Santiago Calatrava

 santiago-calatrava  

Santiago Calatrava lahir di Valencia , Spanyol pada tahun 1951 . Dia lulus dari Institut Arsitektur di Valencia dan dari Federal Institute of Technology di Zurich . Calatrava membuka arsitektur dan kantor rekayasa sendiri di Zurich . Sebagian besar karya awalnya berada di Swiss dan Spanyol , di mana ia telah memamerkan desain dan memenangkan beberapa penghargaan. Sebagai arsitek dan insinyur , Calatrava sering menciptakan karya-karya inovatif yang bergantung pada pemahaman yang kuat dari kedua aspek kekreatifan dan struktural desain . Keterampilan -Nya sebagai seorang insinyur memungkinkan dia untuk membuat bentuk patung dan ruang yang tidak biasa. Pada tahun 1979 ia memenangkan penghargaan  untuk menyalakan kembali kualitas struktur kerja Perret dan untuk kembali menekankan pentingnya struktur utama dalam mendefinisikan bentuk. Meskipun kehadiran berpengaruh dalam komunitas arsitektur Eropa , Calatrava jarang merancang bangunan-bangunan tertutup . Sebaliknya , sebagian besar ciptaan-Nya adalah struktur terbuka. Karya Santiago Calatrava : Stasiun Kereta Api Stadelhofen, di Zurich, Swiss. 1983-1984.

Stasiun Kereta Api Stadelhofen, di Zurich, Swiss

Alamillo Bridge dan La Cartuja Viaduct, di Seville, Spanyol. 1987-1992.

alamillo-bridge-dan-la-cartuja-viaduct Campo Volantin Footbridge, di Bilbao, Spanyol. 1990-1998. Campo Volantin Footbridge, di Bilbao, Spanyol. Airport Sondica, di Bilbao, Spanyol.1990-1999. Airport Sondica, di Bilbao, Spanyol

  1. Zaha Hadid

 zaha hadid

Zaha Hadid lahir pada tanggal 31 Oktober 1950 , di Baghdad, Irak, meninggal 31 Maret 2016. Dia dibesarkan di salah satu bangunan pertama Baghdad Bauhaus-terinspirasi selama era  “modernisme dikonotasikan pola pikir glamor dan progresif” di Timur Tengah. Dia menerima gelar di bidang matematika dari Universitas Amerika di Beirut sebelum pindah untuk belajar di Sekolah Asosiasi Arsitektur Arsitektur di London, di mana ia bertemu Rem Koolhaas, Elia Zenghelis, dan Bernard Tschumi. Dia bekerja untuk mantan profesor nya, Koolhaas dan Zenghelis, di Kantor  Metropolitan Arsitektur, di Rotterdam, Belanda, ia menjadi mitra pada tahun 1977. Melalui hubungan nya dengan Koolhaas, ia bertemu Peter Rice, insinyur yang memberikan dukungan dan dorongan awal pada saat pekerjaannya sepertinya sulit. Pada tahun 1980 ia mendirikan praktek sendiri yang berbasis di London. Selama tahun 1980-an ia juga mengajar di Asosiasi Arsitektur. Arsitek Wanita Terkenal yang berani, julukan Zaha Hadid sebagai tonggak eksistensi desain-desain futuristik dan menggabungkannya dengan teknologi mambuat namanya akan terus dikenang di sepanjang masa di dunia arsitektur, latar belakangnya yang seorang ahli matematika membuat dia berani mebuat desain-desain ekstrim yang sampai saat ini kita sebut ” Arsitektur Dekonstruksi” Dia telah menjadi salah satu arsitek paling terkenal di dunia. Bangunannya pernah  dinominasikan untuk Penghargaan bergengsi termasuk MAXXI (2010), Stasiun Kereta Api Kabel Nordpark (2008), Phaeno Science Centre (2006) dan BMW Central Building (2005).

Gaya desain dari seorang Zaha Hadid bisa disebut desain yang berani, kontempror, organik, inovatif. menggunakan teknologi dengan material yang jauh dari kata ‘biasa’. Zaha Hadid telah mengajar di universitas bergengsi di seluruh dunia, termasuk di Harvard Graduate School of Design, di mana dia adalah Tange Kenzo profesor dan Ketua Sullivan di University of Illinois di Chicago Sekolah Arsitektur. Dia juga menjabat sebagai profesor tamu di Hochschule für bildende Kunste Hamburg (HFBK Hamburg), Sekolah Knowlton Arsitektur di Ohio State University, Studio Master di Columbia University, dan Profesor Saarinen Eero Mengunjungi Desain Arsitektur di Yale School of Architecture. Diantara karyanya: London Aquatic, London 2012 Olympic Games dengan kapasitas 17500 orang. london aquatic Riverside Museum, Glasgow (2011)  riverside      

  1. Kenzo Tange

  kenzo tange

(4 September 1913-22 Maret 2005) Kenzo Tange lahir di kota kecil Imabari, Jepang Selatan.  Pada tahun 1935 dia memulai belajar dalam bidang arsitektur di “Department of Architecture at The University of Tokyo”, yang diselesaikannya pada tahun 1938. Dia mulai dikenal masyarakat luas karena hasil studinya mendapat penghargaan dari “Tatsuno Prize”. Kemudian mendapat pengalaman profesional bekerja sama dengan seniornya, Kunio Mayekawa, yang juga lulusan Universitas Tokyo. Tange kembali menuntut ilmu di Universitas Tokyo untuk mendapatkan gelar Masternya, dan mengajar sebagai dosen arsitektur di universitas tersebut. Setelah Perang Dunia II, Tange memenangkan sayembara untuk mengabadikan momen pengeboman kota Hiroshima, “Hiroshima Piece Center”.

Setelah memenangkan sayembara itu, Tange membuka kantor konsultan pribadinya. Pada tahun yang sama yaitu 1949, Tange menyelesaikan gelar profesornya di Universitas Tokyo. Setelah mempunyai gelar Profesor, ia menjadi pengajar di Universitas Tokyo pada tahun 1946 , disamping itu juga menjadi Profesor tamu pada Masschussets Institute of Technology (1959 – 1960), dan Harvard University (1972). Kenzo Tange pernah bekerja pada Le Corbusier pada tahun 1935-an, masa di mana arsitektur International Style, kubisme, fungsionalisme, sedang berkembang dan nantinya berpengaruh terhadap rancangan-rancangan karya Tange. Tange dapat disejajarkan dengan para tokoh arsitektur modern awal generasi di atasnya seperti, Le Corbusier, Gropius, Wright, van der Rohe, dan lainnya pada masa abad 19.

Tange seangkatan dengan para arsitek Amerika yaitu P. Johnson, K. Roche, P. Rudolph, I. M. Pei, dan lainnya pada masa abad 20. Pada karya-karya awal yang dihasilkan Kenzo Tange yaitu menggabungkan modernisme dengan arsitektur tradisional Jepang. Di akhir tahun 1960-an, beliau menghilangkan regionalisme dan berubah ke International Style. Melalui ide-idenya yang universal tanpa menghilangkan kandungan arsitektur tradisional Jepang. Diantara karyanya: 1955: Hiroshima Peace Memorial Museum, Hiroshima

Dia juga menjadi anggota CIAM (Congres Internationaux d’Architecture Moderne) pada tahun 1950-an.

hirosima peace

1960: Kurashiki City Hall, Kurashiki, Okayama

kurashaki city

1964: Yoyogi National Gymnasium for the 1964 Summer Olympics, Tokyo

Yoyogi National Gymnasium for the 1964 Summer Olympics, Tokyo

  1. Frank Owen Gehry

  frank owen gehry Frank Gehry lahir 28 Februari 1929 di Toronto, Ontario, Kanada. Lalu Dia pindah ke California pada tahun 1947. Ia bekerja untuk Wdton Becket & Associates (1957-1968) dan Victor Gruen (1968-1961) di Los Angeles, serta untuk Andre Remondet di Paris (1961). Kemudian dia menciptakan perusahaannya sendiri yang bernama Frank O. Gehry and Associates pada tahun 1967. Dia Memenangkan Penghargaan Pritzker tahun 1989. Dan proyeknya yang paling terkenal adalah titanium tertutup Guggenheim Museum di Bilbao, Spanyol yang kemudian dibuka untuk umum pada tahun 1997. Gehry dikenal akan pendekatan ukiran ke desain bangunan dan untuk membangun struktur yang berkurva, dan seringkali dibungkus dengan logam yang mengkilat. Gedung yang dirancangnya, termasuk tempat tinggal pribadinya di Santa Monica, California, telah menjadi atraksi wisatawan. Banyak museum, perusahaan, dan kota mencari jasa Gehry sebagai simbol pembedaan, untuk segala produk yang dibuatnya. Museum GuggenheimSalah satu karya Frank Gehry yang dianggap karya terbesar, Museum Guggenheim di Bilbao, Spanyol. Adalah massa kurva acak terbuat dari titanium, yang menyerupai sisik ikan. Gehry mengatakan “keacakan dari kurva dirancang untuk menangkap” cahaya, dan yang mereka lakukan, dengan kilau cemerlang yang mencerminkan air yang berkilauan Sungai Nervion.    

  1. Philip Johnson

   philip johnson

Philip Cortelyou Johnson atau lebih dikenal dengan nama Philip Johnson adalah salah satu arsitek dari Amerika yang sangat berpengaruh dalam dunia Arsitektur. Dengan kacamatanya yang tebal, berbingkai bundar, Philip Johnson adalah tokoh yang paling dikenal di dunia arsitektur Amerika selama beberapa dekade. Philip Johnson (8 Juli 1906 – 25 Januari 2005) lahir di Cleveland, Ohio.

Pada awalnya, Philip Johnson bukanlah seorang arsitek, dia bekerja sebagai kritikus, penulis, sejarawan dan seorang direktur museum. Dia meraih gelar A.B. dalam sejarah arsitektur dari Universitas Harvard yang tertarik pada Sejarah dan Filsafat, terutama pada karya Pra-Sokrates. Pada tahun 1949, setelah beberapa tahun sebagai direktur utama Museum of Modern Art di Departemen Arsitektur, dia merancang rumah tinggal untuk dirinya di New Canaan, Conecticut untuk tesis meraih gelar masternya. Rumah tinggal tersebut sekarang lebih dikenal dengan nama Glass House. Pada tahun 1928, Philip Johnson bertemu dengan arsitek Ludwig Mies van der Rohe, yang pada saat itu sedang merancang German Pavilion untuk Barcelona Internasional Exposition 1929. Pertemuan dengan Ludwig Mies van der Rohe inilah yang akhirnya membuat jalan Philip Johnson dalam dunia arsitektur. Pada awalnya bahkan Philip Johnson pernah menugaskan Ludwig Mies van der Rohe untuk mendesain apartemennya di New York. Kemudian dia berkolaborasi dengan Mies mendesain bangunan tinggi terbaik yakni Gedung Seagram, New York. Pada tahun 50an merevisi pandangan sebelumnya, yang mencapai puncaknya sebagai salah satu bangunan yang paling kontroversial dalam karirnya, yakni Kantor Pusat AT & T di New York dengan apa yang disebut dengan “Chippendale”. Philip Johnson bergabung dengan John Burgee dari tahun 1967 sampai 1987. Dalam 20 tahun ini tidak ada karya yang fenomenal. Tahun 1989, Philip Johnson lebih banyak mengabdikan waktunya untuk proyek-proyeknya sendiri, walaupun dia masih semi-pensiun dari John Burgee Architects. Desain yang paling terakhir adalah untuk Sekolah Seni Rupa Seton Hill College di Greensburg, Pennsylvania. Salah satu karyanya: Johnson House at Cambridge, “The Arch Street House“, Cambridge, Massachusetts (1942–1943) Johnson House at Cambridge  

  1. Ludwig Mies van der Rohe

 

missvanderohe

  Ludwig Mies van der Rohe (27 Maret 1886 – 17 Agustus 1969) adalah seorang arsitek berkebangsaan Jerman. Ia umumnya dipanggil Mies, sesuai nama belakangnya. Ludwig Mies van der Rohe, bersama Walter Gropius dan Le Corbusier, dikenal luas sebagai para perintis arsitektur Modern. Mies, seperti rekan-rekannya pasca Perang Dunia I, berupaya menetapkan gaya arsitektur baru yang mampu mewakili zaman modern seperti yang dilakukan arsitektur Klasik dan Gothik pada zamannya masing-masing. Ia menciptakan gaya arsitektur abad ke-20 yang berpengaruh dengan kejelasan dan kesederhanaan yang ekstrem.

Bangunan-bangunan karyanya memanfaatkan material modern seperti baja industri dan kaca pelat untuk menentukan ruang interior. Ia berupaya menciptakan arsitektur dengan sedikit kerangka struktur yang diseimbangkan dengan kebebasan ruang terbuka yang mengalir bebas. Ia menyebut bangunan-bangunannya arsitektur “kulit dan tulang”. Mies mengambil pendekatan rasional yang dapat memandu proses kreatif perancangan arsitektur. Ia sering dikaitkan dengan aforisme “lebih sedikit lebih baik” dan “Tuhan sangat terperinci“. Villa Tugendhat merupakan prototipe dan ikon arsitektur modern di Eropa. Mies van der Rohe membangun Villa tersebut di kawasan Černá Pole di Brno (Brunn), Republik Ceko pada 1928 – 1930 untuk Fritz Tugendhat dan istrinya Greta. tugendhat

  1. Eugene Viollet Le Duc

  Eugène Emmanuel Viollet-le-Duc Eugène Viollet Emmanuel- le-Duc (27 Januari 1814-17 September 1879) adalah seorang arsitek Perancis dan dengan teorinya yang terkenal karena penafsiran restorations bangunan di abad pertengahan. Lahir di Paris dan dia adalah arsitek utama GothicRevival. Karya-karyanya sebagian besar restoratif pada beberapa desain bangunan independen yang pernah terwujud. Sangat bertentangan dengan tren arsitektur Beaux-Arts yang berlaku waktu itu dan banyak karya desain-desainnya sebagian besar dicemooh oleh orang-orang pada zamannya. Dia juga adalah arsitek yang disewa untuk merancang struktur internal dari Patung Liberty namun meninggal sebelum proyek selesai. Ayah Viollet-le-Duc adalah seorang civil yang tinggal di Paris yang mengumpulkan buku, salon Friday ibunya dihadiri oleh Stendhal dan Sainte-Beuve. Saudara ibunya, Étienne-Jean Delécluze,”adalah seorang pelukis di pagi hari dan seorang sarjana di malam hari” (Summerson) sebagian besar bertanggung jawab atas pendidikan pemuda itu. Viollet-le-Duc terkenal dengan filosofisnya yaitu: republican, anti-clerical, rebellious, dia membangun barikade pada July Revolution of 1830 dan menolak untuk memasuki École des Beaux-Arts tapi sebaliknya ia memilih untuk mendukung pengalaman praktis langsung di kantor-kantor arsitektur Jacques-Marie Huvé dan Achille Leclere. Salah satu dari banyak grotesques di muka Notre Dame di Paris ditambahkan selama restorasi Viollet-le-Duc. Yang satu ini umumnya disebut Le Stryge (the strix). Selama awal tahun 1830-an, sentimen populer untuk restorasi bangunan abad pertengahan yang dikembangkan di Perancis, Viollet-le-Duc kembali pada th 1835 dari study di Italia yang ditugaskan oleh Prosper Mérimée untuk mengembalikan biara Romawi dari Vézelay. Karya ini adalah yang pertama dari serangkaian panjang restorasi Viollet-le-Duc di Notre Dame de Paris yang membawa kepada perhatian nasional. Karya-karya utamanya yang lain meliputi Mont Saint-Michel, Carcassonne, Roquetaillade castle dan Pierrefonds. Chateau-de-Pierrefonds

  1. Charles Moore

charles moore Charles Willard Moore adalah salah satu tokoh terkenal dalam desain interior. Beliau Lahir pada tanggal 31 Oktober 1925, di Benton Harbor, Michigan semasa hidupnya beliau pernah meraih penghargaan AIA Medali Emas pada tahun 1991dan bekerja di berbagai tempat diantaranya Praktek Moore rubel Yudell, Bangunan Piazza D’Italia, Haas School of Business, Proyek Sea Ranch, California, Yale Bangunan Proyek. kemudian pada tanggal 16 Desember 1993 beliau menutup usianya yang ke 68. Moore merancang dan membangun sebuah rumah untuk ibunya di Pebble Beach, California, dan bekerja selama musim panas untuk menjadi arsitek Wallave Holm dari Monterey  . dan Master Tesis Moore itu mencari jalan untuk melestarikan dan mengintegrasikan rumah-rumah bersejarah di Monterey adobe ke dala kota. Disertasi Doktor-Nya, “Air dan Arsitektur”, adalah survei terhadap keberadaan air dalam membentuk pengalaman tempat. Salah satu karyanya adalah Piazza d’italia (1975-1980) sebuah taman atau ruang terbuka dalam rangka renovasi kawasan kumuh di New Orelans Amerika Serikat, ditujukan untuk para imigran Italia yang mendominasi daerah tersebut. plaza d'italia

Denah bangunannya berupa lingkaran, diperkuat dengan garis-garis melingkar pada lantai dengan warna dari bahan pada tengah taman di buat model tanah Italia yang berbentuk seperti sepatu tinggi, dikelilingi kolam menggambarkan laut mediterania. Unsur modern art deco dimasukkan dalam beberapa kepala kolom di sela-sela kolom-kolom Italia tersebut.  

  1. Aldo Rossi

 aldorossi Berasal dari Milan Italia, lahir tahun 1913. Selain sebagai arsitek praktisi, pengajar juga banyak karya-karya tulisnya baik mengenai arsitektur kota maupun arsitektur. Diantara karyanya: Teather Dunia I (II Teantro del mondo) 1978 di Venesia. Venesia ini merupakan kota kuno abad pertengahan di Italia, termasyur dengan keunikannya “terapung” di laut. Denahnya bujur sangkar 9,5 x 9,5 m2 di atas plarform semacam rakit 25 x 25 m. Bagian utamanya tingginya 11 m, di atasnya terdapat sebuah menara berdenah segi delapan setinggi 6 m, atapnya kerucut berisi delapan. teantro Teater Carlo Felice (1983-1989) di Genoa Italia. Teater ini dibangun oleh Rossi bersama tiga arsitek lain yaitu I. Gardell, F. Reinhart dan A. Sibilia, dengan menggabungkan elemen-elemen klasik Yunani Ranaissance dengan elemen modern. Pemakaian unsur lama ciri arsitektur Post Modern antara lain gotic, terdapat dalam sebuah kerucut yang aneh, karena diletakkan di dalam di atas lobby utama.    theater carlo  

Profil arsitek : Mario Botha

Profil Arsitek : MARIO BOTTA

compilled by author


 

Mario Botha

. Mario Botta adalah tokoh arsitek pembaharu dan pendobrak mode Eropa yang lahir di Mendrisio Swiss tahun 1943, karya-karyanya seringkali dikaitkan dengan Post-Modernism.

Latar Belakang Budaya

Negara Swiss sebagai suatu negara asal Mario Botta merupakan suatu phenomena kultural tersendiri. Negara itu berdasar budaya dan bahasa “terbelah” menjadi dua kutub : Germany dan Roman (Italia dan Perancis). Dalam sejarah rancang bangunan, kedua geografi kultural itu tidak hanya berlainan posisi demografis, tetapi mengakar dan mewujud dalam representasi dan pernyataan gubahan bentuk. Swiss bagian utara mendapat aksen Germany yang sangaat kuat dengan arah dan orientasi yang kuat pada transformasi tradisional ke rasional, pengakuan individual dan industrial. Sementara di Selatan, corak bangunan sangat dipengaruhi oleh keragaman sumber yang kaya akan kemungkinan dan kebutuhan untuk mencari representasi kolektif tipologik.

Selatan Swiss lebih terbuka dan hangat secara sosial. Pada lanskap dan topografi bangunannya, Utara dan Selatan Swiss tidak mudah dapat dibedakan melalui suatu generalisasi. Sebab disana-sini terdapat banyak “interfaces” dan
kerangka dasar yang sama oleh sistem pendidikan (ETH Zurich dan Laussane) juga oleh Peraturan Bangunan (Building Codes); meskipun dari satu Kantoon ke yang lainnya ada beberapa perbedaan.

Bagi Sejarah Seni Bangunan, Swiss pada Abad ke 20 bukanlah negeri yang tidak dikenal sebagai panggung yang memikat pelajar dan praktisi rancang bangunan. Hannes Meyer (1889-1954) yang pernah memimpin Bauhaus yang terkenal itu. merupakan putra Swiss. idea modern dalam seni bangunan masih merupakan tradisi tersendiri di Swiss. Kelanjutan tradisi modernistik dalam seni bangunan tidak menyurut, tetapi hingga kini berlanjut. Yang sangat menarik, Mario Botta berada pada posisi berkarya di antara kebutuhan dan pengaruh yang kuat: “Modernisme” dan “Historisme” khususnya dalam konteks warisan prinsip seni bangunan Palladian.Representasi yang kuat dari yang terakhir ini dipelopori oleh Bruno Reichlin dan Fabio Reinhart ; yang merupakan kolega dekat Mario Botta dalam apa yang kemudian dikenal sebagai Aliran Tessin. Corak bangunan Palladian memiliki kontinuitas yang kuat di Italia Utara termasuk Swiss; dari Palladio akhir Abad 16, dilanjutkan oleh Scamozi pada awal abad 17, kemudian Lord Burlington di Inggris pertengahan Abad ke 18, hingga puncaknya pada Durand di awal Abad ke 19. Dalam beberapa hal rancang bangun, Mario Botta sangat kuat menganut gubahan geometri abstrak
yang kuat sebagaimana para arsitek modern sejak 1920-an; khususnya Le Corbusier. Sekalipun demikian Botta tidaklah cenderung pada Eklektisme pada seni bangunan klasik seperti oleh Andrea Paladio pada Abad ke 16.

Dari Casa Cadenazzo hingga Casa Rotonda: Debut Botta

Pada awal masa kiprahnya sebagai arsitek, Mario Botta semula dikenal sebagai arsitek rumah tinggal. Botta membangun rumah-rumah tinggal di: Cadenazzo , Riva San Vitale dan Ligornetto.

Setelah menamatkan pendidikan arsitektur di Milan dan Venezia, Botta melengkapi debutnya sebagai arsitek terkenal Eropa dengan Rumah Tinggal: Casa rotonda 1980-82 di Stabio. Tentang hunian, Botta punya idea tersendiri yang tampaknya bertentangan dengan Giorgio Grassi yang menuntut hubungan harmoni melalui suatu nilai kolektif suatu bentuk
diantara masyarakatnya. Sementara, Botta justru sebaliknya, mengundang suatu “interplay” antara luar dan dalam yang mampu menghasilkan suatu jalinan kerjasama melalui “redefinisi bentuk” yang sudah dikenal. Botta
tidak segan-segan memberi tempat pada keragaman tuntutan nilai dari perorangan dan eksperimen bentuk dengan tidak menafikan kepentingan kolektif untuk keseragaman dan rasionalitas.

Disain rumah hunian yang dimulainya sejak tahun 1961, merupakan suatu penjelajahan segala kemungkinan.Kesimpulan sementara yang diperolehnya ternyata tipologi hunian untuk keluarga tidak nampak lagi.
Botta tidak putus asa, namun terus mencari pendefinisian kembali unsur-unsur tradisional rancang bangunan. Idea Casa Rotunda merupakan gubahan yang sama sekali lain dan menggugah citra rasa historik . Bentuk cylindric yang dipilihnya untuk Casa Rotonda mengingatkan orang pada Menara Hunian Abad Pertengahan. Casa ini bukan hanya punya konteks historik pada daerah Tesin, tetapi sangat sensitif mengakomodasi iklimnya. Teriknya matahari ditanggulangi oleh dinding yang tegar dan masif, sementara pemandangan ke lembah Tesin dibuka dengan jendela dan teras yang optimum dengan komposisi yang dramatik.

Aliran Tessin dan Botta

Di dalam konteks seni bangunan kontemporer dunia dan khususnya Eropa, Mario Botta sendiri merupakan suatu pribadi yang kuat; tercermin dalam rancang bangunnya dengan gubahan variasi volume dan bidang geometrik .
Kekuatan rancang bangunan Botta cenderung pada permainan bidang dan kekuatan volume bentuk dan ruang yang pernah dieksploitasi oleh Le Corbusier, Louis I Khan dan Luigi Snozzi. Hal ini tidak mengherankan mengingat mereka pernah bertemu dan magang singkat. Pada le Corbusier, Botta pernah magang untuk membangun sebuah Rumah Sakit di Venezia . Pengaruh Corbusier nampak kuat pada penggunaan volume kantilever hanya nampak pada awal-awal kariernya; khususnya pada Rumah Tinggal di Stabio. Sementara pengaruh Kahn mempengaruhi banyak karyanya. Echo dari Gedung Parlemen Kahn di Dacca, Bangladesh terlihat pula pada Rumah Tinggal di Cadenazzo ; bukaan lingkaran besar yang kuat menjadi kharakter tersendiri yang memperkuat komposisi bentuk volumenya. Snozzi bersama dengan Ivano Gianola, Livio Vacchini, Bruno Reichlin, Fabio Reinhart dan Michael Adler dikenal sebagai tokoh-tokoh Tecinese School (l’Ecole tessinoise). Dalam geografi seni bangunan Eropa, Aliran ini kuat memperagakan rancangan kontekstual dengan citra rasa kesejarahan setempat. Morphologi kota dan tipologi bangunan menjadi bagian penting dari theori urbanism Aliran Tesini ini.

Di Eropa pada khususnya dan Dunia pada umumnya, Mario Botta adalah arsitek ujung tombak dari Swiss yang membawa citra budaya bangunan dengan estetika klasik yang enerjik. Pengalaman estetik yang ditawarkan oleh karya-karya Mario Botta kaya dengan informasi dan semacam “hubungan” ke karya-karya seni bangunan klasik sepertiAlberti, Serlio dan Paladio. Sekalipun demikian, karya-karya Botta tidak terjebak pada repetisi klise. Sebaliknya, kekuatan rancang bangunan Botta berbicara mengenai re-definisi sejarah lebih melalui variasi bentuk geometri yang kuat dengan pengulangan pola tebal pada bidang-bidangnya. Semua merujuk
pada keutuhan komposisi dialokl antara keras-lembut, padat-tranparan dst.

Katedral Evry: Urbanisme Botta
rancang bangunan Mario Botta membuka bidang-bidang dinding melalui bentuk dasar geometri yang kuat. Salah satunya, Botha mengolah bukaan-bukaan yang dramatik dan kuat.
Botta dalam merancang tidak menampakkan lelah bereksperimen dengan bahan bahan yang sangat dikuasainya dengan baik : “pola batu bata”. Kekayaan pengalaman estetik yang dihasilkan oleh karya-karya Mario Botta terbangun oleh kekuatan pribadi rancangan yang tidak kompromistik. Dinding yang tegas tak berjendela atau bukaan yang dramatik oleh komposisi bidang yang kontras merupakan contoh-contoh bagaimana pernyataan rancang bangun tampil ke publik.Karya Botha juga tak lepas dari kritik. Diantaranya (yang paling keras) berasal dari Nold Egenter, seorang antropolog Swiss (negenter@worldcom.ch), yang dengan sengit mengkritik Museum San FranciscoMuseum of Modern Art; karena berskala gigantik dan tidak ramah mengakomodasi ruang publik untuk masyarakat.

 

editor : Eddy Sriyanto

  DAFTAR PUSTAKA:Jencks, Charles: The Language of Postmodern 1980 London, Academy Edition
Framton, Kenneth: Mario Botta 1994 New York, Rizzoli
Gili, Gustavo: Architectures 1980-1990 1992
Nicolin, Pierluigi: Mario Botta, Building and Projects 1961-1982 1984
Norberg Schulz, C: Mario Botta 1995 Milan
Pizzi, Emilio (ed): Mario Botta , The Complete Work, 1993 Volume 1 1960-1985
1994 Volume 2 1985-1990