Situs Promosi Arsitektur

Situs Promosi Arsitektur

Tampilkan produk Anda di sini. More »

Inovasi terbaru

Inovasi terbaru

Setiap hari ada inovasi baru More »

Asuransi Jiwa Indonesia

Asuransi Jiwa Indonesia

Banyak perusahaan asuransi menawarkan produk-produk unggulan. Pilihlah yang paling sesuai kebutuhan Anda More »

Kontraktor di Bogor

Kontraktor di Bogor

Kontraktor rumah mewah More »

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Category Archives: Proyek

Gotthard Base Tunnel, Terowongan KA Terpanjang Dunia

Gotthard Base Tunnel, Terowongan KA Terpanjang Dunia


Salah satu sudut dalam Gotthard Base Tunnel. (internet)

Oleh CNA Jenewa

Gotthard Base Tunnel, terowongan kereta api/ KA di Swiss yang panjangnya melebihi panjang terowongan KA Seikan di Jepang dan menjadi yang terpanjang di dunia. Gotthard Base Tunnel akan mulai dioperasikan pada 1 Juni mendatang.

Terowongan yang menerobos gunung Alpen tersebut baru selesai dibangun setelah 17 tahun lamanya. AFP melukiskan terowongan ini melalui 4 angka di bawah ini :

  • 57

Gotthard Base Tunnel ini memiliki panjang total 57 km. Menggantikan panjang Seikan Tunnel di Jepang yang 53.9 km, sehingga menjadi terowongan KA yang terpanjang di dunia.

Jika ditambah lagi dengan saluran transit lain yang pembangunannya masih berhubungan dengan terowongan ini, maka panjang keseluruhan terowongan ini bisa mencapai 152 km.

  • 1882

Merupakan tahun pertama pembukaan jalur KA nelalui Gotthard yang pembangunannya dimaksudkan untuk mempermudah arus perdagangan negara yang transportasinya perlu melewati gunung Alpen.

Seorangg insinyur asal Swiss, Carl Eduard Grunner pertama kali menggagaskan pembangunan terowongan yang menerobos gunung Alpen melalui Gotthard pada 1947.

Setelah 69 tahun berlalu, terowongan KA menerobos gunung Alpen yang menelan total biaya sebesar  USD. 12 miliar itu akhirnya akan mulai dioperasikan pada 1 Juni 2016 mendatang.

  • 43.800

Menurut data yang tercatat pada Unit Layanan KA Federal Swiss, terowongan tersebut baru selesai dikerjakan siang malam selama 43.800 jam oleh teknisi yang terdiri dari 3 regu dengan masing-masing regu terdiri dari 125 orang.  Terowongan ini menggunakan mesin bor yang panjangnya 410 meter untuk mengeluarkan 28 juta metrik ton tanah dan bebatuan.

  • 2 Jam 40 menit

Bila terowongan KA Gottard ini sudah sepenuhnya beroperasi pada bulan Desember nanti, jarak antara Zurich dengan Milan dapat ditempuh dalam waktu 2 jam 40 menit, lebih cepat hampir 1 jam dibandingkan melalui jalan biasa.

Pariwisata dengan menggunakan KA di Swiss akan lebih berkembang pada tahun-tahun mendatang setelah Gotthard Base Tunnel tersebut berfungsi normal. Diharapkan kapasitas penumpang akan naik dari 9.000 orang sekarang menjadi 15.000 orang per hari pada   2020.

Petugas Unit Layanan KA Federal Swiss mengatakan, nantinya akan ada 260 rangkaian KA dengan gerbong untuk barang dan 65 rangkaian KA gerbong untuk penumpang dengan kecepatan 200 km per jam yang akan melintasi terowongan terpanjang dunia ini setiap harinya.  (sinatra/rmat)

E-Proc BUMN Nasional

 

 

Electronic Procurement

 

Pengadaan Barang/Jasa BUMN secara online di Internet

PT Petrokimia Gresik – Eprocurement System
Language : Indonesia – English. ::: About PT. Petrokimia Gresik E Procurement Application. PT. Petrokimia Gresik has now proudly opened a procurement …
http://epro.petrokimia-gresik.com/About-Epro.aspx

e-Procurement – PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero)
PENGADAAN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI HUMAN RESOURCES INFORMATION SYSTEM (HRIS) DENGAN SUNFISH. Unit Kerja : Biro Pengadaan …
http://eproc.pp3.co.id/”

Terms and Conditions – e-Procurement PT Pupuk Kalimantan Timur
The member complies with all the rules in Indonesia which relate to, but not …. is not caused by the failure of the E-Procurement server of PT> Pupuk Kaltim.
https://eproc.pupukkaltim.com/

LPSE
Pengumuman Lelang Elektronik. Pengumuman Pengadaan. E-Announcement … LPSE Nasional © 2008 – Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)

We provide complete bid / tender Information in Indonesia
Lelang tender pengadaan busway koridor IX (Pinangranti-Pluit) dan koridor X … Telekomunikasi Indonesia (INTI) yang didaulat untuk menggarap proyek-proyek …
www.tender-indonesia.com

LPSE NASIONAL

LPSE SWASTA NASIONAL

E-Procurement – PT. BARATA INDONESIA
E-procurement adalah fasilitas yang diberikan oleh PT. Barata Indonesia( Persero) bagi para vendor (pemasok) di lingkungan PT. Barata Indonesia( Persero).
www.ptbarata.com/eprobarata/

PT Badak NGL – Bontang
Wisma Nusantara 9th Floor Jl MH Thamrin No 59, Jakarta 10350, Indonesia …
Competitive and innovative energy company. eproc. Electronic Procurement E- …
http://www.badaklng.co.id

Electronic Procurement di Indonesia

 

 

Electronic Procurement

Menurut kamus John M.Echols, procurement berati: usaha memperoleh/mendapatkan
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara online di Internet

Kontak LKPP:
LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH

Telp: 021 3256.9058. Fax: 021 7796.033http://www.lkpp.go.id/v2/
atau
http://www.lkpp.go.id/
http://www.pengadaannasional-bappenas.go.id/eproc/app
LPSE merupakan situs e-pengadaan yang melakukan lelang secara online. Perusahaan Anda dapat mengikuti lelang di LPSE dengan terlebih dahulu MENDAFTAR SEBAGAI PENYEDIA BARANG/JASA. Informasi lebih lanjut silakan kontak kami. Penting: Semua pengguna sistem LPSE ini terikat dengan Pakta Integritas.

LPSE
Pengumuman Lelang Elektronik. Pengumuman Pengadaan. E-Announcement … LPSE Nasional © 2008 – Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)

We provide complete bid / tender Information in Indonesia
Lelang tender pengadaan busway koridor IX (Pinangranti-Pluit) dan koridor X … Telekomunikasi Indonesia (INTI) yang didaulat untuk menggarap proyek-proyek …
www.tender-indonesia.com

LPSE BANGKA.

LPSE YOGYAKARTA
http://www.lpse.jogjakota.go.id/eproc/app

LPSE SUMATERA UTARA
http://lpse.sumutprov.go.id/eproc/app?service=page/FaqPage

LPSE NASIONAL

WARTA SINGKAT

LKPP: INAPROC Efisienkan Biaya Lelang
Jakarta, 30 Maret 2010. Plt Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Agus Rahardjo membuka acara “Pengenalan Portal Pengadaan Nasional – INAPROC (www.inaproc.lkpp.go.id) dalam Pertemuan Koordinasi ke-4 Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Nasional. Acara yang dihadiri oleh perwakilan pejabat 33 Provinsi ini diselenggarakan pada Selasa, 30 Maret dan Rabu, 31 Maret 2010 di Hotel Mercure, Jl. Pantai Indah Ancol, Jakarta Utara.

LKPP Kenalkan Portal Pengadaan Nasional
Jakarta, 30 Maret 2010. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) akan mengadakan kegiatan : Pengenalan Portal Pengadaan Nasional – INAPROC (www. inaproc.lkpp.go.id) dalam acara Pertemuan Koordinasi ke-4 Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Nasional. Acara yang akan dihadiri oleh perwakilan 33 Provinsi ini diselenggarakan pada hari Selasa, 30 Maret – Rabu, 31 Maret 2010 di Hotel Mercure, Jl. Pantai Indah Ancol, Jakarta Utara.

LKPP dan ISP3 Adakan Lokakarya Pelatihan Pengadaan
Jakarta, 08 Maret 2010. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Indonesian Strengthening Public Procurement Program (ISP3) menyelenggarakan Specialist Workshop for Procurement Trainers: Delivering the New Essential Procurement Skills Programme. Kegiatan diadakan mulai Senin, 08 Maret – Jumat, 19 Maret 2010 di Ruang Utari – Bumikarsa Hotel, Komplek Bidakara, Jakarta.

LKPP Terima Kunjungan dari DPRD Kota Bandung
Selasa, 23 Februari 2010. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menerima Kunjungan dari DPRD Kota Bandung yang dipimpin oleh Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung – Haru Suandharu. Kunjungan yang diikuti oleh oleh sepuluh orang anggota komisi A diterima oleh Sekretaris Utama LKPP – Agus Rahardjo dan Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah LKPP – S. Ruslan di Ruang Rapat 801, kantor LKPP Jakarta.

LKPP – KPK Talkshow di TVRI tentang Mewujudkan Pengadaan yang Kredibel
Jumat, 19 Februari 2010. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) bersama KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), menjadi narasumber Talkshow Rumah Publik, yang merupakan kerjasama Depkominfo dan TVRI. Talkshow dengan tema Mewujudkan Pengadaan yang Kredibel melalui E-Procurement menampilkan Sekretaris Utama LKPP – Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan – Moch Yasin sebagai narasumber. Talkshow berlangsung pada haru Jumat, 19 Februari 2010 pukul 14.00 – 15.00 WIB di Stasiun TVRI, Jl. Gerbang Pemuda Senayan, Jakarta.

(Sumber: situs www.lkpp.go.id)

 

Pengertian Manajemen Proyek

BAB I

MANAJEMEN PROYEK

1.1 Pengertian

Manajemen telah banyak disebut sebagai “seni unruk merealisasikan pekerjaan melalui orang lain”. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajemen mencapai tujuan organisasi melalui pengaturan orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan – pekerjaan itu sendiri.

Manajemen memang mempunyai pengertian lebih luas dari pada itu, tetapi definisi tersebut memberikan kenyataan kepada kita bahwa kita berutama mengelola sumber daya manusia, bukan material atau financial. We are managing human resources. Selain manajemen mencakup fungsi perencanaan (penetapan apa yang akan dilakukan), pengorganisasian (perancangan dan penugasan kelompok kerja), penyusun personalia (penarikan, seleksi, pengembangan pemberian kompensasi dan penilaian prestasi kerja), pengarahan (motivasai, kepemimpinan, integritas, dan pengelolaan konflik) dan pengawasan.

Pengertian manajemen begitu luas, sehingga dalam kenyataannya tidak ada definisi yang yang digunakan secara konsisten oleh semua orang. Seperti yang dikemukakan oleh Stoner ebagai berikut :

Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Dari devinisi diatas terlihat bahwa Stoner telah menggunakan kata proses bukan seni. Mengartikan manajemen sebagai seni mengandung arti bahwa hal itu adalah kemampuan dan keterampilan pribadi. Suatu proses adalah cara sistematis untuk melakukan pekerjaan. Manajemen didefinisikan sebagai proses karena semua manajer, tanpa memperdulikan keahlian atau keterampilan khusus mereka. Harus melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.

Proses tersebut terdiri dari kegiatan-kegiatan manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengwasan.

1.2 Unsur-Unsur Manajemen

Komponen-komponen sistem yang berupa unsur atau subsistem terkait satu dengan yang lain dalam suatu rangkaian yang membentuk sistem Fungsi dan efektifitas sistem dalam usaha maencapai tujuannya tergantung dari ketepatan susunan rangkaian atau struktur tehadap tujuan yang telah ditentukan.

ü Bersifat Dinamis

Sistem menunjukan sifat yang dinamis, dengan prilaku tertentu. Prilaku sistem umumnya dapat diamati pada caranya mengkonversikan masukkan (input) menjadi hasil (output ).

ü Sistem Terpadu Lebih Besar Daripada Jumlah Komponen-komponennya

Bila elemen atau bagian tersebut tersusun atau terorganisir secara benar, maka akan terjalin satu sistem terpadu yang lebih besar dari pada jumlah bagiannya.

ü Mempunyai Arti yang Berbeda

Satu sistem yang sama mungkin dipandang atau diartikan berbeda, tergantung siapa yang mengamatinya dan untuk kepentingan apa.

ü Mempunyai Sasaran yang Jelas

Salah satu tanda keberadaan sistem adalah adanya tujuan atau sasaran yang jelas. Umumnya identifikasi tujuan merupakan langkah awal untuk mengetahui perilaku suatu sistem dan bagiannya.

ü Mempunyai Keterbatasan

Disebabkan oleh factor luar dan dalam. Faktor luar berupa hambatan dari lingkungan, sedangkan factor dari dalam adalah keterbatasan sumber daya.

1. Siklus dan Proses system

Aspek penting dari pendekatan system terletek pada siklus system dan prosesnya, yaitu perubahan teratur yang mengikuti pola dasar tertentu dan terjadi selama system masih aktif.

ü Penahapan Dalam Siklus Sistem

Proses mewujudkan sisrtem untuk keperluan operasi atau produksi sampai siklus system berhenti berfungsi dikelompokan menjadi beberapa tahap yang dibedakan atas jenis kegiatan yang dominant.

1. Siklus Sistem dan Siklus Biaya

Dalam rangka mewujudkan gagasan menjadi kenyataan fisik, maka perlu penilaian menyeluruh terhadapsistem yang bersangkutan. Yang dinilai adalah karakteristik system yang dijabarkan sebagai parameter, spesifikasi,dan criteria terhadap biaya yang diperlikan. Siklus biaya (life cycle cost), mencakup semua biaya yang diperlukan selama periode siklus system, yaitu dari penelitian dan pengembangan, desain engineering, manufaktur dan kontruksi, sampai pada opersai atau produksi atau utilisasi dan pemeliharaan.

BAB II

ORGANISASI PROYEK

2.1. Konsep Organisasi

Bentuk lain dari pembagian atau pengelompokan teori-teori organisasi adalah konsepsi prespektif yang ditemukan oleh Edgar Huse dan James Bowditch. Pada aslinya konsep perspektif ini digunakan kelompok manajemen didekati dari teori system. Akan tetapi inti pembahasannya dapat dipergunakan pula untuk bahasan-bahasan organisasi.Itulah sebabnya berikut ini dikemukakan konsep prespektif tersebut.

Prespektif I

Intinya sama dengan paham tradisional yang melihat organisasi atau manajemen dari prespektifrancangan yang berstruktur. Aliran-aliran prespektif ini hanya memikirkan isu-isu tentang bagaimana organisasi seharusnya disusun, fungsi-fungsi yang seharusnya dijalankan , siapa yang seharusnya menjadi pemimpin dan bawahan, dan gaya kepemimpinan apa yang harus dijalankan.

Ada tiga komponen yang mempunyai sejarah, yaitu :

1. Aliran prinsip-prinsip universal dari manajemen atau organisasi.

2. Aliran struktural.

3. Aliran manajemen ilmiah.

Aliran Prinsip Universal, berpijak pada pendapat henri Fayol yang menyatakan bahwa sesuatu organisasi itu diatur berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :

ü Adanya pengembangan kerja

ü Adanya otoritas dan tanggung jawab

ü Adanya disiplin

ü Adanya kesatuan komando

ü Adanya kesatuan pengarahan

ü Adanya system pengkajian

ü Adanya sentralisasi

ü Adanya jenjang pengawasan

Aliran Strukrural, berdasarkan pondapat dari Max Weber, organisasi suatu tatanan birokrasi yang berstruktur yang melangsungkan kegiatannya sesuai dengan aturan-aturan.

Aliran Manajemen Ilmiah, yang dipelopori oleh Frederick W Taylor memberikan lebih banyak penekanan pada pengukuran kerja yang dilakukan oleh para pekerja dibandingkan dari prinsip-prinsip organisasinya sendiri.

Prespektif II

Huse dan Browdrich menanamakan prespektif ini dengan aliran pekerjaan (work-flow). Operasi ini mempergunakan teknik-teknik yang kemudian dikenal sebagai riset operasional. Adapun cirri-ciri dari riset operasional ini antara lain :

ü Melakukan formulasi persoalan

ü Menyusun konstruksi model matematis untuk menampilkan suatu system yang sedang dipelajari

ü Menarik suatu kesimpulan dari model yang disusun tersebut

ü Menguji model dan kesimpulan-kesimpulan yang ditarik model tersebut

ü Menetapkan control atas kesimpulan-kesimpulan yang diambil

ü Mengambil kesimpulan itu untuk melaksanakan implementasi

Prespektif III

Prespektif ini dinamakan prespektif kemanusiaan (the human prespective). Pandangan pemikiran dalam prespektif ini ialah menekankan bahwa unsur manusia dalam setiap kerja kelompok dirasakan lebih penting dari pada sekedar struktur dan hirarki yang membentang pada setiap jajaran organisasi.

Ada tiga unsur yang menonjol sebagai komponen dari perspektif kemanusiaan ini. Ketiga komponen itu antara lain :

1. Aliran Hubungan Kemanusiaan ( Human Relations School )

2. Aliran Pengembangan Organisasi ( Organizational Development School )

3. Aliran Pemikiran Multidimensional ( The Multidimensional Theorists )

2.2 Prinsip – Prinsip Organisasi

Ciri-ciri organisai yang baik :

1. Adanya tujuan yang jelas.

2. Tujuan organisasi harus dipahami oleh semua orang.

3. Tujuan organisasi harus diterima oleh semua individu dalam organisasi.

4. Adanya kesatuan arah dalam organisasi

5. Adanya struktur organisasi.

6. Adanya jaminan jabatan tersebut.

7. Adanya koordinasi.

Beberapa prinsip dasar penting yang dapat disimpulkan dari pendapat para tokoh manajemenmodern adalah sebagai berikur :

1. Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara ketat (peranan, prosedur, prinsip).

2. Manajemen harus sistematuk, dan pendekatan yang digunakan harus dengan pertimbangan secara hati-hati.

3. Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi.

4. Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja tehadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan.

2.3. Bentuk-Bentuk Organisasi

Agar proses diatas berlangsung dengan baik, dibutuhkan suatu wadah dalam bentuk struktur organisasi. Struktur organisasi formal akan menunjukan hal-hal berikut :

ü Macam-macam pokok kegiatan organisasi

ü Pembagian menjadi kelompok atau subsistem

ü Adanya hirarki, wewenang dan tanggung jawab bagi kelompok dan pimpinan

ü Pengaturan kerjasama, jalur pelopor, dan komunikasi, meliputi jalur vertikal dan horizontal

Bentuk struktur formal yang terkenal adalah fungsional, produk, area,, dan matriks.

2.3.1 Organisasi Fungsional

Disebut organisasi fungsional karena organisasi ini dipecah atau dikelompokkan menjadi unit berdasarkan fungsinya. Ciri utama organisasi fungsional ialah memiliki strutur piramida dengan konsep otoritas dan hirarki vertikal dengan sifat-sifat berikut :

ü Prinsip komando tunggal dimana masing-masing personil hanya memiliki satu atasan

ü Setiap personil mempunyai wewenang dan tanggung jawab yang jelas.

ü Arus informasi dan pelaporan bersifat vetikal.

ü Hubungan horizontal diatur dengan prosedur kerja, kebijakan, dan petunjuk pelaksana.

ü Mekanisme koordinasi perunit, bila diperlukan dilakukan, dengan rapat-rapat atau membentuk panitia perwakilan.

Keuntungan-keuntungan organisasi fungsional :

ü Memudahkan pengawasan karena personil melapor hanya kepada satu atasan.

ü Adanya potensi meningkatkan keterampilan dan keahlian individu serta kelompok untuk menjadi spesialis pada bidangnya.

ü Konsentrasi personil terpusat pada sasaran bidang yang bersangkutan.

ü Penggunaan sumber daya yang efisian sebai akibat pekerjaan yang sejenis dan berulang-ulang.

ü Memudahkan pengendalian kinerja personil serta biaya, jadwal dan mutu produk.

Kesulitan yang Dihadapi

Sesuai dengan maksud pembentukannya,struktur fungsional ditujukan untuk menangani kegiatan atau masalah yang dapat diantisipasi dan diklasifikasi. Kesulitan yang dihadapi biasanya keterbatasan struktur fungsional, ialah :

ü Cenderung memprioritaskan kinerja dan keluaran masing-masing bidang. Hal ini dapat mengurangi perhatian tujuan perusahaan secara menyeluruh.

ü Makin besar organisasi, makin panjang prosedur pengambilan keputusan, hal ini memungkinkan terjadinya distorsi informasi dan urgensi.

ü Sulit mengkoordinasi dan mengintegrasikan pekerjaan yang multidisiplin dan melibatkan banyak pihak diluar organisasi.

ü Kurangnya jalur komunikasi horizontal.

2.3.2. Organisasi Produk dan Area

Penyusunan struktur organisasi perusahaan-perusahaan besar yang kegiatan usahanya menagani berbagai macam produk, didasarkan atas orientasi produk. Ini terjadi bilaman perusahaan merasa bahwa jumlah dan keanekaragaman produk terlalu besar sehingga sulit untuk ditangani dengan struktur fungsional.

2.3.3. Organisasi Matriks

Bila struktur organisasi mempunyai jalur pelaporan dan arus kegiatan vertical, maka pada organisasi matriks disamping jalur formal vertical terdapat pula jalur formal horizontal.

2.3.4. Organisasi Proyek

Telah disebutkan sebelumnya bahwa organisasi adalah sarana untuk mencapai tujuan. Adapun unsur-unsur konsep manajemen proyek yang berkaitan erat dan perlu dicerminkan dalan struktur organisasi berkisar pada :

a. Arus vertical disamping horizontal

b. Penaggung jawab tunggal atas terselenggaranya proyek

c. Pendekatan dalam perencanaan dalam implementasi

Pendekatan yang diperlukan untuk membahas struktur organisasi proyek dalam dengn mengindentifikasi dan menganalisis struktur organisasi yang digolongkan menjadi :

a. Organisasi proyek fungsional ( OPF ) dengan variasinya, yaitu organisasi proyek koordinator ( OPK ).

b. Organisasi proyek murni ( OPMi )

c. Organisasi proyek matriks (OPM )

Kelemahan atau kekurangan adalah masih banyak hal-hal yang tidak jelas atau tidak ditunjukan. Sebagai contoh, tidak menunjukan seberapa besar wewenang dan tanggung jawab setiap manajerial, tidak menunjukan hubungan-hubungan informal dan saluran komunikasi.

Manajemen Proyek Target

Manajemen Proyek

Manajemen proyek dibutuhkan untuk mengatur pelaksanaan proyek agar sasaran yang diinginkan dapat terlaksana dengan baik.Seorang Manajer Proyek haruslah menguasai pengetahuan dan praktek lapangan dari kesembilan bidang keahlian, ‘knowledge areas’, sebagai berikut :
– Project Scope (Lingkup Pekerjaan) Management,
– Project Time (Waktu) Management,
– Project Cost (Biaya) Management,
– Project Quality (Kualitas) Management,
– Project Human Resource (Sumber Daya Manusia) Management,
– Project Risk (Resiko) Management,
– Project Communications (Komunikasi) Management,
– Project Procurement (Pengadaan) Management,
– Project Integration (Integrasi) Management.

.

BAB I

MANAJEMEN PROYEK

1.1 Pengertian

Manajemen telah banyak disebut sebagai “seni unruk merealisasikan pekerjaan melalui orang lain”. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajemen mencapai tujuan organisasi melalui pengaturan orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan – pekerjaan itu sendiri.

Manajemen memang mempunyai pengertian lebih luas dari pada itu, tetapi definisi tersebut memberikan kenyataan kepada kita bahwa kita berutama mengelola sumber daya manusia, bukan material atau financial. We are managing human resources. Selain manajemen mencakup fungsi perencanaan (penetapan apa yang akan dilakukan), pengorganisasian (perancangan dan penugasan kelompok kerja), penyusun personalia (penarikan, seleksi, pengembangan pemberian kompensasi dan penilaian prestasi kerja), pengarahan (motivasai, kepemimpinan, integritas, dan pengelolaan konflik) dan pengawasan.

Pengertian manajemen begitu luas, sehingga dalam kenyataannya tidak ada definisi yang yang digunakan secara konsisten oleh semua orang. Seperti yang dikemukakan oleh Stoner ebagai berikut :

Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Dari devinisi diatas terlihat bahwa Stoner telah menggunakan kata proses bukan seni. Mengartikan manajemen sebagai seni mengandung arti bahwa hal itu adalah kemampuan dan keterampilan pribadi. Suatu proses adalah cara sistematis untuk melakukan pekerjaan. Manajemen didefinisikan sebagai proses karena semua manajer, tanpa memperdulikan keahlian atau keterampilan khusus mereka. Harus melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.

Proses tersebut terdiri dari kegiatan-kegiatan manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengwasan.

1.2 Unsur-Unsur Manajemen

Komponen-komponen sistem yang berupa unsur atau subsistem terkait satu dengan yang lain dalam suatu rangkaian yang membentuk sistem Fungsi dan efektifitas sistem dalam usaha maencapai tujuannya tergantung dari ketepatan susunan rangkaian atau struktur tehadap tujuan yang telah ditentukan.

ü Bersifat Dinamis

Sistem menunjukan sifat yang dinamis, dengan prilaku tertentu. Prilaku sistem umumnya dapat diamati pada caranya mengkonversikan masukkan (input) menjadi hasil (output ).

ü Sistem Terpadu Lebih Besar Daripada Jumlah Komponen-komponennya

Bila elemen atau bagian tersebut tersusun atau terorganisir secara benar, maka akan terjalin satu sistem terpadu yang lebih besar dari pada jumlah bagiannya.

ü Mempunyai Arti yang Berbeda

Satu sistem yang sama mungkin dipandang atau diartikan berbeda, tergantung siapa yang mengamatinya dan untuk kepentingan apa.

ü Mempunyai Sasaran yang Jelas

Salah satu tanda keberadaan sistem adalah adanya tujuan atau sasaran yang jelas. Umumnya identifikasi tujuan merupakan langkah awal untuk mengetahui perilaku suatu sistem dan bagiannya.

ü Mempunyai Keterbatasan

Disebabkan oleh factor luar dan dalam. Faktor luar berupa hambatan dari lingkungan, sedangkan factor dari dalam adalah keterbatasan sumber daya.

1. Siklus dan Proses system

Aspek penting dari pendekatan system terletek pada siklus system dan prosesnya, yaitu perubahan teratur yang mengikuti pola dasar tertentu dan terjadi selama system masih aktif.

ü Penahapan Dalam Siklus Sistem

Proses mewujudkan sisrtem untuk keperluan operasi atau produksi sampai siklus system berhenti berfungsi dikelompokan menjadi beberapa tahap yang dibedakan atas jenis kegiatan yang dominant.

2. Siklus Sistem dan Siklus Biaya

Dalam rangka mewujudkan gagasan menjadi kenyataan fisik, maka perlu penilaian menyeluruh terhadapsistem yang bersangkutan. Yang dinilai adalah karakteristik system yang dijabarkan sebagai parameter, spesifikasi,dan criteria terhadap biaya yang diperlikan. Siklus biaya (life cycle cost), mencakup semua biaya yang diperlukan selama periode siklus system, yaitu dari penelitian dan pengembangan, desain engineering, manufaktur dan kontruksi, sampai pada opersai atau produksi atau utilisasi dan pemeliharaan.

BAB II

ORGANISASI PROYEK

2.1. Konsep Organisasi

Bentuk lain dari pembagian atau pengelompokan teori-teori organisasi adalah konsepsi prespektif yang ditemukan oleh Edgar Huse dan James Bowditch. Pada aslinya konsep perspektif ini digunakan kelompok manajemen didekati dari teori system. Akan tetapi inti pembahasannya dapat dipergunakan pula untuk bahasan-bahasan organisasi.Itulah sebabnya berikut ini dikemukakan konsep prespektif tersebut.

Prespektif I

Intinya sama dengan paham tradisional yang melihat organisasi atau manajemen dari prespektifrancangan yang berstruktur. Aliran-aliran prespektif ini hanya memikirkan isu-isu tentang bagaimana organisasi seharusnya disusun, fungsi-fungsi yang seharusnya dijalankan , siapa yang seharusnya menjadi pemimpin dan bawahan, dan gaya kepemimpinan apa yang harus dijalankan.

Ada tiga komponen yang mempunyai sejarah, yaitu :

1. Aliran prinsip-prinsip universal dari manajemen atau organisasi.

2. Aliran struktural.

3. Aliran manajemen ilmiah.

Aliran Prinsip Universal, berpijak pada pendapat Henri Fayol yang menyatakan bahwa sesuatu organisasi itu diatur berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :

ü Adanya pengembangan kerja

ü Adanya otoritas dan tanggung jawab

ü Adanya disiplin

ü Adanya kesatuan komando

ü Adanya kesatuan pengarahan

ü Adanya system pengkajian

ü Adanya sentralisasi

ü Adanya jenjang pengawasan

Aliran Strukrural, berdasarkan pondapat dari Max Weber, organisasi suatu tatanan birokrasi yang berstruktur yang melangsungkan kegiatannya sesuai dengan aturan-aturan.

Aliran Manajemen Ilmiah, yang dipelopori oleh Frederick W Taylor memberikan lebih banyak penekanan pada pengukuran kerja yang dilakukan oleh para pekerja dibandingkan dari prinsip-prinsip organisasinya sendiri.

Prespektif II

Huse dan Browdrich menamakan prespektif ini dengan aliran pekerjaan (work-flow). Operasi ini mempergunakan teknik-teknik yang kemudian dikenal sebagai riset operasional. Adapun cirri-ciri dari riset operasional ini antara lain :

ü Melakukan formulasi persoalan

ü Menyusun konstruksi model matematis untuk menampilkan suatu system yang sedang dipelajari

ü Menarik suatu kesimpulan dari model yang disusun tersebut

ü Menguji model dan kesimpulan-kesimpulan yang ditarik model tersebut

ü Menetapkan control atas kesimpulan-kesimpulan yang diambil

ü Mengambil kesimpulan itu untuk melaksanakan implementasi

Prespektif III

Prespektif ini dinamakan prespektif kemanusiaan (the human prespective). Pandangan pemikiran dalam prespektif ini ialah menekankan bahwa unsur manusia dalam setiap kerja kelompok dirasakan lebih penting dari pada sekedar struktur dan hirarki yang membentang pada setiap jajaran organisasi.

Ada tiga unsur yang menonjol sebagai komponen dari perspektif kemanusiaan ini. Ketiga komponen itu antara lain :

1. Aliran Hubungan Kemanusiaan ( Human Relations School )

2. Aliran Pengembangan Organisasi ( Organizational Development School )

3. Aliran Pemikiran Multidimensional ( The Multidimensional Theorists )

2.2 Prinsip – Prinsip Organisasi

Ciri-ciri organisai yang baik :

1. Adanya tujuan yang jelas.

2. Tujuan organisasi harus dipahami oleh semua orang.

3. Tujuan organisasi harus diterima oleh semua individu dalam organisasi.

4. Adanya kesatuan arah dalam organisasi

5. Adanya struktur organisasi.

6. Adanya jaminan jabatan tersebut.

7. Adanya koordinasi.

Beberapa prinsip dasar penting yang dapat disimpulkan dari pendapat para tokoh manajemenmodern adalah sebagai berikur :

1. Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara ketat (peranan, prosedur, prinsip).

2. Manajemen harus sistematuk, dan pendekatan yang digunakan harus dengan pertimbangan secara hati-hati.

3. Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi.

4. Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja tehadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan.

2.3. Bentuk-Bentuk Organisasi

Agar proses diatas berlangsung dengan baik, dibutuhkan suatu wadah dalam bentuk struktur organisasi. Struktur organisasi formal akan menunjukan hal-hal berikut :

ü Macam-macam pokok kegiatan organisasi

ü Pembagian menjadi kelompok atau subsistem

ü Adanya hirarki, wewenang dan tanggung jawab bagi kelompok dan pimpinan

ü Pengaturan kerjasama, jalur pelopor, dan komunikasi, meliputi jalur vertikal dan horizontal

Bentuk struktur formal yang terkenal adalah fungsional, produk, area,, dan matriks.

2.3.1 Organisasi Fungsional

Disebut organisasi fungsional karena organisasi ini dipecah atau dikelompokkan menjadi unit berdasarkan fungsinya. Ciri utama organisasi fungsional ialah memiliki strutur piramida dengan konsep otoritas dan hirarki vertikal dengan sifat-sifat berikut :

ü Prinsip komando tunggal dimana masing-masing personil hanya memiliki satu atasan

ü Setiap personil mempunyai wewenang dan tanggung jawab yang jelas.

ü Arus informasi dan pelaporan bersifat vetikal.

ü Hubungan horizontal diatur dengan prosedur kerja, kebijakan, dan petunjuk pelaksana.

ü Mekanisme koordinasi perunit, bila diperlukan dilakukan, dengan rapat-rapat atau membentuk panitia perwakilan.

Keuntungan-keuntungan organisasi fungsional :

ü Memudahkan pengawasan karena personil melapor hanya kepada satu atasan.

ü Adanya potensi meningkatkan keterampilan dan keahlian individu serta kelompok untuk menjadi spesialis pada bidangnya.

ü Konsentrasi personil terpusat pada sasaran bidang yang bersangkutan.

ü Penggunaan sumber daya yang efisian sebai akibat pekerjaan yang sejenis dan berulang-ulang.

ü Memudahkan pengendalian kinerja personil serta biaya, jadwal dan mutu produk.

Kesulitan yang Dihadapi

Sesuai dengan maksud pembentukannya,struktur fungsional ditujukan untuk menangani kegiatan atau masalah yang dapat diantisipasi dan diklasifikasi. Kesulitan yang dihadapi biasanya keterbatasan struktur fungsional, ialah :

ü Cenderung memprioritaskan kinerja dan keluaran masing-masing bidang. Hal ini dapat mengurangi perhatian tujuan perusahaan secara menyeluruh.

ü Makin besar organisasi, makin panjang prosedur pengambilan keputusan, hal ini memungkinkan terjadinya distorsi informasi dan urgensi.

ü Sulit mengkoordinasi dan mengintegrasikan pekerjaan yang multidisiplin dan melibatkan banyak pihak diluar organisasi.

ü Kurangnya jalur komunikasi horizontal.

2.3.2. Organisasi Produk dan Area

Penyusunan struktur organisasi perusahaan-perusahaan besar yang kegiatan usahanya menagani berbagai macam produk, didasarkan atas orientasi produk. Ini terjadi bilaman perusahaan merasa bahwa jumlah dan keanekaragaman produk terlalu besar sehingga sulit untuk ditangani dengan struktur fungsional.

2.3.3. Organisasi Matriks

Bila struktur organisasi mempunyai jalur pelaporan dan arus kegiatan vertical, maka pada organisasi matriks disamping jalur formal vertical terdapat pula jalur formal horizontal.

2.3.4. Organisasi Proyek

Telah disebutkan sebelumnya bahwa organisasi adalah sarana untuk mencapai tujuan. Adapun unsur-unsur konsep manajemen proyek yang berkaitan erat dan perlu dicerminkan dalan struktur organisasi berkisar pada :

a. Arus vertical disamping horizontal

b. Penaggung jawab tunggal atas terselenggaranya proyek

c. Pendekatan dalam perencanaan dalam implementasi

Pendekatan yang diperlukan untuk membahas struktur organisasi proyek dalam dengn mengindentifikasi dan menganalisis struktur organisasi yang digolongkan menjadi :

a. Organisasi proyek fungsional ( OPF ) dengan variasinya, yaitu organisasi proyek koordinator ( OPK ).

b. Organisasi proyek murni ( OPMi )

c. Organisasi proyek matrix (OPM )

Kelemahan atau kekurangan adalah masih banyak hal-hal yang tidak jelas atau tidak ditunjukan. Sebagai contoh, tidak menunjukan seberapa besar wewenang dan tanggung jawab setiap manajerial, tidak menunjukan hubungan-hubungan informal dan saluran komunikasi.