Maaf, Anda mengaktifkan Adblock pada browser anda!
Atau anda tidak mengaktifkan Javascript![ ? ]
Situs Promosi Arsitektur

Situs Promosi Arsitektur

Tampilkan produk Anda di sini. More »

Inovasi terbaru

Inovasi terbaru

Setiap hari ada inovasi baru More »

Asuransi Jiwa Indonesia

Asuransi Jiwa Indonesia

Banyak perusahaan asuransi menawarkan produk-produk unggulan. Pilihlah yang paling sesuai kebutuhan Anda More »

Kontraktor di Bogor

Kontraktor di Bogor

Kontraktor rumah mewah More »

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Category Archives: Langgam Arsi

10 arsitek perancang lansekap terkemuka yang paling berpengaruh

Top 10 Influential Landscape Architects

Sepuluh tokoh arsitek lansekap yang berpengaruh

Mendengar kata arsitektur lansekap, imajinasi akan langsung mengkaitkan dengan taman, kawasan yang luas dengan sistem drainase dan aneka atribut pertamanan.Namun ternyata lansekap memiliki konten yang lebih luas.

Seperti halnya industri profesi specialis yang lain, Arsitektur Lansekap sebagai disiplin ilmu juga telah melewati proses panjang dalam kehidupan ilmu pengetahuan. Dan artikel ini berisikan sosok manusia yang menjadi pionir pada masanya, manusia yang merubah sejarah dengan hasil karya selama perjalanan Arsitektur Lansekap, mereka memperkenalkan ide dan konsep baru ataupun hasil karya perancangan taman lingkungan dan lansekap terkenal. Bahkan bakat dan visi mereka menjadikan mereka terdepan pada eranya .
Sekarang mereka merupakan sumber inspirasi bagi setiap arsitek lansekap yang dikenal sebagai manusia manusia yang tak kenal takut dalam mengejar mimpi dalam berkarya .

Berikut nama yang sudah diketahui oleh semua Arsitek Lansekap dan penggemar bidang dan karya Arsitektur Lansekap.

10. Martha Schwartz

Seorang Arsitek Lansekap yang berasal dari Amerika merupakan salah satu ikon abad ke 20 bidang ilmu Arsitektur Lansekap. Hasil karyanya yang kontrovesial dan impresif sangat berbeda dari apa yang biasa kita saksikan, kadang hasil kekaryaan lansekapnya sama sekali tidak menggunakan elemen tanaman ataupun elemen air sebagai bagian elemen disain lansekap, keistimewaan karakter yang menjadi ciri khasnya adalah warna yang cerah, garis tajam dan berbagai macam struktur artificial buatan .Latar belakang Martha adalah fine art dan lansekap. proyek hasil karyanya mulai dari lingkup milik pribadi hingga lingkup skala urban. Perkerjaan yang dapat dikenal sebagai hasil karyanya seperti the Splice Garden Di Cambridge, Massachusetts and Jacob Javits Convention Center Plaza di New York, as well as Dublin Docklands di Ireland.

9. Antoni Gaudí

Seorang Arsitek dari Catalan, lahir di Reaus tahun 1852, dapat dipanggil dengan nama lain :‘ a visionery’ tipe dan gayanya termasuk unik, yaitu kombinasi dari elemen neo-gothic yang terpengaruh gaya oriental dan melewati batas aliran moderisme. Mencapai puncak batas gaya organic yang terinspirasi dari alam kedalam bentuk yang tak tertandingi oleh arsitek lain.gaudi jarang menggambar gambar rencana,dia lebih suka dengan cara menggunakan model dalam skala. Bagian dari kerja arsitektural , seperti gereja yang terkenal sagrada familia, dia seorang perancang dari taman lingkungna terbaik pantas dia acungi jempol di Barcelona park guell. Projek taman lingkungan ini merupakan masterpiece dari rancangannya, penuh objek yang flamboyant seperti naga laut bentuk bangku seperti seekor salamander. Ini merupakan hasil karya orsinil lansekap yangpernah dibangun menginspirasi setiap pengunjung dan menunjukan kelas dirinya sebagai seorang perancang.

  8. Thomas Dolliver Church 

Lahir di Boston-Amerika tahun 1902, merupakan salah satu ikon sosok Arsitek Lansekap pada abad 20. Dikenal dengan kepiawainya dalam menyajikan karya lansekap sesuai dengan kondisi lokal, tradisi dan tanaman seperti yang di harapkan oleh klien. Karyanya bercirikan Gaya modern, sederhana dan fungsional akan tetapi elegan tersajikan pada sebuah bangunan rumah yang terinspirasi aliran seni kontemporer. Salah satu hasil karya nya yang terbaik adalah rumah pribadinya sendiri El Novillero in California. Dia juga merancang beberapa karya proyek besar seperti UC Berkeley, UC Santa Cruz, the grounds of the American Embassy in Havana, Cuba, and the Mayo Clinic in Rochester, Minnesota.Dan dia menulis sebuah buku yang berisikan pesan dan pengetahuan penting bagi seluruh Arsitek Lansekap dunia berjudul – “Gardens are for People”. 

7. Sir Geoffrey Jellicoe 

Seorang Arsitek Lansekap sekaligus seorang Arsitek terbesar yang berasal dari Inggris .Lahir di Chelsea tahun 1900, dikenal sebagai seorang Arsitek Lansekap Inggris terbaik pada generasinya, Selain dari merancang dan merenovasi berbagai macam dan skala taman lingkungan, dia juga merupakan seorang pengarang buku mengenai ke ilmu an Arsitektur Lansekap “landscape by man” yang menjadi buku literatur wajib dimiliki bagi para Arsitek Lansekap dunia. Selain dari hasil karya lansekapnya yang terkenal ,beliau dikenal juga sebagai Founding President of IFLA – International Federation of Landscape Architects. Beberapa hasil karya lansekap terbaiknya dapat dilihat di Kennedy Memorial, Sutton Place Garden and Hever Castle Gar 

6.Roberto Burle Marx 

Seorang Arsitek Lansekap yang berasal dari Brasil, dikenal karena mengenalkan aliran modernism ke brasil, Dia lahir tahun 1909 di Sao Paulo, mulai tertarik ke bidang disain lansekap oleh karena pengaruh dan desakan orangtuanya. Ciri khas didalam setiap proyek hasil karyanya dia selalu menggunakan jenis species tanaman asli sesuai habitat ,untuk membentuk blok warna Dia memiliki pengetahuan yang luas tentang botani asli brasil dan memiliki koleksi tanaman yang luas di barra de quaratiba. Dia memperlakukan lansekap bagaikan lukisan abstrak dan selalu melakukan pendekatan pekerjaan secara perfesionis dan hasil karyanya memiliki sense of timelessness dan selaras dengan alam. Prinsip Simetri tidak akan diketemukan dalam setiap proyek termasuk komposisi tanaman yang sejenis dalam satu group besar serta kadang dapat ditemukan bentuk bebas aliran air yang menyenangkan Sebagian Hasil karya nya dapat dilihat di Copacabana Beach Promenade, Flamengo Park in Rio de Janeiro and Kuala Lumpur City Centre Park. 

5. Gertrude Jekyll Gertrude 

Jekyll merupakan seorang arsitek lansekap perempuan yang memberikan inspirasi, terkenal sebagai seorang perancang perempuan sepanjang masa. Dengan kepekaan matanya terhadap warna dan sensitivitas terhadap bentuk, dia menciptakan beberapa taman cantik di UK, eropa dan amerika. Lahir tgl 29 november 1843, dia menyenangi taman dan tanaman sejak masih kecil, dia belajar tentang seni, warna, optikal dan botani. Segala pengetahuan yang didapat memberikan manfaat pada sepanjang karier dan karya nya. Dia memperlakukan taman bagaikan sebuah kanvas, melukis dengan tanaman dengan berbagai warna dan tekstur. Dan dia tidak pernah gagal dalam memilih tanaman yang tepat sesuai dengan kondisi iklim disebabkan kemampuan dalam ilmu botani yang dikuasainya. Kita masih bias mengagumi hasil karyanya seperti garden of greywall, hestercombe, upton grey, the secret garden of sandwich dan masih banyak lagi yang lain. 

4.Peter Josef lenne 

Lahir tahun 1789 seorang Arsitek Lansekap yang terkenal dengan karya lansekap taman publik, telah merancang dan merencanakan lebih dari 250 park, kebanyakan taman istana dan taman kastil. Dia mendisain banyak taman di Potsdam,sanssouci park, babelsberd park,dan tiergarten di berlain dan banyak lagi. Kita dapat berkunjung disalah satu karyanya di Frankfurt (oder), Leipzig dan Koblenz.Karateristik rancangannya dominan ke bentuk lahan datar rerumputan dengan visual yang aktratif dari lansekap sekeliling serta picturesque dari kombinasi antara kumpulan grup tanaman dan semak.banyak hasil karyanya saat sekarang sudah menjadi ‘World heritages site’ 

3.Frederick Law Olmsted 

Seorang perencana lansekap yang dikenal sebagai Bapak dari Arsitektur Lansekap Amerika, lahir di Hartford, Connecticut tgl 26 april 1822, berkerjasama dengan partner seniornya calvert vaux mereka banyak merancang berbagai taman taman lingkungan kota terkenal di amerika.Dia meyakini bahwa ruang hijau kota dapat dinikmati dan dipergunakan oleh setiap penduduk kota dari segala golongan social, yang oleh karena itu menjadi dasar bagi ide modern dari taman public (public park). Dia juga merupakan perancang awal dari jaringan keseluruhan ruang hijau dan koneksi dari jalur hijau, menghubungkan kota dengan ruang area hijau. Penemu dari beberapa kurikulum sekolah dan kolege dan seorang arsitek yang pertama kali merencana komunitas di united states –the riverside in Illinois 

2.Andre le notre 

Lahir 12 maret tahun 1613 di paris, seorang Arsitek Lansekap Perancis ini memberikan pengaruh besar akan bentukan taman dengan aliran baroque di eropa. Pada awal kariernya dia bekerja untuk kaum aristrokrat dan kaum bangsawan. Dan kemudian dia ditunjuk sebagai kepala pimpinan taman oleh King Louis XIV. Dan tidak diragukan lagi hasil karyanya yang terkenal dan fenomenal adalah The garden of Versailles, yang dirancang bangun untuk King Louis XIV. Hasil karya lainnya yang terkenal Gardens of Vaux-le-Vicomte, fountainebleau and Greenwich park di London. Karakter dan cirri le notre tertera jelas pada gaya taman formal perancis termasuk didalamnya parterres, water basin,fountains.bosquets and avenues. 

1.Lancelot “ capability” brown 

Arsitek lansekap yang berasal dari british ini mempunyai nama kecil“ capability” sesuai dengan kebiasaannya berbicara tentang permukiman negara memiliki ‘capability’untuk perbaikannya. lahir tahun 1716, Brown telah merencanakan dan merenovasi lebih dari 170 taman lingkungan baru disekeliling perumahan dan setate terbaik di Britain. Antara lain Croome court, Blenheim palace, Warwick castle, stowed an Milton abbey ‘capability’ selalu mengimplikasikan sekelompok pohon dengan ketinggian bervariasi dan menyukai keteraturan, tekstur lembut serta garis melengkung Tujuannya adalah untuk sedapat mungkin meniru bentuk alami semirip mungkin. Selama hidupnya dan setelah kematiannya di tahun 1783 dia merupakan seorang yang kritis dalam mengembangkan lansekap dan telah memusnahkan bentuk dari lansekap yang lama yaitu taman formal inggris. Tapi hingga hari ini tetap di hormati dan dianggap sebagai “ England greatest gardener” 

Daftar list diatas tidak berarti daftar yang komprehensif ,didalam sejarahnya perkembangan lansekap masih banyak lagi bisa diketemukan arsitek arsitek lansekap yang mempunyai karya besar dan selalu unggul dalam hal kekaryaan.dan saya harapkan setiap arsitek lansekap dapat menemukan sendiri idola masing masing yng menjadi ‘role model’ bagi dirinya selama berpraktisi. Mungkin list yang sajikan agak berbeda, tapi saya berusaha untuk menyeleksi arsitek lansekap yang telah berhasil memberi pengaruh besar dalam perjalanan sejarah Arsitektur lansekap dan memiliki ide yang revolusioner yang berhasil merubah dan menyebabkan perkembangan tatanan ilmu pengetahuan arsitektur lansekap. 

Terima kasih kepada mereka para arsitek lansekap yang masih bisa kita ingat hingga hari ini dan kita dari waktu kewaktu dapat melihat kebelakang sejenak dan berkata bahwa kita memang berdiri diatas pundak pundak para raksasa arsitektur lansekap.

 (disadur dari artikel) 
Marta Ratajszczak, Writer  

Kembalinya aliran Brutalisme Arsitektur

Memahami pencapaian akbar Louis Kahn, kompleks Dhaka’s National Assembly , yang pembangunannya dimulai tahun 1962, berada di tengah danau buatan. Pada tahun 1971, pembom the Bangladesh Liberation War  mengatakan telah mencegah  menjadikannya puing. CreditClaudio Napoli

Dalam peringkat  untuk suatu langgam artistik, “Brutalisme” meraih skor hampir di puncak. Like the much kinder-sounding “Fauvism” or “Impressionism,” it was a term of abuse for the work of architects dimana bangunan memusuhi penggunanya — membrutalkan mereka — with hulking, piled-up slabs of raw, unfinished concrete. These same architects, centered on pasangan Inggris Alison dan Peter Smithson, enthusiastically took up Brutalism as the name for their movement with a kind of pride, as if to say: Itu benar, kami adalah kaum  brutal. We do want to shove your face in cement. Bagi dunia yang sedang mencoba lupakan pahitnya Perang Dunia II, in need of plain dealing and powerful messages, this brand of architectural honesty was refreshing.

Menafikkan adanya dasawarsa penuh kemashuran, setidaknya diantara para arsitek dan perencana, kemashuran Brutalisme memudar pada pertengahan dasawarsa-’70-an. Film seperti “A Clockwork Orange” mengubah mahakarya Brutalis menjadi lambang dystopia masa depan. Anggaran perencanaan sudah dipangkas, dan para brutalis sudah kehilangan tulang punggung. Lebih dari tiga dasawarsa, contoh-contoh karya brutalisme lainnya yang bersebaran telah menderita dari  menua dan diabaikan, temboknya retak dan bocor, dimana-mana terancam pembongkaran total. Tom Menino, walikota terakhir Boston, menggagas untuk melego balaikotanya, salah satu contoh karya brutalisme termashur di Amerika Serikat; dan pada tahun 2013, cuek pada kampanye pelestarian gedung, Bertrand Goldberg’, berbentuk daun cengkeh,  Women’s Hospital in Chicago menyerah pada godam penghancur bangunan.

Photo

Gedung tua Whitney building di Manhattan’s Upper East Side sedang menikmati “kehidupan kedua”nya sebagai the Met Breuer. Credit©Ezra Stoller/Esto

Namun kini, seperti chevron mustache, Brutalisme sedang menapaki kehidupan kembali. Despite two generations of abuse (and perhaps a little because of it), an enthusiasm for Brutalist buildings beyond the febrile, narrow precincts of architecture criticism has begun to take hold. Preservationists clamor bagi pertahanan mereka, historians laud their ethical origins and an independent public has found beauty in their rawness. For an aesthetic once praised for its “ruthless logic” and “bloody-mindedness” — in the much-quoted phrasing of critic Reyner Banham — ini adalah putaran mengejutkan untuk sebuah peristiwa.

Bagi masa yang panjang untuk menhormati Brutalism,e the internet has proved an unexpected boon companion. Popular Tumblrs unleash endless streams of black-and-white images of gravity-defying cantilevers from the world over. A hulking concrete school in downtown Miami swallowing students! A concrete ski resort in Chamonix, France, that appears poised to tumble off the edge of a mountain! Brutalism, it turns out, lends itself to ­Instagram-style scrolling, one eye-popping hunk of brush-hammered weirdness after another.

Brutalisme adalah upaya an architectural ethic, rather than an aesthetic. It
had less to do with
materials and more
to do with honesty:
an uncompromising
desire to tell it
like it is,
architecturally speaking.

The long overdue intellectual revival has also followed. In countries still reeling from the worldwide financial crisis, it’s a solace to look back to an era of muscular, public-minded development. MoMA’s recent “Latin America in Construction, 1955-1980” show reminded architects and a lay audience alike of the masterpieces of this ­forward-looking, confident era, such as Lina Bo Bardi’s Museu de Arte de São Paulo, with its glass facade sandwiched between two enormous slices of raw concrete, suspended impossibly high off a plaza by swollen red staples. In 2014, the British critic Jonathan Meades produced a combative reconsideration of Brutalism in a two-part television documentary for the BBC, putting the style back into the mainstream of welfare-cutting Britain.

Finally, last year, there was a consecration of Brutalism by art officialdom, when the Metropolitan Museum of Art moved some of its modern collection into the old Whitney, that smooth inverted ziggurat on Madison Avenue, with its signature angled windows. They changed the name of the refurbished museum to the Met Breuer, paying unusual tribute to the building’s Bauhaus-trained architect, Marcel Breuer.

Continue reading the main story

Photo

Boston City Hall came under threat of demolition when a mayor deemed it an eyesore. Credit©Ezra Stoller/Esto

THERE’S NO QUESTION that Brutalism looks exceedingly cool. But its deeper appeal is moral. In the words of Reyner Banham, it was an attempt to create an architectural ethic, rather than an aesthetic. When the Smithsons called their work Brutalist or part of a New Brutalism, the brutality to which they referred had less to do with materials and more to do with honesty: an uncompromising desire to tell it like it is, architecturally speaking. The Modern movement in architecture had supposedly been predicated on truthfulness in materials and forms, as well. But as a dreary stroll down Park Avenue will remind you, Modernism swiftly became a gutless orthodoxy, its high ideals devolving into the rote features of the International Style, a repetitive and predictable series of gestures (curtain walls or ribbon windows, recessed plinths, decorative piloti, windswept plazas, ornamental lawns and flat shimmering pools).

What was and still is appealing about Brutalism is that it had a kind of purity to it. For their first large project, a school in Hunstanton, and in subsequent projects, such as the Economist building in central London, the Smithsons went back to the lessons of the modern masters, to Mies van der Rohe and Le Corbusier: to build transparently, cleanly and truthfully. “Whatever has been said about honest use of materials,” Banham wrote in a 1955 article, “most modern buildings appear to be made of whitewash or patent glazing, even when they are made of concrete or steel.” The Smithsons’ project at Hunstanton, by contrast, “appears to be made of glass, brick, steel and concrete, and is in fact made of glass, brick, steel and concrete.”

Photo

Paul Rudolph merancang the Yale Art and Architecture Building, which opened in 1963, while acting as department chair. The interiors were restored in 2008, decades after a mysterious fire in 1969 — some suspected disgruntled students.Credit©Ezra Stoller/Esto

Honesty in materials was allied to the rough, prosaic goals of social democracy. Brutalism is, as the critic Michael J. Lewis has pointed out, the vernacular expression of the welfare state. From Latin America to Europe to South Asia, Brutalism became the style for governments committed to some kind of socialism, the image of “the common good.” When the most representative building of our era is 432 Park Avenue, Rafael Viñoly’s elegant middle finger of a luxury condo tower, the tallest in the world, looming ominously over Manhattan, it is bracing to revisit a period when planners sought out the best, most avant-garde-minded architects to build libraries, city halls and public housing.

Photo

With her SESC Pompeia leisure center from 1986, the Italian-born architect Lina Bo Bardi showed that Brutalism could be extraordinarily playful, with zigzagging bridges that connect a former drum factory to three tall towers. CreditIwan Baan

Still, Brutalism wasn’t fully popular with a broad public, whose members were never convinced that awe-inspiring concrete dourness was what society was truly missing, and it ultimately depended on the good will of sympathetic planners. Once politics turned against the welfare state in the 1980s, Brutalism was doomed. Budgets were gutted; public housing lost its funding; the market came to dictate development. The delirious, pink-granite fantasies of postmodernist office towers rose to loom over the gray Brutalist housing projects, left to molder and decay. All buildings require upkeep, and in a sense the deliberate neglect of Brutalism had the same effect that starving public bureaucracies did.

But the renewed interest in the movement has yet to produce any meaningful change in the culture of what gets built and how. This resurgence has not — not yet anyway — led to any revival of interest in public-minded development. Politics has been divorced from architecture. In fact, love for Brutalism has often led to gentrification. Many social housing projects, such as Erno Goldfinger’s Trellick Tower in London, have become much sought-after private housing. Architecture bookstores sell postcard packs of the greatest hits of Brutalism; you can buy a Trellick Tower mug to sip expensive coffee in your pricey Trellick Tower flat. The aesthetic of Brutalism may at last triumph over its ethic.

 dari: http://www.nytimes.com/2016/10/06/t-magazine/design/brutalist-architecture-revival.html?&moduleDetail=section-news-0&action=click&contentCollection=Design%20%26%20Interiors&region=Footer&module=MoreInSection&version=WhatsNext&contentID=WhatsNext&pgtype=article

Gedung-gedung brutal yang indah terdapat di banyak negara

Gedung-gedung brutal yang indah terdapat di banyak negara

  • 8 Juli 2016

Kirim

Brutalisme merupakan jargon yang mencakup semua arsitektur bangunan beton tinggi yang ekspresif, yang berawal dari masa 1950-an.

Berikut 10 gedung beraliran Brutalisme yang terdapat di berbagai negara.

Akademi Seni dan Disain Basel, Swiss, 1961 oleh Baur, Baur, Bräuning, Dürig

Swiss
Image captionLipatan atap dan dindingnya -seperti origami atau seni melipat kertas- menjadikannya sebuah aula yang anggun. (Kredit foto: Roberto Conte)

Seberapa brutalnya Akademi Seni dan Desain Swiss bisa diperdebatkan. Arsiteknya, Hermann Baur (1984-1980) menyebutnya sebagai “bermanfaat dan puitis”. Terdiri dari gugusan empat gedung di sekeliling halaman dengan berpusat pada patung Hans Arp, tidak diragukan lagi yang paling menonjol adalah pusat kebugarannya.

Lipatan atap dan dindingnya -seperti origami atau seni melipat kertas- menjadikannya sebuah aula yang anggun, yang sekarang digunakan sebagai ruang kuliah dan studio mahasiswa. Satu dindingnya merupakan jendela dari lantai sampai ke langit-langit dengan permainan cahaya yang indah.

  • Menunggu helikopter menjadi angkutan udara
  • Ilustrasi kendaraan-kendaraan di Star Wars
  • Kuburan laut yang mengerikan

Menara Rumah, Shibuya-ku, Tokyo, Jepang, 1966

Tokyo
Image captionBangunan ini seperti wujud dari kesederhaan haiku (puisi) Jepang. (Kredit foto: Azuma Architect)

Keras dan unik, rumah berlantai enam dibangun di atas lahan kecil berukuran 20 m2. Dibangun sebagai rumah keluarga oleh arsitek Takamitsu Azuma, gedung ini sudah kalah besar dari gedung-gedung lain yang dibangun belakangan.

Walau lantainya sempit, ada teras di atap dan tempat parkir mobil, juga kesan ruang yang luas dengan ruang-ruang yang banyak sinar karena tangga beton yang terbuka. Azuma menyebut Menara Rumah ini sebagai ruang vertikal yang tak putus-putusnya. Bangunan ini seperti wujud dari kesederhaan haiku (puisi) Jepang.

Kantor dan Ruang Sidang Distrik Orange, Goshen, New York, Amerika Serikat, 1967

New York
Image captionGedung ini sempat rusak tahun 2011 karena Badai Irene. (Kredit foto: Nicolás Saieh)

Tahun 2015, kompleks yang amat berharga ini dirusak oleh aksi vandalisme. Terdiri dari tiga paviliun beton, gedung ini menawarkan imajinasi yang kaya dan ruangan yang mengalir bebas. Dirancang oleh Paul Rudolph, mantan ketua Fakultas Arsitekur, Universitas Yale -dengan alumni antara lain arsitek terkenal, Norman Foster dan Richard Rogers.

Gedung ini sudah memerlukan perbaikan sebelum tahun 2011 karena rusak akibat Badai Irene.

Menara Trellick, London, Inggris, 1972 oleh Ernö Goldfinger

London
Image captionTahun 1998 Menara Trellick ditetapkan sebagai bangunan yang dilindungi. (Kredit foto: Riba Collections)

Menantang dan unik, gedung berlantai 31 ini merupakan perumahan milik pemerintah yang dirancang oleh Ernö Goldfinger, pendatang asal Hungaria, yang nama keluarganya sama dengan tokoh jahat dalam film James Bond. Bangunan ini terdiri dari 217 apartemen yang terpisah dari menara khusus untuk lift dengan penyambung jembatan bagi setiap tiga lantai. Terpuruk dari aspek kehidupan sosialnya hingga akhir 1980-an, Menara Trellick menjadi populer di kalangan para arsitek muda, perancang, dan para penulis yang melihatnya sebagai kemegahan dan bukan bangunan beton yang menakutkan. Tahun 1998, bersamaan dengan Brutalisme yang kembali menjadi mode, Menara Trellick ditetapkan sebagai bangunan yang dilindungi.

  • Kursi roda dengan ‘kekuatan super’
  • Ada cara yang lebih baik untuk membawa pulang bir
  • Fakta ‘mengerikan’ tentang kematian di Puncak Everest

Centro de Exposições, Salvador, Bahía, Brasil, 1974

Brasil
Image captionGedung bergaya Brutalisme bukan hal yang biasa dalam iklim tropis. (Kredit foto: Courtesy Fran Parente)

Ruang pameran yang mengesankan ini, menggantung lima meter di atas tanah, dengan permukaan beton yang disokong oleh baja yang dipegang oleh dua tiang untuk tempat lift dan tangga.

Rancangan bergaya Brutalisme bukan hal yang biasa dalam iklim tropis, namun beton yang menggantung melindungi para pengunjung dari terik dan silau matahari. Perancangnya adalah arsitek Brasil, João Filgueiras Lima.

Kementerian Pembangunan Jalan Raya, Tbilisi, Georgia, 1975

Tbilisi
Image captionGedung ini dibangun sedemikian rupa untuk menghemat lahan.

Lebih bergaya Konstruktivisme dibanding Brutalisme, motor gedung ini adalah George Chakhava, sebagai wakil menteri pembangunan jalan raya -yang menjadi pemesan dan sekaligus pula arsiteknya.

Dipengaruhi oleh arsitektur Revolusioner Rusia era 1920-an, Chakhava mengatakan strukturnya yang saling berkaitan bersumber dari alam.

Tujuannya adalah menggunakan lahan sekecil mungkin dengan beberapa lantai yang keluar seperti cabang-cabang di akar pohon.

Apapun penjelasannya, rancangan ini jelas menakjubkan.

Setelah direstorasi, mulai tahun 2007 gedung ini menjadi kantor pusat Bank Georgia.

Gedung Jenaro Valverde Marín, CCSS, San José, Kosta Rika, 1976 oleh Alberto Linner Díaz

Kosta Rika
Image captionPenggunaan blok-blok beton membuat para arsiteknya bisa membangun modernitas dengan biaya rendah. (Kredit foto: Magda Biernat/OT TO)

Terletak di antara Samudera Pasifik dan Karibia, Kosta Rika tampaknya merupakan negara yang paling kecil kemungkinan memilki arsitektur Brutalisme.

Penggunaan blok-blok beton membuat para arsiteknya bisa membangun modernitas dengan biaya rendah namun berskala besar.

Dari tahun 1940-an, Oscar Niemeyer sudah mulai merintisnya di Brasil.

Walau rancangannya sederhana, gedung administrasi sosial yang dirancang oleh Alberto Linner Diaz –arsitek kelahiran Nikaragua- tampak tegas dengan karakter yang berpengaruh dikelilingi warna-warni tanaman dan pohon nyiur yang melambai.

  • Mengapa kita terpukau pada para pembunuh berantai?
  • Film pendek ini gambarkan masa depan yang mengagumkan… sekaligus menakutkan
  • Mengapa orang Jepang biasa ‘tidur’ di tempat umum?

Rumah Hemeroscopium, Madrid, Spanyol, 2008 oleh Ensamble Studio

Madrid
Image captionPemasangan blok-blok beton menjadikannya sebagai bangunan yang pengerjaannya hanya butuh tujuh hari. (Kredit: Roland Halbe)

Bangunan yang istimewa ini memberi ilusi bahwa beton besar yang berat hanya disokong oleh dinding kaca. Rumah Antón García-Abril dan Débora Mesa –pimpinan perusahaan arsitektur Ensamble Studio- ini membutuhkan persiapan teknis selama satu tahun namun pemasangan blok-blok betonnya untuk menjadikannya sebagai bangunan hanya butuh tujuh hari.

Salah satu balok beton yang menjorok adalah kolam renang. Namun, seperti kata Mesa, “Arsitekturnya ke luar dari yang biasa.”

Balai Kota Boston, Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, 1968

Boston
Image captionKoran Boston Globe menyebut kejahatan terbesarnya bukan karena buruk, tapi antiperkotaan.’ (Kredit foto: Ezra Stoller / Esto)

Berusia hampir 50 tahun, gedung pemerintah ini tetap saja kontroversial. Tahun 2013, Koran Boston Globe menulis, “Kejahatan terbesarnya adalah bukan karena buruk, tapi menjadi antiperkotaan.” Sedang menurut Gerhard Kallmann –salah seorang perancangnya-, “Harus mengagumkan, bukan hanya sekedar menyenangkan dan apik.” Kallmann dan mitranya, Michael McKinnell, memikirkan sebuah monumen kuno yang diintip dari kaca mata arsitek terkenal Le Corbusier dengan puluhan ribu keping beton.

Kedutaan Besar Russia, Havana, Kuba 1985 oleh Aleksandr Rochegov

Kuba
Image captionUni Soviet bubar tak lama setelah kompleks bangunan beton ini selesai. (Kredit foto: Courtesy Phaidon Press)

Pernah menjadi lambang dari dominasi Uni Soviet, Kedutaan Besar ‘yang sombong’ ini menjulang di antara pohon-pohon di jalan utama Havana, Fifth Avenue, seperti sebuah vas bunga dari beton yang terjun ke tanah Kuba.

Uni Soviet bubar tak lama setelah kompleks bangunan beton ini selesai.

Arsiteknya, Aleksandr Rochegov, juga terkenal dengan rancangan Hotel Leningradskaya di Moskow. Kedutaan Besar Rusia di Havana ini mengintai dari balik dinding dengan kawat berduri.

Buku berjudul This Brutal World oleh Peter Chadwick diterbitkan Phaidon.

Dikutip dari bbc.co.uk  BBC Culture. 8 Juli 2016

Langgam baru arsitektur diilhami sel hidup

New Architecture Inspired By Living Cells

Ilustrasi ini menunjukkan eksterior di siang hari. Tonjolan pada tampak luar.
Credit: Sloan Kulper

You don’t need the Magic School Bus to head into a walled cell; you just need a plane aticket to the Far East where the first cell-shaped building will soon be erected.

The building, designed to resemble a cell from the outside, includes forms inspired by molecular biology on the inside. It will be home to the Institute for Nanobiomedical Technology and Membrane Biology in Chengdu, China.

Photos: Exterior | Interior | Garden

The design comes from a collaboration of individuals from different disciplines initiated by Sloan Kulper, a former Massachusetts Institute of Technology architectural student who once took a biology class.

The instructor for that class, Shuguang Zhang, associate director of the Center for Biomedical Engineering at MIT, frequently discussed similarities between architecture and structures in biology.

“Nature has produced abundant magnificent, intricate and fine molecular and cellular structures through billions of years of molecular selection and evolution,” Zhang said.

It was such discussions that sparked Kulper’s interest in the shape of the smallest structural unit of living things.

“When I took Shuguang’s course, I was thrilled to learn that structural biologists had developed such an amazing language for describing new and complex forms,” Kulper said. “Also, structural biology is basically concerned with the sort of geometries that architects and designers often work with, though on a completely different scale.”

About a year a later, when Kulper was offered an opportunity to serve as a founding advisor of a new biological research facility in China, he teamed up with Zhang and another MIT graduate, Audrey Roy, currently a software engineer at Sharpcast, Inc. to develop the concepts for a building with a biology theme.

The pioneering design for the cell-shaped building was inspired by “elegantly folded protein structures and their simple and beautiful structural motifs,” According to Zhang.

The three worked with a group of Chinese architects to develop sketches and models while simultaneously studying cellular structures that had formal similarities to the spaces being designed, Kulper said. “We worked with images of proteins, membranes and organelles alongside photos and textbook images of glazing systems and cantilevers.”

The $12 million, six-story-tall building will sport bay windows all around the surface of the building similar to proteins in a cell membrane, which stick out of the surface like little potatoes.

The institute will also have a crystal-shaped lecture hall with a crystal diffraction pattern on the ceiling. Biologists crystallize proteins and pass X-rays through them to observe the scattering patterns in order to study the shape of a protein.

“The building is very interesting. I have always wondered what it would be like working within the cell,” Institute Professor Phillip Sharp said after viewing the renderings of the building.

Dikutip dari Livescience.com

Arsitektur Teater

kontribusi: Aditya

ARSITEKTUR TEATER

ARSITEKTUR TEATER

A.TEATER PRIMITIF

Peran berkembang pada kegiatan kultural tertua dari manusia yang mula-mula dilaksanakan dengan tujuan kepercayaan (religi), tempat pelaksaannya selalu bergantung pada keadaan alamiah saat itu, dialam terbuka dan kemudian orang barulah meelakukan kompleks kuil dan tempat dewanya bersemayam dan disembah.

B.TEATER YUNANI

Lakon yunani kuno bersumber pada pemujaan dewa dionysos, tempat pertunjukan melingkar, masehi berkembanglah diyunani kehidupan kultural yang gemilang yaitu abad ke emasan bagi apa yang disebut klasik dan sekaligus merupakn titik tolak bagi sejarah teater barat.

greek-theater

C.TEATER ROMAWI

Bangsa romawi mengadaptasi bentuk teaternya dari bangsa Yunani dengan mengadakan perubahan-perubahan sepanjang sejarah yang mengarah pada perkembangan bangunan teater masa kini. Teater di Roma bukan merupakan peristiwa religi,melainkan digunakan sebagai hiburan. Tukang-tukang sulap dan badut-badut melawat ke seluruh daerah,yang akhirnya memerlukan suatu tempat tertentu.

Pada teater Romawi sebagian besar dari orchestra digunakan sebagai space untuk audience, sedangkan lakon dimainkan di tempat yang merupakan kesatuan dengan latar belakang. Latar belakang ini terdiri atas bangunan yang lebih besar dan mewah di bandingkan dengan teater Yunani. Pentas terlindung oleh atap,sedangkan pada saat cuaca buruk penonton bisa berlindung di bawahnya.

roman=theater-asy-bora

D.TEATER ABAD PERTENGAHAN

Konstruksinya sangat primitif (teater kereta)dan bisa lebih luas dan mewah (teater simultan). Secara sederhana teater bisa di pasang atau dibongkar,dibawa kesana kemari oleh kelompok orang yang mengembara dari kota satu ke kota lainya, model pentasnya bisa di ubeah-ubah disesuaikan dengan lakon yang dimainkan, penonton berdiri pada tia perempat lingkaran pentas yang biasanya ditempatkan diatas lingkaran pentas biasanya ditempatkan dalam kereta, pemain bermain didepann tirai dan berganti kostum dibelakang kereta.

TEATER NON PROCENIUM

Di teater procenium terdapat pemisahan penonton dengan yang ditonton, maka pada teater non procenium antara penonton dengan yang ditonton tidak dipisahkan atau tidak dikasih batasan. Seperti dibawah ini ada macam-macam bentuk pentas non procenium:

PENTAS ARENA

Daerah pemain ditengah sedangkan penonton berada berkeliling atau yang dinamakan orang pentas sentral atau pentas bundar ( theater in the round , ring teater), pentas sirkus dan sebagainya, atau yang lebih tepat nya bahwa pentas berada ditengah-tengah penonton, pemberian nama atas kontruksi teater ini terletak pada penempatan penonton seperti halnya dengan pentas-pentas atau arena yang berbentuk tapal kuda.

Lakon teater seluruh dunia myla-mula muncul pada teater terbuka ini adalah tempat lahirnya lakon, sedang kan teater procenium tempat lahirnya dekorasi yang terbuka, seni budaya modren terutama arsitektur menunjukan arah kontruksi yang lebih terbuka dan pengunaan ruang lebih fungsional, seniman-seniman teater sering mengkombinasikan pementasan procenium dan non procenium untuk karya-karya mereka, tempat ini tidak tergantung untuk tempat-tempat khusus teater tapi ditempat manapun dan apapun bisa juga tidak memerlukan jumlah penonton yang banyak, karena kapasitas penonton yang banyak akan menghilangkan tata keindahan pentas arena.

TIRAI DEPAN

Fungsi tirai depan adalah tempat memisahkan penonton dan tempat bermain, dari sudut perlakonan adalah untuk menunjukkan awal dan ahkir suatu babak, lakon pada pentas non procenium tugas ini di oper oleh tata sinar cahaya yang mewujudkan gelap dan terang pada pentas ( fade in dan fade out).

MEKANIK PENTAS

Seni pertunjukan modren meminta syarat yang banyak dan sarana yang banyak serta kekosongan tontonan adalah tabu bagi teater dan hal ini bisa membuat penonton menjadi gelisah untuk menanti repertoar yang berikutnya bahkan akan menimbulkan problem sperti halnya: bagaimana cara merubah dan menganti dekorasi pentas dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, sehingga penonton tidak menyisipkan acara-acara selingan antara babak satu dengan babak yang selanjutnya.

Arsitektur Modern

Arsitektur Modern

Sumber: Charles Jencks, Progress Architecture Magazine

Klasifikasi gerakan arsitektur modern berdasarkan political ideals dan ciri-cirinya:

I. The Idealist Tradition

2. The Intuitive Tradition

3. He Self Corscious Tradition

4. The Unself Conscius Traditon

5. The Logical Traditon

6. The Activist Tradition

dalam perkembangan arsitektur modern dari tahun ’20 – ’70 dari pengamatan-pengamatan Charles Jencks.

Arsitektur berkait dengan politik, karena secara kompromistis maupun bertolak belakang dalam perwujudan arsitektur. :

1. Arsitektur lebih tergantung pada pola kolektif (kelompok,  pemerintahan, kelompok usahawan). Pada tradisi logis, perbedaan kontras terdapat pada ahli teknik dengan orientasi dan efisiensi untuk pelayanan masyarakat.

Teori Buckminster Fuller :

Suatu sistem organisasi dunia yang memajukan insinyur sebagai arsitek dunia (universal architect) menggantikan para politikus.

Pada prinsipnya: mengantikan pemikiran-pemikiran politis dengan pemikiran teknis dan efisien.

2. Pada umumnya arsitek sangat halus mempengaruhi pemakainya.

Kenzo Tange mengharapkan:

Dalam menghadapi tantangan realitas, kita harus bersiap-siap menghadapi masa datang dengan type revolusi teknologi baru yang dapat merubah sistem masyarakat yang ada sekarang.

Perencanaan yang skematis, pertumbuhan yang kontinu merupakan dampak dari revolusi cybernetic ; yang juga merupakan ciri tradisi logis.

BAGIAN I

TRADISI LOGIS

Periode “20-keatas; kaitan antara arsitekur modern dengan revolusi industri Revolusi industri dalam material dan teknologi mempengaruhi bentuk-bentuk arsitektur modern. Dengan hadirnya IPTEK, manusia memuja ‘pembaharuan-pembaharuan’ dan ‘perubahan’. Perubahan pada tradisi-tradisi sosial and estetis (nilai-nilai lama).

Dengan IPTEK, kemungkinan untuk mengembangkan/mewujudkan ide-ide tentang bentuk yang mengikuti fungsi (form follows function) semakin bertambah. Gerakan modern dalam arsitektur mencoba menyederhanakan dan menyatukan kerumitan permasalahan yang ada.

Tradisi logis dengan sekumpulan sikap dan metode desain yang sistematis, menjawab kekacauan mengenai peranan perencanan bangunan dengan industri (akibat kurangnya pengertian tentang bagaimana tersebut bekerja). Sejarah desain parametrik banyak berkembang di Jepang dalam pergerakan arsitektur yang dipelopori oleh Kenzo Tange.

 

  1. Dalam satu segi merupakan perkembangan dari zaman keiayan (heroic period) dari hasil akhir Le Corbusier.
  2. Dan dari segi lain; mirip dengan gerakan super sensualis (yang menggambarkan keabsolutan teknologi yang kontras dengan nilai tradisional)

Aliran/Metabolisme Jepang ditempatkan pada tradisi ini sebab Jepang banyak mengambil ide dan image, dan kemudian secara sistematis menyempurnakannya (sehingga pada umumnya hasilnya lebih baik dari sumber/asal ide tersebut) Contoh :

1. Pavillon di Expo 70 (Kenzo Tange) merupakan realisasi dari

  1. • Ide Archigram (group Inggris) yaitu Plug in City 1964 dan
  2. • Yona Friedman yaitu Spatial City 1961

2. Landmark Tower, Expo 70 (Kiyonari Kikutake) Osaka Dari proyek yang ada sebelumnya yaitu : percobaan geodesic dari Bucminster Fuller dan Archigram Montreal Tower Project, ’64

Sukses yang dicapai oleh para arsitek Jepang memperlihatkan keajaiban ekonomi Jepang yang berkembang pesat, ditambah dengan penemuan teknologi yang berkembang pesat pula secara alamiah membentuk suatu filosofi politik yang ‘meritocracy’, managerialism, dan teknorasi. Pertimbangan dari tradisi logis yang memperhatikan kebesaran yang universal dari alam dan doktrin dari fungsionalisme (asumsi dari Pierre Luigi Nervi)

  1. • apakah arsitektur bergerak kesuatu bentuk yang sama? Ya!

Berdasarkan : – pendekatan hukum-hukum alam

Jadi : Kelompok logis meramalkan bahwa bentuk “arsitektur dimasa yang akan datang akan selalu ditentukan oleh sifat” keteknikan dan teknologi serta fungsi dan strukturnya yang mengikuti hukum-hukum alam.

Dengan kata lain: tidak akan ada suatu pengungkapan formil yang baru lepas dari sitar-sitar radio

KARAKTERISTIK KELOMPOK LOGIS

1. Manfaatkan teknologi-teknologi diatas segalanya

2. Memegang ideologi seorang ahli teknik (engineer)

3. Fungsionalis dan mengembangkan pendekatan kepada hukum-hukum alam

4. Mengandalkan sistem managemen Permasalahan dipecahkan dengan metode perencanaan yang sistematis Christopher Alexander mengenalkan suatu metode parametrik (suatu masalah dianalisa menjadi parameter-parameter yang jumlahnya ribuan-jutaan — lalu diorganisasi)

5. Menerapkan disiplin-disiplin ilmu dan penalaran (statistik, giometris, sistematik, statika, dll)

6. Ada keinginan untuk memulai menata lingkungan baru

PRAGMATIS — IDEAL — UTOPIAN — FUTURISTIK

TOKOH DAN KARYA

1. BUCKMINSTER FULLER

UNIONTANK CAR CO (1958)

Sebuah bangunan dengan struktur berbentuk dom (0 384feet – high 120feet) Fungsi bangunan: tempat reperasi gerbongl tanki KA

Dom ini dibentuk dari 321 unit panil hexagonal (segi 6) dengan rangka baja. Pada masa itu merupakan bentang terbesar

2. KISHO KURUKAWA

Bangunan ini ditandai kapsul dengan pipa saja. Luas kapsul “2,2 m2.

Dibangun dengan sistem metabolisme (semacam knock-down-red)

e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 2

3. KENZO TANGE

PAVILLON UTAMA XPO’70

Terdapat Space Frame dengan lebar 200 feet (60m) yang merupakan jaringan 3 dimensional untuk penyal man gaya-gaya. Fungsi-fungsi servisnya merupakan infra struktur yang ideal. lni merupakan contoh disain yang sistematis.

4. PIERLUIGI NERVI

HANGGAR PESAWAT TERBANG

5 buah penyangga utama dan 21 balok pendukung yang lebih kecil dengan dimensi 335 feet x 132 feet.

5. FREI OTTO

ARCTIC CITY ENVELOPE (1971)

Merupakan Sperical pneumatic membrane yang diperkuat oleh jaringan sebagai pengkaku Ø 2 km, high max 240 m.

Bahan: sintesis transparan dalam 2 lapis, serat “Polister tegangan tinggi seterusnya ini dibuat untuk menutupi sebuah kota untuk max 45.000 penduduk di Arctic

LOGICAL TRADITION merupakan kelanjutan dari INTUITIVE TRADITION

BAGIAN II

TRADISI INTUITIF

I. REVOLUSI GANDA, suatu pergantian orientasi

Arsitek expresionist sekitar awal ’20 dengan kebebasan individual, sering mencampur adukkan bentuk dengan bentuk anakisme

1.1 Akhirnya perlu ORIENTASl SOSlAL yang diwujudkan dalam konsep SOSIALlSME ROMANTIK, berdasarkan semangat kerjasama dan kekeluargaan. Terjadilah revolusi politik yang dibawa oleh GROPIUS, MIES, dan arsitek AVANTGARDE lainnya yang tergabung dalam NOVEMBER GRUPPE.

1.2 Perubahan Spiritual yang mengganti nilai-nilai arsitektur terdahulu, keduanya disebut REVOLUSl GANDA

Salah seorang UTOPIAN yaitu BRUNO TAUT merupakan pengikut REVOLUSl GANDA ini, dicobannya menggabungkan KONSEP NEW CRYSTAL ARCHITECTURE dengan konsep lain yang kelihatannya kontradiktif yaitu NEW COMMUNITY SPIRIT (mencoba membangun gedung-gedung pusat masyarakat, bergaya mewah dan sangat spektakuler, seperti kristal dengan ekspresi teknologi mutakhir).

II. ARSITEKTUR EKSPRESIONISME DAN FANTASTIK

ldeologi arsitektur ekspresional hanya sedikit terwujud dalam bentuk arsitektur. Akibatnya 40 tahun kemudian (sekitar ’60 an) kembali, sebagai kelompok kecil arsitektur fantastik

ldeologi Fantastic architecture ini:

Menghargai kebebasan imajinasi arsitek dalam melawan bangunan-bangunan konvensional dan rationalism.

Hundertwasser (Pelukis Austria-awal 60 an) dengan buku :

MOLLID MANIFESTO AGAINST RATIONALISM IN ARCHITECTURE

Dengan dua lema :

1. Kebebasan mencipta mernpakan seni dalam arsitektur

2. Cenderung melawan rasionalis-konvensionalis yang menganggap garis lurus adalah sesuatu yang jujur dan efisien

e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 3

Hundertwasser mengajukan gagasan lain:

Mengahargai kebebasan bentuk dan garis seperti makhluk-makhluk mikrobiologi.

Beberapa karya yang menganut idea ini diciptakan para arsitek fantastik seperti : BRUCE GOFF, GORMAN, RODDILA, dan lain-lain

(idea-idea mikrobiologis)

a. Mereka memperhatikan aneka sifat barang dan bahan yangg ada disekitarnya (dari tutup botol sampai kerikil).

Sebagai penyaluran ekspresi yang memiliki ketentuan dan kekuatan sendiri yang wajar

b. Keahlian ahli struktur dari MORENDI sampai FREI OTTO yang menghasilkan karya eksprektif yang fantastik.

III. CONTOH-CONTOH, ulasan protipe

Berbicara sekitar idea fantastik, perlu diketengahkan ahli-ahli struktur sebagai arsitek yang brilian dari Morendi sampai Nervi.

Frei Otto dengan kabel tariknya sampai dengan 21 km, yang mencoba mewujudkan konsep hyperbolic berupa kubah luas setebal (hanya) 14,5 cm dengan bentang 10 m Sama-sama berangkat dari pendekatan struktur, Hans Scharoun (arsitek Jerman) : Karya fantastik bisa mendekati kebenaran empirik. Scharoun sebagai arsitek UTOPIAN memegang kuat kreatifitas individu sebagai ukuran kualitas.

Philharmonic Hall di Berlin, mencoba menyatakan kesan dan suasana hingar bingar pada eksterior dan interiornya. Semangat ‘musical perfomance’ diwujudkan dalam penataan ruang dalam mengikuti bentuk dan irama yang diciptakan air terjun (berderai, bergelora, bergemuruh, dan seterusnya).

Karya lain secara politis dan fungsional digolongkan pada fantastik adalah Sidney Opera House (karya Jorn U).

Karya ini banyak diperdebatkan oleh parlemen di Australia, banyak peserta yang mengundurkan diri karena program yang berubah. Secara arsitektur dapat dipertanyakan apakah shell voult sesuai dengan keperluan akustik ruangan atau ekspresi fungsi opera yang diinginkan.

IV. TRADISI INTUITIF MENDATANG, kecendrungan abad 21

Idea dan bentuk diambil mulai dari hal-hal biasa sampai khayalan diluar manusiawi. Selain itu diramalkan adanya kelemahan-kelemahan yang bisa menjadi sasaran kritik, antara lain:

  1. Kesederhanaan yang cenderung naif (naivity)
  2. Asumsinya tentang hal yang melulu bersifat teknologi, akan dapat diterima dan menjadi bagian dari masyarakat.

Bagaimanapun tradisi ini mencoba membenahi pandangan tersebut selain memperlihatkan potensi mereka yang bersifat sosial, yaitu potensi membangun.

RESUME

 

  1. Pada dasarnya tradisi intuitif selalu meninjau bidang” lain ( Untuk meminjam atau digunakan kembali untuk merubah hal-hal yang ada pada masa kini)
  2. Bahasa kekhususan tradisi intuitif-fonnalisme abstrak-mencoba mempertemukan ideologi-kreatifitas-dan pendapat umum

e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 4

BAGIAN III

TRADISIIDEALIS

1. LATAR BELAKANG DAN PERKEMBANGAN

a. Selaras dengan perkembangan zaman muncul bermacam-macam teori dan ide-ide baru. Para arsitek dihadapkan pada tantangan, bagaimana agar desain hasil pemikiran mereka dapat dimengerti oleh masyarakat yang heterogen dan macam-macam pola hidupnya. Tradisi idealis memperhatikan pada fungsionalis, ekspresif, simbolis, dan sopan santun berusaha menjawab hal diatas. Tradisi ini adalah inti arsitektur modern, karena sebagian arsitek tergabung tradisi ini. Mereka mendesain bangunan yang selaras dengan lingkungannya.

Arsitek dari tradisi ini berusaha agar bentuk dapat dipahami, dan merupakan kelanjutan dari paham fungsionalisme. Paham fungsionalisme yang kaku, disempurnakan dengan membuat hasil (produk) dapat dikomunikasikan dengan masyarakat dengan tanpa meninggalkan fungsi sesungguhnya. LE CORBUSIER merupakan PIONIR TRADISI IDEALIS

Pemecahan masalah sosial merupakan inti atau masalah utama dalam tradisi idealis ini, tidak hanya menganjurkan solusi masalah saja ; tapi mereka juga mengajukan usulan-usulan atau altematif dengan pertimbangan adanya perubahan di masa datang.

b. Dimulai pada bulan Oktober ’20 selama 2 tahun setelah itu, LE CORBUSIER menulis dimajalah L’ESPRIT NOVEAU (suatu kumpulan artikel yang berisi tentang semangat baru yaitu semangat konstruksi dan sintesa konsep yang jelas) dengan selalu menekankan pada ikatan-ikatan idealis seperti semangat baru, konsep yang jelas, ZEITGEIST, jaman besar. LE CORBUSIER berhasil mengkristalkan seluruh harapan di tahun 20-an itu, tulisan ini mendapat tanggapan yang cepat dan nyata.

c. Gerakan-gerakan yang turut merasakan pandangan ini pada awal tahun 2a-an antara lain: De Stijl (Belanda), Puristme (Paris), Contructivisme (Rusia dan Hongaria), Ekspresionisme dan Utopian (Jerman), Dadaisme dan Surealisrne (New York), Kritik (Inggris dan USA) dan Formalisme (Cekoslovakia). Hal ini merupakan gabungan eksplosif dari semangat Eropa. Kejadian-kejadian di Eropa terasa cepat bergerak.

Pada waktu itu LE CORBUSIER mengerjakan hampir semua prinsip-prinsip untuk karyanya KOTA KONTEMPORER untuk 3 milyun penduduk direncanakan untuk 30 tahun.

Dalam tradisi dikenal 5 pembabakan yaitu :

1. PERIOOE HEROIC

2. INTERNATIONAL STYLE

3. METAPHYSIC

4. CIBERNETIC

5. SEMIOLOGI

1. PERIODE HEROIC

Berawal dari tradisi logis

Arsitek-arsitek berusaha mengatasi masalah sosiaI rang dihadapi masyarakat, rang hal ini hanya menurut ideal si arsitek. Jadi secara tidak sadar arsitek menganggap dirinya sebagai pahlawan. Contoh periode heroic: KOTA KONTEMPORER oleh LE CORBOSIER, antara lain berisi :

    1. pemisahan garis fungsi-fungsi utama
    2. sistem-sistem sirkulasi
    3. kota taman
    4. jalan-jalan dalam blok apartement

5

Secara politis karya ini antara lain campuran dari ideologi-ideologi yang bertentangan, mendapat kritik pedas dari semua pihak, misalnya :

KOMUNISME PERANCIS dengan sebutan PERENCANA FASIC, sebab pemerintahan pusat yang kuat dijalankan oleh kelompok-kelompok elite pengusaha dan selain itu ada masalah perbedaan kelas dalam masyarakat (guru dan manajer).

Sikap mendua dari LE CORBUSIER terlihat dari karyanya: FREEHOLD MAISONNETTE SCHEME (1922) yang cenderung mengarah kepada sosial utopia dan komunisme serta kapitalis pragmatis dan didukung pertimbangan ekonomi yang mantap. Proyek ini dengan sifat fungsional, estetis, langsung ditiru oleh konstruktivis sosial yang dikembangkan menjadi rumah-rumah komunal.

Oleh sebab itu dan sebab lain LE CORBUSIER dicap sebagai antek-antek komunis oleh kaum reaksioner. Sebagai pembelaan diri ia mengeluarkan buku : Toward and New Architecture (1923) yang dialiri suatu chapter architecture or Revolution. LE CORBUSIER dituduh lagi menjadi penganut aliran marxisme ortodoks karena ia mencoba memecahkan masalah sosial dengan cara arsitektur tanpa revolusi. Hal ini dihadapkan pacta posisi yang sama dari setiap arsitek idealis. Ketika ditekan oleh tuduhan ini, LE CORBUSIER beralih lagi dan sikap apolitic pragmatis ke justifika teknokrat (netral dan efisien). Hal ini dinyatakan pada bagian akhir bukunya yang berjudul The City Of Tomorrow Pada 1928 Helena de Mandrot di Swiss, dibawah bimbingan LE CORBUSIER membawa suatu ide untuk mempertemukan arsitek dalam suatu kongres internasional (CIAM I).

Hasilnya:

  1. Pameran Weissonhof, yang menetapkan arsitek modern sebagai gaya tahun ’20-an (segi positif).
  2. LE CORBUSIER kalah dalam liga nasional karena tidak berkompromi dengan aliran modern (segi negatif).

CIAM terbagi dalam 2 golongan yang bertentangan :

1. Arsitektur formalis dari Perancis

2. Arsitektur fungsionalis dari Jerman yang terjadi karena perbedaan borjuis reformis dan marxis revolusionalis. Kelompok ini tidak mengenal adanya pembagian kelas dalam masyarakat.

Karena pertentangan ini (CIAM) mengalami kemunduran arsitek Jerman (Ernst May dan Haunes Meyer) membuat suatu kontrol dari pihak pemerintah berdasarkan opini publik, contoh : Kasus Frankfurt Jerman yang memperlihatkan bahwa dinas tata kota berpengaruh pada perkembangan arsitektur. Sebelum kejayaan tradisi idealis pada periode heroic berakhir dikemukakan dua tradisi idealis dan harapan untuk peningkatkan mutu.

1. Kepahlawanan yang terjadi pada kehidupan yang sehari-hari (mengagung-agungkan objek sehari-hari seperti pipa air, botol anggur, knop pintu, mesin)

2. Periode heroic berarti semangat kepahlawanan dari setiap individu untuk mengubah masyarakat.

Contoh : monumen atau Mies Van Rohe, bersikap apolitik pragmatis dan secara fatal menghormati pada kekuatan struktur yang ada sehingga merancang monumen komunis ini. Sikap apolitik ini sangat mempengaruhi kemunduran tradisi idealis sesudah periode heroic. Pada dasarnya aliran sosial utopian yang menjiwai karya LE CORBUSIER, GROPIUS dan arsitek-arsitek CIAM menjadi mundur pada saat estetik dari internasional style merajai dunia.

2. INTERNATIONAL STYLE

Pada waktu pertentangan-pertentangan idealis (seperti yang sudah ditulis sebelumnya) LE CORBUSIER, GROPIUS, arsitek-arsitek ClAM membentuk aliran baru yang tidak memihak idealis manapun, yang menjadi sebab aliran ini disebut aliran International Style. International Style mencapai puncak perkembangannya pada tahun ’50-an. Berupa Curtain Wall. Curtain Wall antara lain kulit ( selimut)

e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 6

yang bersifat tidak menunjang, berupa bingkai-bingkai jendela dan panel-panel yang ditonjolkan dari struktur bangunan rangka.

Ada 2 kelemahan dan International Style, yaitu:

1. Penghamburan energi untuk ekspresi bangunan

2. Dengan sistem yang berulang dan curtain wall, sukar untuk mengekspresikan fungsi yang beragam di dalam bangunan

Contoh bangunan masa International Style:

  1. Seagram Building, NY’58
  2. Lever House, NY ’52
  3. Pepsi Cola Building, NY’60
  4. General Motor Technical Centre ’55
  5. Tribun Tower, Chicago ’22

Pada awal ’60 an, terjadi kontradiksi antara kesempurnaan teknis dan visual versus kesederhanaan. Hal ini merupakan sebab utama dari timbulnya New Brutalism (New brutalism adalah suatu aliran pada masa transisi dan CIAM ke team X).

Aliran ini terjadi secara paralel of life and art, yang berusaha mengobjektifkan realitas yang mengenai kebiasaan dari masyarakat, keinginan-keinginan dan teknologi rang dikuasai, dan sebagainya.

3. METAFISIK

International Style tersaingi oleh Bureaucratic School, karena terjadi kontradiksi antara keunggulan teknik dan visual dari bangunan dengan kekurangan-kekurangan yang tidak dapat disangkal dari arti bangunan sesungguhnya. Dalam tradisi idealis ada aliran New Brutalism, selain itu ada aliran metafisile dimana arsitek seperti Louis Khan, Aldo Van Eyek dan James Stirling termasuk dalam aliran ini.

Karya-karya mereka merupakan derivat-derivat dari prinsip-prinsip yang terdapat pada periode heroik yang menunjukkan bahwa bagaimanapun juga arsitek tidak lepas dari pemikiran sosial maupun politik yang menjadi nabi prinsipini adalah Louis Khan.

Karya-karya arsitek rang dihasilkan oleh METAPHYSICAL SCHOOL adalah primitif dalam ekspresi, tidak fundamentalis, tegas, jelas berdasarkan elemen-elemen rang teratur rang secara konseptual dihasilkan arsitek Sebagai contoh:

Karya James Stirling, St Andreus Residence merupakan pengulangan bentuk unit kamar tidur, dan hal ini mempunyai kelebihan dalam mengurangi ekspresi dalam efisien danjuga fungsi yang mengidentifikasikan arsitekknya.

Dalam semua kasus ini penekannya pada segi mental dan kemauan masyarakat diutamakan dibandingkan bahan-bahan dasarnya.

4. CYBERNETIC SHOOL

Banyaknya kemungkinan baru seperti desain komputer, bank data desain 3 dimensi holograpic, dan komunikasi laser dan produksi otomatis (automated production). Kebencian pada produk-produk mesin (karena patern yang diprogramkan itu-itu saja). Salah satu dalil dalam ars modern yang disetujui oleh LE CORBUSIER dan WALTER GROPIUS ialah buku arsitek harus mendesain type-type arsitek yang beraneka ragam (invariant archetypes), standar atau object types yang kemudian bisa diulang tanpa akhir dengan produksi massal.

Pertimbangan LE CORBUSIER adalah ekenomi sosiologi dan teori Darwin.

Kaum sosiologis mengatakan bahwa anomik yang coforminty akibat standarnisasi tersebut sangat merusak hubungan sosial, individu. Sedangkan yang lain mengatakan otomatisasi yang dihasilkan oleh produksi cybernetic bisa membawa kita ke kehidupan organik, dunia pekerjaan tangan dimana tiap bentuk berbeda dengan bentuk selanjutnya dengan ongkos yang sama, kecepatan, dan efisien yang sama untuk suatu produksi ulang.

e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 7

Rumah dimasa datang dibangun dengan sistem perakitan dimana panil-panilnya berlainan yang bisa dipasang menurut sikon.

Produksi cybernetic (sering disebut Revolusi II) akan mengembalikan lingkungan pada zaman sebelum industri dimana produksi bisa dipesan.

Manusia dikontrol oleh sistem budayanya bukan hanya hubungan ekonomi semata.

Contoh: – Cambridge Faculty of History, oleh James Striling dan Michael Wilford.

5. SEMIOLOGI

Produksi cybernetic (Rev. Industri II) membuat dampak pada lingkungan seperti halnya kejadian pada zaman sebelum revolusi industri terdahulu. Seperti telah disebutkan bahwa, lebih baik menyatakan manusia diatur oleh signs yang menyeluruh pada kebudayaannya dan tidak oleh kemampuan ekonominya saja.

Demikian teori mengenai signs, semiology, menjadi landasan penting, karena hal ini memberikan bermacam-macam variasi sistem komunikasi.

Teori semiology akan menjelaskan hubungan antara bermacam-macam sumber-sumber kolektif, langue dan pilihan individual dan kreasinya, parole.

Menurut Ferdinand de Saussme:

1. Langue = berasal dari language yang berarti cara berkomunikasi antara manusia. Dalam arsitek yang dimaksud adalah suatu ciri umum yang mudah

dikenal dan dipahami oleh masyarakat.

2. Parole = Suatu cara pengungkapan keinginan pribadi (speech)

Dalam arsitek hal ini berarti suatu pemasukan keinan pribadi dari sang pencipta kedalam karyanya dengan tanpa memperhatikan lingkungan masyarakat apakah karya tersebut dapat diterima atau tidak.

Penggunaan signs dari sumber-sumber yang berbeda-beda meningkat dikalangan arsitektur. Jika ia menggunakan sumber-sumber yang terlampau jauh berbeda dengan harapan dan keinginan kolektif, maka ia gagal dalam berkomunikasi. Robert Venturi telah memperlihatkan dan menerangkan bagaimana cara seorang arsitek dapat menggabungkan eliche, citra, dan iklan pada disain suatu bangunan

tanpa harus terjatuh pada salah satu ekstrim di atas.

Kaum Facis cenderung menyimpan dan menahan pengalaman, dalam suatu masyarakat yang pluralis ada kewajiban untuk mengenal tuntunan-tuntutan yang bermacam-macam dan masalah sosial yang terjadi.

Contoh: Boston University Complex oleh Jose Louis Sert

Contoh ini membutuhkan kemungkinan manusia bisa berdampingan dengan lingkungannya jika fungsi dan bentuk diselaraskan sain sama lain.

Pada kenyataannya hubungan antara bentuk dan fungsi atau signifer dan signifea sangat susah ditentukan dan selalu menjadi pertanyaan. Semiologi School menekankan suatu bentuk (dari suatu bentuk) suatu kawasan lingkungan bisa dikenal oleh masyarakatnya.

CIRI-CIRI TRADISI IDEALIS

Sulit untuk merumuskan ciri-cirinya (secarah umum), karena kadang-kadang pada suatu periode jauh berbeda dengan periode lain; maka ciri-ciri ini disusun berdasarkan kejayaan periode yang mempengamhi tradisi ini; antara lain:

1. Pada periode Heroic

  1. bertitik tolak pada pemecahan masalah sosial
  2. berlandaskan idealisme pribadi arsitek
  3. dipengaruhi penemuan-penemuan baru mengenai mesin
  4. pendewaan terhadap barang-barang sehari-hari
  5. ekspensif fungsionalis

2. Pada saat dipengaruhi International Style

  1. penggunaan curtain wall dan asesorisnya
  2. mulai menggunakan precast slab

e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 8

  1. clean dan simple

3. Pada saat dipengaruhi Metaphysic School

  1. menempatkan arsitek pada skala kosmis
  2. berdasarkan keinginan untuk membuat dunia lebih baik
  3. berdasarkan gagasan bahwa bentuk dapat dihasilkan dari bentuk struktur alami, seperti dome, busur
  4. Primitif dalam ekspresinnya, pengesposan bahan yang berstruktur kasar (bata, batu, dan lain-lain)

4. Pada saat dipengaruhi Cybernetic

  1. dalam memecahkan masalah mencoba memberikan alternatif lain, variant yang timbul dari kemampuan dan keistimewaan mesin otomat
  2. mass production, standardisasi
  3. pertimbangan dari segi ekonomi, sosiologi, dan teori Darwin

5. Pada saat dipengaruhi Semiologi

  1. berusaha berkomunikasi/menangkap keinginan masyarakat
  2. membuat lingkungan menjadi sesuatu yang bisa dikenal
  3. mendamaikan aliran-aliran yang bertentangan
  4. setiap unsur dan elemen bangunan berperan tanpa lepas dari kesatuan

CONTOH-CONTOH KARYA TRADISI IDEALIS

 

    1. LE CORBUSIER

 

1. Proyek Algier

Permainan fungsi menghasilkan tidak hanya plastik symponi untuk kenyamanan penglihatan tetapi juga suatu cara yang membuat fungsi-fungsi vertikal sejelas dan sebaik horizontal dalam kota.

2. Kota kontenporer untuk 3 juta penduduk

    1. ROBERT VENTURI

 

1. Building board, a football hall of fame

    1. o disini diperlihatkan bagaimana arsitek memasukkan suatu klise iklan dalam suatu bangunan tanpa menjadi langue atau parole. Hal ini dipecahkan dengan kontak klise sehingga kontras dengan bentuk-bentuk yang lain atau dengan kata lain tumpah dari suatu permukaan ke permukaan yang lain.
    2. o suatu museum yang juga merangkap sebagai penyangga suatu billboard 2 dimensi yang besar.
    3. o Penyelesaian pemakaian bahan yang kontradiktif tampa mengkompromir satu sama lain, sehingga keduanya berhadapan tampa menjadi samar-samar, yang vulgar tidak turun derajatnya dan serius menjadi meyakinkan secara formal.
    1. PETER SMITTHSON

 

House of The Future

 

    1. o Semua permukaannya dibuat dari bagian-bagian melengkung yang menghubungkan atau berhubungan sehingga mudah dibersihkan.
    2. o Prinsip yang diambil disini adalah prinsip sebuah badan mobil, dimana fleksibilitas penyesuaian terhadap situasi mengambil peranan penting untuk menghilangkan efek destruktif dari standardisasi, walaupun standardisasi itu sendiri sesuai dipandang dari segi ekonomi maupun sosiologi.

TRADISI IDEALIS MEMILIKI IKATAN-IKATAN IDEALISTIS :

SEMANGAT BARU

KONSEP YANG JELAS

ZEITGEIST

 

BAGIAN IV

TRADISI AKTIFIS

Skema periode sejarah arsitektur modern tercatat adanya kecendrungan yang terjadi dengan sendirinya, dimana konsep-konsep dan tipe-tipe arsitektur dapat digabungkan, sehingga terjadi kelompok-kelompok arsitek, kelompok-kelompok ini besar kemungkinan terjadi karena adanya tipe-tipe yang sama, baik secara psikologis maupun disiplin ilmu yang dipakai. Tapi pada dasarnya tak ada arsitek yang dapat digolongkan secara mutlak dalam satu kelompok saja dan barangkali seorang arsitek semakin baik jika semakin sulit dimasukkan kepada satu kelompok tertentu, misalnya: LE CORBUSIER.

Tradisi Aktivis mempunyai hubungan dengan tradisi intuitif dalam perkembangan pemikirannya, dimana kelompok intuitif pemikirannya berkembang bebas menjadi anarkis dan tidak selalu ada komunikasi dengan masyarakat saat itu. Sedangkan tradisi aktifis pemikirannya jauh ke depan dan selalu dihubungkan dengan masyarakat pada saat itu.

KEPUSTAKAAN

Charles Jencks, Modern Movement in Architecture

Broadbent, Design in Architecture

Kenneth Frampton, Modern Architecture

 

Tiongkok melarang arsitektur ganjil

gambar-gambar: Tiongkok melarang arsitektur ganjil

  • dikutip dari bbc.co.uk

Pemerintah Tiongkok mengeluarkan suatu ajuan baru untuk melarang “arsitektur ganjil”, dan mencela beberapa “bangunan yang kelebihan, xenocentric, jahat” di negeri itu.

Tiongkok telah menyaksikan  sejumlah permata arsitektural yang menjamur dalam tahun-tahun terakhir, termasuk sebuah gedung berbentuk seperti teko teh dan yang lain seperti celana panjang.

Di bawah ajuan yang baru, bangunan-bangunan haruslah “memiliki fungsi ekonomis, menyenangkan secara keindahan” dan “akrab lingkungan”.

Berikut beberapa gedung petualang yang telah dibangun.

cd-china-building
Image copyrightLiu Jiao / Photoshot

The Guangzhou Circle dirancang oleh arsitek Itali Joseph di Pasquale dan dibuka pada tahun 2013. Gedung ini merupakan gedung berbentuk lingkaran terbesar dengan 138 m dan berdiri di tepian Sungai Mutiara,Tiongkok.

teapot-building-china

Image copyrightCarlos Barria / Reuters

Teko teh ini adalah bentuk bangunan di Wuxi, Jiangsu province, has perhaps the most outlandish design. Asalnya dirancang sebagai kantor pemasaran dan kini termasuk pusat pameran.
Imaalamy-chinag
e copyrightPrisma Bildagentur AG / Alamy

Image captionThe headquarters of China Central Television (CCTV) was named the Best Tall Building Worldwide from the Council on Tall Buildings and Urban Habitat in 2013, yet some have called it “big pants” due to its resemblance to a pair of trousers.
Headquarters of the People's DailyImage copyrightJohn Sun / Eyepress / Photoshot

Image captionThe building of China’s state-run newspaper People’s Daily has often been remarked on for its phallic appearance, especially when seen as here with scaffolding in place. The 150m-tall tower is situated close to the CCTV building in Beijing’s business district.
Phoenix TowersImage copyrightChetwoods /Rex / Shutterstock

Image captionThe Phoenix Towers in Wuhan are to be one kilometre tall and are scheduled to be completed in the next couple of years. Their exteriors will be covered in solar panels.
jiangsu-gate-

 

Image copyrightChinaFotoPress
/ Getty Images

Image captionThe Gate of the Orient was completed in 2014 in Suzhou, propinsi Jiangsu . Like the CCTV building, gedung ini sepintas mirip celana panjang.
Sunrise East Kempinski Hotel near the Yanqi Lake in the Huairou District of BeijingImage copyrightXinhua / Alamy Stock Photo

Image captionThe Sunrise East Kempinski Hotel  berlokasi dekat danau Yanqi di distrik Huairou ,kota Beijing.
Sheraton Hot Spring Resort, rubber ducks at the front, Taihu Lake, Huzhou, Zhejiang, ChinaImage copyrightAlamy

Image captionAnother dramatic looking hotel is the Sheraton Hot Spring Resort on Taihu Lake, Huzhou, which comes complete with rubber ducks.
A general view shows the City Library (left) and the Ordos Museum building in the city centre of OrdosImage copyrightMark Ralston / AFP

Image captionThis Inner Mongolian city of Ordos is known as a ghost town due to the low population level, yet it boasts two architectural gems, the City Library (left) and the Ordos Museum.

Related content:

 

Arsitektur Brutalis


 

  archive open source web.

Arsitek Amerika Paul Rudolph (lahir tahun 1918) telah berintegrasi kepada arsitektur modern a spatial drama, a concern for urbanism, and an individuality which he found lacking in his training under Walter Gropius.

Putera seorang rohaniwan Methodist, Paul Marvin Rudolph was born on October 28, 1918, in Elkton, Kentucky. He attended the architecture school at the Alabama Polytechnic Institute in Auburn, and after graduating in 1940 he entered the Harvard Graduate School of Design, where he studied under Walter Gropius, the former head of the Bauhaus in Germany. Rudolph’s graduate studies were interrupted by a period of service as an officer in the U.S. Navy (1943-1946). He supervised ship construction in the Brooklyn Navy Yard, which provided a valuable learning experience in executing large building tasks within a bureaucracy. After receiving his master’s degree from Harvard in 1947, he spent the next year traveling in Europe (on a Wheelwright Scholarship), where he began to develop a strong interest in urban design, a subject which he felt had been neglected in his education under Gropius.

Orange County
Dimulai dengan skala kecil

In 1948 Rudolph menjalin kerjasama dengan Ralph Twitchell di kota Sarasota, Florida. On the modest scales of guest houses, Rudolph memulai to explore the lessons he had learned at Harvard. In such early works as his Healy Guest House (1949) in Siesta Key, Sarasota, the functions are carefully accommodated while the innovative structure (a centenary curved roof held in tension) is clearly articulated. However, during the 1950s he began to rebel against Gropius’ teachings. Rudolph ended his partnership with Twitchell in 1952 and totally rejected Gropius’ ideal of teamwork. Rudolph preferred a more personal and artistic approach to architecture. He also felt limited by Gropius’ emphasis on function and structure. Through the siting, massing, silhouette, scale, and even decoration of Rudolph’s first major building, the Jewett Arts Center (1955-1958) at Wellesley College in Massachusetts, he attempted to respond to the broader environmental context of the existing campus of collegiate gothic buildings. He also began to explore a richer approach to the spaces of architecture, as defined by planes rather than by linear structure, in such works as his Sarasota High School (1958-1959) in Florida.

.

(SE) 

LEGEND ARCHITECT

Orange County

BRUTALISM CONTEXTUAL ARCHITECTURE BRUTALISME Pada Arsitektur pasca modem, bentuk-bentuk yang berkesan kotak, dan memiliki style yang terlalu formal, dan kaku seperti pada bentuk padajarnan arsitektur modem sudah mulai ditinggalkan. Arsitek pertama yang berusaha mematahkan faham modem ini adalah Paul Rudolph dari Amerika. Salah satu karyanya yang dapat mencerminkan hal tersebut adalah Gedung Yale University, Fakultas Art and Architecture. Bangunan ini sangat kontradiksi dengan aturan-aturan konvensional dan aliran arsitektur modem yang bersifat tertutup, ringan dengan system struktur yang tampak mengambang. Perbedaan bangunan Yale University terlihat jelas pada system struktur yang dipilihnya, dimana pada bangunan mi struktur lebih berkesan kuat dan lebih menampilkan berat bangunan tersebut sendiri. Hal mi sangat kontradiktifdengan aliran arsitektur modern.

Selain Paul Rudolph aliran Brutalisme pada arsitektur pasca modem banyak dimunculkan pada karya-kanya le Corbusier seperti bangunan apantemen di Marseille, kapel Notre Dame du Haut di Ronchamp. Karya-karyanya mi sangat kontras dengan paham arsitektur modem dan memiliki perbedaan yang sangat tajam dengan karya-kaiya le Corbusier sebelumnya. Di sini le Corbusier berubah haluan dan faham-faham yang rasional, transparan, sesuai dengan modul dan kreasi pada sistem stnuktun yang ditetapkan pada karya-kanya sebelumnya.

Sebagai contoh kapel Ronchamp yang dibangunnya, kapel mi memiliki karakter ke arah bentuk sculpture. Bentukan-bentukan pnimitifdapat ditemukari pada dinding kapel yang berkesan berat dan tebal. Kapel ini menggunakan prinsip desain yang sama dengan karya Corbusier yang lain, yaitu Gedung Parlemen di Chandigarh, India. Karya-karya le Corbusier lebih beronientasi pada penlawanan terhadap bentuk-bentuk yang terlalu perfeksionis dan vernacular, tapi bentuk-bentuk rasional lebih diutamakan. Tapi pada desaindesain Paul Rudolph tidak demikian, ia lebih mengkombinasikan antara art dan arsitektur. Paul Rudolph lebih mengutamakan kesempurnaan pada desain-desainnya, kejujuran seperti pada karya-karya le Corbusier yang bersifat brutalisme, tidak diadaptasi. Brutalisme pada karya-karya le Corbusier lebih mengarah pada bentuk-bentuk yang berkesan kejujuran, pemilihan material yang berkualitas dan sudah terfabnikasi. Sedangkan pada Paul Rudolph lebih menginginkan tercipta suatu New Bnutalism yang lebih mengubah sikap bnutalisme lama ke arah yang lebih formal. • Beberapa kanya Paul Rudolph yang lain:
-Endo laboratories, Garden City, New York (1962-1964). Gb 58
-Parking Garage, New Heaven (1962). Gb 59 -Student Housing, New Heaven (1960-1962). Gb 65 • Bebenapa karya le Corbusier yang lain: -Jaoul Houses, Neuilly, Paris (1956) • Beberapa arsitek yang mengadaptasi karya-kaiya Paul Rudolph dalam desain mereka: -Hans Christian Muller dan George Heinnich, Leitz factory, Sttutgart (1966-1967). Gb 62 • Beberapa arsitek yang mengadaptasi karya-karya Le Corbusier dalam desain mereka: -James Sterling dan James Gowan, Ham Common, London (1958). Gb 64 SKALA
Salah satu bidang yang paling penting dalam arsitektur adalah skala dan bentuk instrumentasinya. Dengan cirni-cini typological yang memenikan sebuah bangunan kepada tujuannya. Skala tersebut dipenikan oleh kualitas-kualitas dimensionalnya, proporsi sebagai pengucapan dan pembaca antara hubungan proponsi dari tubuh manusia. Ukuran sebuah pintu dan jendela pada suatu tampak bangunan menampakkan proporsi bangunan tersebut dengan lingkungannya dan keberadaan manusia.

Sesuatu disebut monumental jika mempunyai anti yang lebih besar dalam kehidupan. Bangunanbangunan yang proporsinya dapat diukur dengan tubuh manusia, misalnya pintu masuk dai Petit Palais adalah monumental karena ukuran portalnya yang sangat besar (seperti kebanyakan bangunan-bangunan lain dari era Napoleon).
The Vertical Assembly Building dan Launch Control Center di Kennedy Space Center (gambar 70) dengan ketinggian pintunya yang 560 kaki merupakan contoh yang balk dari suatu struktur yang ukurannya hampir menjadi pemahaman manusia.
Proporsi-proporsi manusia termasuk ukuran atau pembesaran secara monumental telah tenlihat dalam semua bangunan. Beberapa decade terakhir bangunan-bangunan yang ada tidak biasa dibandingkan dengan ukuran tubuh manusia. Seragam dan raksasa di mana bangunan tersebut menyolok mata dalam lanskap kota yang mérle’ntang untuk diukur dalam proporsi apapun. Hal seperti mi tidak teijadi sejak piramida-piramida di Mesir. Equitable Building di St Louis (gambar 7 1,72) adalah sebuah bangunan bertingkat tihggi yang memakai kaca dan struktur grid persegi dan Mies. Ciri-ciri barn yang dikenalkan adalah kaca untuk fasade. Balokbalok baja dipaskan dengan kaca, tidak seperti fasade Seagram Building milik Mies (gambar 73) juga tidak ada panel-panel horizontal seperti yang dipakai oleh Mies.

Mies dibawa pada kenyataan bahwa bangunan berkaca kehilangan dan stabilitas visual karena refleksi cahaya.
Bagaimana pun Equitable Building terlihat seperti. glassblock di mana tampilan yang dirasakan hanya pada permukaan-peri-nukaannya dan sudut-sudut tajamnya. Pendukung grid-gridnya terlihat seperti suatu gambar modular yang meluas melebihi keseluruhan struktur dan superimposisi vertical dan lantai-lantai kabur.
Melalui Equitable Building arsitektur modern diulangi dengan cara yang barn pandangan yang mendasar, efek yang kuat dad figure mendasar dad geometni yang terdapat dalam struktur skala besar yang mendominasi Iangit kota St Louis. Di sebelahnya terdapat Lincoln Memorial Center dengan permukaannya yang perak sehingga menimbulkan efek yang tidak pernah terlihat di Eropa. Sekarang bangunan-bangunan besar dengan kaca refiektifmenjadi pemandangan yang biasa.

Hotel Bonaventura di Los Angeles dengan lima silindemya yang menggunakan kaca refiekrtif tenlihat lebih seperti terminal luar angkasa daripada seperti hotel-hotel lazimnya. Gridnya mengindikasikan lantai-lantai menghasilkan tidak lebih dari suatu perniukaan kotak-kotak kaca. Bangunan mi hanya menekankan pada skala manusia super dalam bangunan seperti glassblock dad bangunan Equitable Building, silinder-silinder Hotel Bonaventura merupakan pengurang bentukan, tampilan dasar yang stereometric.

Penggunaan material-material barn dan dimensi-dimensi besar yang tidak diharapkan seperti sinyal dan kemajuan penildanan bertambah. Bagaimana pun sejak bentuk dasar geometni dinyatakan secara intrinsic, ukuran-ukuran abstrak yang tidak berbeda, sulit digunakan sebagai bentuk keseluruhan bangunan tanpa membuat bangunan bertahan mengendalikan did sendini dan tidak berhubungan dengan proporsi manusia. Sekarang proporsi manusia yang sengaja ditinggalkan telah ditambahkan pada kesulitan ekstninsik.

KEVIN ROCHE

Kevin Roche membenikan andil yang besar tenhadap estetika bangunan-bangunan yang besar. Salah saw karyanya adalah Fond Foundation di New York. Dimana bangunan mi memunculkan suatu bentuk barn ditinjau dan beberapa ha]. Baja Corton digunakan pertama kali pada bagian fasade gedung. A tap Piazza. merupakan suatu cara yang patut ditiru dari bentuk bangunan tensebut. Permukaan dinding dilapisi granit merah membuat penampilan seperti suatu kontainer yang sangat besar. Batas lantai tenlihat dad ganis kaca antana saw lantai dengan lantai di atas atau di bawahnya. Bentuk bangunan yang kuat menjadikan bangunan yang ada di dekatnya terlihat tidak kuat. Pemasangan grantt mengembalikan bentuk secara keselunuhan sehingga gedung terlihat seperti monumen yang tidak bisa rusak. Seperti bangunan pyramid, Ford Foundation Building menjulang tinggi sehingga manusia sukar untuk membayangkan ukurannya sehingga walaupun gedung tersebut hanya 12 lantai tapi terlihat seperti bangunan yang sangat besar.

Komplek Aetna Life Insurance di Hartfont dimulai tahun 1966 merupakan monumen arsitektun kuno dengan bentuk simetnis pada bangunan pavingnya (Sandstone). Tanpa permukaan kacanya, efek total bangunan tersebut seolah merupakan altar pada jaman prasejarah yang digunakan untuk acara pengorbanan atau “sepulcher”. Dibandingkan dengan Ford Foundation Building, komplek mi membenkan kesan kemegahan arsitektur modem ditinggalkan akibat benkurangnya “kejeniusan”.

Arsitektur modem menekankan normanya pada batasnya, mengembalikan ornamen dan “kekerasan” suatu keindahan pada suatu posisi awal atau disebut arsitektur monumental. Apabila dilihat dad sudut pandang yang berbeda “Aetna Building” memberikan nilai yang barn dan lain yang tidak langsung benkaitan dengan bentuknya dan lay out simetnsnya. Kehebatan kelompok bangunan mi adalah pemyataan bahwa arsitektun hams tegas bila ingin dapat bertahan dalam suasana kacau (chaos) di pinggiran kota serta di pusat kota. Baik pada lantai-lantai individual ataupun pada lantai-lantai bangunan. Gambar—gamhar Superstudio sedikit yang menuliskan reaksi masyarakat Eropa pada pengalaman dengan dimensi—dimensi besar yang bersifat khayalan dan tidak praktis yang mengubah konsekuensi dan arsitektur modern bentuk-hentuk dasar beruhah menjadi skala yang besar -rnenjadi sebuah kisah dongeng dan fiksi yyang hentsi khayalan kosong.

CESAR PELLI

Dengan Pacific Design Center-nya (ghr.87), Cesar PelIi menciptakan paradigma dan sehuah bangunan kotak yang secara keseluruhan berdin di luar konteks referensi urban daj~embuat standar skala sendini di tengah-tengah sebuah kota yang tidak utuh. Sama seperti tiadanya proporsi pada banyak tempat parkimya yang sangat besar, bangunan tersebut berada di dalam landscape seperti sepotong cetakan arsitektural yang terlalu besar. Seluruh struktur bagian dalamnya diselimuti dengan kaca kebirubiruan yang berkilau. Sisi yang tersempit tampak seperti tanda silang yang besar yang melalui keseluruhan struktur. Galeri semi lingkaran pada puncak atap ditarik secara integral ke dalam outline keseluruhan, bersama-sama dengan potongan miring dan lantai-lantai yang menjulang sepanjang sisinya, yang mengubah bentuk keseluruhan menjadi tidak beraturan, dilepaskan dad aspek karakter kotak biasanya dengan bentuk dasar keseluruhan dan meninggalkan sebuah pecahan struktur. Fragmen raksasa mi berdiri di tengah kekacauan suburban sebagai anti-monumen.

Penduduk sekitar menyebutnya sebagai “ikan paus biru”. Permukaan kacanya yang berwama seperti pelangi, berkilat diterpa sinar matahan dengan semua bayangan berwarna biru, melekat seperti kulit yang basah pada raksasa mi yang sepertinya menyerahkan konsistensinya.Bentuk keseluruhan tetap menyimpan beberapa perbandingan àntara skal a manusia dengan bentuk bangunan bahkan dad membed kesan pada didnya sendiri, sementara kulit kaca biru memberikan kesan dan monster taut yang terdampar yang bahkan tidak ingin dibandingkan dengan suasana manusia. Kombinasi efek dad kesemuanya mi adalah sebuali keanehan, yang secara kuat memberikan kesan bangunan yang teratur melawan sebuah lingkungan tanpa karakter. Yang digenggam dalam kebesarannya tanpa adanya konfrontasi.

Pacific Design Center layak dibandingkan dengan International Congress Center di Berlin , yang mana berusaha untuk menunjukkan teknologi dan gigantisme dad konstruksinya. Kebalikan dengan kehalusan estetika dad “paus him”, bangunan mi taat pada penampakan rumah sebagai sebuah mesin, yang pada pemujaan teknologi, tampak hampir ketinggalan zaman.

Bangunan kaca biru Pelli tampak seperti mengambang dan tidak berbobot, jika berkilau dalam sebuah elemen yang berbeda. Dibandingkan dengan International Congress Center, yang satu menjadi sadar secara menakjubkan bahwa, meskipun tidak proporsional, bentuk bangunan superbesar Pelli membuktikan lebih banyak perhatian pada sensibilitas manusia. Colossal congress hall menunjuklcan pengerjaan detail konstruksi dengan ketelitian tinggi pada sebuah skala yang berlebihan yang diperhitungkan untuk membuat pengamatnya merasa kerdit. Bangunan Pelli mi jauh dipindahkan dad monumentalitas. Bagaimanapun juga, iajuga meninggalkan estetika dad Das Neue Bauen tentang keistimewaan utamajauh di belakang. Arsitektur mi tidak lagi mempunyai ambisi dad penerangan sebagai kebalikan, yang telah lenyap melalui permainan dad ironi Pop Art, melalui keduniawian dunia konsumtif HELMUT JAHN

Apa yang secara odsinil diusulkan oleh Kevin Roche untuk UN Plaza Hotel, dibawa mendekati realisasi oleh Helmut Jahn dalam bangunan-bangunan Chicago-nya. Dalam perjanjian mi, Jahn mengarah pada kekuatan usaha Cesar Pelli untuk mencapai perlakuan yang berbeda terhadap curtain wall kaca. Sesungguhnya, cukup nyata untuk melihat bahwa dalam façade kaca terdapat kekurangan relief dan hampir tidak memungkinkan adanya dekorasi vadatif. Beberapa decade terakhir bangunan-bangunan yang ada tidak biasa dibandingkan dengan ukuran tubuh manusia. Seragam dan raksasa di mana bangunan tersebut menyolok mata dalam lanskap kota yang mérle’ntang untuk diukur dalam proporsi apapun. Hal seperti mi tidak teijadi sejak piramida-piramida di Mesir. Equitable Building di St Louis (gambar 7 1,72) adalah sebuah bangunan bertingkat tihggi yang memakai kaca dan struktur grid persegi dan Mies. Ciri-ciri barn yang dikenalkan adalah kaca untuk fasade.

Balokbalok baja dipaskan dengan kaca, tidak seperti fasade Seagram Building milik Mies (gambar 73) juga tidak ada panel-panel horizontal seperti yang dipakai oleh Mies. Mies dibawa pada kenyataan bahwa bangunan berkaca kehilangan dan stabilitas visual karena refleksi cahaya. Bagaimana pun Equitable Building terlihat seperti. glassblock di mana tampilan yang dirasakan hanya pada permukaan-peri-nukaannya dan sudut-sudut tajamnya. Pendukung grid-gridnya terlihat seperti suatu gambar modular yang meluas melebihi keseluruhan struktur dan superimposisi vertical dan lantai-lantai kabur. Melalui Equitable Building arsitektur modem dinyatakan ulang dengan cara yang barn pandangan yang mendasar, efek yang kuat dad figure mendasar dad geometni yang terdapat dalam struktiir skala besar yang mendominasi Iangit kota St Louis. Di sebelahnya terdapat Lincoln Memorial Center dengan permukaannya yang perak sehingga menimbulkan efek yang tidak pernah terlihat di Eropa.

Sekarang bangunan-bangunan besar dengan kaca refiektifmenjadi pemandangan yang biasa. Hotel Bonaventura di Los Angeles (gamban 75) dengan lima silindemya yang menggunakan kaca refiekrtif tenlihat lebih seperti terminal luar angkasa daripada seperti hotel-hotel lazimnya. Gridgndnya mengindikasikan lantai-lantai menghasilkan tidak lebih dad suatu perniukaan kotak-kotak kaca. Bangunan mi hanya menekankan pada skala manusia super dalam bangunan seperti glassblock dad bangunan Equitable Building, silinder-silinder Hotel Bonaventura merupakan pengurang bentukan, tampilan dasar yang stereometric.

Penggunaan material-material barn dan dimensi-dimensi besar yang tidak diharapkan seperti sinyal dan kemajuan penildanan bertambah. Bagaimana pun sejak bentuk dasar geometni dinyatakan secara intrinsic, ukuran-ukuran abstrak yang tidak berbeda, sulit digunakan sebagai bentuk keseluruhan bangunan tanpa membuat bangunan bertahan mengendalikan did sendini dan tidak berhubungan dengan proporsi manusia. Sekarang proporsi manusia yang sengaja ditinggalkan telah ditambahkan pada kesulitan ekstninsik.

HELMUT JAHN Apa yang secara odsinil diusulkan oleh Kevin Roche untuk UN Plaza Hotel, dibawa mendekati realisasi oleh Helmut Jahn dalam bangunan-bangunan Chicago-nya. Dalam perjanjian mi, Jahn mengarah pada kekuatan usaha Cesar Pelli untuk mencapai perlakuan yang berbeda terhadap curtain wall kaca. Sesungguhnya, cukup nyata untuk melihat bahwa dalam façade kaca terdapat kekurangan relief dan hampir tidak memungkinkan adanya dekorasi vadatif.

.

PAUL RUDOLPH PHOTO

 

� Copyright 2013-2018 www.lolimax.com   advertising contact: www.archipeddy.com