Situs Promosi Arsitektur

Situs Promosi Arsitektur

Tampilkan produk Anda di sini. More »

Inovasi terbaru

Inovasi terbaru

Setiap hari ada inovasi baru More »

Asuransi Jiwa Indonesia

Asuransi Jiwa Indonesia

Banyak perusahaan asuransi menawarkan produk-produk unggulan. Pilihlah yang paling sesuai kebutuhan Anda More »

Kontraktor di Bogor

Kontraktor di Bogor

Kontraktor rumah mewah More »

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Category Archives: Bumi dan Lingkungan

Sekilas arsitektur lansekap

Sejarah Arsitektur Lansekap
 Mendengar kata arsitektur lansekap, imajinasi akan langsung mengkaitkan dengan taman, kawasan yang luas dengan sistem drainase dan aneka atribut pertamanan.Namun ternyata lansekap memiliki konten yang lebih luas.

Kata landscape terdiri dari dua kata pembentuk: land yang artinya lahan dan scape yang berarti pemandangan. Asal  kata Landscape didalam pengertian bahasa inggris modern lebih cenderung mengandung pengertian ;Hasil akhir dari bentuk potongan topografi.
Didalam bahasa Inggris purba dan ke-sinoniman batasan kata “landscape”mempunyai arti Wilayah/Region ,

 

sekitar Abad 17 Kata ini menjadi batasan dalam Ruang lingkup Lukisan, mengandung pengertian tentang menerangkan suatu pemandangan yang ideal dari suatu kawasan,
Kemudian Abad 18 kata ini memasuki Ruang Lingkup Perancang ( designer)dan Abad 19 kata ini di adopsi oleh Ahli Ilmu Bumi( geographical).

Jadi sebelum kata ini digunakan sebagai gelar dari profesi , kata ini mengandung banyak konotasi / interprestasi didalamnya, Bila kita menyebut kata “LANSEKAP” yang terjadi didalam imajinasi kita akan mengingat tentang wilayah, kita melihat dari mata seorang pelukis, kita menyiapkan disain, kita membatasi dalam ruang lingkup geografi.

Sejarah Dan Teori
Sejarah dan teori dari Arsitektur Lansekap keduanya sangat terkait sebab kita memerlukan teori terlebih dahulu sebagai subjek sebelum dapat menentukan dan menulis sejarah.
Kata Landscape Architecture pertama kali diusung oleh Gilbert Lang Meason tahun 1828,terdapat dalam THE LANDSCAPE ARCHITECTURE OF THE GREAT PAINTERS OF ITALY, dan Frederick Law Olmstead tahun1858 merupakan orang pertama yang mengadopsi Arsitek Lansekap Sebagai title keProfesian , dan Olmsted adalah seorang yang mempunyai kemampuan sebagai seorang pengarang buku, dan merupakan seorang pengikut dari Loudon yang menulis tentang sejarah perancangan taman.

Awalnya
Penataan taman mempunyai sejarah yang panjang tetapi diperlakukan sebagai sesuatu yang penting sebelum abad 17 Vitruvius dalam ulasan hanya menyentuh subjek tetapi hanya sebagian kecil yaitu dengan menempatkan hortikultura pada dinding pembatas kota.
John evelyn menulis tentang taman tetapi tidak mempublikasikan pekerjaan tersebut kepada public selama hidupnya,
Stephen Switzer pada tahun 1715 menulis dalam bukunya 1 Bab tentang sejarah perkembangan taman.
Walpole sangat bijaksana tetapi mengalami salah arah dalam esai sejarah taman yang ditulisnya pada tahun 1770.
Loudon menambahkan illustrasi sejarah taman pada ensiklopedia taman padatahun 1822.
pada abad ke 20 barulah sejarah taman secara utuh memperlihatkan diri.

Olmsted merupakan orang pertama yang mengadopsi arstek lansekap sebagai gelar profesi meskipun ia tidak menetapkan batasannya.

Patrick geddes yang merupakan penduduk inggris pertama yang menamakan dirinya seorang arsitek lansekap dan dia sangat terinspirasi olehOlmsted dan repton.

Geddes berkomentar

“City improvers, like the gardeners from whom they develop, fall into two broadly contrasted scholl, which are really, just as in gardening itself, the formal and the naturalistic”
( geddes, City development, Edinburgh 1904).

Itu membuktikan bahwa geddes melihat keterkaitan antara disain taman, taman umum (Public Park) dan perencanaan kota ,hal ini tertulis dalam bukunya “cities in evolution”, salah satu buku yang berpengaruh pada abad ke 20.
Lewis Mumford dan Christopher Tunnard mengikuti jejak pemikiran dari geddes.

NormanT.Newton merupakan penulis pertama tentang sejarah taman secara lengkap didalam bukunya “Design On The Land:The development of landscape architecture”(Belknap Press 1971)

Kemudian pada tahun 1973 George.B.Tobey,Profesor arsitektur lansekap dari Universitas Ohio ,mengikuti jejak Newton dengan menulis sejarah tentang Arsitektur Lansekap .Dimulai dari 5.000.000.000 BC, melewati pembangunan dari pertanian dan kota terhadap disain taman,Taman Publik (Parks) dan taman kota.

Geoffrey dan Susan Jellicoe didalam “landscape Of Man”( Thames & Hudson Press ) mempergunakan konsepsi yang sama mengenai arsitektur lansekap.
Geoffrey bertanggung jawab untuk tulisan dan denah rencana, sedangkan susan pada pengumpulan foto dan riset illustrasi.
Permasalahan yang berhubungan dengan semua sejarah tentang seni perkembangan disain taman ini sudah tidak ada lagi bukti-bukti keberadaannya, banyak hanya berdasarkan perkiraan yang menjadi bahan dalam menyingkapi hal tersebut.

Bukti nyata pemanasan global (Global Warming)

BUKTI NYATA PEMANASAN GLOBAL

Kamis, 23 Desember 2010

PARIS, KOMPAS.com – Para ilmuwan menegaskan, badai salju dan suhu dingin ekstrem yang melanda Eropa akhir-akhir ini adalah efek langsung dari pemanasan global. Anomali iklim tersebut masih mengakibatkan gangguan transportasi hingga Rabu (22/12/2010), pada saat jutaan warga Eropa bersiap mudik untuk merayakan Natal di kampung halaman.

Para peneliti dari Potsdam Institute for Climate Impact Research (Potsdam-Institut f’r Klimafolgenforschung/PIK) di Jerman mengatakan, musim dingin ekstrem yang terjadi berturut-turut di benua Eropa dalam 10 tahun belakangan ini adalah akibat mencairnya lapisan es di kawasan Artik, dekat Kutub Utara, akibat pemanasan global.

Hilangnya lapisan es membuat permukaan laut di Samudra Artik langsung terkena sinar matahari. Energi panas matahari, yang biasanya dipantulkan lagi ke luar angkasa oleh lapisan es berwarna putih, kini terserap oleh permukaan laut, membuat laut di kawasan kutub itu memanas dan mengubah pola aliran udara di atmosfer.

Dalam model komputer, yang dibuat PIK dan dimuat di Journal of Geophysical Research awal bulan ini, terlihat kenaikan suhu udara di lautan Artik tersebut menimbulkan sistem tekanan tinggi. Sistem tekanan tinggi inilah yang membawa udara dingin kutub ke daratan Eropa.

“Anomali ini bisa melipat tigakan probabilitas terjadinya musim dingin yang ekstrem di Eropa dan Asia utara,” ungkap Vladimir Petoukhov, fisikawan dan peneliti utama PIK.
Petoukhov menambahkan, efek aliran udara dingin dari kutub utara itu akan makin parah saat terjadi gangguan pada arus udara panas yang melintasi Samudra Atlantik dan perubahan aktivitas matahari.
Itulah yang terjadi saat ini. Para pakar cuaca mengatakan, saat ini arus udara hangat dari pantai timur AS (Gulf Stream) terhalang dan berbelok arah di tengah-tengah Atlantik. Hal itu membuat aliran udara dingin dari Artik dan Eropa Timur tak terbendung masuk ke Eropa Barat. Saat arus dingin ini melintasi Laut Utara dan Laut Irlandia, uap air dari laut tersebut diubah menjadi salju dalam skala sangat besar dan menyebabkan badai salju parah di negara-negara Eropa Barat.

Mulai pulih
Otoritas penerbangan sipil Perancis, DGAC, Rabu, mengeluarkan peringatan, salju akan turun lagi di kawasan Paris pada Rabu sore dan kemungkinan akan terjadi pembatalan penerbangan lagi untuk jadwal penerbangan setelah pukul 17.00. Peringatan tersebut keluar saat kondisi penerbangan di Eropa baru mulai pulih setelah terpuruk dalam kekacauan total sejak akhir pekan lalu.

Bandara Frankfurt di Jerman baru membatalkan 70 dari total 1.300 penerbangan yang dijadwalkan Rabu. Jumlah ini menurun signifikan dibanding Selasa, saat 550 penerbangan dibatalkan. Dua landasan pacu di Bandara Heathrow, London, Inggris, juga sudah dibuka sejak Selasa malam dan kini bandara tersibuk di Inggris tersebut sudah beroperasi 70 persen mendekati normal. “Kami lega karena akan bisa menyingkirkan semua salju hari ini,” tutur juru bicara Bandara Heathrow.

Sekitar 1.000 orang terpaksa bermalam di Heathrow, dan 300 penumpang terdampar di Bandara Frankfurt, Selasa malam. “Sangat menyedihkan, rasanya seperti berada di negara dunia ketiga,” tutur seorang penumpang bernama Janice Phillips (29), yang terdampar di Heathrow dalam perjalanan pulang ke Minneapolis, AS. Dua bandara utama di Paris, Charles de Gaulle dan Orly, dibuka 24 jam penuh untuk mengurai penumpukan penumpang akibat pembatalan dan penundaan selama berhari-hari. Maskapai Air France-KLM memperkirakan menderita kerugian hingga 35 juta euro (Rp 415,1 miliar) akibat gangguan cuaca bulan ini. Sementara itu, suhu ekstrem terus melanda Eropa. Kota Holbaek, 65 kilometer sebelah barat Kopenhagen, Denmark, mencatat suhu minus 22,5 derajat celsius, Selasa malam. Ini adalah rekor suhu terendah di Denmark dalam 29 tahun terakhir. Di Krasnoyarsk, Siberia, Rusia, suhu anjlok hingga 50 derajat celsius di bawah titik beku, menyebabkan sebuah bus mengalami kegagalan teknis dan bertabrakan, menewaskan delapan penumpangnya. Cuaca dingin juga membuat harga minyak mentah dunia terus naik. Di pasar Asia, Rabu, harga minyak mentah Brent untuk pesanan bulan Februari naik 29 sen menjadi 93,49 dollar AS per barel, atau tertinggi dalam dua tahun terakhir. Harga diperkirakan masih akan terus naik seiring cuaca dingin ekstrem yang diramalkan masih akan terjadi sampai akhir tahun. Warga LA dievakuasi Cuaca ekstrem juga terjadi di AS. Hujan deras, banjir, dan tanah longsor melanda negara bagian California. Curah hujan yang turun di pusat kota Los Angeles (LA) sepekan terakhir sudah mencapai sepertiga dari curah hujan tahunan di kota tersebut. Pihak berwajib telah mengevakuasi 232 keluarga di kawasan La Canada Flintridge dan La Crescenta di pinggiran LA, yang terletak di dekat perbukitan yang sudah jenuh oleh air hujan dan dikhawatirkan longsor. Evakuasi juga dilakukan di San Diego.

Cuaca ekstrem yang melanda Eropa belum mengurangi minat warga Indonesia menghabiskan libur akhir tahun ke sana. Hasil pemantauan di sejumlah biro perjalanan di Jakarta, Rabu, belum ada rombongan yang membatalkan rencana kunjungan mereka ke Eropa.

“Beberapa pelanggan memang menanyakan kondisi di Eropa, tapi sejauh ini belum ada pembatalan,” kata pegawai perjalanan luar negeri Bayu Buana Tour and Travel, Jonas Sinambela.

Manajer Hubungan Masyarakat dan Media Panorama Tours Anita Hartono menjelaskan, saat ini mereka melayani perjalanan wisata sedikitnya 300 WNI dalam 20 kelompok ke Eropa.(AP/AFP/Reuters/DHF/JOE/ HAM/SIN/ARA/EGI/AYS)

SYDNEY, KOMPAS.com — Cuaca ekstrem terburuk dan langka terjadi di Australia hari Senin (20/12/2010). Salju tiba-tiba turun menutupi sebagian benua yang seharusnya sedang mengalami musim panas itu. Desember yang cerah dan panas diselimuti salju dan memberi suasana Natal yang putih seperti di Eropa.

Saat ini posisi matahari sedang berada di selatan garis khatulistiwa. Benua Australia seharusnya masih mengalami musim panas. Begitu pula pulau-pulau paling selatan di wilayah Indonesia yang letaknya berdekatan dengan Australia, seperti Timor, Sabu, Rote, dan Sumba.

Meski demikian, musim panas Desember ini di Australia telah ditingkahi oleh perubahan cuaca yang ekstrem dengan turunnya salju dan hujan teramat lebat. Salju turun lebat di pantai timur Negara Bagian New South Wales dan Victoria sehingga banyak resor wisata—seharusnya panas pada akhir tahun—justru ditimbuni salju setebal 10 sentimeter (cm). Banyak warga bingung dan setengah tidak percaya melihat salju turun pada musim panas, sebuah perubahan cuaca yang tiba-tiba. Hujan salju pada Desember adalah peristiwa alam yang tak lazim. ”Ini putih, semuanya putih,” kata Michelle Lovius, General Manager Hotel Kosciuszko Chalet di Charlotte Pass.

Lovius mengatakan, hal pertama yang terjadi pada Senin pagi adalah semuanya hening dan damai setelah salju turun dengan lebatnya. Sejak awal Desember, wilayah pegunungan New South Wales sedang mengalami puncak mekarnya bunga-bunga liar. ”Kami berharap hal itu (cuaca dingin) tetap bertahan selama lima hari agar kami bisa merayakan Natal yang putih,” katanya.

Istilah Natal yang putih (White Christmas) dalam tradisi Kristen hanya dikenal di Eropa atau negara di Kutub Utara, bukan di selatan seperti di Australia. Pada Desember, termasuk pada setiap hari Natal, 25 Desember, salju turun dengan lebatnya di Eropa dan Kutub Utara. Hujan salju di musim panas di Australia adalah hal yang aneh, sebuah pergeseran cuaca yang ekstrem.

Lebih jauh ke selatan Negara Bagian Victoria, kondisinya juga parah. Maureen Gearon, juru bicara Victorian Snow Report, melaporkan, Gunung Hotham diselimuti salju setebal 10 cm dan Gunung Buller tertutup lebih dari 5 cm. ”Semuanya tertutup salju, sebuah akhir tahun yang indah. Warga memakai topi Santa Claus di kepala mereka dan berfoto di salju,” kata Gearon kepada kantor berita AAP Australia.

Anjloknya suhu udara juga terjadi di Sydney, yakni menjadi hanya 13 derajat celsius, dari sebelumnya di atas 23 derajat celsius. Di bagian barat kota malah suhu telah turun menjadi hanya 9,8 derajat celsius. Angin yang mengandung uap air bertiup dengan kecepatan 100 kilometer per jam menyapu garis pantai.

Kondisi yang kontras juga terjadi di pantai barat. Banjir terburuk dalam 50 tahun terakhir mengisolasi kota Carnarvon, sekitar 900 km di utara Perth. Helikopter polisi terpaksa dikerahkan untuk menyelamatkan 19 orang dari atap sebuah bar karena banjir meninggi.

Ahli cuaca pun tercengang menyaksikan turunnya salju dan cuaca dingin, perubahan cuaca yang drastis. ”Ini kejadian tidak biasa, sekalipun itu di New South Wales dan Victoria yang berdekatan dengan samudra selatan,” kata Ahli Klimatologi Biro Meteorologi, Grant Beard.

Eropa belum pulih Badai salju dan suhu udara membeku di bawah nol masih terus melanda Eropa. Kekacauan transportasi terjadi besar-besaran di seluruh moda transportasi, baik laut, udara, maupun darat, termasuk angkutan berbasis rel. Kondisi ini telah berujung pada kematian puluhan orang.

Di Polandia saja sebanyak 29 orang meninggal. Mereka tewas membeku pada tanggal 19 dan 20 Desember lalu di tengah temperatur dingin, yang bahkan mencapai 20 derajat celsius di bawah titik nol, yang terjadi di beberapa tempat. Di Austria tiga orang tewas membeku saat mencoba pulang ke rumah mereka pada malam hari. Di Finlandia sedikitnya empat orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas saat badai salju melanda. Badai salju ini juga melumpuhkan transportasi di hampir semua kota di Eropa. Layanan kereta api dan penerbangan dihentikan. Demikian seperti dilansir harian Telegraph, Senin. (AP/AFP/REUTERS/CAL)

Kompas Cetak

Museum penyebar keselarasan (Menyambut Hari Museum Dunia)

 

Museum Yang Menyebar Keselarasan

 

 

Jumat, 28 Mei 2010 | 00:12 WIB

KOMPAS.com — Museums for Social Harmony, demikian tema Hari Museum Internasional (HMI) yang jatuh pada 18 Mei. Sebuah tema dengan pesan yang mendalam akan fungsi museum dalam mendorong keharmonisan sosial, keharmonisan dengan lingkungan sekitar.
Dengan tema tersebut museum, khususnya di kawasan Kota Tua diharapkan mendorong terciptanya interaksi antarmuseum dengan lingkungan. “Maksudnya museum harus mendorong supaya ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bisa dirasakan oleh lingkungan. Kebersihan, keamanan, kenyamanan harus dimulai dari museum,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman saat membuka perayaan HMI di kawasan Kota Tua, Selasa (18/5).
Menurut Arie, keharmonisan yang dimaksud merupakan keharmonisan dalam konteks yang merupakan kebutuhan warga dan lingkungan di Kota Tua. “Jadi saya mendorong supaya staf museum menyiapkan kegiatan dengan baik supaya terjadi keharmonisan. Relasi harus baik, baik secara fisik maupun non fisik,” tandasnya.
Kegiatan HMI yang digelar untuk kedua kali ini diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Antarmuseum di Kota Tua dan museum-museum Pemprov DKI. Seperti tahun lalu, kegiatan ini digelar secara swadaya dan swadana sebagai bentuk komitmen.

Sebelumnya, usai diskusi di Museum Bank Indonesia, Intan Mardiana, Direktur Museum Nasional menyatakan, pemerintah pusat sudah berencana memasukkan kegiatan yang mendukung HMI ke International Council of Museums (ICOM). “Kita masukkan untuk Museum Day 2011. Makanya tahun ini kita mulai bahas itu juga dengan DKI supaya program-program yang mendukung Museum Day bisa kita masukkan ke dalam program ICOM,” ujarnya.

Pasalnya, sekarang ini dengan program Tahun Kunjung Museum dan revitalisasi museum saja pihaknya sudah cukup kerepotan. “Yang terpenting kan revitalisasi museum baik secara fisik maupun non fisik, artinya, ya koleksi, ya SDM. Kita sangat kekurangan SDM. Dan kita berusaha agar pengunjung bisa menjadikan museum sebagai tempat belajar,” tambah Intan.
Museum bukan hanya perlu berbenah untuk penataan koleksi, tapi juga bagaimana manajemen museum agar bisa menarik pengunjung. “Kita meminta agar pemda juga memberi pelatihan kepada SDM bidang museum supaya bukan hanya kuantitas pengunjung yang meingkat tapi juga kualitas museum. Itu bagian yang harus kita revitalisasi juga. SDM museum harus juga mengikuti perkembangan museum dunia,” kata Intan lagi.
Dari 275 museum yang tercatat di seluruh Indonesia, ditambah sekitar 10 yang akan dibuka, tampaknya pemerintah pusat kewalahan. Urusan dana, organisasi, dan aturan yang jelas belum dimiliki oleh museum-museum di Indonesia. Belum lagi urusan koleksi dan SDM.
“Makanya kalau mau bikin atau buka museum harus juga dipikirkan dana, organisasi, aturan yang jelas, dan tentu saja koleksi,” demikian Intan mengimbau.

Semoga dengan HMI yang sudah dua kali digelar di Jakarta dan dipusatkan di Kota Tua, maka pelan-pelan museum di Jakarta pun bangkit dan mampu menciptakan keharmonisan sosial.

Adenium

(Tanaman Sukulen) 

Tanaman Adenium

Di masyarakat umum, tanaman ini sering disebut sebagai Kamboja Jepang.

Di jazirah Afrika Utara, dan daraan Timur Tengah tanaman ini berasal, sehingga kerap dijuluki “Rose from desert”

   

Penggolongan Tanaman
Adenium adalah tanaman yang secara genus termasuk famili Apocynaceae. Jadi, adenium masih kerabat Plumeria, Pachypodium ,Nerium,ataupun Allamanda Ada berbagai teori tentang penggolongan Adenium. Ada yang menganggap suatu jenis sebagai species, ada yang menganggapnya sebagai subspecies (varietas). Menurut definisi spesies, mereka tidak bisa kawin dan menghasilkan keturunan dengan species lain, kalau bisa sangatlah sulit. Inilah yang terjadi dengan berbagai species Adenium yaitu mereka sangat sulit untuk dapat menghasilkan keturunan dari persilangan antar spesies. Jenis-jenis tersebut antara lain: a. Adenium obesum
b. Adenium multiflorum
c. Adenium swazicum
d. Adenium boehmianum
e. Adenium oleifolium
f. Adenium somalense
g. Adenium arabicum
h. Adenium socotranum
a. Adenium obesum (Desert Rose) Berasal dari jazirah Afrika, di sebelah selatan gurun Sahara dari Senegal sampai Sudan dan juga Kenya. Warna normal bunga pink sampai merah. Karena ditanam dari biji, maka muncul varietas-varietas baru yang sangat beragam bentuk penampilannya, bentuk bunga, ataupun bentuk daunnya. Oleh berbagai nursery di Thailand dan Taiwan , varietas baru ini dipilih dan dikembangkan secara intensif. Varietas pilihan ini diberi nama masing-masing dan lebih banyak dikembangkan sebagai batang atas untuk grafting, sedangkan batang bawah diperoleh dari biji warna pink karena paling mudah dikembangkan biji-nya. Tidak mempunyai masa dorman yang jelas, sehingga pertumbuhannya cukup cepat. Secara umum merupakan steril jika penyerbukan sendiri, sehingga seringkali tak terjadi penyerbukan saat tanaman tersebut sendirian.

b. Adenium multiflorum (sabi star)
Ditemukan di Afrika bagian selatan di sisi timur, seperti Mozambik dan Afrika Selatan bagian Timur. Tumbuh tinggi dan bercabang dengan daun yang lebar. Bonggolnya tidak membesar, tapi mempunyai batang dan akar yang membesar. Mempunyai masa dorman yang cukup panjang (lebih dari 4 bulan), saat masa itulah jenis ini akan berbunga (2-4 bulan) dengan tanpa daun.

Banyak adenium hibrida yang punya sedikit ” darah ” multiflorum karena bunga-nya yang memang sangat cantik. Bunganya putih dengan garis merah di pinggirnya. Namun keturunannya sering kali malas berbunga dan batangnya terlalu panjang sehingga pemilihan secara intensif terus dilakukan.

c. Adenium swazicum
Ditemukan di pesisir timur Afrika bagian selatan seperti di pesisir timur Afrika Selatan , Swaziland , dan perbatasan Afrika selatan dan Mozambik. Mempunyai bentuk daun yang sempit dan panjang dengan warna lebih muda dari kebanyakan jenis lain. Bunga-nya berwarna magenta hingga ungu muda. Jenis ini mudah berbunga dan kompak tapi sangat sulit untuk berbiji. Bisa juga digunakan sebagai pejantan untuk persilangan dengan obesum. Hibrida dari jenis ini akan rajin berbunga dibanding hibrida jenis lain. Seperti halnya obesum, memiliki masa tumbuh yang panjang jika terdapat kondisi hangat dan diberi air cukup.

d. Adenium boehmianum
Ditemukan di Namibia dan Angola yaitu di sisi barat atau sisi kebalikan dari ditemukannya Swazicum. Mempunyai bunga yang serupa dengan swazicum tapi mempunyai daun yang panjang dan lebar. Jika dibandingkan dengan semua jenis adenium, daun boehmianum merupakan yang paling besar. Mempunyai masa tumbuh yang sangat pendek dan pada masa itulah muncul bunga yang lebih kecil dari bunga swazicum. Jenis ini juga hanya berdaun saat masa tumbuh tersebut, sedangkan saat dorman daunnya akan rontok. Bonggolnya sama sekali tidak membesar dan pertumbuhannya lambat.
e. Adenium oleifolium
Ditemukan di gurun Kalahari yaitu perbatasan antara Namibia , Botswana dan Afrika selatan. Ciri daunnya sempit, panjang dan hampir paralel di kedua sisi dengan warna mengkilap. Bunga-nya kecil tapi berbiji cukup besar. Cukup mudah untuk menumbuhkannya, sayang pertumbuhannya sangat lambat. Bonggolnya cukup kecil jika dibanding jenis lain.
f.Adenium arabicum
Ditemukan di sebelah selatan dan barat semenanjung Arab. Spesies ini mempunyai bonggol yang sangat besar bercabang banyak dengan daun yang tebal. Bunga-nya berwarna pink cerah. Jenis ini biasa ditanam dari biji untuk mendapatkan bentuk bonggol yang besar. Adenium arabicum mempunyai masa dorman yang jelas, meski ada jenis arabicum tertentu yang daunnya tidak berguguran saat dorman.
Di Thailand, sudah diadakan pemilihan sedemikian rupa sehingga muncul persilangan varietas-varietas baru dengan varietas asli biasa diberi nama Yak Saudi. Varietas baru itu antara lain: Ra Chee Ni P.
g.Adenium somalense
Ditemukan di Somalia selatan sampai Tanzania , dan Kenya . Ukurannya bervariasi dari kecil sampai setinggi 5m. Bunganya lebih kecil dari obesum dengan warna pink sampai merah tua. Pola strip dari pinggir menuju corong merupakan ciri khas somalense. Jenis ini biasa disilangkan dengan obesum sehingga sebagian ‘darahnya’ terkandung dalam kebanyakan adenium hibrida saat ini.
Adenium somalense var. crispum
Jenis ini cukup beda dengan somalense asli. Tanaman ini sangat kompak dengan daun yang memanjang dan bergelombang. Perumbuhannya cukup lambat dengan bonggol yang tidak begitu membesar yang tumbuh di dalam tanah. kembali ke atas
.

 

Adenium Taiwan

Adenium

Contact Us:
ARCHIPEDDY
WEB SOURCE
BUILDING KNOWLEDGE
CATALOG PROMO

Email: staff

 

Data tanaman hias

Seri Gardeningtaken from: Kompas

 

  1. TANAMAN PAGAR
No. Nama Latin Nama Lokal  Ukuran   Tanaman ket
Besar Sedang Kecil
1.

2.

Nothopanax fruticosum

Nothopanax scutelarium

Kedodndong laut

mangkokan

12

13

 

  20

20

20

20

 

 

  1. KELUARGA NANAS-NANASAN/ BOMELIADE
No. Nama Latin Nama Lokal  Ukuran   Tanaman ket
Besar Sedang Kecil
1.
2.
3.

4.

 

Aechmea sp


Cryptanthus  sp


Guzmania sp

Noereglia sp

 

 

Ehmea berbunga,nanas buah

Kriptantus merah jambu strip

Kriptantus hijau strip putih/Nanas bunga merah

Hijau garis putih tengah

 

 

 

 

 

 

 

}

 

} 60
}

 

}

 

} 40
}

 

 

 

*

 

*) Belum teridentifikasi

  1. KELUARGA  CEMARA
No. Nama Latin Nama Lokal  Ukuran   Tanaman ket
Besar Sedang Kecil
1.

2.

3.

Araucarya exelsia

Cassuarina equisettifola

Pinus mercusii

Cemara norflok

Cemara angina
pinus

 

 

 

 

2

10
1

 

 

 

 

  1. KELUARGA PALEM
No. Nama Latin Nama Lokal  Ukuran   Tanaman ket
Besar Sedang Kecil
1.
2.
3.

4.

5.

Acynoploeus macharthuni

Chrysalidocarpus lutecens

Cycas rumphii

Licuala grandis

Livistonia spinosa

Rhapis excelsa

Palem jepang/kasar

Palem kuning

Sikat kasar/haji

Palem paying

Palem jari

Palem wregu

 

 

1

10

 

10

40

20

20

10

12

 

20

20

10

5

 

 

  1. KELUARGA BAMBU
No. Nama Latin Nama Lokal  Ukuran   Tanaman ket
Besar Sedang Kecil
1.

2.

Arundinaria japonica

Bambusa arundiacea

Bambu jepang

Bamboo ori

 

 

 

4

150

 

   
  1.  TANAMAN AIR
No. Nama Latin Nama Lokal  Ukuran   Tanaman ket
Besar Sedang Kecil
1.

2.

Chornia crassipes

Typha latifolia/domingensis

 

Eceng gondok

Tifa/lembang

 

 

 

10

2

 

5

 

 

 

  1. POHON BUAH-BUAHAN
No. Nama Latin Nama Lokal  Ukuran   Tanaman ket
Besar Sedang Kecil
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

 

Ananas cosmsus

Artocarpus altilis      

Averrhoa carambola

Carica papaya

Citrus limun

Cynometra caujiflora

Flacourtia inemis

Musa acuminate

Nephelium appaceum

Persea Americana

Spondias dulcis

nanas

Sukun/kluwih

Belimbing manis

Papaya

Jeruk limau

Nam-nam

lobi-lobi

pisang

rambutan

alpokat

kedondong

 

 

 

 

 

 

 

 

5

15

1

2

8

10

2

10

5

5

1

5

20

 

 

 

 

 

 

5

 

 

Hasil inventarisasi nama-nama tanaman tersebut di atas berdasarkan  pustaka sbb:

Anonim. 1990. Daftar Nama Tanaman Hias. Majalah Asri.

Anonim. 2005. Tanaman Hias Favorit Pembawa Hoki. PT. Gramedia Jakarta.

Beikram dan A.Andoko. 2004. Mempercantik Penampilan Adenium .Agromedia Pustaka.

Pangemanan,L. 1979. Nama Tumbuh-tumbuhan disekitar Manado. Bahan kuliah Taksonomi Fakultas Pertanian Unsrat.

 

Kali Ciliwung dahulu jernih

Ciliwung Masa Lalu
Repro: Intisari, 1988
Sungai Ciliwung dulu pernah bersih, sehingga dipakai sebagai air minum dan mandi.
Seri Konservasi 2010taken from: Kompas

Editor: ksp

Sungai Ciliwung dulu pernah bersih, sehingga dipakai sebagai air minum dan mandi.

Laporan wartawan KOMPAS Senin, 18 Oktober 2010 Banjir lagi, banjir lagi. Jakarta di tangan ahlinya saja masih kewalahan menghadapi fenomena yang satu ini. Jangankan menghilangkan, meminimaliskan banjir saja bukan main susahnya.
Perilaku masyarakat dituding menjadi penyebab terjadinya banjir atau genangan. Membuang sampah sembarangan sehingga drainase menjadi tersumbat memang merupakan pemandangan sehari-hari, terutama di wilayah-wilayah sepanjang bantaran Sungai Ciliwung.

Curah hujan yang tinggi, penumpukan sampah, pendangkalan sungai, drainase buruk, dan minimnya tanah resapan, merupakan penyebab banjir di Jakarta yang sudah lama teridentifikasi. Pesatnya urbanisasi ke Jakarta menjadi salah satu faktor kondisi ini. Tidak diperkirakan sebelumnya, dalam kurun waktu seratus tahun saja sungai-sungai di Jakarta telah mengalami penurunan kualitas sangat besar. Pada abad XIX, air sungai-sungai di Jakarta masih bening sehingga bisa digunakan untuk minum, mandi, dan mencuci pakaian.

Bahkan ratusan tahun yang lalu, Sungai Ciliwung banyak dipuji-puji pendatang asing. Disebutkan, pada abad XV – XVI Ciliwung merupakan sebuah sungai indah, berair jernih dan bersih, mengalir di tengah kota. Hal ini sangat dirasakan para pedagang yang berlabuh di Pelabuhan Sunda Kelapa.
Ketika itu Ciliwung mampu menampung 10 buah kapal dagang dengan kapasitas sampai 100 ton, masuk dan berlabuh dengan aman di Sunda Kelapa. Kini jangankan kapal besar, kapal kecil saja sulit melayari Ciliwung karena baling-baling kapal hampir selalu tersangkut sampah.
Sumber lain mengatakan, selama ratusan tahun air Ciliwung mengalir bebas, tidak berlumpur, dan tenang. Karena itu banyak kapten kapal asing singgah untuk mengambil air segar yang cukup baik untuk diisikan ke botol dan guci mereka.

Jean-Baptiste Tavernier, sebagaimana dikutip Van Gorkom, mengatakan Ciliwung memiliki air yang paling baik dan paling bersih di dunia (Persekutuan Aneh, 1988).
Dulu, berkat Sungai Ciliwung yang bersih, kota Batavia pernah mendapat julukan “Ratu dari Timur”. Banyak pendatang asing menyanjung tinggi, bahkan menyamakannya dengan kota-kota ternama di Eropa, seperti Venesia di Italia.

Karena dikuasai penjajah, tentu saja kota Batavia dibangun mengikuti pola di Belanda. Ciri khasnya adalah dibelah oleh Sungai Ciliwung, masing-masing bagian dipotong lagi oleh parit (kanal) yang saling sejajar dan saling melintang.

Pola seperti ini mampu melawan amukan air di kala laut pasang, dan banjir di dalam kota karena air akan menjalar terkendali melalui kanal ke segala penjuru.

Kemungkinan bencana ekologi di Jakarta mulai terjadi sejak 1699 ketika Gunung Salak di Jawa Barat meletus. Erupsinya berdampak besar, antara lain menyebabkan iklim Batavia menjadi buruk, kabut menggantung rendah dan beracun, parit-parit tercemar, dan penyakit-penyakit aneh bermunculan.

Maka kemudian orang tidak lagi menjuluki Batavia sebagai ‘Ratu dari Timur’, melainkan ‘Kuburan dari Timur’. Bencana ini berdampak pada pemerintahan di Batavia yang mulai goyah karena banyak pihak saling tuding terhadap musibah tersebut.

Para pengambil kebijakan terdahulu dinilai salah karena telah membangun kota dengan menyontoh kota gaya Belanda. �Batavia adalah kota bercorak tropis. Berbeda jauh dengan Belanda yang memiliki empat musim,� begitu kira-kira kata pihak oposisi. Sebagian orang menduga, bencana ekologi itu disebabkan oleh kepadatan penduduk. Batavia memang semula dirancang sebagai kota dagang. Karenanya banyak pendatang kemudian menetap secara permanen di sini. Sejak itulah perlahan-lahan Ciliwung mulai tercemar. Berbagai limbah pabrik gula dibuang ke Ciliwung. Demikian pula limbah dari usaha binatu dan limbah-limbah rumah tangga, karena berbagai permukiman penduduk banyak berdiri di sepanjang Ciliwung. Dalam penelitian tahun 1701 terungkap bahwa daerah hulu Ciliwung sampai hilir di tanah perkebunan gula telah bersih ditebangi. Sebagai daerah yang terletak di tepi laut, tentu saja Batavia sering kali kena getahnya. Kalau sekarang Jakarta hampir selalu mendapat �banjir kiriman� dari Bogor, dulu “lumpur kiriman” bertimbun di parit-parit kota Batavia setiap tahunnya.
Pada awal abad ke-19 Batavia tidak lagi merupakan benteng kuat dan kota berdinding tembok. Karenanya, pada awal abad ke-20 Batavia sudah menjadi kota yang berkembang dengan penduduk berjumlah 100.000 orang. Bahkan dalam beberapa tahun saja penduduk kota sudah meningkat menjadi 500.000 orang.

Adanya nama-nama tempat yang berawalan hutan, kebon, kampung, dan rawa setidaknya menunjukkan dulu Jakarta merupakan kawasan terbuka yang kini berubah menjadi kawasan tertutup (tempat hunian).
Sejak membludaknya arus urbanisasi itu, pendangkalan Ciliwung dan sungai-sungai kecil lainnya terus terjadi tanpa diimbangi pengerukan lumpur yang layak. Pada 1960-an, misalnya saja, sejumlah sungai kecil masih bisa dilayari perahu dari luar kota. Waktu itu kedalaman sungai mencapai tiga meter. Namun kini kedalaman air tidak mencapai satu meter.

Sayang, semakin derasnya arus urbanisasi ke Jakarta, kondisi Ciliwung semakin amburadul. Banyaknya permukiman kumuh di Jakarta menyebabkan Ciliwung beralih fungsi menjadi “tempat pembuangan sampah dan tinja terpanjang di dunia”.
Banjir besar mulai melanda Jakarta pada 1932, yang merupakan siklus 25 tahunan. Penyebab banjir adalah turun hujan sepanjang malam pada 9 Januari. Hampir seluruh kota tergenang. Di Jalan Sabang, sebagai daerah yang nomor satu paling parah, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Banyak warga tidak bisa keluar rumah, kecuali mereka yang beruntung memiliki perahu (Jakarta Tempo Doeloe, 1989).(Djulianto Susantio)

Pesona gunung Tianmen, Tiongkok


Seri Travel Oriental

dari berbagai sumber


Pendakian Bernuansa

GUNUNG Tianmen terletak di Provinsi Hunan, sebagai tempat yang penuh pesona alam yang indah, termasuk adanya Tianmen Cave yang kerap disebut sebagai ‘pintu surga’ atau ‘heavens door’. Ini merupakan sebuah lubang besar alami yang menembus tengah gunung Tianmen dengan ketinggian mencapai 1518 m diatas permukaan laut.

Pada tahun 1999, seorang penerbang internasional pernah mengendarai pesawat melewati lubang pada gunung Tianmen. Kejadian tersebut menimbulkan sensasi yang luar biasa di kalangan masyarakat dunia. Sedikitnya 800 juta penonton menyaksikannya secara langsung. Kini tempat ini menjadi kawasan wisata yang sering dikunjungi, khususnya bagi masyarakat Asia. Kawasan taman lainnya yang bisa dikunjungi adalahHeaven-Linking Avenue, dan Taman Bonsai.

Taman Nasional dilengkapi dengan sebuah jalan lintasan terpanjang di dunia,Tianmen Mountain Cableway, dengan panjang 7455 m. lintasan ini akan membawa para wisatawan dari suasana kota modern menuju sebuah taman yang memiliki keindahan alam akan tanaman yang tumbuh subur dipegunungan.

Gunung Tianmen sendiri adalah gunung terdekat kota Zhangjiajie, China. Ketinggiannya mencapai 1518,6 meter. Terletak hanya 8 kilometer dari Zhangjiajie. Kawasan gunung Tianmen dijadikan sebagai Taman Hutan Nasional pada tahun 1992. Di sini terdapat habitat besar tumbuhan langka .

Dengan latar belakang kebudayaan yang kental, gunung Tianmen kerap dianggap bagi penduduk setempat sebagai gunung suci. Sebuah kuil Buddha,Tian Men Mountain Temple, berusia 500 tahun bisa dijumpai disini. Kuil pertama kali dibuat pada zaman Dinasti Tang sebagai pusat bagi umat Buddha di provinsi Hunan. Tiap tahunnya kuil ini selalu menarik ribuan umat Buddha untuk sembahyang.

Peneliti MIT menyatakan penggunaan bambu sebagai material setara kayu lapis

konstruksi bambu secara tradisional agak mudah: Seluruh batang digunakan untuk membuat bangunan-bangunan berkisi-kisi, atau tenun di strip untuk membentuk layar berukuran dinding. Efeknya bisa menakjubkan, dan juga praktis dalam bagian dunia di mana bambu tumbuh subur.

MITnews_Bamboo_01-600x400

Foto: Jennifer Chu / MIT

Tapi ada keterbatasan untuk membangun dengan bambu. Rumput hardy rentan terhadap serangga, dan membangun dengan batang – dasarnya silinder berongga – membatasi bentuk komponen bangunan individu, serta daya tahan bangunan itu sendiri.
Para peneliti di laboratorium Gibson ini telah mengumpulkan sampel bambu berbagai ketebalan untuk menganalisis struktur mikro bambu.

ilmuwan MIT, bersama dengan arsitek dan prosesor kayu dari Inggris dan Kanada, sedang mencari cara untuk mengubah bambu menjadi bahan konstruksi lebih mirip dengan komposit kayu, seperti kayu lapis. Idenya adalah bahwa tangkai, atau batang, dapat diiris menjadi potongan kecil, yang kemudian dapat terikat bersama untuk membentuk blok kokoh – seperti komposit kayu konvensional. Sebuah produk struktural semacam ini dapat digunakan untuk membangun gedung lebih tangguh – terutama di tempat-tempat seperti Cina, India, dan Brazil, di mana bambu yang melimpah.

produk bambu tersebut saat ini sedang dikembangkan oleh beberapa perusahaan. Proyek MIT bermaksud untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari bahan-bahan ini, sehingga bambu dapat lebih efektif digunakan struktural. Untuk itu, para peneliti MIT sekarang telah menganalisis struktur mikro bambu dan menemukan bahwa tanaman lebih kuat dan lebih padat dari kayu lunak Amerika Utara seperti pinus, cemara, dan pohon cemara, membuat rumput sumber daya yang menjanjikan untuk bahan komposit.

“Bambu tumbuh secara luas di daerah di mana ada cepat-negara berkembang, sehingga bahan bangunan alternatif untuk beton dan baja,” kata Lorna Gibson, yang Matoula S. Salapatas Profesor Material Science and Engineering di MIT. “Anda mungkin tidak akan membuat gedung pencakar langit dari bambu, tapi struktur pasti lebih kecil seperti rumah-rumah dan bangunan bertingkat rendah.”

gambar ini menunjukkan bundel vaskular. Anda dapat melihat itu terdiri dari pembuluh (lubang hitam besar, kosong mencari) dan mendukung serat (agak gelap daerah tampak sangat padat). Parenkim (sel melingkar cahaya) mengelilingi bundel vaskuler (vascular bundle mengacu pada struktur berbentuk semanggi keseluruhan). Courtesy dari peneliti
gambar ini menunjukkan bundel vaskular. Anda dapat melihat itu terdiri dari pembuluh (lubang hitam besar, kosong mencari) dan mendukung serat (agak gelap daerah tampak sangat padat). Parenkim (sel melingkar cahaya) mengelilingi bundel vaskuler (vascular bundle mengacu pada struktur berbentuk semanggi keseluruhan). Courtesy dari peneliti

Gibson dan rekan-rekannya menganalisis bagian dari bambu dari dalam ke luar, mengukur kekakuan setiap bagian di mikro tersebut. Ternyata, bambu terpadat di dekat dinding luarnya. Para peneliti menggunakan data mereka untuk mengembangkan model yang memprediksi kekuatan dari bagian yang diberikan dari bambu.

Model ini dapat membantu prosesor kayu menentukan cara merakit produk bambu tertentu. Seperti Gibson menjelaskan hal itu, salah satu bagian dari bambu mungkin lebih cocok untuk produk tertentu dari yang lain: “Jika Anda ingin balok bambu yang membungkuk, mungkin Anda akan ingin menempatkan bahan padat di bagian atas dan bawah dan bit kurang padat ke tengah, sebagai tekanan dalam berkas yang lebih besar di bagian atas dan bawah dan kecil di tengah. Kami sedang melihat bagaimana kita mungkin mengoptimalkan pemilihan bahan bambu dalam struktur yang Anda buat. ”

Gibson dan rekan-rekannya telah mempublikasikan hasil mereka dalam Journal of Royal Society Interface.

 

Untuk percobaan mereka, para peneliti menganalisis spesimen moso, spesies utama bambu yang digunakan di Cina. Seperti kebanyakan jenis bambu, moso tumbuh sebagai berongga, batang silinder, atau batang, tersegmentasi oleh node sepanjang tangkai. Bambu dapat mencapai ketinggian 20 meter – setinggi bangunan enam lantai – hanya dalam beberapa bulan. Tangkai kemudian mengambil beberapa tahun lagi untuk dewasa – tapi masih jauh lebih cepat daripada statelier pertumbuhan pinus pohon, selama puluhan tahun.

“Salah satu hal yang mengesankan adalah bagaimana bambu cepat tumbuh,” catatan Gibson. “Jika Anda menanam hutan pinus versus hutan bambu, Anda akan menemukan Anda dapat tumbuh jauh lebih bambu, dan lebih cepat.”

Lorna Gibson, seorang profesor MIT teknik mesin, menjelaskan penelitian kelompoknya dalam menggunakan bambu sebagai bahan bangunan. Video: Melanie Gonick / MIT

Peneliti menggunakan mikroskop elektron untuk mendapatkan gambar dari struktur mikro bambu dan menciptakan lengkap, mikro lintas-bagian dari seluruh dinding batang pada ketinggian yang berbeda di sepanjang tangkai.

gambar yang dihasilkan menunjukkan gradien kerapatan ikatan pembuluh – pembuluh berongga – yang membawa cairan naik dan turun tangkai, dikelilingi oleh sel-sel fibrosa padat. Kepadatan bundel ini meningkat radial keluar – gradien yang tampaknya tumbuh lebih jelas pada posisi yang lebih tinggi di sepanjang tangkai.

Para peneliti memotong bagian dari bambu dari dalam ke luar, mencatat radial setiap sampel dan posisi membujur di sepanjang batang, kemudian diukur kekakuan dan kekuatan dari sampel dengan melakukan bending dan kompresi tes. Secara khusus, mereka tampil nanoindentation, yang menggunakan tip mekanik kecil untuk mendorong ke bawah pada sampel, untuk memperoleh pemahaman tentang sifat material bambu di skala yang lebih halus. Dari hasil ini uji mekanis, Gibson dan rekan-rekannya menemukan bahwa secara umum, bambu kaku dan lebih kuat dari kebanyakan kayu lunak Amerika Utara yang umum digunakan dalam konstruksi, dan juga lebih padat.

Para peneliti kemudian menggunakan kekakuan dan kepadatan data untuk membuat model yang akurat memprediksi sifat mekanik bambu sebagai fungsi dari posisi di tangkai. Gibson mengatakan prosesor kayu yang ia bekerja dengan di Kanada dapat menggunakan model sebagai panduan untuk merakit blok bambu tahan lama dari berbagai bentuk dan ukuran.

Ke depan, prosesor, pada gilirannya, akan mengirim sampel MIT tim gabungan dari bambu untuk mengkarakterisasi. Misalnya, produk dapat diproses mengandung bambu bersama dengan bahan lain untuk mengurangi kepadatan produk dan membuatnya tahan terhadap serangga. bahan komposit seperti, Gibson mengatakan, harus dipahami di mikro tersebut.

“Kami ingin melihat sifat mekanik asli dari batang bambu, serta bagaimana proses mempengaruhi produk,” kata Gibson. “Mungkin ada cara untuk meminimalkan efek apapun, dan menggunakan bambu dengan cara yang lebih fleksibel.”

Oliver Frith, bertindak direktur program untuk Jaringan Internasional untuk Bambu dan Rotan, berkantor pusat di Beijing, mengatakan bahwa sangat sedikit spesies bambu telah diklasifikasikan, dan kurangnya pengetahuan tentang mikro material telah merugikan upaya untuk merancang efisien, produk struktural optimal .

“Pekerjaan MIT sangat tepat waktu dan memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan sektor ini,” kata Frith, yang tidak terlibat dalam penelitian. “Sementara bambu memiliki kesamaan dengan kayu, sebagai studi ini menunjukkan, bahan juga memiliki sifat yang sangat berbeda. Meskipun pendekatan saat ini untuk mengembangkan struktur direkayasa bambu cenderung untuk fokus pada meniru produk kayu rekayasa, masa depan mungkin akan terletak pada inovasi pendekatan baru yang lebih baik dapat meningkatkan keunggulan alami dari bahan yang unik ini. ”

Sumber: MIT, yang ditulis oleh Jennifer Chu

Kumpulan Kliping Global Warming

logo Kliping Pemanasan Semesta
taken from: ugm.ac.id, liputan 6.com

Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global – termasuk Indonesia yang terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius pada akhir abad 21.

Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi :
(a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai,
(b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian,
(e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb). Dalam makalah ini, fokus diberikan pada antisipasi terhadap dua dampak pemanasan global, yakni : kenaikan muka air laut (sea level rise) dan banjir.

Dampak Kenaikan Permukaan Air Laut dan Banjir terhadap Kondisi Lingkungan Bio-geofisik dan Sosial-Ekonomi Masyarakat.

Kenaikan muka air laut secara umum akan mengakibatkan dampak sebagai berikut : (a) meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir, (b) perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove, (c) meluasnya intrusi air laut,
(d) ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir, dan (e) berkurangnya luas daratan atau hilangnya pulau-pulau kecil.

Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir disebabkan oleh terjadinya pola hujan yang acak dan musim hujan yang pendek sementara curah hujan sangat tinggi (kejadian ekstrim). Kemungkinan lainnya adalah akibat terjadinya efekbackwater dari wilayah pesisir ke darat. Frekuensi dan intensitas banjir diprediksikan terjadi 9 kali lebih besar pada dekade mendatang dimana 80% peningkatan banjir tersebut terjadi di Asia Selatan dan Tenggara (termasuk Indonesia) dengan luas genangan banjir mencapai 2 juta mil persegi. Peningkatan volume air pada kawasan pesisir akan memberikan efek akumulatif apabila kenaikan muka air laut serta peningkatan frekuensi dan intensitas hujan terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan.

  • Kenaikan muka air laut selain mengakibatkan perubahan arus laut pada wilayah pesisir juga mengakibatkan rusaknya ekosistem mangrove, yang pada saat ini saja kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Luas hutan mangrove di Indonesia terus mengalami penurunan dari 5.209.543 ha (1982) menurun menjadi 3.235.700 ha (1987) dan menurun lagi hingga 2.496.185 ha (1993). Dalam kurun waktu 10 tahun (1982-1993), telah terjadi penurunan hutan mangrove ± 50% dari total luasan semula. Apabila keberadaan mangrove tidak dapat dipertahankan lagi, maka : abrasi pantai akan kerap terjadi karena tidak adanya penahan gelombang, pencemaran dari sungai ke laut akan meningkat karena tidak adanya filter polutan, dan zona budidaya aquaculture pun akan terancam dengan sendirinya.
  • Meluasnya intrusi air laut selain diakibatkan oleh terjadinya kenaikan muka air laut juga dipicu oleh terjadinya land subsidence akibat penghisapan air tanah secara berlebihan. Sebagai contoh, diperkirakan pada periode antara 2050 hingga 2070, maka intrusi air laut akan mencakup 50% dari luas wilayah Jakarta Utara.
  • Gangguan terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang terjadi diantaranya adalah : (a) gangguan terhadap jaringan jalan lintas dan kereta api di Pantura Jawa dan Timur-Selatan Sumatera ; (b) genangan terhadap permukiman penduduk pada kota-kota pesisir yang berada pada wilayah Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Barat Daya, dan beberapa spot pesisir di Papua ; (c) hilangnya lahan-lahan budidaya seperti sawah, payau, kolam ikan, dan mangrove seluas 3,4 juta hektar atau setara dengan US$ 11,307 juta ; gambaran ini bahkan menjadi lebih ‘buram’ apabila dikaitkan dengan keberadaan sentra-sentra produksi pangan yang hanya berkisar 4 % saja dari keseluruhan luas wilayah nasional, dan (d) penurunan produktivitas lahan pada sentra-sentra pangan, seperti di DAS Citarum, Brantas, dan Saddang yang sangat krusial bagi kelangsungan swasembada pangan di Indonesia. Adapun daerah-daerah di Indonesia yang potensial terkena dampak kenaikan muka air laut diperlihatkan pada Gambar 1 berikut.
  • Terancam berkurangnya luasan kawasan pesisir dan bahkan hilangnya pulau-pulau kecil yang dapat mencapai angka 2000 hingga 4000 pulau, tergantung dari kenaikan muka air laut yang terjadi. Dengan asumsi kemunduran garis pantai sejauh 25 meter, pada akhir abad 2100 lahan pesisir yang hilang mencapai 202.500 ha.
  • Bagi Indonesia, dampak kenaikan muka air laut dan banjir lebih diperparah dengan pengurangan luas hutan tropis yang cukup signifikan, baik akibat kebakaran maupun akibat penggundulan. Data yang dihimpun dari The Georgetown – International Environmental Law Review (1999) menunjukkan bahwa pada kurun waktu 1997 – 1998 saja tidak kurang dari 1,7 juta hektar hutan terbakar di Sumatra dan Kalimantan akibat pengaruh El Nino. Bahkan WWF (2000) menyebutkan angka yang lebih besar, yakni antara 2 hingga 3,5 juta hektar pada periode yang sama. Apabila tidak diambil langkah-langkah yang tepat maka kerusakan hutan – khususnya yang berfungsi lindung – akan menyebabkan run-off yang besar pada kawasan hulu, meningkatkan resiko pendangkalan dan banjir pada wilayah hilir , serta memperluas kelangkaan air bersih pada jangka panjang.

Antisipasi Dampak Kenaikan Muka Air Laut dan Banjir melalui Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional

Dengan memperhatikan dampak pemanasan global yang memiliki skala nasional dan dimensi waktu yang berjangka panjang, maka keberadaan RTRWN menjadi sangat penting. Secara garis besar RTRWN yang telah ditetapkan aspek legalitasnya melalui PP No.47/1997 sebagai penjabaran pasal 20 dari UU No.24/1992 tentang Penataan Ruang memuat arahan kebijaksanaan pemanfaatan ruang negara yang memperlihatkan adanya pola dan struktur wilayah nasional yang ingin dicapai pada masa yang akan datang.

Pola pemanfaatan ruang wilayah nasional memuat : (a) arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan kawasan lindung (termasuk kawasan rawan bencana seperti kawasan rawan gelombang pasang dan banjir) ; dan (b) arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan kawasan budidaya (hutan produksi, pertanian, pertambangan, pariwisata, permukiman, dsb). Sementara struktur pemanfaatan ruang wilayah nasional mencakup : (a) arahan pengembangan sistem permukiman nasional dan (b) arahan pengembangan sistem prasarana wilayah nasional (seperti jaringan transportasi, kelistrikan, sumber daya air, dan air baku.

Sesuai dengan dinamika pembangunan dan lingkungan strategis yang terus berubah, maka dirasakan adanya kebutuhan untuk mengkajiulang (review) materi pengaturan RTRWN (PP 47/1997) agar senantiasa dapat merespons isu-isu dan tuntutan pengembangan wilayah nasional ke depan. (mohon periksa Tabel 3 pada Lampiran). Oleh karenanya, pada saat ini Pemerintah tengah mengkajiulang RTRWN yang diselenggarakan dengan memperhatikan perubahan lingkungan strategis ataupun paradigma baru sebagai berikut :

  • globalisasi ekonomi dan implikasinya,
  • otonomi daerah dan implikasinya,
  • penanganan kawasan perbatasan antar negara dan sinkronisasinya,
  • pengembangan kemaritiman/sumber daya kelautan,
  • pengembangan kawasan tertinggal untuk pengentasan kemiskinan dan krisis ekonomi,
  • daur ulang hidrologi,
  • penanganan land subsidence,
  • pemanfaatan jalur ALKI untuk prosperity dan security, serta
  • pemanasan global dan berbagai dampaknya.

Dengan demikian, maka aspek kenaikan muka air laut dan banjir seyogyanya akan menjadi salah satu masukan yang signifikan bagi kebijakan dan strategi pengembangan wilayah nasional yang termuat didalam RTRWN khususnya bagi pengembangan kawasan pesisir mengingat : (a) besarnya konsentrasi penduduk yang menghuni kawasan pesisir khususnya pada kota-kota pantai, (b) besarnya potensi ekonomi yang dimiliki kawasan pesisir, (c) pemanfaatan ruang wilayah pesisir yang belum mencerminkan adanya sinergi antara kepentingan ekonomi dengan lingkungan, (d) tingginya konflik pemanfaatan ruang lintas sektor dan lintas wilayah, serta (e) belum terciptanya keterkaitan fungsional antara kawasan hulu dan hilir, yang cenderung merugikan kawasan pesisir.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ADB (1994), maka dampak kenaikan muka air laut dan banjir diperkirakan akan memberikan gangguan yang serius terhadap wilayah-wilayah seperti : Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Barat Daya, dan beberapa spotpada pesisir Barat Papua

Untuk kawasan budidaya, maka perhatian yang lebih besar perlu diberikan untuk kota-kota pantai yang memiliki peran strategis bagi kawasan pesisir, yakni sebagai pusat pertumbuhan kawasan yang memberikan pelayanan ekonomi, sosial, dan pemerintahan bagi kawasan tersebut. Kota-kota pantai yang diperkirakan mengalami ancaman dari kenaikan muka air laut diantaranya adalah Lhokseumawe, Belawan, Bagansiapi-api, Batam, Kalianda, Jakarta, Tegal, Semarang, Surabaya, Singkawang, Ketapang, Makassar, Pare-Pare, Sinjai. (Selengkapnya mohon periksa Tabel 1 pada Lampiran).

Kawasan-kawasan fungsional yang perlu mendapatkan perhatian terkait dengan kenaikan muka air laut dan banjir meliputi 29 kawasan andalan, 11 kawasan tertentu, dan 19 kawasan tertinggal. (selengkapnya mohon periksa Tabel 2 pada Lampiran).

Perhatian khusus perlu diberikan dalam pengembangan arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan prasarana wilayah yang penting artinya bagi pengembangan perekonomian nasional, namun memiliki kerentanan terhadap dampak kenaikan muka air laut dan banjir, seperti :

  • sebagian ruas-ruas jalan Lintas Timur Sumatera (dari Lhokseumawe hingga Bandar Lampung sepanjang ± 1600 km) dan sebagian jalan Lintas Pantura Jawa (dari Jakarta hingga Surabaya sepanjang ± 900 km) serta sebagian Lintas Tengah Sulawesi (dari Pare-pare, Makassar hingga Bulukumba sepanjang ± 250 km).
  • beberapa pelabuhan strategis nasional, seperti Belawan (Medan), Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Mas (Semarang), Pontianak, Tanjung Perak (Surabaya), serta pelabuhan Makassar.
  • Jaringan irigasi pada wilayah sentra pangan seperti Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur dan Sulawesi bagian Selatan.
  • Beberapa Bandara strategis seperti Medan, Jakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, dan Semarang.

Untuk kawasan lindung pada RTRWN, maka arahan kebijakan dan kriteria pola pengelolaan kawasan rawan bencana alam, suaka alam-margasatwa, pelestarian alam, dan kawasan perlindungan setempat (sempadan pantai, dan sungai) perlu dirumuskan untuk dapat mengantisipasi berbagai kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi.

Selain antisipasi yang bersifat makro-strategis diatas, diperlukan pula antisipasi dampak kenaikan muka air laut dan banjir yang bersifat mikro-operasional. Pada tataran mikro, maka pengembangan kawasan budidaya pada kawasan pesisir selayaknya dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa alternatif yang direkomendasikan oleh IPCC (1990) sebagai berikut :

  • Relokasi ; alternatif ini dikembangkan apabila dampak ekonomi dan lingkungan akibat kenaikan muka air laut dan banjir sangat besar sehingga kawasan budidaya perlu dialihkan lebih menjauh dari garis pantai. Dalam kondisi ekstrim, bahkan, perlu dipertimbangkan untuk menghindari sama sekali kawasan-kawasan yang memiliki kerentanan sangat tinggi.
  • Akomodasi ; alternatif ini bersifat penyesuaian terhadap perubahan alam atau resiko dampak yang mungkin terjadi seperti reklamasi, peninggian bangunan atau perubahan agriculture menjadi budidaya air payau (aquaculture) ; area-area yang tergenangi tidak terhindarkan, namun diharapkan tidak menimbulkan ancaman yang serius bagi keselamatan jiwa, asset dan aktivitas sosial-ekonomi serta lingkungan sekitar.
  • Proteksi ; alternatif ini memiliki dua kemungkinan, yakni yang bersifathard structure seperti pembangunan penahan gelombang (breakwater) atau tanggul banjir (seawalls) dan yang bersifat soft structure seperti revegetasi mangrove atau penimbunan pasir (beach nourishment). Walaupun cenderung defensif terhadap perubahan alam, alternatif ini perlu dilakukan secara hati-hati dengan tetap mempertimbangkan proses alam yang terjadi sesuai dengan prinsip “working with nature”.

Sedangkan untuk kawasan lindung, prioritas penanganan perlu diberikan untuk sempadan pantai, sempadan sungai, mangrove, terumbu karang, suaka alam margasatwa/cagar alam/habitat flora-fauna, dan kawasan-kawasan yang sensitif secara ekologis atau memiliki kerentanan tinggi terhadap perubahan alam atau kawasan yang bermasalah. Untuk pulau-pulau kecil maka perlindungan perlu diberikan untuk pulau-pulau yang memiliki fungsi khusus, seperti tempat transit fauna, habitat flora dan fauna langka/dilindungi, kepentingan hankam, dan sebagainya.

Agar prinsip keterpaduan pengelolaan pembangunan kawasan pesisir benar-benar dapat diwujudkan, maka pelestarian kawasan lindung pada bagian hulu – khususnya hutan tropis – perlu pula mendapatkan perhatian. Hal ini penting agar laju pemanasan global dapat dikurangi, sekaligus mengurangi peningkatan skala dampak pada kawasan pesisir yang berada di kawasan hilir.

Kebutuhan Intervensi Kebijakan Penataan Ruang dalam rangka Mengantisipasi Dampak Pemanasan Global terhadap Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Dalam kerangka kebijakan penataan ruang, maka RTRWN merupakan salah satu instrumen kebijakan yang dapat dimanfaatkan untuk dampak pemanasan global terhadap kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Namun demikian, selain penyiapan RTRWN ditempuh pula kebijakan untuk revitalisasi dan operasionalisasi rencana tata ruang yang berorientasi kepada pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil dengan tingkat kedalaman yang lebih rinci.

Intervensi kebijakan penataan ruang diatas pada dasarnya ditempuh untuk memenuhi tujuan-tujuan berikut :

  • Mewujudkan pembangunan berkelanjutan pada kawasan pesisir, termasuk kota-kota pantai dengan segenap penghuni dan kelengkapannya (prasarana dan sarana) sehingga fungsi-fungsi kawasan dan kota sebagai sumber pangan (source of nourishment) dapat tetap berlangsung.
  • Mengurangi kerentanan (vulnerability) dari kawasan pesisir dan para pemukimnya (inhabitants) dari ancaman kenaikan muka air laut, banjir, abrasi, dan ancaman alam (natural hazards) lainnya.
  • Mempertahankan berlangsungnya proses ekologis esensial sebagai sistem pendukung kehidupan dan keanekaragaman hayati pada wilayah pesisir agar tetap lestari yang dicapai melalui keterpaduan pengelolaan sumber daya alam dari hulu hingga ke hilir (integrated coastal zone management).
  • Untuk mendukung tercapainya upaya revitalisasi dan operasionalisasi rencana tata ruang, maka diperlukan dukungan-dukungan, seperti : (a) penyiapan Pedoman dan Norma, Standar, Prosedur dan Manual (NSPM) untuk percepatan desentralisasi bidang penataan ruang ke daerah – khususnya untuk penataan ruang dan pengelolaan sumber daya kawasan pesisir/tepi air; (b) peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia serta pemantapan format dan mekanisme kelembagaan penataan ruang, (c) sosialisasi produk-produk penataan ruang kepada masyarakat melalui public awareness campaig, (d) penyiapan dukungan sistem informasi dan database pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang memadai, serta (e) penyiapan peta-peta yang dapat digunakan sebagai alat mewujudkan keterpaduan pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-kecil sekaligus menghindari terjadinya konflik lintas batas.
  • Selanjutnya, untuk dapat mengelola pembangunan kawasan pesisir secara efisien dan efektif, diperlukan strategi pendayagunaan penataan ruang yang senada dengan semangat otonomi daerah yang disusun dengan memperhatikan faktor-faktor berikut :
  • Keterpaduan yang bersifat lintas sektoral dan lintas wilayah dalam konteks pengembangan kawasan pesisir sehingga tercipta konsistensi pengelolaan pembangunan sektor dan wilayah terhadap rencana tata ruang kawasan pesisir.
  • Pendekatan bottom-up atau mengedepankan peran masyarakat (participatory planning process) dalam pelaksanaan pembangunan kawasan pesisir yang transparan dan accountable agar lebih akomodatif terhadap berbagai masukan dan aspirasi seluruh stakeholders dalam pelaksanaan pembangunan.
  • Kerjasama antar wilayah (antar propinsi, kabupaten maupun kota-kota pantai, antara kawasan perkotaan dengan perdesaan, serta antara kawasan hulu dan hilir) sehingga tercipta sinergi pembangunan kawasan pesisir dengan memperhatikan inisiatif, potensi dan keunggulan lokal, sekaligus reduksi potensi konflik lintas wilayah
  • Penegakan hukum yang konsisten dan konsekuen – baik PP, Keppres, maupun Perda – untuk menghindari kepentingan sepihak dan untuk terlaksananya role sharing yang ‘seimbang’ antar unsur-unsurstakeholders.

Berbagai sumber.

1700 Ilmuwan Inggris Lindungi Bukti Pemanasan Global

Sumber: liputan 6.com

Willy Haryono

1700.Ilmuwan.Inggris.Lindungi.Bukti.Pemanasan.Global

Liputan6.com, Inggris: Lebih dari 1700 ilmuwan di Inggris telah menandatangani sebuah pernyataan untuk melindungi sejumlah bukti ilmiah terkait fenomena pemanasan global. Tindakan ini dilakukan setelah bukti ilmiah yang tersimpan dalam sebuah surat elektronik atau e-mail dibajak oleh sekelompok orang. Demikian informasi yang dilansir dari Associated Press, Kamis (10/12).

Dalam e-mail yang telah dicuri itu, sejumlah kelompok skeptis menyatakan pemanasan global terjadi bukan karena ulah manusia. Mereka menuduh para ilmuwan kini tengah berkonspirasi untuk menyembunyikan berbagai fakta mengenai pemanasan global.

Menanggapi hal tersebut, para ilmuwan mengaku tidak gentar. Mereka mengatakan e-mail itu tidak akan menghancurkan bukti-bukti yang telah dikumpulkan selama ini. Mereka tetap yakin bahwa aktivitas manusia-lah yang telah menyebabkan pemanasan global. (AYB)