Situs Promosi Arsitektur

Situs Promosi Arsitektur

Tampilkan produk Anda di sini. More »

Inovasi terbaru

Inovasi terbaru

Setiap hari ada inovasi baru More »

Asuransi Jiwa Indonesia

Asuransi Jiwa Indonesia

Banyak perusahaan asuransi menawarkan produk-produk unggulan. Pilihlah yang paling sesuai kebutuhan Anda More »

Kontraktor di Bogor

Kontraktor di Bogor

Kontraktor rumah mewah More »

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Tak semegah bentuknya, inilah kisah di balik 5 bangunan spektakuler Tiongkok

Tak semegah bentuknya, kisah di balik 5 bangunan spektakuler China

Senin, 17 April 2017 00:03Reporter : Tantri Setyorini

Tembok Besar Tiongkok. ©Anhgreen.com

Merdeka.com – Orang China tampaknya terobsesi dengan bangunan megah dan gedung tinggi menjulang. Bangunan seperti ini dianggap sebagai simbol kemakmuran dan kesuksesan. Menurut laporan China Daily, diperkirakan sebuah gedung pencakar langit dibangun setiap 5 hari sekali. Kebanyakan didirikan di kota-kota yang masih belum terlalu maju.

Sayangnya, ambisi untuk membangun bangunan termegah di dunia tak selalu dibarengi dengan perencanaan yang masuk akal sumber daya yang mencukupi. Kadang bangunan spektakuler yang sudah berhasil didirikan justru bernasib malang.

Berikut ini kisah di balik bangunan-bangunan paling menakjubkan yang dimiliki China.

1. Tembok Besar China

Merdeka.com – Struktur megah yang pernah menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia ini dibangun atas perintah Qin Shi Huang, kaisar pertama China sebagai pertahanan dari serangan bangsa asing. Namun hanya sebagian saja yang dibangun dalam masa pemerintahan sang kaisar. Mayoritas Tembok Besar justru dibangun pada masa Dinasti Ming.

Tembok Besar membentang dari Dandong di timur hingga ke Danau Lop di ujung barat. Bahkan hampir menyentuh perbatasan Mongolia. Saking megahnya bangunan ini, namanya sampai tersebar ke seluruh dunia sejak berabad-abad lalu.  Catatan sejarah tertua mengenai hal ini ditemukan dari jurnal yang ditulis oleh William Stukeley, seorang penjelajah dari Inggris pada tahun 1754.

Tak semegah bentuknya, kisah di balik 5 bangunan spektakuler China

Senin, 17 April 2017 00:03Reporter : Tantri Setyorini

Beijing National Stadium.

2. Beijing National Stadium

Merdeka.com – Beijing National Stadium atau lebih dikenal dengan nama Bird’s Nest merupakan stadion kebanggaan China yang dibangun khusus untuk Olimpiade Beijing 2008. Dirancang oleh Jacques Herzog dan Pierre de Meuron dan menghabiskan biaya pembangunan mencapai $ 428 juta. Desain menyerupai sarang burung yang dibuat dengan kerangka metal mencoba menekankan kebanggaan China sebagai negara yang kaya raya. Pasalnya, sarang burung dianggap sebagai bahan makanan mahal yang disantap pada saat-saat tertentu saja.

Sayangnya setelah Olimpiade berakhir Bird’s Nest terus mengalami kemunduran. Bird’s Nest masih menjadi atraksi menarik bagi para wisatawan. Namun ongkos perawatannya sangat tinggi, mencapai $ 11 juta setiap tahun. Setelah menjadi lokasi favorit untuk mengadakan konser, pertemuan, hingga kejuaraan olahraga selama beberapa tahun, Bird’s Nest mulai mengalami kemunduran. Sampah memenuhi kanal yang mengelilinginya.

Sekarang setelah euforia masyarakat berlalu, para penyelenggara acara besar memilih venue yang lebih terjangkau atau justru lebih spektakuler. Tetapi stadion ini masih akan digunakan lagi untuk menyambut Olimpiade Musim Dingin 2022.

Senin, 17 April 2017 00:03Reporter : Tantri Setyorini

Ilustrasi Kota Terlarang di China.

3. Kota Terlarang

Merdeka.com – Kompleks istana yang kini menjadi museum ini sempat menjadi tempat bertahta 24 kaisar China. Digunakan selama lebih dari 5 abad di bawah pemerintahan Dinasti Ming dan Qing.

Kompleks yang dibangun di atas lahan seluas 72 hektar ini meliputi 980 bangunan yang dulunya merupakan kediaman kaisar serta gundik-gundiknya, putri dan pangeran, serta para kasim yang bertugas melayani sang penguasa. Disebut Kota Terlarang karena hanya keluarga kerajaan dan para pelayannya yang boleh masuk. Siapapun yang berhasil memasuki kompleks istana dilarang keluar tanpa izin kaisar.

Pada masa kejayaannya, Kota Terlarang sempat menjadi rumah bagi 9.000 selir dan 70.000 kasim. Selama periode tersebut, Kota Terlarang sudah menyaksikan berbagai skandal dan intrik politik yang bisa mencoreng keagungan sejarah China.

Kota Terlarang berubah menjadi simbol kemunduran kekaisaran China ketika kaisar terakhirnya, Puyi menjadi pemimpin boneka selama pendudukan Jepang. Setelah China berubah menjadi negara republik, Puyi ditahan sebagai penjahat perang selama 10 tahun. Mantan titisan raja langit itu kemudian menghabiskan masa tuanya sebagai tukang kebun.

Senin, 17 April 2017 00:03Reporter : Tantri Setyorini

Sky City One.

4. Sky City

Merdeka.com – Satu lagi bukti ambisi China untuk menjadi negara terdepan. Gedung ini merupakan tandingan Burj Khalifa yang sempat menjadi gedung tertinggi di dunia. Ketinggian gedung mencapai 838 meter, lebih tinggi 10 meter dari saingannya yang berada di Dubai.

Gedung dirancang dan dibangun oleh Broad Sustainable Building dengan rencana awal meliputi tinggi bangunan yang mencapai 666 meter dalam waktu 120 hari. Namun pemerintah Hunan campur tangan dan meminta Sky City diubah menjadi gedung tertinggi di dunia. Rencananya pembangunan gedung masih akan dilanjutkan, namun harus terhenti karena mendapat protes keras dari para pecinta alam. Rupanya, proyek pembangunan Sky City dianggap membahayakan lahan basah Daze Lake. Kawasan ini merupakan lahan basah terakhir yang menjadi habitat bagi sejumlah spesies burung langka.

Reporter : Tantri Setyorini

Reruntuhan kota kuno di dasar Danau Qiandao

  • 5. Reruntuhan kota Shi Cheng dan He Cheng

Merdeka.com – Danau Qiandao merupakan telaga artifisial yang dibuat dengan membendung aliran Sungai Xin’an. Danau tersebut merupakan pembangkit listrik tenaga air sekaligus pemasok industri air mineral dalam kemasan setempat. Pulau-pulau kecil di atasnya merupakan tempat wisata dan hutan lebat. Sayangnya, pembuatan danau harus mengorbankan sejumlah kota, desa, dan situs bersejarah. Sekitar 290.000 orang dari 27 kota dan 1.377 desa harus direlokasi untuk membangun pembangkit listrik.

Yang paling disayangkan dari pembuatan Danau Qindao adalah tenggelamnya beberapa reruntuhan kota kuno. Dilansir Amusing Planet, tercatat ada 5 kota kuno yang terendam di dasar danau. Sejauh ini, yang berhasil diidentifikasi baru 2 kota, yaitu Shi Cheng dan He Cheng. Reruntuhan Shi Cheng dibangun pada tahun 621, sementara He Cheng didirikan pada tahun 208.

Sumber: Senin, 17 April 2017 00:03Reporter : Tantri Setyorini Merdeka.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *