Situs Promosi Arsitektur

Situs Promosi Arsitektur

Tampilkan produk Anda di sini. More »

Inovasi terbaru

Inovasi terbaru

Setiap hari ada inovasi baru More »

Asuransi Jiwa Indonesia

Asuransi Jiwa Indonesia

Banyak perusahaan asuransi menawarkan produk-produk unggulan. Pilihlah yang paling sesuai kebutuhan Anda More »

Kontraktor di Bogor

Kontraktor di Bogor

Kontraktor rumah mewah More »

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Upaya Pembangunan Ulang Menara Porselen Bao En Nanjing yang Legendaris

Upaya Pembangunan Ulang Menara Porselen Bao En Nanjing yang Legendaris


16 September lalu pada halaman utama situs resmi CNN dimuat berita panjang lebar mengenai dibangunnya Menara Porselen di Biara Bao En (Bao’en Temple) yang terletak di Nanjing, Tiongkok. September tahun ini reporter CNN khusus berkunjung ke Nanjing untuk menyaksikan menara tersebut pasca pembangunannya kembali, dan menulis artikel panjang mengenai sejarahnya, proses rekonstruksinya serta paras menara tersebut pasca rekonstruksinya. Artikel menyebutkan menara ini sebagai salah satu dari tujuh keajaiban kuno dunia. Mengapa pembangunan kembali menara kaca itu membuat orang asing begitu antusias? (Foto internet)

Oleh: Zhou Huixin

Menara Porselen Perlihatkan Dunia Buddha Yang Cemerlang

Artikel yang ditulis Mingshi berjudul “Keindahan Bangunan Masa Kekaisaran Yongle” memperkenalkan Menara Porselen di dalam kompleks Biara Bao En di Nanjing. Menurutnya, di dalam suatu kekaisaran, sejak dari sang kaisar, para pejabatnya, hingga masyarakatnya, semuanya memiliki kebudayaan khas dinasti tersebut. Seni arsitektur Dinasti Ming juga memiliki keunikannya.

Artikel itu menjelaskan, Kaisar Zhu Di dari kekaisaran Yong Le memerintahkan renovasi Kota Terlarang Beijing, kompleks Biara Taoisme di Gunung Wudang (Butong), dan juga Menara Porselen di Biara Bao En.

Keunikan bersama dari ketiga bangunan ini adalah, sama-sama menggunakan porselen dalam jumlah besar, memiliki corak warna yang kaya, cerah, indah dan mengkilap. Sangat berbeda dengan bangunan bertembok putih dan bergenteng hijau umumnya.

Menara Porselen di Biara Bao En antara lain menggunakan porselen berwarna warni. Tidak hanya genteng atapnya menggunakan porselen, melainkan seluruh menara menggunakan porselen, selain terdapat sebilah “kayu pipa” di atap menara, seluruh bangunan “tidak menggunakan sebilah pun kayu”. Bagian dalam dan luarnya semua menggunakan porselen berbagai bentuk dan berbagai warna yang digabungkan menjadi satu, inilah bangunan porselen yang langka di dunia.

Menurutnya, penggunaan porselen sebanyak itu, bukan karena porselen adalah bahan favorit Kaisar Yongle Zhu Di, melainkan karena warna porselen lebih cerah dan mengkilap, sehingga mampu menampilkan kecemerlangan dunia Buddha secara artistik.

Bata porselen dari menara ini dihiasi seni ukir timbul dengan gambar bunga teratai, hewan langit dan dewa dewi, kemudian dimunculkan warna dan kilauannya dengan dibakar pada suhu tinggi. Dalam satu bongkah bata tidak hanya memiliki satu warna, melainkan banyak warna, dan disebut “porselen panca warna”. Ukiran timbul porselen lima warna ini menampilkan bunga dan daun teratai serta tunasnya, hewan langit, seolah hidup, luar biasa indah.

Menara Besar Bao En. (internet)
Menara Besar Bao En. (internet)

Menara Porselen – Keajaiban Dunia

Epoch Times pernah memuat artikel khusus tentang Menara Porselen di Biara Bao En ini yang berjudul “Menara Biara Bao En dari Zaman Dinasti Ming Sebagai Keajaiban Dunia”. Artikel menjelaskan, sejak dibangun hingga hancur (karena api peperangan) Menara Porselen adalah bangunan tertinggi di Tiongkok, juga merupakan keajaiban dalam sejarah arsitektur dunia, disejajarkan dengan tujuh keajaiban dunia dari abad pertengahan, sejajar dengan Koloseum Roma, Menara Pisa, dan lain-lain.

Oleh bangsa Barat di masa itu dianggap sebagai bangunan bersifat ikonik yang melambangkan Tiongkok, dijuluki “benda antik besar Tiongkok, tungku porselen besar Yongle”, juga dianggap sebagai “menara nomor satu dunia”.

Berbagai ragam wujud tubuh keemasan ribuan patung Vajra Buddha di menara itu. Dari sebuah tubuh emas, yang terbentuk dari kombinasi puluhan bata porselen, lipatan jubahnya tidak terpisah, raut wajahnya terlihat jelas, janggut dan alisnya ekspresif, segala detail yang bagitu cermat laiknya hasil karya dewata. Ratusan pelita yang dinyalakan setiap malam di Menara Porselen ibarat kilauan bintang yang masih terlihat dari jarak 5 kilometer. Teramat spektakuler!

Menurut informasi, pembangunan Biara Bao En sangat mirip dengan metode pembangunan Piramida Firaun di Mesir, bukan dengan metode perancah (scaffold) yang naik setingkat demi setingkat, melainkan “bangun satu tingkat, lalu menumpuk tanah setinggi satu tingkat di sekitar bangunan, lalu dibangun tingkat kedua, setiap selesai setingkat ditumpuk tanah setinggi tingkatan tersebut, begitu seterusnya sampai tingkat ke-9, tanah pun ditumpuk setinggi sembilan tingkat, sehingga seolah dibangun dari tanah datar.

Setelah pembangunan rampung, seluruh tumpukan tanah itu disingkirkan, dan menara pun terlihat.” Dengan demikian kualitas pembangunan sangat terjamin.

Di zaman dahulu tidak ada kaca, jendela rumah rakyat jelata hanya ditutup dengan kertas, dan tutup jendela rumah orang kaya menggunakan kain sutra. Sedangkan jendela Menara Porselen ini ditutup dengan menggunakan kulit kerang! Semua jendela menara itu, pada ditutup dengan menggunakan kulit kerang yang telah dipoles hingga sangat tipis, dan disebut “porselen transparan”, ini adalah bahan tembus cahaya terbaik untuk bangunan yang ada di Tiongkok sebelum akhirnya kaca masuk ke Tiongkok.

Pada zaman Dinasti Ming dan Dinasti Qing, setiap malam selalu diterangi cahaya pelita yang dinyalakan di Menara Porselen, lewat jendela transparan yang terbuat dari kulit kerang, terpancar pendaran cahaya terang ibarat dunia mimpi, seperti di istana para peri, dari sudut mana pun di kota Nanjing masyarakat dapat melihatnya, dampak visual yang begitu kuat itu membuat masyarakat selalu menyadari keberadaan budaya ajaran Buddha.

Bisa dikatakan, Menara Bao En di Nanjing adalah representasi prestasi arsitektur tertinggi pembangunan biara kekaisaran di zaman Tiongkok kuno, bahkan menjadi model bagi arsitektur Royal Garden di kemudian hari, seperti The Summer Palace di Beijing. Pembangunannya adalah semangat, sumber daya dan jasa pembangunan negara dari Kaisar Yongle yang memiliki maha keberanian, kecerdasan dan kebijaksanaan.

Menara Porselen Bangkit Kembali?

“Menara nomor satu” yang dipandang sebagai simbol bagi Tiongkok oleh orang asing ini, pada pertengahan abad ke-19 menara ini hancur akibat Perang Pemberontakan Taiping (1851 – 1864). 16 Desember 2015 lalu, Biara Bao En di Nanjing ini dibuka kembali setelah direkonstruksi, September 2016 reporter CNN khusus mengunjungi biara di Nanjing ini dan menulis laporan khusus mengenainya yang diberi judul “Brought Back to Life”.

Menurut media RRT, untuk melindungi Istana Bawah Tanah di bawahnya, Menara Porselen yang pernah berjaya sepanjang sejarah ini belum sampai terealisir di dunia, yang berdiri megah di lokasi asalnya ini, adalah sebuah “bangunan modern” yang memiliki bentuk tapi tidak memiliki ruh menara aslinya, dan diberi nama “Menara Besar Bao En”. Agar tidak merusak istana bawah tanah, bangunan baru ini menggunakan empat set balok miring dari pipa baja yang melewati bagian atas lokasi menara, dan pondasi balok miring ini ditempatkan di bagian luar dari situs menara asli.

Menurut informasi, situs bawah tanah yang tertutup seluruhnya oleh kaca di dalam taman ini, adalah lokasi ditemukannya istana bawah tanah Biara Chang Gan dari zaman Dinasti Song yang berada tepat di bawah Menara Porselen Biara Bao En, yang telah berusia ribuan tahun, dan merupakan istana bawah tanah dengan metode lubang vertikal terbesar di Tiongkok.

Namun yang mengherankan adalah, sepanjang sejarah biara dan menara berulang kali dihancurkan dan dibangun kembali, tapi Istana Bawah Tanah ini tak tersentuh, dan terawat dengan baik. Akan tetapi teknologi modern sekarang ini belum mampu “membangkitkan kembali” Menara Porselen yang sesungguhnya tanpa merusak istana bawah tanah. (sud/whs/rmat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *