Situs Promosi Arsitektur

Situs Promosi Arsitektur

Tampilkan produk Anda di sini. More »

Inovasi terbaru

Inovasi terbaru

Setiap hari ada inovasi baru More »

Asuransi Jiwa Indonesia

Asuransi Jiwa Indonesia

Banyak perusahaan asuransi menawarkan produk-produk unggulan. Pilihlah yang paling sesuai kebutuhan Anda More »

Kontraktor di Bogor

Kontraktor di Bogor

Kontraktor rumah mewah More »

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Dasar pengkondisian udara (air conditionering)

rinsip: MENURUNKAN TEMPERATURE DAN KELEMBABAN RUANG

Bila temperature dan kelembaban tinggi, orang akan merasa pengap (sticky).

Temperature udara di Indonesia sekitar 30º dan kelembaban sekitar 90%. Indonesia termasuk daerah tropis lembab. Mesin pengatur udara (air conditioning) terdiridari dari kompresor yang mensirkulasikan zat pendingin (refrigerant) ke dalam kumparan pipa tembaga (coil), dimana udara di dalam ruang dierap oleh refrigerant yang kemudian mengembun. Adapun udara dalam ruang diisap dan dihembus kembali masuk ruang oleh blower (kipas).

Setelah udara lewat kumparan, temperaturnya menurun sebab panasnya dipakai oleh refrigerant yang mengembun. Pada saat yang sama, uap air dalam udara mengembun pula, sehingga kelembaban udara menurun. Refrigerant adalah zat pendingin yang berasal dari gas metan (CH4) yang Hidrogen-nya diganti dengan Halogen Flour atau Chloor, yang disebut dalam perdagangan: Freon

Freon 11  : C C13F

Trichloro mono flouro methan

Freon 12  : C C12F3

Dichloro difluoro methan

Refrigerant Freon mempunyai sifat dapat menguap pada temperature biasa, tidak berbau, tidak beracun.

Untuk Refrigerasi Industri seperti pabrik es dan Gudang pendingin, dipakai zat pendingin amoniak (NH3) yang berbau tetapi lebih murah daripada Freon.

System pendingin ruang ada 2 macam:

  1. SISTEM LANGSUNG (DIRECT COOLING) Dalam sistem ini udara didinginkan langsung oleh refrigerant dengan menggunakan mesin-mesin system Paket seperti Window Unit atau package Airconditioner dengan atau tanpa tabung udara dingin (ducting).
  2. SISTEM TIDAK LANGSUNG (INDIRECT COOLING) Dalam system ini dipakai media: air es/chilled water dengan temperature sekitar 5ºC. Air es diproduksi dalam chiller, mesin pembuat air es yang menggunakan refrigerant sebagai zat pendingin.

Cara ini banyak dipakai dalam bangunan tinggi sebab ,menghemat tempat karena hanya menggunakan tabung penyebar udara horizontal, tidak perlu ada tabung vertical.

Udara diserempetkan pada kumparan pipa dimana air es disirkulasikan. Mesin pengolah udara/air handling unit (AHU) berisi: kumparan pipa (coil), blower dan filter udara. AHU dapat ditempatkan disetiap lantai atau satu AHU melayani 2-3 lantai atau jika lantai tingkat sangat luas, satu lantai dilayani 2 atau lebih AHU.

Dalam perancangan juga harus diperiksa kapasitas AHU berapa yang ada dipasaran.

MESIN AC

Dibagi menurut cara kerjanya:

Unit Refrigerasi Kompresi Uap:

  1. System expansi langsung (direct expansion)

–          Penyegar udara paket

–          Penyegar udara ruangan (AC Room Unit)

  1. System expani tak langsung (indirect expansion)

–          Unit pendingin air (Chilled water system)

–          Dipakai untuk gedung yang luas atau tinggi.

Dibagi menurut system pendinginnya:

Air Cooled (Pendingin udara)

–          Digunakan untuk mesin-mesin dengan kapasitas kecil

–          Efesiensi rendah

–          Maintenance rendah.

WATER COOLED (PENDINGIN AIR)

–          Digunakan untuk mesin-mesin dengan kapasitas besar

–          Efesiensi lebih besar

–          Maintenance lebih tinggi Karena menyangkut persoalan penyediaan air.

APLIKASI DARI AC ASENTRAL:

GEDUNG KANTOR

Dapat dibagi menurut jumlah tingkat lantai, satu AHU dapat melayani 1 lantai atau lebih tergantung kapasitas AHUnya dan beban yang akan didinginkan.

HOTEL, APARTEMEN DAN ASRAMA

Umumnya digunakan fan-coil unit. Ruang-ruang umum Hotel dengan AC Package = ducting horizontal.

RUMAH SAKIT

Rumah sakit berbeda dengan jenis bangunan lainnya, dimana lingkungannya harus dijaga supaya tetap bersih untuk mencegah penyebaran dan perkembangannya bakteri-bakteri. Oleh karena itu ruangan yang tersedia hendaknya dibagi menujadi beberapa daerah sedemikian rupa sehingga tidak terjadi percampuran udara yang mengandung kuman penyakit.

AC yang sesuai adalah type unit coil kipa udara (fan-coil) yang dipasang pada setiap ruangan atau Package yang dipasang pada setiap daerah.

TOKO SERBA ADA DAN PUSAT PERTOKOAN

Dapat dibagi sama dengan gedung kantor, dengan ducting horizontal.

GEDUNG-GEDUNG PERTEMUAN (BIOSKOP DAN LAIN-LAIN)

Dapat digunakan 1 buah AC Package atau lebih + ducting.

INDUSTRI

Dibagi atas 2 bagian, yaitu:

  1. Penyegaran udara bagi para karyawan.
  2. Penyegaran udara yang digunakan dalam proes produksi, penyimpanan, lingkungan kerja mesin dan sebagainya.

CARA KERJA DARI :

KOMPONEN AC SENTRAL

Evaporator (Penguap)

Cairan refrigerant yang tekanannya diturunkan pada katup expansi didistribusikan secara merata ke dalam pipa evaporator. Dalam hal ini refrigerant akan menguap dan menyerap kalor air yang dialirkan kedalam tabung evaporator  sehingga air yang keluar menjadi dingin dan dipompakan kedalam coil pendingin di dalam AHU. Uap refrigant yang bertekanan rendah yang terjadi dikumpulkan dalam penampung uap dan selanjutnya diisap oleh kompresor.

KOMPRESOR

Digerakan oleh motor listrik. Di dalam kompresor, tekanan uap refrigerant yang diisap dari evaporator dinaikan agar mudah mencair. Selama proses kimpresi berlangsung, temperatus dan tekanan uap refrigerant menjadi naik ditekan masuk ke dalam kondensor.

KONDENSOR

Uap refrigerant yang bertekenan dan bersuhu tinggi pada akhir kompressi, dapat dengan mudah dicairkan dengan mendinginkannya dengan air pendingin (atau udara pendingin pada system air cooled). Dengan kata lain, uap refrigerant menyerahkan panasnya kepada air atau udara pendingin di dalam kondensor sehingga mengembun dan menjadi cair.

Karena air atau udara pendingin meynerap panas dari refrigerant maka air atau udara tersebut akan menjadi panas pada waktu keluar dari kondensor. Uap refrigerat yang sudah menjadi cair ini, kemudian dialirkan kedalam pipa-pipa evaporator melalui katup expansi. Kejadian ini akan berulang kembali seperti di atas.

KATUP EXPANSI

Digunakan untuk menurunkan tekanan cairan refrigerant yang bertekanan tinggi supaya dapat mudah menguap.

Katup expansi yang biasa digunakan ialah katup expani termostatik yang dapat mengatur laju aliran refrigerant yang masuk ke dalam evaporator. Untuk mesin-mesin AC dengan kapasitas kecil, katup expansi ini diganti dengan pipa-pipa kapilar.

KOIL PENDINGIN

  1. Jenis expansi langsung

Refrigerant yang menguap di dalam evaporator, akan menyerap panas dari udara yang akan didinginkan yang dilewatkan melalui permukaan luar dari pipa evaporator sehingga udara menjadi dingin dan selanjutnya ditarik dan disalurkan ke dalam ruangan oleh kipas udara (blower).

  1. Jenis expansi tak langsung

Air yang mudah menjadi dingin yang keluar dari evaporator, masuk ke dalam pipa-pipa koil pendingin di dalam AHU dan air dingin ini akan menyerap panas dari udara (campuran udara luar dan udara kembali dari ruangan) yang melaluinya sehingga udara tersebut menjadi dingin dan kemudian ditarik dan disalurkan kedalam ruangan oleh kipas udara (blower)

COOLING TOWER

Berfungsi sebagai pendingin refrigerant setelah dipakai untuk mendinginkan air atau membuat air es dalam chiller. Air dijatuhkan dalam bejana yang diberi ventilasi mekanis (lihat gambar).

  1. PERHITUNGAN BEBAN-BEBAN PENDINGIN RUANG (AIR CONDITIONING)

Diketahui        : ukuran ruangan = (H) x (L) x(W)

Kondisi ruangan luar, temperature    = to

Kelembapan    = ……………..%

Kondisi ruang dalam, temperatur     = ti

Kelembapan    = …. % (50 – 80)%

Exterior ruang dalam: kaca rayban

Tinggi plafon                         = ….. m

Tinggi bidang jendela           = …..m

Okupasi ruang =

(1)   Beban kalor melalui bidang kaca, (= beban sensibel)

Utara         = ….. m2 x 800            Btu/h/m2 = ….. Btuh

Selatan      = ….. m2 x 400            Btu/h/m2 = ….. Btuh

Timur         = ….. m2 x 900            Btu/h/m2 = ….. Btuh

Barat         = ….. m2 x 1000          Btu/h/m2 = ….. Btuh

……..Btuh

(2)   Beban kalor oleh transmisi bidang dinding (beban sensible)

Utara         = ….. m2 x 2,15           Btu/h/m2 ºFx(to-ti) = ….. Btuh

Selatan      = ….. m2 x 2,15           Btu/h/m2 ºFx(to-ti) = ….. Btuh

Timur         = ….. m2 x 2,15           Btu/h/m2 ºFx(to-ti) = ….. Btuh

Barat         = ….. m2 x 2,16           Btu/h/m2 ºFx(to-ti) = ….. Btuh

……Btuh

Atap          = ….. m2 x 11,5           Btu/h/m2 ºFx(to-ti) = ….. Btuh

……Btuh

Catatan : untuk Indonesia to-ti = 5º.

(3)   Beban kalor intern

Beban sensible orang = okupasi x 200 Btuh         = …………….Btuh

Beban latent orang     = okupasi x 250 Btuh        = …………….Btuh

Beban sensible lampu TL

= Jumlah watt lampu x 1,25 x 3,4       = …………….Btuh +

…………….Btuh

(4)   Ventilasi atau infiltrasi

CFM =

Dimana : (H)        = room height, m

(L)        = room length, m

(W)       = room width, m

(AC)     = air changes per hour = 2

Pertukaran udara per jam = 2 (minimum)

Beban kalor infiltrasi udara luar

a)      Beban sensibel = CFM x  (to-ti) x 1,08 Btuh = ……………….Btuh

b)      Beban latent

CFM x perbedaan specific humidity-gr/lb x 0,67 Btuh

=…………..Btuh

(udara luar dengan udara dalam)                                    +

…………..Btuh

Total beban pendingin = (1) + (2) + (3) + (4)       = ………….Btuh

1 Ton R = 12000 Btuh

Kapasitas AC =  = ……….Ton R

Atau =

=…………….TR/100 m3

Daya listrik

1 Ton R = 1,25 kw

Total daya listrik = Total Ton R X 1,15 kw

(dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *