Situs Promosi Arsitektur

Situs Promosi Arsitektur

Tampilkan produk Anda di sini. More »

Inovasi terbaru

Inovasi terbaru

Setiap hari ada inovasi baru More »

Asuransi Jiwa Indonesia

Asuransi Jiwa Indonesia

Banyak perusahaan asuransi menawarkan produk-produk unggulan. Pilihlah yang paling sesuai kebutuhan Anda More »

Kontraktor di Bogor

Kontraktor di Bogor

Kontraktor rumah mewah More »

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Gedung-gedung brutal yang indah terdapat di banyak negara

Gedung-gedung brutal yang indah terdapat di banyak negara

  • 8 Juli 2016

Kirim

Brutalisme merupakan jargon yang mencakup semua arsitektur bangunan beton tinggi yang ekspresif, yang berawal dari masa 1950-an.

Berikut 10 gedung beraliran Brutalisme yang terdapat di berbagai negara.

Akademi Seni dan Disain Basel, Swiss, 1961 oleh Baur, Baur, Bräuning, Dürig

Swiss
Image captionLipatan atap dan dindingnya -seperti origami atau seni melipat kertas- menjadikannya sebuah aula yang anggun. (Kredit foto: Roberto Conte)

Seberapa brutalnya Akademi Seni dan Desain Swiss bisa diperdebatkan. Arsiteknya, Hermann Baur (1984-1980) menyebutnya sebagai “bermanfaat dan puitis”. Terdiri dari gugusan empat gedung di sekeliling halaman dengan berpusat pada patung Hans Arp, tidak diragukan lagi yang paling menonjol adalah pusat kebugarannya.

Lipatan atap dan dindingnya -seperti origami atau seni melipat kertas- menjadikannya sebuah aula yang anggun, yang sekarang digunakan sebagai ruang kuliah dan studio mahasiswa. Satu dindingnya merupakan jendela dari lantai sampai ke langit-langit dengan permainan cahaya yang indah.

  • Menunggu helikopter menjadi angkutan udara
  • Ilustrasi kendaraan-kendaraan di Star Wars
  • Kuburan laut yang mengerikan

Menara Rumah, Shibuya-ku, Tokyo, Jepang, 1966

Tokyo
Image captionBangunan ini seperti wujud dari kesederhaan haiku (puisi) Jepang. (Kredit foto: Azuma Architect)

Keras dan unik, rumah berlantai enam dibangun di atas lahan kecil berukuran 20 m2. Dibangun sebagai rumah keluarga oleh arsitek Takamitsu Azuma, gedung ini sudah kalah besar dari gedung-gedung lain yang dibangun belakangan.

Walau lantainya sempit, ada teras di atap dan tempat parkir mobil, juga kesan ruang yang luas dengan ruang-ruang yang banyak sinar karena tangga beton yang terbuka. Azuma menyebut Menara Rumah ini sebagai ruang vertikal yang tak putus-putusnya. Bangunan ini seperti wujud dari kesederhaan haiku (puisi) Jepang.

Kantor dan Ruang Sidang Distrik Orange, Goshen, New York, Amerika Serikat, 1967

New York
Image captionGedung ini sempat rusak tahun 2011 karena Badai Irene. (Kredit foto: Nicolás Saieh)

Tahun 2015, kompleks yang amat berharga ini dirusak oleh aksi vandalisme. Terdiri dari tiga paviliun beton, gedung ini menawarkan imajinasi yang kaya dan ruangan yang mengalir bebas. Dirancang oleh Paul Rudolph, mantan ketua Fakultas Arsitekur, Universitas Yale -dengan alumni antara lain arsitek terkenal, Norman Foster dan Richard Rogers.

Gedung ini sudah memerlukan perbaikan sebelum tahun 2011 karena rusak akibat Badai Irene.

Menara Trellick, London, Inggris, 1972 oleh Ernö Goldfinger

London
Image captionTahun 1998 Menara Trellick ditetapkan sebagai bangunan yang dilindungi. (Kredit foto: Riba Collections)

Menantang dan unik, gedung berlantai 31 ini merupakan perumahan milik pemerintah yang dirancang oleh Ernö Goldfinger, pendatang asal Hungaria, yang nama keluarganya sama dengan tokoh jahat dalam film James Bond. Bangunan ini terdiri dari 217 apartemen yang terpisah dari menara khusus untuk lift dengan penyambung jembatan bagi setiap tiga lantai. Terpuruk dari aspek kehidupan sosialnya hingga akhir 1980-an, Menara Trellick menjadi populer di kalangan para arsitek muda, perancang, dan para penulis yang melihatnya sebagai kemegahan dan bukan bangunan beton yang menakutkan. Tahun 1998, bersamaan dengan Brutalisme yang kembali menjadi mode, Menara Trellick ditetapkan sebagai bangunan yang dilindungi.

  • Kursi roda dengan ‘kekuatan super’
  • Ada cara yang lebih baik untuk membawa pulang bir
  • Fakta ‘mengerikan’ tentang kematian di Puncak Everest

Centro de Exposições, Salvador, Bahía, Brasil, 1974

Brasil
Image captionGedung bergaya Brutalisme bukan hal yang biasa dalam iklim tropis. (Kredit foto: Courtesy Fran Parente)

Ruang pameran yang mengesankan ini, menggantung lima meter di atas tanah, dengan permukaan beton yang disokong oleh baja yang dipegang oleh dua tiang untuk tempat lift dan tangga.

Rancangan bergaya Brutalisme bukan hal yang biasa dalam iklim tropis, namun beton yang menggantung melindungi para pengunjung dari terik dan silau matahari. Perancangnya adalah arsitek Brasil, João Filgueiras Lima.

Kementerian Pembangunan Jalan Raya, Tbilisi, Georgia, 1975

Tbilisi
Image captionGedung ini dibangun sedemikian rupa untuk menghemat lahan.

Lebih bergaya Konstruktivisme dibanding Brutalisme, motor gedung ini adalah George Chakhava, sebagai wakil menteri pembangunan jalan raya -yang menjadi pemesan dan sekaligus pula arsiteknya.

Dipengaruhi oleh arsitektur Revolusioner Rusia era 1920-an, Chakhava mengatakan strukturnya yang saling berkaitan bersumber dari alam.

Tujuannya adalah menggunakan lahan sekecil mungkin dengan beberapa lantai yang keluar seperti cabang-cabang di akar pohon.

Apapun penjelasannya, rancangan ini jelas menakjubkan.

Setelah direstorasi, mulai tahun 2007 gedung ini menjadi kantor pusat Bank Georgia.

Gedung Jenaro Valverde Marín, CCSS, San José, Kosta Rika, 1976 oleh Alberto Linner Díaz

Kosta Rika
Image captionPenggunaan blok-blok beton membuat para arsiteknya bisa membangun modernitas dengan biaya rendah. (Kredit foto: Magda Biernat/OT TO)

Terletak di antara Samudera Pasifik dan Karibia, Kosta Rika tampaknya merupakan negara yang paling kecil kemungkinan memilki arsitektur Brutalisme.

Penggunaan blok-blok beton membuat para arsiteknya bisa membangun modernitas dengan biaya rendah namun berskala besar.

Dari tahun 1940-an, Oscar Niemeyer sudah mulai merintisnya di Brasil.

Walau rancangannya sederhana, gedung administrasi sosial yang dirancang oleh Alberto Linner Diaz –arsitek kelahiran Nikaragua- tampak tegas dengan karakter yang berpengaruh dikelilingi warna-warni tanaman dan pohon nyiur yang melambai.

  • Mengapa kita terpukau pada para pembunuh berantai?
  • Film pendek ini gambarkan masa depan yang mengagumkan… sekaligus menakutkan
  • Mengapa orang Jepang biasa ‘tidur’ di tempat umum?

Rumah Hemeroscopium, Madrid, Spanyol, 2008 oleh Ensamble Studio

Madrid
Image captionPemasangan blok-blok beton menjadikannya sebagai bangunan yang pengerjaannya hanya butuh tujuh hari. (Kredit: Roland Halbe)

Bangunan yang istimewa ini memberi ilusi bahwa beton besar yang berat hanya disokong oleh dinding kaca. Rumah Antón García-Abril dan Débora Mesa –pimpinan perusahaan arsitektur Ensamble Studio- ini membutuhkan persiapan teknis selama satu tahun namun pemasangan blok-blok betonnya untuk menjadikannya sebagai bangunan hanya butuh tujuh hari.

Salah satu balok beton yang menjorok adalah kolam renang. Namun, seperti kata Mesa, “Arsitekturnya ke luar dari yang biasa.”

Balai Kota Boston, Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, 1968

Boston
Image captionKoran Boston Globe menyebut kejahatan terbesarnya bukan karena buruk, tapi antiperkotaan.’ (Kredit foto: Ezra Stoller / Esto)

Berusia hampir 50 tahun, gedung pemerintah ini tetap saja kontroversial. Tahun 2013, Koran Boston Globe menulis, “Kejahatan terbesarnya adalah bukan karena buruk, tapi menjadi antiperkotaan.” Sedang menurut Gerhard Kallmann –salah seorang perancangnya-, “Harus mengagumkan, bukan hanya sekedar menyenangkan dan apik.” Kallmann dan mitranya, Michael McKinnell, memikirkan sebuah monumen kuno yang diintip dari kaca mata arsitek terkenal Le Corbusier dengan puluhan ribu keping beton.

Kedutaan Besar Russia, Havana, Kuba 1985 oleh Aleksandr Rochegov

Kuba
Image captionUni Soviet bubar tak lama setelah kompleks bangunan beton ini selesai. (Kredit foto: Courtesy Phaidon Press)

Pernah menjadi lambang dari dominasi Uni Soviet, Kedutaan Besar ‘yang sombong’ ini menjulang di antara pohon-pohon di jalan utama Havana, Fifth Avenue, seperti sebuah vas bunga dari beton yang terjun ke tanah Kuba.

Uni Soviet bubar tak lama setelah kompleks bangunan beton ini selesai.

Arsiteknya, Aleksandr Rochegov, juga terkenal dengan rancangan Hotel Leningradskaya di Moskow. Kedutaan Besar Rusia di Havana ini mengintai dari balik dinding dengan kawat berduri.

Buku berjudul This Brutal World oleh Peter Chadwick diterbitkan Phaidon.

Dikutip dari bbc.co.uk  BBC Culture. 8 Juli 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *