Situs Promosi Arsitektur

Situs Promosi Arsitektur

Tampilkan produk Anda di sini. More »

Inovasi terbaru

Inovasi terbaru

Setiap hari ada inovasi baru More »

Asuransi Jiwa Indonesia

Asuransi Jiwa Indonesia

Banyak perusahaan asuransi menawarkan produk-produk unggulan. Pilihlah yang paling sesuai kebutuhan Anda More »

Kontraktor di Bogor

Kontraktor di Bogor

Kontraktor rumah mewah More »

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Arsitektur Teater

kontribusi: Aditya

ARSITEKTUR TEATER

ARSITEKTUR TEATER

A.TEATER PRIMITIF

Peran berkembang pada kegiatan kultural tertua dari manusia yang mula-mula dilaksanakan dengan tujuan kepercayaan (religi), tempat pelaksaannya selalu bergantung pada keadaan alamiah saat itu, dialam terbuka dan kemudian orang barulah meelakukan kompleks kuil dan tempat dewanya bersemayam dan disembah.

B.TEATER YUNANI

Lakon yunani kuno bersumber pada pemujaan dewa dionysos, tempat pertunjukan melingkar, masehi berkembanglah diyunani kehidupan kultural yang gemilang yaitu abad ke emasan bagi apa yang disebut klasik dan sekaligus merupakn titik tolak bagi sejarah teater barat.

greek-theater

C.TEATER ROMAWI

Bangsa romawi mengadaptasi bentuk teaternya dari bangsa Yunani dengan mengadakan perubahan-perubahan sepanjang sejarah yang mengarah pada perkembangan bangunan teater masa kini. Teater di Roma bukan merupakan peristiwa religi,melainkan digunakan sebagai hiburan. Tukang-tukang sulap dan badut-badut melawat ke seluruh daerah,yang akhirnya memerlukan suatu tempat tertentu.

Pada teater Romawi sebagian besar dari orchestra digunakan sebagai space untuk audience, sedangkan lakon dimainkan di tempat yang merupakan kesatuan dengan latar belakang. Latar belakang ini terdiri atas bangunan yang lebih besar dan mewah di bandingkan dengan teater Yunani. Pentas terlindung oleh atap,sedangkan pada saat cuaca buruk penonton bisa berlindung di bawahnya.

roman=theater-asy-bora

D.TEATER ABAD PERTENGAHAN

Konstruksinya sangat primitif (teater kereta)dan bisa lebih luas dan mewah (teater simultan). Secara sederhana teater bisa di pasang atau dibongkar,dibawa kesana kemari oleh kelompok orang yang mengembara dari kota satu ke kota lainya, model pentasnya bisa di ubeah-ubah disesuaikan dengan lakon yang dimainkan, penonton berdiri pada tia perempat lingkaran pentas yang biasanya ditempatkan diatas lingkaran pentas biasanya ditempatkan dalam kereta, pemain bermain didepann tirai dan berganti kostum dibelakang kereta.

TEATER NON PROCENIUM

Di teater procenium terdapat pemisahan penonton dengan yang ditonton, maka pada teater non procenium antara penonton dengan yang ditonton tidak dipisahkan atau tidak dikasih batasan. Seperti dibawah ini ada macam-macam bentuk pentas non procenium:

PENTAS ARENA

Daerah pemain ditengah sedangkan penonton berada berkeliling atau yang dinamakan orang pentas sentral atau pentas bundar ( theater in the round , ring teater), pentas sirkus dan sebagainya, atau yang lebih tepat nya bahwa pentas berada ditengah-tengah penonton, pemberian nama atas kontruksi teater ini terletak pada penempatan penonton seperti halnya dengan pentas-pentas atau arena yang berbentuk tapal kuda.

Lakon teater seluruh dunia myla-mula muncul pada teater terbuka ini adalah tempat lahirnya lakon, sedang kan teater procenium tempat lahirnya dekorasi yang terbuka, seni budaya modren terutama arsitektur menunjukan arah kontruksi yang lebih terbuka dan pengunaan ruang lebih fungsional, seniman-seniman teater sering mengkombinasikan pementasan procenium dan non procenium untuk karya-karya mereka, tempat ini tidak tergantung untuk tempat-tempat khusus teater tapi ditempat manapun dan apapun bisa juga tidak memerlukan jumlah penonton yang banyak, karena kapasitas penonton yang banyak akan menghilangkan tata keindahan pentas arena.

TIRAI DEPAN

Fungsi tirai depan adalah tempat memisahkan penonton dan tempat bermain, dari sudut perlakonan adalah untuk menunjukkan awal dan ahkir suatu babak, lakon pada pentas non procenium tugas ini di oper oleh tata sinar cahaya yang mewujudkan gelap dan terang pada pentas ( fade in dan fade out).

MEKANIK PENTAS

Seni pertunjukan modren meminta syarat yang banyak dan sarana yang banyak serta kekosongan tontonan adalah tabu bagi teater dan hal ini bisa membuat penonton menjadi gelisah untuk menanti repertoar yang berikutnya bahkan akan menimbulkan problem sperti halnya: bagaimana cara merubah dan menganti dekorasi pentas dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, sehingga penonton tidak menyisipkan acara-acara selingan antara babak satu dengan babak yang selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *