Situs Promosi Arsitektur

Situs Promosi Arsitektur

Tampilkan produk Anda di sini. More »

Inovasi terbaru

Inovasi terbaru

Setiap hari ada inovasi baru More »

Asuransi Jiwa Indonesia

Asuransi Jiwa Indonesia

Banyak perusahaan asuransi menawarkan produk-produk unggulan. Pilihlah yang paling sesuai kebutuhan Anda More »

Kontraktor di Bogor

Kontraktor di Bogor

Kontraktor rumah mewah More »

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Konservasi kawasan Laweyan, Solo

Bangunan Tua di Laweyan Dikonservasi Jum’at, 24 Oktober 2008TEMPO Interaktif, Surakarta: Sebanyak 26 bangunan tua di Laweyan, Solo, Jawa Tengah, mendapatkan bantuan dari Kementerian Perumahan Rakyat untuk dikonservasi. Jumlah nominal bantuan bervariasi antara Rp 10 juta hingga Rp 20 juta tergantung skala kerusakan.
“Saat ini proses pengerjaan konservasi tengah dimulai,” kata Alfa Fabela, Ketua Komunitas Kampoeng Batik Laweyan. Bantuan diberikan kepada pemilik rumah kuno yang kurang memiliki kemampuan finansial dalam merawat rumah kuno.
Di kelurahan tempat sentra kerajinan batik tersebut terdapat ratusan rumah kuno. “Sayang jika rumah-rumah kuno tersebut hancur,” ujar Alfa.
Proses konservasi yang dilakukan di bangunan tua tersebut dilakukan berdasarkan kerusakan, mulai dari penggantian lantai hingga memperbaiki dinding yang mulai retak. “Namun perbaikan tidak akan merubah bentuk asli,” lanjut Alfa. Alfa menerangkan bahwa di Kelurahan Laweyan terdapat ratusan rumah kuno milik bekas juragan batik pada jaman lampau. Setelah beberapa waktu, generasi penerus pengusaha batik tersebut banyak yang mengalami kebangkrutan dan menyisakan peninggalan berupa rumah yang rata-rata cukup besar dan antik. Sedangkan yang masih eksis berwirausaha sebagai produsen maupun gerai batik kini tinggal 44 orang. “Yang masih berbisnis batik kita anggap masih mampu menjaga kelestarian rumah kuno di Laweyan,” tutur Alfa. Alfa menambahkan dalam waktu dekat akan kembali mengajukan proposal kegiatan yang sama kepada pihak Kementerian Perumahan Rakyat untuk melakukan konservasi terhadap beberapa rumah yang lain.

Selain itu, Kampoeng Batik Laweyan justru akan mendorong pertumbuhan pedagang kaki lima di kawasan tersebut guna mendukung penataan pariwisata. “Tapi pedagang kaki lima diprioritaskan bagi warga sekitar yang menjual cenderamata,” kata Alfa. Saat ini, para pengurus Kampoeng Batik Laweyan tengah memperjuangkan agar bangunan-bangunan tersebut dapat disahkan sebagai bangunan cagar budaya. “Yang sudah mendapatkan baru dua bangunan, yaitu Masjid Laweyan dan Langgar Merdeka,”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *