Situs Promosi Arsitektur

Situs Promosi Arsitektur

Tampilkan produk Anda di sini. More »

Inovasi terbaru

Inovasi terbaru

Setiap hari ada inovasi baru More »

Asuransi Jiwa Indonesia

Asuransi Jiwa Indonesia

Banyak perusahaan asuransi menawarkan produk-produk unggulan. Pilihlah yang paling sesuai kebutuhan Anda More »

Kontraktor di Bogor

Kontraktor di Bogor

Kontraktor rumah mewah More »

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

Selamatkan bumi dari pemanasan global dan penebangan liar

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Arsitektur Brutalis


 

  archive open source web.

Arsitek Amerika Paul Rudolph (lahir tahun 1918) telah berintegrasi kepada arsitektur modern a spatial drama, a concern for urbanism, and an individuality which he found lacking in his training under Walter Gropius.

Putera seorang rohaniwan Methodist, Paul Marvin Rudolph was born on October 28, 1918, in Elkton, Kentucky. He attended the architecture school at the Alabama Polytechnic Institute in Auburn, and after graduating in 1940 he entered the Harvard Graduate School of Design, where he studied under Walter Gropius, the former head of the Bauhaus in Germany. Rudolph’s graduate studies were interrupted by a period of service as an officer in the U.S. Navy (1943-1946). He supervised ship construction in the Brooklyn Navy Yard, which provided a valuable learning experience in executing large building tasks within a bureaucracy. After receiving his master’s degree from Harvard in 1947, he spent the next year traveling in Europe (on a Wheelwright Scholarship), where he began to develop a strong interest in urban design, a subject which he felt had been neglected in his education under Gropius.

Orange County
Dimulai dengan skala kecil

In 1948 Rudolph menjalin kerjasama dengan Ralph Twitchell di kota Sarasota, Florida. On the modest scales of guest houses, Rudolph memulai to explore the lessons he had learned at Harvard. In such early works as his Healy Guest House (1949) in Siesta Key, Sarasota, the functions are carefully accommodated while the innovative structure (a centenary curved roof held in tension) is clearly articulated. However, during the 1950s he began to rebel against Gropius’ teachings. Rudolph ended his partnership with Twitchell in 1952 and totally rejected Gropius’ ideal of teamwork. Rudolph preferred a more personal and artistic approach to architecture. He also felt limited by Gropius’ emphasis on function and structure. Through the siting, massing, silhouette, scale, and even decoration of Rudolph’s first major building, the Jewett Arts Center (1955-1958) at Wellesley College in Massachusetts, he attempted to respond to the broader environmental context of the existing campus of collegiate gothic buildings. He also began to explore a richer approach to the spaces of architecture, as defined by planes rather than by linear structure, in such works as his Sarasota High School (1958-1959) in Florida.

.

(SE) 

LEGEND ARCHITECT

Orange County

BRUTALISM CONTEXTUAL ARCHITECTURE BRUTALISME Pada Arsitektur pasca modem, bentuk-bentuk yang berkesan kotak, dan memiliki style yang terlalu formal, dan kaku seperti pada bentuk padajarnan arsitektur modem sudah mulai ditinggalkan. Arsitek pertama yang berusaha mematahkan faham modem ini adalah Paul Rudolph dari Amerika. Salah satu karyanya yang dapat mencerminkan hal tersebut adalah Gedung Yale University, Fakultas Art and Architecture. Bangunan ini sangat kontradiksi dengan aturan-aturan konvensional dan aliran arsitektur modem yang bersifat tertutup, ringan dengan system struktur yang tampak mengambang. Perbedaan bangunan Yale University terlihat jelas pada system struktur yang dipilihnya, dimana pada bangunan mi struktur lebih berkesan kuat dan lebih menampilkan berat bangunan tersebut sendiri. Hal mi sangat kontradiktifdengan aliran arsitektur modern.

Selain Paul Rudolph aliran Brutalisme pada arsitektur pasca modem banyak dimunculkan pada karya-kanya le Corbusier seperti bangunan apantemen di Marseille, kapel Notre Dame du Haut di Ronchamp. Karya-karyanya mi sangat kontras dengan paham arsitektur modem dan memiliki perbedaan yang sangat tajam dengan karya-kaiya le Corbusier sebelumnya. Di sini le Corbusier berubah haluan dan faham-faham yang rasional, transparan, sesuai dengan modul dan kreasi pada sistem stnuktun yang ditetapkan pada karya-kanya sebelumnya.

Sebagai contoh kapel Ronchamp yang dibangunnya, kapel mi memiliki karakter ke arah bentuk sculpture. Bentukan-bentukan pnimitifdapat ditemukari pada dinding kapel yang berkesan berat dan tebal. Kapel ini menggunakan prinsip desain yang sama dengan karya Corbusier yang lain, yaitu Gedung Parlemen di Chandigarh, India. Karya-karya le Corbusier lebih beronientasi pada penlawanan terhadap bentuk-bentuk yang terlalu perfeksionis dan vernacular, tapi bentuk-bentuk rasional lebih diutamakan. Tapi pada desaindesain Paul Rudolph tidak demikian, ia lebih mengkombinasikan antara art dan arsitektur. Paul Rudolph lebih mengutamakan kesempurnaan pada desain-desainnya, kejujuran seperti pada karya-karya le Corbusier yang bersifat brutalisme, tidak diadaptasi. Brutalisme pada karya-karya le Corbusier lebih mengarah pada bentuk-bentuk yang berkesan kejujuran, pemilihan material yang berkualitas dan sudah terfabnikasi. Sedangkan pada Paul Rudolph lebih menginginkan tercipta suatu New Bnutalism yang lebih mengubah sikap bnutalisme lama ke arah yang lebih formal. • Beberapa kanya Paul Rudolph yang lain:
-Endo laboratories, Garden City, New York (1962-1964). Gb 58
-Parking Garage, New Heaven (1962). Gb 59 -Student Housing, New Heaven (1960-1962). Gb 65 • Bebenapa karya le Corbusier yang lain: -Jaoul Houses, Neuilly, Paris (1956) • Beberapa arsitek yang mengadaptasi karya-kaiya Paul Rudolph dalam desain mereka: -Hans Christian Muller dan George Heinnich, Leitz factory, Sttutgart (1966-1967). Gb 62 • Beberapa arsitek yang mengadaptasi karya-karya Le Corbusier dalam desain mereka: -James Sterling dan James Gowan, Ham Common, London (1958). Gb 64 SKALA
Salah satu bidang yang paling penting dalam arsitektur adalah skala dan bentuk instrumentasinya. Dengan cirni-cini typological yang memenikan sebuah bangunan kepada tujuannya. Skala tersebut dipenikan oleh kualitas-kualitas dimensionalnya, proporsi sebagai pengucapan dan pembaca antara hubungan proponsi dari tubuh manusia. Ukuran sebuah pintu dan jendela pada suatu tampak bangunan menampakkan proporsi bangunan tersebut dengan lingkungannya dan keberadaan manusia.

Sesuatu disebut monumental jika mempunyai anti yang lebih besar dalam kehidupan. Bangunanbangunan yang proporsinya dapat diukur dengan tubuh manusia, misalnya pintu masuk dai Petit Palais adalah monumental karena ukuran portalnya yang sangat besar (seperti kebanyakan bangunan-bangunan lain dari era Napoleon).
The Vertical Assembly Building dan Launch Control Center di Kennedy Space Center (gambar 70) dengan ketinggian pintunya yang 560 kaki merupakan contoh yang balk dari suatu struktur yang ukurannya hampir menjadi pemahaman manusia.
Proporsi-proporsi manusia termasuk ukuran atau pembesaran secara monumental telah tenlihat dalam semua bangunan. Beberapa decade terakhir bangunan-bangunan yang ada tidak biasa dibandingkan dengan ukuran tubuh manusia. Seragam dan raksasa di mana bangunan tersebut menyolok mata dalam lanskap kota yang mérle’ntang untuk diukur dalam proporsi apapun. Hal seperti mi tidak teijadi sejak piramida-piramida di Mesir. Equitable Building di St Louis (gambar 7 1,72) adalah sebuah bangunan bertingkat tihggi yang memakai kaca dan struktur grid persegi dan Mies. Ciri-ciri barn yang dikenalkan adalah kaca untuk fasade. Balokbalok baja dipaskan dengan kaca, tidak seperti fasade Seagram Building milik Mies (gambar 73) juga tidak ada panel-panel horizontal seperti yang dipakai oleh Mies.

Mies dibawa pada kenyataan bahwa bangunan berkaca kehilangan dan stabilitas visual karena refleksi cahaya.
Bagaimana pun Equitable Building terlihat seperti. glassblock di mana tampilan yang dirasakan hanya pada permukaan-peri-nukaannya dan sudut-sudut tajamnya. Pendukung grid-gridnya terlihat seperti suatu gambar modular yang meluas melebihi keseluruhan struktur dan superimposisi vertical dan lantai-lantai kabur.
Melalui Equitable Building arsitektur modern diulangi dengan cara yang barn pandangan yang mendasar, efek yang kuat dad figure mendasar dad geometni yang terdapat dalam struktur skala besar yang mendominasi Iangit kota St Louis. Di sebelahnya terdapat Lincoln Memorial Center dengan permukaannya yang perak sehingga menimbulkan efek yang tidak pernah terlihat di Eropa. Sekarang bangunan-bangunan besar dengan kaca refiektifmenjadi pemandangan yang biasa.

Hotel Bonaventura di Los Angeles dengan lima silindemya yang menggunakan kaca refiekrtif tenlihat lebih seperti terminal luar angkasa daripada seperti hotel-hotel lazimnya. Gridnya mengindikasikan lantai-lantai menghasilkan tidak lebih dari suatu perniukaan kotak-kotak kaca. Bangunan mi hanya menekankan pada skala manusia super dalam bangunan seperti glassblock dad bangunan Equitable Building, silinder-silinder Hotel Bonaventura merupakan pengurang bentukan, tampilan dasar yang stereometric.

Penggunaan material-material barn dan dimensi-dimensi besar yang tidak diharapkan seperti sinyal dan kemajuan penildanan bertambah. Bagaimana pun sejak bentuk dasar geometni dinyatakan secara intrinsic, ukuran-ukuran abstrak yang tidak berbeda, sulit digunakan sebagai bentuk keseluruhan bangunan tanpa membuat bangunan bertahan mengendalikan did sendini dan tidak berhubungan dengan proporsi manusia. Sekarang proporsi manusia yang sengaja ditinggalkan telah ditambahkan pada kesulitan ekstninsik.

KEVIN ROCHE

Kevin Roche membenikan andil yang besar tenhadap estetika bangunan-bangunan yang besar. Salah saw karyanya adalah Fond Foundation di New York. Dimana bangunan mi memunculkan suatu bentuk barn ditinjau dan beberapa ha]. Baja Corton digunakan pertama kali pada bagian fasade gedung. A tap Piazza. merupakan suatu cara yang patut ditiru dari bentuk bangunan tensebut. Permukaan dinding dilapisi granit merah membuat penampilan seperti suatu kontainer yang sangat besar. Batas lantai tenlihat dad ganis kaca antana saw lantai dengan lantai di atas atau di bawahnya. Bentuk bangunan yang kuat menjadikan bangunan yang ada di dekatnya terlihat tidak kuat. Pemasangan grantt mengembalikan bentuk secara keselunuhan sehingga gedung terlihat seperti monumen yang tidak bisa rusak. Seperti bangunan pyramid, Ford Foundation Building menjulang tinggi sehingga manusia sukar untuk membayangkan ukurannya sehingga walaupun gedung tersebut hanya 12 lantai tapi terlihat seperti bangunan yang sangat besar.

Komplek Aetna Life Insurance di Hartfont dimulai tahun 1966 merupakan monumen arsitektun kuno dengan bentuk simetnis pada bangunan pavingnya (Sandstone). Tanpa permukaan kacanya, efek total bangunan tersebut seolah merupakan altar pada jaman prasejarah yang digunakan untuk acara pengorbanan atau “sepulcher”. Dibandingkan dengan Ford Foundation Building, komplek mi membenkan kesan kemegahan arsitektur modem ditinggalkan akibat benkurangnya “kejeniusan”.

Arsitektur modem menekankan normanya pada batasnya, mengembalikan ornamen dan “kekerasan” suatu keindahan pada suatu posisi awal atau disebut arsitektur monumental. Apabila dilihat dad sudut pandang yang berbeda “Aetna Building” memberikan nilai yang barn dan lain yang tidak langsung benkaitan dengan bentuknya dan lay out simetnsnya. Kehebatan kelompok bangunan mi adalah pemyataan bahwa arsitektun hams tegas bila ingin dapat bertahan dalam suasana kacau (chaos) di pinggiran kota serta di pusat kota. Baik pada lantai-lantai individual ataupun pada lantai-lantai bangunan. Gambar—gamhar Superstudio sedikit yang menuliskan reaksi masyarakat Eropa pada pengalaman dengan dimensi—dimensi besar yang bersifat khayalan dan tidak praktis yang mengubah konsekuensi dan arsitektur modern bentuk-hentuk dasar beruhah menjadi skala yang besar -rnenjadi sebuah kisah dongeng dan fiksi yyang hentsi khayalan kosong.

CESAR PELLI

Dengan Pacific Design Center-nya (ghr.87), Cesar PelIi menciptakan paradigma dan sehuah bangunan kotak yang secara keseluruhan berdin di luar konteks referensi urban daj~embuat standar skala sendini di tengah-tengah sebuah kota yang tidak utuh. Sama seperti tiadanya proporsi pada banyak tempat parkimya yang sangat besar, bangunan tersebut berada di dalam landscape seperti sepotong cetakan arsitektural yang terlalu besar. Seluruh struktur bagian dalamnya diselimuti dengan kaca kebirubiruan yang berkilau. Sisi yang tersempit tampak seperti tanda silang yang besar yang melalui keseluruhan struktur. Galeri semi lingkaran pada puncak atap ditarik secara integral ke dalam outline keseluruhan, bersama-sama dengan potongan miring dan lantai-lantai yang menjulang sepanjang sisinya, yang mengubah bentuk keseluruhan menjadi tidak beraturan, dilepaskan dad aspek karakter kotak biasanya dengan bentuk dasar keseluruhan dan meninggalkan sebuah pecahan struktur. Fragmen raksasa mi berdiri di tengah kekacauan suburban sebagai anti-monumen.

Penduduk sekitar menyebutnya sebagai “ikan paus biru”. Permukaan kacanya yang berwama seperti pelangi, berkilat diterpa sinar matahan dengan semua bayangan berwarna biru, melekat seperti kulit yang basah pada raksasa mi yang sepertinya menyerahkan konsistensinya.Bentuk keseluruhan tetap menyimpan beberapa perbandingan àntara skal a manusia dengan bentuk bangunan bahkan dad membed kesan pada didnya sendiri, sementara kulit kaca biru memberikan kesan dan monster taut yang terdampar yang bahkan tidak ingin dibandingkan dengan suasana manusia. Kombinasi efek dad kesemuanya mi adalah sebuali keanehan, yang secara kuat memberikan kesan bangunan yang teratur melawan sebuah lingkungan tanpa karakter. Yang digenggam dalam kebesarannya tanpa adanya konfrontasi.

Pacific Design Center layak dibandingkan dengan International Congress Center di Berlin , yang mana berusaha untuk menunjukkan teknologi dan gigantisme dad konstruksinya. Kebalikan dengan kehalusan estetika dad “paus him”, bangunan mi taat pada penampakan rumah sebagai sebuah mesin, yang pada pemujaan teknologi, tampak hampir ketinggalan zaman.

Bangunan kaca biru Pelli tampak seperti mengambang dan tidak berbobot, jika berkilau dalam sebuah elemen yang berbeda. Dibandingkan dengan International Congress Center, yang satu menjadi sadar secara menakjubkan bahwa, meskipun tidak proporsional, bentuk bangunan superbesar Pelli membuktikan lebih banyak perhatian pada sensibilitas manusia. Colossal congress hall menunjuklcan pengerjaan detail konstruksi dengan ketelitian tinggi pada sebuah skala yang berlebihan yang diperhitungkan untuk membuat pengamatnya merasa kerdit. Bangunan Pelli mi jauh dipindahkan dad monumentalitas. Bagaimanapun juga, iajuga meninggalkan estetika dad Das Neue Bauen tentang keistimewaan utamajauh di belakang. Arsitektur mi tidak lagi mempunyai ambisi dad penerangan sebagai kebalikan, yang telah lenyap melalui permainan dad ironi Pop Art, melalui keduniawian dunia konsumtif HELMUT JAHN

Apa yang secara odsinil diusulkan oleh Kevin Roche untuk UN Plaza Hotel, dibawa mendekati realisasi oleh Helmut Jahn dalam bangunan-bangunan Chicago-nya. Dalam perjanjian mi, Jahn mengarah pada kekuatan usaha Cesar Pelli untuk mencapai perlakuan yang berbeda terhadap curtain wall kaca. Sesungguhnya, cukup nyata untuk melihat bahwa dalam façade kaca terdapat kekurangan relief dan hampir tidak memungkinkan adanya dekorasi vadatif. Beberapa decade terakhir bangunan-bangunan yang ada tidak biasa dibandingkan dengan ukuran tubuh manusia. Seragam dan raksasa di mana bangunan tersebut menyolok mata dalam lanskap kota yang mérle’ntang untuk diukur dalam proporsi apapun. Hal seperti mi tidak teijadi sejak piramida-piramida di Mesir. Equitable Building di St Louis (gambar 7 1,72) adalah sebuah bangunan bertingkat tihggi yang memakai kaca dan struktur grid persegi dan Mies. Ciri-ciri barn yang dikenalkan adalah kaca untuk fasade.

Balokbalok baja dipaskan dengan kaca, tidak seperti fasade Seagram Building milik Mies (gambar 73) juga tidak ada panel-panel horizontal seperti yang dipakai oleh Mies. Mies dibawa pada kenyataan bahwa bangunan berkaca kehilangan dan stabilitas visual karena refleksi cahaya. Bagaimana pun Equitable Building terlihat seperti. glassblock di mana tampilan yang dirasakan hanya pada permukaan-peri-nukaannya dan sudut-sudut tajamnya. Pendukung grid-gridnya terlihat seperti suatu gambar modular yang meluas melebihi keseluruhan struktur dan superimposisi vertical dan lantai-lantai kabur. Melalui Equitable Building arsitektur modem dinyatakan ulang dengan cara yang barn pandangan yang mendasar, efek yang kuat dad figure mendasar dad geometni yang terdapat dalam struktiir skala besar yang mendominasi Iangit kota St Louis. Di sebelahnya terdapat Lincoln Memorial Center dengan permukaannya yang perak sehingga menimbulkan efek yang tidak pernah terlihat di Eropa.

Sekarang bangunan-bangunan besar dengan kaca refiektifmenjadi pemandangan yang biasa. Hotel Bonaventura di Los Angeles (gamban 75) dengan lima silindemya yang menggunakan kaca refiekrtif tenlihat lebih seperti terminal luar angkasa daripada seperti hotel-hotel lazimnya. Gridgndnya mengindikasikan lantai-lantai menghasilkan tidak lebih dad suatu perniukaan kotak-kotak kaca. Bangunan mi hanya menekankan pada skala manusia super dalam bangunan seperti glassblock dad bangunan Equitable Building, silinder-silinder Hotel Bonaventura merupakan pengurang bentukan, tampilan dasar yang stereometric.

Penggunaan material-material barn dan dimensi-dimensi besar yang tidak diharapkan seperti sinyal dan kemajuan penildanan bertambah. Bagaimana pun sejak bentuk dasar geometni dinyatakan secara intrinsic, ukuran-ukuran abstrak yang tidak berbeda, sulit digunakan sebagai bentuk keseluruhan bangunan tanpa membuat bangunan bertahan mengendalikan did sendini dan tidak berhubungan dengan proporsi manusia. Sekarang proporsi manusia yang sengaja ditinggalkan telah ditambahkan pada kesulitan ekstninsik.

HELMUT JAHN Apa yang secara odsinil diusulkan oleh Kevin Roche untuk UN Plaza Hotel, dibawa mendekati realisasi oleh Helmut Jahn dalam bangunan-bangunan Chicago-nya. Dalam perjanjian mi, Jahn mengarah pada kekuatan usaha Cesar Pelli untuk mencapai perlakuan yang berbeda terhadap curtain wall kaca. Sesungguhnya, cukup nyata untuk melihat bahwa dalam façade kaca terdapat kekurangan relief dan hampir tidak memungkinkan adanya dekorasi vadatif.

.

PAUL RUDOLPH PHOTO

 

� Copyright 2013-2018 www.lolimax.com   advertising contact: www.archipeddy.com         

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *