banner
 

 

KAMUS :
Kamus arti kata-kata arsitektural dan seni yang terkait

 

 

 

Last Update :

 

 

THEME :Arsitektur Asia -- Orientalis
Google
 
Shenzhen
shenzen
Pemandangan Kota Shenzhen dari atas, Sumber foto:dubbadoo.com .


Arsitektur Orientalis
SHENZHEN adalah kota baru yang masuk dalam wilayah China daratan, banyak direkomendasikan oleh penduduk Hong Kong sebagai surganya lelaki. Di sini bisnis prostitusi berlangsung dengan gegap gempita. Beda dengan Mongkok, di Shenzhen, gadis-gadisnya jauh lebih cantik dan tarifnya juga murah. Di kota ini, seks dijual sedemikian vulgar.
Jarak Shenzhen dengan Hong Kong tidak terlalu jauh. Dengan kereta bawah laut jarak tempuh sekitar 40 menit. Gadis-gadis yang berprofesi sebagai pelacur di Shen Zhen tergolong sangat agresif. Mereka tak segan-segan untuk mengejar setiap laki-laki yang datang ke kota tersebut sambil menawarkan diri. Layaknya sales yang sedang mengejar target penjualan.
Karakteristik gadis yang lebih agresif tersebut, membuat Shen Zhen menjadi kota yang disukai laki-laki Hong Kong. Sebaliknya, para istri umumnya keberatan ketika suaminya mengunjungi kota tersebut. Kendati Hong Kong telah menjadi bagian dari China, setelah diserahkan Inggris tahun 1997, kawasan ini masih memiliki otonomi khusus yang akan berlaku sampai 50 tahun kemudian, pemeriksaan imigrasi masih diperlukan. Stasiun kereta bawah laut yang terletak di kawasan Hung Ham tertata rapih dan bersih. Untuk menuju ke Shenzhen, melalui stasiun Lo Wu.

BERSIH DAN MENYENANGKAN
Tempat pemberangkatan kereta sendiri berada di bawah tanah dengan kedalaman sekitar 15 meter di bawah permukaan air laut. Kereta api di Hong Kong memang sebagian rutenya berada di bawah laut sehingga stasiunnya pun berada di bawah tanah.
Rangkaian gerbong keretanya hampir mirip dengan kereta Ekspres Jakarta-Bogor. Hanya saja, kondisinya sangat bersih, dinding kereta maupun kaca-kacanya tidak ada coretan. Demikian juga saat melintasi sambungan antar rel, nyaris getarannya tak terasa. Geraknya sedemikian halus dan cepat. Perjalanan menggunakan kereta di Hong Kong ternyata sangat menyenangkan. Selain kita disuguhi pemandangan yang cukup indah sepanjang perjalanan, di dalam kereta para pelajar dan mahasiswa nampak asyik membaca buku, tanpa diganggu pedagang asongan. Stasiun Lo Wu adalah stasiun terakhir yang berada di perbatasan antara kepulauan Hong Kong dan Shen Zhen atau China daratan. Selain berfungsi sebagai stasiun, gedung ini juga menjadi tempat pemeriksaan imigrasi antara Hong Kong dan China. Sehingga stasiun tersebut juga disebut Lo Wu Joint Imigration Building Hong Kong Train Station.

shenzen KEMISKINAN Keluar stasiun mulai nampak perbedaan antara kondisi kota Shen Zhen dan Hong Kong. Potret kemiskinan warganya nampak terlihat kental di kota tersebut. “Hati-hati, di sini copet banyak sekali,” tutur Ling Ling, pemandu kami, dengan bahasa Indonesia yang cukup lancar lantaran pernah dikirim kursus Bahasa Indonesia ke Jakarta. Begitu keluar dari stasiun, di sepanjang jalan menuju pusat kota, aroma prostitusi menjadi semakin terasa. Banyak perempuan berusia sekitar 30 tahunan menawarkan jasa pelayanan seks kepada setiap laki-laki asing yang dijumpainya.


Sumber: Barry Burke,Google.com

arsip

 

© COPYRIGHT 2005 - 2011TEAM WWW.ARCHIPEDDY .COM
Phone (021) 6880-2560,H.P :0812-2525-268
 
 

Untuk melihat index, kunjungi http://archipeddy.com/bdata/

ganjal.gif (72 bytes)