www.archipeddy.com

Property Ciputra Group di Vietnam

   
Proyek Property Ciputra di Hanoi
Seri Property 2010

taken from: Kompas


Ciputra Hanoi International City, Proyek Properti Termaju di Vietnam


Selasa, 2/3/2010 | 18:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Grup Ciputra saat ini memiliki dua mega proyek properti berkonsep kota terintegrasi di Asia Tenggara, yakni di Hanoi, Vietnam dan Phnom Penh, Kamboja. Agus Surja Widjaja, Direktur Ciputra, mengungkapkan, Ciputra Hanoi International City merupakan satu-satunya proyek properti termaju dan terbesar di Vietnam saat ini. Sebab, pengembang lokal belum memiliki pengalaman mengembangkan proyek sejenis.

“Makanya kami diuntungkan dengan pengalaman pengembangan properti di Indonesia. Kami menawarkan produk yang lebih berkualitas dari sisi bangunan maupun desain. Ini yang mampu menarik minat pembeli di sana,” kata Agus.

Tidak hanya rumah dan apartemen, Managing Direktur Ciputra Budiarsa Sastrawinata menambahkan pada proyeknya tersebut, Ciputra melengkapi infrastruktur pendukung bagi pembentukan kota terintegrasi, seperti sekolah, rumah sakit, pusat belanja, dan sarana olahraga dan rekreasi. “Untuk pembangunan mal, kami targetkan selesai tahun 2012. Kami juga punya rencana membangun padang golf,” kata Budiarsa.

Di Hanoi, Vietnam, proyek properti seluas 301,8 hektar (ha) bernama Ciputra Hanoi International City telah memiliki 11 tower apartemen berlantai 20 dan sekitar 1.000 rumah kelas menengah-atas.



Proyek Ciputra di Hanoi

Sumber Foto: Robert Adhi-Kompas

 

Ciputra menghargai apartemennya itu mulai dari 200.000 dollar AS per unit, sedang harga rumah mulai dari 300.000 dollar AS per unitnya. “Tiap tower terdiri dari 150 unit apartemen,” ujar Budiarsa.

Letak Ciputra Hanoi International City di pusat kota dan dekat dengan Bandara Internasional Noibai dan CBD Hanoi membuat properti Ciputra tersebut laku keras. Sebab, semua unit properti, baik apartemen dan rumah yang telah berdiri telah terisi. “Tingkat huniannya cukup tinggi. Ketika bangunan berdiri, langsung terisi penuh,” kata Budiarsa.

Phnom Penh, Kamboja

Sama seperti di Hanoi, Ciputra pun menggunakan konsep kota terintegrasi pada proyek properti Grand Phnom Penh International City. Proyek kota terintegrasi pertama yang terletak di ibu kota Negara Kamboja tersebut menempati lahan seluas 260 hektar.

Saat ini, kata Agus, 50 persen dari sekitar 100 rumah yang telah berdiri bakal diserahterimakan kepada pembelinya tahun ini. Sekedar informasi, konstruksi fisik proyek tersebut telah berjalan sejak tahun 2007 lalu. Nantinya, pemilik rumah di Phnom Penh bisa menikmati fasilitas yang sama dengan proyek di Hanoi. “(Fasilitas) hampir sama, karena kita menggunakan konsep kota terintegrasi juga,” tuturnya.

Untuk masuk ke Vietnam dan Kamboja, Ciputra menggandeng perusahaan lokal untuk membentuk perusahaan patungan atau joint venture. Khusus Vietnam, mereka menggandeng BUMD Hanoi untuk membentuk perusahaan patungan, Citra Westlake City Dev Co. Ltd. Berdasarkan perjanjian, Ciputra menanggung 70 persen dari total penempatan modal, sedang mitra lokalnya itu mengisi sisa 30 persen.

“Pembagian keuntungannya mengikuti porsi penempatan modal. Memang kita lebih besar, tapi mereka yang menyediakan lahan, bahan bangunan, dan pekerja. Kita tinggal bawa pengetahuan ke sana,” paparnya.

Namun, Agus enggan mengungkapkan berapa nilai investasi yang telah mengucur ke proyek tersebut. Selain di kawasan Asia Tenggara, Ciputra melalui perusahaan patungan, Beyond Limit International Ltd. mengembangkan proyek perumahan di Kalkuta, India bernama Kolkata West International City. Adapun, total nilai investasi proyek perumahan seluas 400 ha itu mencapai 330 juta dollar AS. (Raymond Reynaldi/KONTAN)

 

Editor: ksp


Adv by Google

No Images

Older Posts

Most Read Posts