www.archipeddy.com

Es di Kutub Mencair, Banyak Kota akan Tenggelam

dari:Erabaru.net

Es di Kutub Mencair, Banyak Kota akan Tenggelam

  • Array
  • Array
  • Array
  1. 1
  2. 2
  3. 3

 

Sebuah penelitian baru menemukan bahwa jika manusia membakar habis semua bahan bakar fosil di dunia, kenaikan suhu Bumi yang disebabkan olehnya akan membuat seluruh es Antartika mencair, hal ini akan menyebabkan kenaikan permukaan laut sekitar lima puluh meter. Banyak kota di dunia akan hilang.

Menurut laporan situs Technology Times, sebuah makalah penelitian jurnal yang diterbitkan dalam majalah “Science Advances” pada 11 September mengungkapkan hasil yang mengejutkan banyak orang. Salah satu penulis artikel tersebut, Ken Caldeira dari Carnegie Institute of Science dalam wawancara dengan “New York Times” mengatakan: “Manusia ibarat seperti sebuah kekuatan geologi, dampak kita terhadap sistem iklim tidak sepele, Kami benar-benar sedang menggunakan palu berat memukulnya. ”

Data penelitian tersebut membuat para ilmuwan terkejut. Laporan ini menemukan bahwa setengah dari gletser sedang mencair, bisa terjadi pada 1000 tahun berikutnya, ini setara dengan setiap 10 tahun permukaan laut akan naik sekitar 0,3 meter, laju kenaikan muka air laut hampir 10 kali saat ini. Hasil akhir dari kecepatan peningkatan ini hampir pasti akan menimbulkan kekacauan, orang-orang akan meninggalkan pesisir pergi ke dataran tinggi.

Tentu saja, gunung es Antartika bukan satu-satunya es di dunia yang akan mencair, es di tempat lain di dunia ini juga akan mencair, hasil akhirnya akan membuat kenaikan permukaan laut naik lebih dari enam puluh meter.

Menurut kondisi seperti ini, sebagian besar kota Florida, Louisiana, Texas dan seluruh pantai timur Amerika Serikat, sebagian besar Inggris, sebagian besar negara Eropa dan pesisir di negara Asia sebagian besar akan terendam air laut, banyak kota-kota besar di dunia akan hilang, di antaranya termasuk Miami, New York, London, Paris, Berlin, Stockholm dan Tokyo.

Tentu saja, orang-orang yang hidup pada hari ini tidak akan hidup sampai saat itu untuk melihat bencana yang akan terjadi. Namun, jika umat manusia masih terus hidup seperti sekarang ini, maka, studi ini sungguh-sungguh akan menggambarkan bahaya yang akan dihadapi anak-cucu kita.

Sepanjang masa, para ilmuwan terus mengharap negara dan pemerintah di dunia harus mengambil alih tanggungjawab ini, agar bisa melihat bahaya dari terus menerus menambang bahan bakar fosil di dunia. Pun demikian, dalam 30 tahun terakhir ini upaya politik yang mencoba untuk menekan situasi ini, hanya sedikit memperoleh hasil.

Dalam kenyataanya, hasil temuan tersebut hanya kembali menegaskan prospek dari yang sudah diketahui orang-orang: pembakaran bahan bakar fosil, emisi karbondioksida yang mengarah ke kenaikan permukaan air laut, akan membawa konsekuensi bencana bagi umat manusia dan planet Bumi sendiri.

Bahan bakar fosil adalah hidrokarbon atau turunannya, termasuk batubara, minyak dan gas alam serta sumber daya alam lainnya.(Lim)


Adv by Google

No Images

Older Posts

Most Read Posts