www.archipeddy.com

Archipeddy.com-situs arsitektur,konstruksi dan arkeologi Indonesia

Waterfall House oleh Bornstein Lyckefors mendongkrak batas rancangan Swedia

Waterfall House oleh Bornstein Lyckefors mendongkrak batas rancangan Swedia

 

 

Bornstein Lyckefors Arkitekter has developed a conceptual house with an integrated outdoor shower, which could be built without permission thanks to a recent change in Sweden's planning rules.

The Waterfall House by Bornstein Lyckefors Arkitekter

Pada Juli 2014, klausul perencanaan diusung oleh politisi Stefan Attefall memungkinkan bangunan empat meter dengan luas maksimum 25 meter persegi akan dibangun pada setiap properti perumahan yang ada,  hal itu memenuhi serangkaian persyaratan

The resulting structures are known as Attefallshus, or Attefall houses, dan dimaksudkan untuk densify Sweden's urban areas, easing the country's housing shortage

The Waterfall House by Bornstein Lyckefors Arkitekter

Sejak itu, beberapa arsitek berdatangan up with inventive structures that demonstrate the possibilities offered by the rule – tetapi Gothenburg-basedBornstein Lyckefors Arkitekter thought the best solution would be showing how the permitted eaves could accommodate a huge shower.

 


 

 

"Aturan, yang mengatakan bahwa atap terletak setidaknya tiga meter di atas tanah yang diizinkan untuk menonjol dengan satu setengah meter, telah memungkinkan bagian bangunan yang paling menonjol - tangki air yang mengumpulkan air atap dan memungkinkan air hujan," dijelaskan arsitek Andreas Lyckefors.

"Memiliki shower di luar ruangan adalah fitur umum di kawasan pemukiman pantai barat Swedia," ia berkata pada Dezeen. "Ini digunakan untuk membilas air garam sesudah mandi di pantai."

The Waterfall House by Bornstein Lyckefors Arkitekter

This feature prompted the building's name, Waterfall House, which is also intended as a play on the term Attefall house.

The house's form is conceived as a long narrow concrete box with protruding windows on one side, while the other side features an overhanging canopy that shelters a glazed facade and a terrace.

Inside, one large open-plan room would accommodate a lounge space, a kitchen, a dining area and a study. A bunk bed would be positioned above the desk and the bathroom would be slotted into one corner.

The Waterfall House by Bornstein Lyckefors Arkitekter

"We wanted to explore the maximum possible impact that a building made from the new law can have, by making it long and high with extruding volumes from the facade," said Lyckefors.

"The rule of the bay window, that it may protrude half a metre without being counted in the building area, has been used to give extra space for a loft bed, a generous sofa niche and the kitchen," imbuhnya.

Lyckefors also envisions storage areas being built into the walls and room on the ceiling for a suspended kayak.

The Waterfall House by Bornstein Lyckefors Arkitekter

The design was created for the exhibition 25 Square at the Form/Design Center in Malmö, which shows proposals for Attefall houses by 25 different architects, including Tham & Videgård Arkitekter, White Architects and Jägnefält Milton. The show closes on 7 June.

The studio has already had some clients interested in the design and is currently working on detailed drawings.

The Waterfall House by Bornstein Lyckefors ArkitekterExploded axonometric diagram – click for larger imageThe Waterfall House by Bornstein Lyckefors ArkitekterPlan – click for larger imageThe Waterfall House by Bornstein Lyckefors ArkitekterLong section – click for larger imageThe Waterfall House by Bornstein Lyckefors ArkitekterCross sections – click for larger image


Related story: Jägnefält Milton's Forest Pavilion tests new Swedish building law

Jägnefält Milton's Forest Pavilion<br /> tests new Swedish building law

 

Stockholm studio Jägnefält Milton has designed a leaf-shaped pavilion for a woodland site – taking advantage of a new Swedish planning stipulation that allows structures under a certain size to be built without permission.

Kolam -kolam Renang nan Indah

Kolam-kolam renang nan indah

E-mail Print PDF

dikutip dari:www.bbc.co.uk

 

Sebagaimana  Zaha Hadid’s Aquatics Centre terbuka untuk umum, kritikus arsitektur Jonathan Glancey mengambil beberapa kolam renang terindah, pemandian dan spa dari seantero  jagat raya.

Dimanakah kolam renang pertamakalinya di dunia? Secara tanggal,  kompas menunjuk pada Mohenjo-Daro,  kota yang dibangun sekitartahun 2,600BC di Lembah Indus. Diabaikan sekitar 700 tahun kemudian, terkubur sampai ditemukan kembali pada tahun 1922. Kolam ini bisa jadi adalah pemandian umum, tentu saja, sampai ribuan tahun kemudian, pemandian umum dan kolam renang tidaklah menjadi satu dan bukan sesuatu yang sama. Suatu hal yang ironis, kota dan kolamnya, terletak di Pakistan sekarang ini, hilang akibat banjir besar.

Kolam renang yang paling impresif bagi masyarakat dibangun pada masa kini adalah Aquatics Centre, dirancang oleh Zaha Hadid for the London 2012 Olympics. Obyek cantik ini, beton dengan riak, bangunan dengan langit-langit kaca dan timah dibuka untuk umum bulan ini dan untuk menyenangkan ribuan anak sekolah dari bagian timur kota yang memiliki sangat sedikit tempat untuk berenang lokal sampai sekarang.

Ketakutan akan air ? dan bahkan ketakutan akan kesehatan pribadi ? ini menahan perkembangan pemandian umum dan kolam renang di banyak negara hingga saat ini. Bahkan, keinginan yang modern untuk kolam benar-benar hanya mulai dengan dimulainya Olimpiade, yang diadakan di Athena, pada tahun 1896. Sejak saat itu, kota-kota kecil dan kota-kota negara maju tampaknya bersaing satu sama lain untuk melihat yang bisa membangun  kolam renang yang mewah.

Roti dan Sirkus

Secara alamiah, kaum burgher dan para arsitek dari kota-kota besar dan kecil kembali ke Romawi kuna sebagai contoh dan panduan, bahwa pemandian dan kolam-kolam yang mashur dibangun berdasar arahan dari kekaisaran Romawi yang megah. Pemandian Caracalla, dari permulaan abad 3 dan  Diocletian, sekitarfrom seabad kemudian, adalah tempat yang mecengangkan ketika dikunjungi. Menyediakan kolam panas dan dingin, spa, gyms, restaurants, perpustakaan dan taman berpagar alam, dirancang dalam gaya arsitektur yang sangat bagus,bangunan-bangunan besar yang terbuka untuk semua orang. Mereka berada di jantung kebijakan "roti dan sirkus" kekaisaran  Romawi : menimpali orang-orang yang patuh dengan melimpahi mereka dengan makanan gratis dan hiburan populer.

Kini, lucky bathers taking a dip in the exquisite underground pool of the distinctly private RAC Club in London’s Pall Mall, do so in surroundings that, walaupun dibangun dan didekor singkat sebelum Perang Dunia I, recall those hedonistic days of Roman bathing. British cities up and down the country invested in ambitious public baths at much the same time as the palatial Royal Automobile Club Club was on the drawing boards of Mewes and Davies, among England’s finest Edwardian architects, and best known perhaps for London’s Ritz Hotel. Mereka  merancang kolam renang bergaya Pompei untuk kapal laut selama masa kejayaan  istana terapung ini .

Timur yang menjanjikan

Kolam pemandian nan indah dapat ditemukan di seluruh dunia, ranging from the magnificently austere to the decoratively decadent and overwhelmingly kitsch. One of the most gloriously grand baths can be found in the Art Nouveau-style Gellert Hotel in Budapest, rising from the site of an ancient thermal spring. The baths, completed in 1918, stayed open throughout the turmoil of World War II and, though the hotel itself was rather run down during the Cold War years, the baths remained as opulent as they had ever been, a steamy, watery realm in which hotel guests and the public alike could forget, for a few hours at a time, that they lived under the yoke of the Uni Soviet.

One of the most remarkable public pools of all time ? the world’s largest – could once be found in the very heart of the Soviet Union. This was the deeply curious open pool lapping in the foundations of what was to have been the Palace of the Soviets in pusat kota Moskow, satu  aula kongres yang  monumental, lebih tinggi dari gedung Empire State , yang telah datasnya dipasang dengan Patung Lenin setinggi 100 meter. The site of the proposed building, designed by Boris Iofan, was that of the 19th Century Orthodox Cathedral of Christ the Saviour: on Stalin’s orders, this was blown up in Decembe31. Istana ini tak jadi dibangun, sementara kolam tetap buka sampai work began on an identical replacement for the desecrated cathedral in 1995. So here was a ghostly architectural pool, where swimmers could imagine the immense bulk of either the Palace of Soviets or the Orthodox cathedral above their heads as they gazed at the garis langit Moskow , kepala-kepala di salju, tubuh-tubuh dalam air hangat.

Orang sangat terekesima dengan unsur-unsur cantik dari Thermal Baths di Vals Swiss. Designed by Peter Zumthor, and opened in 1996, this dream-like spa is built into the landscape like some strange, yet enchanting geological outcrop. Its dark, locally quarried stone walls gleaming with quartz, form a series of gently lit underground caverns. You negotiate these ethereal spaces before swimming up into an open pool with a view of snow-capped mountains. It is a truly sensational experience conjuring a feeling of near profound delight as opposed to the splashes, spills and thrills of many modern public and hotel pools decked out with all the latest, luridly coloured family fun flumes and scream-a-minute rides. 

In the UK, the Thermae Baths Spa offers a very different view than that of the Swiss Alps, from its rooftop pool. Designed by Nicholas Grimshaw and opened in 2006, the ultra-modern and supremely sleek New Royal Bath is set within an architectural frame of restored 18th Century spa buildings. This ensemble works well, especially for swimmers popping up to find themselves outdoors on the roof of the new building and surrounded by the buildings of one of Europe’s finest historic city centres.

More discreet and easily overlooked by visitors to Helsinki is the city’s Yrjönkatu baths, its modest entrance tucked into a corner of a street in the looming shadow of the famous Torni Hotel where Cold War spies once swapped secrets ? or so it’s fun to believe ? as regulars dived into the waters of the city’s first public pool. Opened in 1928, the Yrjönkatu baths were designed by the architect Vaino Vahakallio in a confident 1920s neo-classical style, as simple as the Gellert Baths are ornate.

Vahakallio was also the architect of the astonishing state-owned Alko distillery and brew house on the waterfront in Helsinki. Resembling a power station this, significantly or not, was Finland’s biggest building to date, offering citizens of a country squeezed with its back to the Baltic by the brute power of Stalin’s neighbouring Soviet Union, welcome solace in 1920, just as the Yrjönkatu baths had done in the 1920s, tatkala larangan untuk menjaga Finlandia ‘kering’.

All great, architect-designed or architecture-related pools have offered something of these special sensory and tactile delights. From spick-and-span and slightly chilly 1930s English Lidos and ambitious structures designed for Olympic Games, to the loucheness and sensuality of Ancient Roman and Art Nouveau baths, public pools have been some of the most diverting of buildings, with Zaha Hadid’s alluring Aquatics Centre ? emerging from a tangled, rough-and-ready patch of east London ? only the latest in a long line stretching back through the Baths of Caracalla to that of Mohenjo-Daro, as dry as parchment today, 5,000 years later.

Bung Karno,Seni dan Arsitektur

Prestasi Arsitek Indonesia


APRESIASI BUNG KARNO TERHADAP SENI DAN ARSITEKTUR JAKARTA

Apresiasi BK terhadap daya kreasi dan inovasi seni dan arsitektur Indonesia

dikumpulkan dari berbagai sumber oleh: Eddy Sriyanto,ST

Sampai saat ini, ingatan pada tokoh revolusi Bung Karno belumlah hilang. Tokoh yang tidak hanya berjasa memproklamirkan kemerdekaan, menjadi presiden pertama, figur yang terkenal sampai ke luarnegeri dengan pendirian yang tegas, dan cara menyampaikan pidato yang selain berapi-api. juga kaya dengan konsep pemikiran yang matang.

Namun jarang yang mengenang mengenai apresiasinya dengan seni, pemikirannya dengan seni, gagasan-gagasannya sebagai arsitek dan juga pemimpin bangsa.

Semangat kebangsaan yang menggelora sebelum Kemerdekaan Indonesia terwujudkan dalam sikap martabat bangsa yang berbudaya tinggi.Selain perjuangan fisik, para senimanpun turut berperan serta dalam perjuangan di bidang keseniian dan kebudayaan. Sejak masa penjajahan Belanda, para seniman telah berpartisipasi dalam berbagai wadah budaya. Pada masa penjajahan Jepang yang berlangsung singkat, Bung Karno memimpin PoeTeRa (Poesat Tenaga Rakyat) sebagai wadah seniman pada saat itu,yang melibatkan berbagai tokoh seni seperti Basuki Abdullah, Afandi, Sudjojono,Henk Ngantung, Hendra dan lain lain. Bidang seni budaya yang bernaung dalam PoeTeRa juga banyak, seperti seni tari, lukis,teater,kriya dll.

Seiring dengan perkembangan politik saat itu, kiprah BK dan seniman lain dalam seni budaya juga dipengaruhi semangat perjuangan revolusi saat itu. Cita-cita kemerdekaan dan impian menjadi bangsa berdaulat dan disegani di kalangan dunia internasional membuat para seniman Indonesia pada saat itu mencurahkan idealisme mereka pada seni yang digelutinya.Menciptakan suatu karya bukan hanya untuk tujuan materi semata, juga bukan hanya untuk mendapat kepuasan pribadi, tetapi juga sebagai manifestasi luapan expresi jiwa yang melawan feodalisme dan kolonialisme. Setiap karya seni terutama seni lukis membawa nuansa perjuangan dalam setiap guratan kwas, tekanan kwas ,bentuk dan warnanya. Karakter pelukis sangat dominan dan pesan yang tersirat dalam lukisan menyuarakan hasrat perjuangan disamping aspek kemanusiaan lainnya. Semuanya itu tak lepas dari pengaruh Bung Karno pada saat itu.

Pada suatu hari, Bung Karno berkata kepada pelukis Istana, Dullah :"Dullah, Jika aku tidak dalam politik, aku akan jadi pelukis atau dalang". Kalimat ini memang realistis, karena saat belum menjadi presiden, BK pernah dibuang Belanda ke Pulau Ende, NTT. Saat itu Bung Karno melukis pemandangan Pulau Flores dengan cat air.

Tidak cukup dengan memimpin dan mengarahkan seniman berkreasi, BK juga telah memanaje pendokumentasian tiap lukisan ataupun seni lain yang ada. Ini suatu antisipasi luarbiasa yang pada saat itu belum banyak diperhatikan orang berhubung kondisi bangsa saat itu. Salah satu kiat BK dalam mendokumentasikan karya lukis saat itu adalah dengan mengadakan pameran lukisan, mencetak buku dan koleksi pribadi yang terinventarisir. Buku koleksi BK yang dicetak di China maupun Jepang merupakan referensi yang sangat penting bagi sejarah dan seni di Indonesia.

JIWA SENI DAN SEMANGAT PEMBANGUNAN

Terinspirasi kebesaran nenek moyang yang mampu membangun bangunan monumental yang dikenal dunia seperti Borobudur, Prambanan dll, mengilhami para pemimpin saat itu untuk mengisi kemerdekaan dan mengejar ketertinggalan dengan membangun gedung-gedung penting dan monumen. Bung Karno sebagai Pemimpin Besar Revolusi menugaskan beberapa pakar dan seniman untuk studi perbandingan ke beberapa negara, bahkan setiap kali Bung Karno melakukan lawatan ke luar negeri selalu membawa arsitek untuk mempelajari perkembangan ilmu teknik konstruksi dan arsitektur di negara tersebut.Silaban adaaalah salah satu arsitek tersebut, salah satu karya Silaban adalah Mesjid Istiglal. Penunjukan Silaban untuk merancang dan membangun Mesjid Istiglal saat itu juga menunjukkan wawasan kebangsaan yang besar, karena Silaban adalah arsitek beragama Kristen.

Dalam membangun gedung maupun monumen, BK telah menggunakan konsep yang terpadu. Setiap proyek dikerjakan dengan pemrograman yang melibatkan tata kota,arsitek dan konstruktor dan memperhatikan semua aspek perancangan, termasuk diantaranya aspek lingkungan.Beberapa seniman dan teknokrat yang terlibat antara lain Henk Ngantung (pelukis), Silaban (arsitek), Prof.Rooseno dan Ir.Sutami (konstruksi/sipil). Monumen Nasional (Monas) telah menimbulkan kekaguman Sri Paus yang berkunjung tahun 1975. Jembatan Semanggi di kawasan Senayan mengundang decak kagum dunia internasional karena gagasan jalan layang saat itu merupakan ide brilian dalam mengantisipasi kemacetan lalu lintas.Stadion Senayan, Sarinah, Patung Selamat Datang, Patung Pembebasan Irian Barat, Patung Dirgantara dll telah memperindah kota Jakarta. dan membuat Jakarta tidak kalah dengan kota-kota besar dunia . Dalam perencanaan maupun pelaksanaannya, BK selalu terbuka untuk bertukar pikiran dengan para ahli teknik konstruksi, arsitek, ekonom maupun seniman, bahkan militer. Bukti kepedulian beliau terungkap dengan dipilihnya Henk Ngantung (pelukis) dan Letnan Jenderal Ali Sadikin untuk mewujudkan citra seni yang integral dengan pembangunan bangsa.

Sebagai pelukis, Henk Ngantung tak lupa mengumpulkan semua catatan mengenai pembicaraan dengan BK baik yang formal maupun percakapan santai dalam bukunya Karya Jaya. Sedangkan Bang Ali Sadikin menindaklanjuti ide besar dengan pelaksanaan berbagai proyek perintis.Seniman lain juga diundang BK, S.Sudjojono,Lee Man Fong, Basuki Abdullah,dan juga seniman teater, musik,tari dan perfilman.

Hasil proyek dapat terud dinikmati sampai saat ini.Taman Ismail Marzuki sebagai pusat kesenian, sampai sekarang masih menjadi icon kesenian di tanah air. Taman Impian Jaya Ancol juga bahkan terus berkembang menjadi waterpark dan oceanarium terbesar di Asia Tenggara. Museum-museum telah melestarikan berbagai aset budaya bangsa.

Hal-hal yang menjadi prinsip Bung Karno :

  • Bung Karno kurang menyukai detail-detail yang rumit dan kecil, tetapi sangat menyukai kepada yang besar, perkasa, bersifat monumental.Monumen Nasional adalah contoh jelas prinsip BK tersebut, menara yang relatif polos, namun tinggi menjulang di satu openspace raksasa kawasan Gambir telah menjadi landmark bagi Jakarta, sejajar dengan landmark negara lain seperti Statue of Liberty, Eiffel, Sidney Opera House dll.
  • Bung Karno menyukai karya yang bersifat abadi, dan murni kreasi bangsa sendiri, bahkan kadang dekat dengan misteri alam dan misteri sosial. Bung Karno yang anti feodalisme senang mengamati alam, "berdialog" dengan alam dan berpikiran tanpa batas. Mungkin karena hal inilah muncul ucapanya yang terkenal "Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit".
  • Bung Karno menyukai wayang, yang kadangkala mempengaruhi pribadi dan filosofinya. Sebagai anak desa yang tumbuh dalam budaya Jawa, ia tak terpengaruh untuk menjadi "rural-agraris". Pribadi yang halus, sopan namun tegas bertindak. Ia juga sangat menghargai harga barang seni yang diinginkannya, sehingga tidak mau membeli dengan harga murah hanya karena ia seorang yang memiliki kedudukan tinggi.

 

Keputusan penting.

Menjelang akhit dasawarsa 50-an, timbul spekulasi bahwa ibukota akan dipendahkan dari kota Jakarta. Untuk menepis segala kesimpangsiuran tersebut, Bung Karno langsung menyatakan dalam pidatonya pada perayaan Ulang Tahun Kota Jakarta tahun 1960 di Gedung Olahraga Ikada, bahwa : Jakarta tetap merupakan Ibukota NKRI. PP No.2 tahun 1961 merubah kota Jakarta dari Daerah Tingkat I menjadi Daerah Khusus Ibukota, yang secara otomatis menjadikan Gubernur DKI Jakarta berada langsung di bawah Presiden. Keputusan ini diperkuat dengan Undang-undang no 10 tahun 1964.

Dengan kukuhnya status Jakarta, semakin bergairah para investor, pengusaha dalam berusaha di Jakarta. Tahun 1962 , Asian Games yang keempat sukses di Jakarta, dengan penggunaan venue-venue baru yang megah.

Beberapa gagasan "Makro" Bung Karno yang telah mengantisipasi segala aspek termasuk futuristik :

Monumen Nasional.

Ketika mencanangkan pembangunan monumen Nasional, Bung Karno tidak hanya terpancang pada satu Monas yang menjulang. Namun kompleksitas dengan kawasan Gambir sebagai open space dan paru-paru kota Jakarta. Monas yang tidak hanya sendirian di tengah tanah lapang, namun didukung oleh Mesjid Istiqlal, Kathedral, Tugu Pak Tani dll,

Kawasan Ancol.

Dahulunya kawasan ini adalah hutan mangrove, tambak dan kumuh. Atas nasihat arsitek Silaban yang baru saja selesai berkunjung ke Brasil, dikembangkanlah kawasan Ancol dengan maksud agar pendatang dengan pesawat terbang akan "disambut" dengan keindahan panorama waterpark .Saat ini Binaria (cikal bakal Ancol) melebur dalam kawasan pantai rekreasi Ancol. Dan kawasan ini telah berkembang sangatlah pesat. Waterworld Ancol telah menjadi salah satu waterworld terbesar dunia, menjadikan potensi pariwisata semakin berkembang dan menghasilkan devisa yang signifikan.

Stadion Senayan

Pada mulanya banyak orang terkejut mendengar gagasan dibangunnya Stadion Senayan ini, termasuk Presiden (Uni Sovyet pada saat itu). Karena keadaan ekonomi saat itu yang masih terbelakang, gagasan "Stadion" seakan menjadi gagasan mercu suar. Namun terbukti dengan adanya Stadion Senayan yang sempat menjadi gelanggang pertama di dunia dengan konsep "temu gelang", masyarakat menjadi bergairah dalam berolahraga. Ketertinggalan akibat penjajahan tak selamanya harus diikuti dengan ide yang "murah". Stadion Senayan telah menjadi bukti tekad bangsa Indonesia dalam mengejar ketertinggalannya.

 

Integritas

(len) 

 

 

Lingkup dari Integritas:

1. Kepercayaan dan dapat dipercayai
2. Kredibilitas, bertanggung jawab atas janji dan kontrak yang sudah disepakati
3. Keselarasan 
4. Menghindari pelanggaran hukum dan norma
5. Ketepat-gunaan
6. Ketepat-waktuan
7. Reputasi yang baik
8. Usaha ataupun karya yang berkesinambungan
9. Tidak merugikan orang ataupun pihak lain
10. Memiliki standar / patokan kualitas yang maksimal dan menepati standar tersebut

.


"In looking for people to hire, you look for three qualities: integrity, intelligence, and energy. And if they dont't have the first, the other two will kill you."
Warren Buffet, CEO, Berkshire Hathway

Mahatma Gandhi
"There are seven things that will destroy us: wealth without work ; knowledge without character ; religion without sacrifice ; science without humanity ; business without ethics."
Mahatma Gandhi

 

 

 


Adv by Google

No Images

Older Posts

Most Read Posts

feed-image My Blog