Maaf, Anda mengaktifkan Adblock pada browser anda!
Atau anda tidak mengaktifkan Javascript![ Thankyou ]



Wawasan Arsi

HOME


SPONSORSHIP

      DAFTAR KONTEN
 KAMUS TEKNIK
 BERITA INOVASI
 PROPERTI
 ARTIKEL POPULER
 PERTAMANAN
 MULTI MEDIA
 TIPS

Passion adalah
dasar yang kuat
pemberi semangat
untuk tuntunan hidup 
dalam
menghadapi persaingan usaha ...
Click Here

      

Advertise
 
on www.archipeddy.com

 
HISTORY
 ADVERTISE INFO
 VERSI BHS. INGGRIS



Google
 
gedung arsip NATIONAL HERITAGE: GEDUNG ARSIP NASIONAL

compilled by author



Di halaman belakang yang berumput hijau tebal terdapat meriam kuno di sisi kanan dan kirinya.
Foto by www.jakartadailyphoto.com Saat ini terdapat sekitar 40 buah museum di kota Jakarta . Namanya pun beragam sesuai fungsinya. Seperti Museum Taman Prasasti, tempat warga Kristen dimakamkan, termasuk para petinggi VOC dan keluarganya ketika bertugas di Batavia. Ada Museum Komodo, Museum Rekha Artha, Museum Keris, Museum Sejarah Jakarta, dan Museum Adam Malik. Tentu akan sangat panjang bila diuraikan satu persatu. Yang jelas warga Ibu Kota kurang menikmati keberadaan 40 museum itu. Karena sehari-hari lebih banyak "kesepian". Kalaupun ada yang datang, umumnya para turis asing atau anak sekolah yang berkarya wisata.
Dari sekitar 40 museum, Gedung Museum Nasional di Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat telah memperoleh nama internasional karena kumpulan benda sejarahnya sejak masa prasejarah. Museum tertua di Indonesia ini didirikan oleh Bataviaasche Genootschap van Kunsten en Wetenschappen atau Perkumpulan untuk Seni dan Ilmu Pengetahuan. Perkumpulan ini dibentuk 1778 oleh JCM Radermacher, anggota Dewan Hindia, dan menantu laki-laki dari gubernur jenderal Reinier de Klerk. Bekas kediaman de Klerk hingga kini masih berdiri dengan megah di Jl Gajah Mada dan telah direhabilitasi pemerintah Belanda. Gedung yang memiliki pekarangan luas ini pernah dijadikan Gedung Arsip Nasional.
Gedung Museum Nasional yang meniru vila gaya Romawi kuno, mudah dikenali keberadaannya. Satu-satunya gedung yang di halaman depannya di pasang patung seekor gajah perunggu, cendera mata Raja Chulalongkorn dari Siam (Thailand) waktu berkunjung ke Batavia (1871). Karenanya ia lebih dikenal dengan sebutan Gedung Gajah. Karena koleksinya banyak terdapat patung (arca) ia juga dinamakan Gedung Arca.
 


Bunga Anthurium

 

Back to home

ARTIKEL

TOPIK

Anthurium Magnificum
Red Anthurium
Philodendron




Dalam banyak pertempuran,pihak
yang paling banyak memiliki informasi
adalah pihak yang memenangkan pertempuran.Dunia kekinian memerlukan media yang melengkapi wawasan pikir
termasuk istilah arsi, teknik. Situs ini disajikan untuk
 menambah wawasan pengetahuan
dengan artikel yang dirangkum dari berbagai sumber
Selain informasi kekinian, hadir juga tulisan
Arkeologi dan sejarah
universal sebagai pelengkap
.
Jadi,tidak hanya artikel yang berat, tapi juga hadir di situs ini tulisan praktis seperti ANEKA TIPS, LIFESTYLE dan PERCIKAN 


WWW.ARCHIPEDDY.COM - ARCHI SOURCE DIGITAL - IT'S FREE


Situs www.archipeddy.com membutuhkan kontribusi saran ,kritik yang bermanfaat

Pengutipan seyogyanya memberitahu/ijin , atau mencantumkan copyright sumber


All right reserved   DEVELOPED BY EDDY SRIYANTO

Related Link

Fauzi Bowo

Ciputra

Aurora Tambunan

 

Google
 
 
 
gedung arsip NATIONAL HERITAGE: GEDUNG ARSIP NASIONAL

compilled by author



Di halaman belakang yang berumput hijau tebal terdapat meriam kuno di sisi kanan dan kirinya.
Foto by www.jakartadailyphoto.com Saat ini terdapat sekitar 40 buah museum di kota Jakarta . Namanya pun beragam sesuai fungsinya. Seperti Museum Taman Prasasti, tempat warga Kristen dimakamkan, termasuk para petinggi VOC dan keluarganya ketika bertugas di Batavia. Ada Museum Komodo, Museum Rekha Artha, Museum Keris, Museum Sejarah Jakarta, dan Museum Adam Malik. Tentu akan sangat panjang bila diuraikan satu persatu. Yang jelas warga Ibu Kota kurang menikmati keberadaan 40 museum itu. Karena sehari-hari lebih banyak "kesepian". Kalaupun ada yang datang, umumnya para turis asing atau anak sekolah yang berkarya wisata.
Dari sekitar 40 museum, Gedung Museum Nasional di Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat telah memperoleh nama internasional karena kumpulan benda sejarahnya sejak masa prasejarah. Museum tertua di Indonesia ini didirikan oleh Bataviaasche Genootschap van Kunsten en Wetenschappen atau Perkumpulan untuk Seni dan Ilmu Pengetahuan. Perkumpulan ini dibentuk 1778 oleh JCM Radermacher, anggota Dewan Hindia, dan menantu laki-laki dari gubernur jenderal Reinier de Klerk. Bekas kediaman de Klerk hingga kini masih berdiri dengan megah di Jl Gajah Mada dan telah direhabilitasi pemerintah Belanda. Gedung yang memiliki pekarangan luas ini pernah dijadikan Gedung Arsip Nasional.
Gedung Museum Nasional yang meniru vila gaya Romawi kuno, mudah dikenali keberadaannya. Satu-satunya gedung yang di halaman depannya di pasang patung seekor gajah perunggu, cendera mata Raja Chulalongkorn dari Siam (Thailand) waktu berkunjung ke Batavia (1871). Karenanya ia lebih dikenal dengan sebutan Gedung Gajah. Karena koleksinya banyak terdapat patung (arca) ia juga dinamakan Gedung Arca.
 

Google
© COPYRIGHT 2005-2010 - Eddy S. Lee

banner

banner

your adv here