(tokoh politik sekaligus profesi perencana - perancang bangunan dan obyek-obyek arsitektur)
Pengertian dan Fungsi Arsitek Indonesia
APRESIASI
BUNG KARNO TERHADAP SENI DAN ARSITEKTUR JAKARTA
Apresiasi BK terhadap daya kreasi
dan inovasi seni dan arsitektur Indonesia
dikumpulkan dari berbagai sumber
oleh: Ir.Eddy Sriyanto
|
Sampai saat ini, ingatan pada tokoh revolusi
Bung Karno belumlah hilang. Tokoh yang tidak
hanya berjasa memproklamirkan kemerdekaan, menjadi
presiden pertama, figur yang terkenal sampai
ke luarnegeri dengan pendirian yang tegas, dan
cara menyampaikan pidato yang selain berapi-api.
juga kaya dengan konsep pemikiran yang matang.
Namun jarang yang mengenang mengenai apresiasinya
dengan seni, pemikirannya dengan seni, gagasan-gagasannya
sebagai arsitek dan juga pemimpin bangsa. |
Semangat kebangsaan yang menggelora
sebelum Kemerdekaan Indonesia terwujudkan dalam sikap
martabat bangsa yang berbudaya tinggi.Selain perjuangan
fisik, para senimanpun turut berperan serta dalam
perjuangan di bidang keseniian dan kebudayaan. Sejak
masa penjajahan Belanda, para seniman telah berpartisipasi
dalam berbagai wadah budaya. Pada masa penjajahan
Jepang yang berlangsung singkat, Bung Karno memimpin
PoeTeRa (Poesat Tenaga Rakyat) sebagai wadah seniman
pada saat itu,yang melibatkan berbagai tokoh seni
seperti Basuki Abdullah, Afandi, Sudjojono,Henk Ngantung,
Hendra dan lain lain. Bidang seni budaya yang bernaung
dalam PoeTeRa juga banyak, seperti seni tari, lukis,teater,kriya
dll.
Seiring dengan perkembangan politik
saat itu, kiprah BK dan seniman lain dalam seni budaya
juga dipengaruhi semangat perjuangan revolusi saat
itu. Cita-cita kemerdekaan dan impian menjadi bangsa
berdaulat dan disegani di kalangan dunia internasional
membuat para seniman Indonesia pada saat itu mencurahkan
idealisme mereka pada seni yang digelutinya.Menciptakan
suatu karya bukan hanya untuk tujuan materi semata,
juga bukan hanya untuk mendapat kepuasan pribadi,
tetapi juga sebagai manifestasi luapan expresi jiwa
yang melawan feodalisme dan kolonialisme. Setiap karya
seni terutama seni lukis membawa nuansa perjuangan
dalam setiap guratan kwas, tekanan kwas ,bentuk dan
warnanya. Karakter pelukis sangat dominan dan pesan
yang tersirat dalam lukisan menyuarakan hasrat perjuangan
disamping aspek kemanusiaan lainnya. Semuanya itu
tak lepas dari pengaruh Bung Karno pada saat itu.
Pada suatu hari, Bung Karno berkata
kepada pelukis Istana Dullah :"Dullah, Jika aku
tidak dalam politik, aku akan jadi pelukis atau dalang".
Kalimat ini memang realistis, karena saat belum menjadi
presiden, BK pernah dibuang Belanda ke Pulau Ende,
NTT. Saat itu Bung Karno melukis pemandangan Pulau
Flores dengan cat air.
Tidak cukup dengan memimpin dan mengarahkan
seniman berkreasi, BK juga telah memanaje pendokumentasian
tiap lukisan ataupun seni lain yang ada. Ini suatu
antisipasi luarbiasa yang pada saat itu belum banyak
diperhatikan orang berhubung kondisi bangsa saat itu.
Salah satu kiat BK dalam mendokumentasikan karya lukis
saat itu adalah dengan mengadakan pameran lukisan,
mencetak buku dan koleksi pribadi yang terinventarisir.
Buku koleksi BK yang dicetak di China maupun Jepang
merupakan referensi yang sangat penting bagi sejarah
dan seni di Indonesia.
JIWA
SENI DAN SEMANGAT PEMBANGUNAN
Terinspirasi kebesaran nenek moyang
yang mampu membangun bangunan monumental yang dikenal
dunia seperti Borobudur, Prambanan dll, mengilhami
para pemimpin saat itu untuk mengisi kemerdekaan dan
mengejar ketertinggalan dengan membangun gedung-gedung
penting dan monumen. Bung Karno sebagai Pemimpin Besar
Revolusi menugaskan beberapa pakar dan seniman untuk
studi perbandingan ke beberapa negara, bahkan setiap
kali Bung Karno melakukan lawatan ke luar negeri selalu
membawa arsitek untuk mempelajari perkembangan ilmu
teknik konstruksi dan arsitektur di negara tersebut.Silaban
adaaalah salah satu arsitek tersebut, salah satu karya
Silaban adalah Mesjid Istiglal. Penunjukan Silaban
untuk merancang dan membangun Mesjid Istiglal saat
itu juga menunjukkan wawasan kebangsaan yang besar,
karena Silaban adalah arsitek beragama Kristen.
Dalam membangun gedung maupun monumen,
BK telah menggunakan konsep yang terpadu. Setiap proyek
dikerjakan dengan pemrograman yang melibatkan tata
kota,arsitek dan konstruktor dan memperhatikan semua
aspek perancangan, termasuk diantaranya aspek lingkungan.Beberapa
seniman dan teknokrat yang terlibat antara lain Henk
Ngantung (pelukis), Silaban (arsitek), Prof.Rooseno
dan Ir.Sutami (konstruksi/sipil). Monumen Nasional
(Monas) telah menimbulkan kekaguman Sri Paus yang
berkunjung tahun 1975. Jembatan Semanggi di kawasan
Senayan mengundang decak kagum dunia internasional
karena gagasan jalan layang saat itu merupakan ide
brilian dalam mengantisipasi kemacetan lalu lintas.Stadion
Senayan, Sarinah, Patung Selamat Datang, Patung Pembebasan
Irian Barat, Patung Dirgantara dll telah memperindah
kota Jakarta. dan membuat Jakarta tidak kalah dengan
kota-kota besar dunia . Dalam perencanaan maupun pelaksanaannya,
BK selalu terbuka untuk bertukar pikiran dengan para
ahli teknik konstruksi, arsitek, ekonom maupun seniman,
bahkan militer. Bukti kepedulian beliau terungkap
dengan dipilihnya Henk Ngantung (pelukis) dan Letnan
Jenderal Ali Sadikin untuk mewujudkan citra seni yang
integral dengan pembangunan bangsa.
Sebagai pelukis, Henk Ngantung tak
lupa mengumpulkan semua catatan mengenai pembicaraan
dengan BK baik yang formal maupun percakapan santai
dalam bukunya Karya Jaya. Sedangkan Bang Ali Sadikin
menindaklanjuti ide besar dengan pelaksanaan berbagai
proyek perintis.Seniman lain juga diundang BK, S.Sudjojono,Lee
Man Fong, Basuki Abdullah,dan juga seniman teater,
musik,tari dan perfilman.
Hasil proyek dapat terud dinikmati
sampai saat ini.Taman Ismail Marzuki sebagai pusat
kesenian, sampai sekarang masih menjadi icon kesenian
di tanah air. Taman Impian Jaya Ancol juga bahkan
terus berkembang menjadi waterpark dan oceanarium
terbesar di Asia Tenggara. Museum-museum telah melestarikan
berbagai aset budaya bangsa.
Hal-hal yang menjadi prinsip Bung
Karno :
- Bung Karno kurang menyukai detail-detail yang
rumit dan kecil, tetapi sangat menyukai kepada yang
besar, perkasa, bersifat monumental.Monumen Nasional
adalah contoh jelas prinsip BK tersebut, menara
yang relatif polos, namun tinggi menjulang di satu
openspace raksasa kawasan Gambir telah menjadi landmark
bagi Jakarta, sejajar dengan landmark negara lain
seperti Statue of Liberty, Eiffel, Sidney Opera
House dll.
- Bung Karno menyukai karya yang bersifat abadi,
dan murni kreasi bangsa sendiri, bahkan kadang dekat
dengan misteri alam dan misteri sosial. Bung Karno
yang anti feodalisme senang mengamati alam, "berdialog"
dengan alam dan berpikiran tanpa batas. Mungkin
karena hal inilah muncul ucapanya yang terkenal
"Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit".
- Bung Karno menyukai wayang, yang kadangkala mempengaruhi
pribadi dan filosofinya. Sebagai anak desa yang
tumbuh dalam budaya Jawa, ia tak terpengaruh untuk
menjadi "rural-agraris". Pribadi yang
halus, sopan namun tegas bertindak. Ia juga sangat
menghargai harga barang seni yang diinginkannya,
sehingga tidak mau membeli dengan harga murah hanya
karena ia seorang yang memiliki kedudukan tinggi.
Keputusan penting.
Menjelang akhit dasawarsa 50-an, timbul spekulasi
bahwa ibukota akan dipendahkan dari kota Jakarta.
Untuk menepis segala kesimpangsiuran tersebut, Bung
Karno langsung menyatakan dalam pidatonya pada perayaan
Ulang Tahun Kota Jakarta tahun 1960 di Gedung Olahraga
Ikada, bahwa : Jakarta tetap merupakan Ibukota NKRI.
PP No.2 tahun 1961 merubah kota Jakarta dari Daerah
Tingkat I menjadi Daerah Khusus Ibukota, yang secara
otomatis menjadikan Gubernur DKI Jakarta berada langsung
di bawah Presiden. Keputusan ini diperkuat dengan
Undang-undang no 10 tahun 1964.
Dengan kukuhnya status Jakarta, semakin bergairah
para investor, pengusaha dalam berusaha di Jakarta.
Tahun 1962 , Asian Games yang keempat sukses di Jakarta,
dengan penggunaan venue-venue baru yang megah.
Beberapa gagasan
"Makro" Bung Karno yang telah mengantisipasi
segala aspek termasuk futuristik :
Monumen Nasional.
Ketika mencanangkan pembangunan monumen Nasional,
Bung Karno tidak hanya terpancang pada satu Monas
yang menjulang. Namun kompleksitas dengan kawasan
Gambir sebagai open space dan paru-paru kota Jakarta.
Monas yang tidak hanya sendirian di tengah tanah lapang,
namun didukung oleh Mesjid Istiqlal, Kathedral, Tugu
Pak Tani dll,
Kawasan Ancol.
Dahulunya kawasan ini adalah hutan mangrove, tambak
dan kumuh. Atas nasihat arsitek Silaban yang baru
saja selesai berkunjung ke Brasil, dikembangkanlah
kawasan Ancol dengan maksud agar pendatang dengan
pesawat terbang akan "disambut" dengan keindahan
panorama waterpark .Saat ini Binaria (cikal bakal
Ancol) melebur dalam kawasan pantai rekreasi Ancol.
Dan kawasan ini telah berkembang sangatlah pesat. Waterworld
Ancol telah menjadi salah satu waterworld terbesar
dunia, menjadikan potensi pariwisata semakin berkembang
dan menghasilkan devisa yang signifikan.
Stadion Senayan
Pada mulanya banyak orang terkejut mendengar gagasan
dibangunnya Stadion Senayan ini, termasuk Presiden (Uni Sovyet pada saat itu). Karena keadaan ekonomi
saat itu yang masih terbelakang, gagasan "Stadion"
seakan menjadi gagasan mercu suar. Namun terbukti
dengan adanya Stadion Senayan yang sempat menjadi
gelanggang pertama di dunia dengan konsep "temu
gelang", masyarakat menjadi bergairah dalam berolahraga.
Ketertinggalan akibat penjajahan tak selamanya harus
diikuti dengan ide yang "murah". Stadion
Senayan telah menjadi bukti tekad bangsa Indonesia
dalam mengejar ketertinggalannya.
| lihat juga: Daftar
beberapa koleksi seni Bung Karno , kutipan
statement Bung Karno yang berkait arsitektur |