your adv. herebanner

ARCHIPEDDY
 

 

your adv here

 

powered by google

Related Link

Kliping Tahun 1996
Kliping Tahun 1997
Kliping Tahun 1999
Kliping Tahun 2003
Kliping Tahun 2005
Kliping Tahun 2006
Kliping Tahun 2007
Kliping Tahun 2008
Kliping Tahun 2009
Kliping Tahun 2010
Kliping Sumatera Barat Tahun 2010
Kliping Cirebon Tahun 2010
Kliping Singapore Tahun 2010

Kliping MRT Jakarta

Kliping Konservasi

 

Google
 
 
 
Paragon
Seri Property 2010

taken from: Kompas


Mal Paragon Dibuka, Persaingan Mal di Semarang Makin Ketat


Jumat, 23/4/2010
SEMARANG, KOMPAS.com - Kota Semarang memiliki pusat perbelanjaan baru dengan dibukanya Mal Paragon, Kamis (22/4). Persaingan antarmal di Kota Semarang pun menjadi semakin ketat dan memacu pengelola mal lain untuk meningkatkan kualitas.
Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meresmikan Mal Paragon sekaligus melihat beberapa gerai belanja, kuliner, serta bioskop yang ada di mal tersebut. Bangunan Mal Paragon seluas 110.000 meter persegi tersebut berkapasitas sekitar 100 gerai dan sudah terisi 90 persen. Menurut General Manager Mal Paragon Handoyo K Setyadi, pada saat pembukaan mal, sebanyak 80 persen gerai yang ada sudah buka.

"Kelengkapan gerai mendukung fungsi mal yang bukan lagi sebagai tempat belanja, tetapi juga rekreasi," kata Handoyo.
Keunikan arsitektur menjadi salah satu daya tarik Mal Paragon. Misal, plafon mal dibuat dari kaca sehingga sinar matahari dapat masuk menyinari atrium mal.
Secara terpisah, General Manager Mal Ciputra Semarang Sugwantono Tanto menyambut baik hadirnya Mal Paragon. Dengan munculnya mal-mal baru di Kota Semarang, industri modern turut berkembang. Setiap mal ingin berkembang dan konsumen pun mendapatkan pelayanan mal yang semakin memuaskan.
Senior Staff Promotion DP Mal Semarang Andre mengatakan, dengan banyaknya mal, lebih banyak pilihan untuk konsumen. Konsumen pun tidak akan terkonsentrasi di satu mal karena setiap mal punya daya tarik khas.
Meskipun DP Mal berdekatan dengan Mal Paragon di Jalan Pemuda, Andre optimistis DP Mal akan tetap ramai pengunjung. Salah satu strategi untuk mempertahankan jumlah konsumen adalah dengan mengembangkan agenda rutin seperti pameran. "Pameran flora dan fauna sering kami adakan dan sudah banyak pangsa pasarnya," kata Andre.
Namun, Andre tidak menyangkal jika banyak konsumen yang akan tersedot ke Mal Paragon. "Itu tipikal warga Semarang yang akan berbondong-bondong ke tempat yang baru," kata Andre.
Sementara, pakar ekonomi dari Universitas Katolik Soegijapranata Andreas Lako mengatakan, pemerintah dihadapkan pada dua pilihan, yaitu akan melayani kebutuhan konsumen kelas menengah ke atas atau mengembangkan perekonomian rakyat. Jika ingin mengembangkan perekonomian rakyat, jumlah mal perlu dibatasi.
Menurut Andreas, menjamurnya mal dan ritel modern secara otomatis akan menggeser usaha kecil. Di sisi lain, bertumbuhnya ritel modern akan memperbesar pendapatan daerah. "Sekarang tinggal pemerintah akan memilih yang mana," kata Andreas. (Herpin Dewanto Putro/KOMPAS Cetak Lembar Daerah Jawa Tengah)

DEN

Editor: ksp

Tol Semarang-Ungaran Bermedan Berat


Laporan wartawan KOMPAS Winarto Herusansono
Senin, 19/4/2010
SEMARANG, KOMPAS.com - Proyek jalan ruas tol Semarang - Ungaran sepanjang 14 kilometer, bagian dari tol Semarang - Solo dinilai proyek tol paling berat di Indonesia. Pasalnya, pryek tol yang sudah berjalan tujuh bulan ini medannya berbukit-bukit dengan lambah curam di kedalaman lebih 50 meter.
Konstruksi Tol Semarang-Solo Anggota DPRD Jateng, Sasmito, Senin (19/4) yang menyertai kunjungan lapangan Komisi Pembangunan DPRD Jateng menyatakan,. ruas tol Semarang - Ungaran terbagi tigak seksi. Seksi tol Banyumanik - Gedawang, seksi Gedawang - Penggaron dan seksi Penggaron - Beji (Ungaran). Di seksi Banyumanik - Gedawang terdapat pembangunan dua jembatan tol masing-masing ketinggiannya lebih 25 meter penghubung jalan tol yang melayang di atas perbukitan.
Ketua Komisi D DPRD Jateng, Rukma Setya Budi mengatakan, dengan medan jalur tol yang topografinya berbukit-bukit dan lembah maka pelaksana proyek diharapkan berhati-hati dalam pembagunan proyek tol senilai Rp 8 triliun ini.
Editor: ksp

Google
© COPYRIGHT 2005-2011 - Team www.archipeddy.com

banner

your adv here