your adv. herebanner

ARCHIPEDDY.COM
 

Arsip

your adv here

 

powered by google

 

Google
 

Aksi Tipu Daya VOC di Batavia


dari:Warta Kota 2011

Aksi Tipu Daya VOC di Batavia

Ketika Portugis dan Spanyol sudah bertualang ke Asia mencari rempah-rempah, kapal-kapal Inggris, Prancis, dan Belanda mulai berbenah diri.
Setelah melepaskan diri dari dinasti Habsburg, pada tahun 1581 terbentuk Negara Belanda. Sejak itu timbul kesadaran baru dari segelintir masyarakat bahwa negerinya terlalu kecil untuk mengembangkan perdagangan dan ekonomi. Maka orang-orang Belanda pun mengarungi lautan. Rupanya mereka ingin mengikuti jejak Inggris yang mendirikan Yayasan Hindia Timur.

Pada 1602 Belanda mendirikan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) atau Perserikatan Perusahaan Hindia Timur atau perusahaan dagang Belanda yang aktif di Asia Tenggara. Sebagai perseroan terbatas, VOC memperoleh monopoli perdagangan dari pemerintah Belanda.Artinya, wewenang Negara dialihkan kepada perusahaan dagang swasta, misalnya untuk mengadakan perjanjian perdagangan dan politik, melancarkan perang, dan membangun pangkalan.

Ambisi besar JP Coen, sang pendiri VOC, adalah membuat Batavia menjadi pusat perdagangan Asia yang besar. Dari empat pusat dagang, yakni Persia, India, dan Ceylon, Maluku dan Jepang, barang-barang banyak mengalir ke gudang Batavia. Karena maju, para direktur membagikan rata-rata dividen 10 persen setahun selama 30 tahun pertama keberadaan VOC. Ini berarti pembagian total 20 juta gulden. Para pemegang saham tidak tahu, bahwa selama periode itu, VOC telah berhutang lebih dari 10 juta Gulden di Belanda. Akibatnya, para pemegang saham menerima lebih daripada yang seharusnya.

Sampai tahun 1630 keuntungan riil VOC sangat kecil. Barulah setelah itu hingga tahun 1654, menurut Bernard H.M.Vlekke dalam Nusantara ,keuntungan mencapai 101 juta gulden,sementara ongkos yang dikeluarkan adalah 76 juta gulden. Dengan demikian masih ada keuntungan sebesar 25 juta gulden. Lalu sebanyak 9,7 juta gulden dikirim ke Eropa dan sisanya disimpan di Batavia. Pada tahun 1700-an VOC memonopoli tanaman komersial,khususnya kopi.
Namun secara sewenang-wenang mereka menurunkan harga produk mentah di Batavia dari 50 gulden menjadi 12 gulden per pikul. Bahkan untuk memaksa harga lebih turun,para pejabat VOC memperkenalkan perbedaan ‘canggih’ terhadap pikul gunung’ seberat 102 kg dan ‘pikul batavia’ seberat 56 kg.Para produsen dipaksa untuk menyerahkan jumlah kopi dalam harga ‘pikul gunung’ tapi dibayar dalam ‘pikul Batavia’

(Djulianto Susantio, pemerhati sejarah dan budaya)

Google
© COPYRIGHT 2012-2018 - Team www.archipeddy.com

banner

your adv here