|
archive open source web.
Seri tur Oriental
Shanghai adalah kota yang mempunyai populasi paling padat di Cina, yang juga merupakan salah satu kota terpadat di dunia. Terkenal sebagai “Paris of the East†yang juga mempunyai masa lalu yang kelam yang identik dengan gangster, perjudian, penipu, opium dan konglomerat. Shanghai sekarang telah menjadi salah satu kota yang mengalami kemajuan terpesat dalam beberapa dekade ini. Gedung-gedung baru bermunculan, bisnis-bisnis lokal maupun internasional merebak dan mendirikan kantor-kantor cabang di kota ini. Orang-orang asing dari berbagai negara pun berdatangan dan menetap menjadi rakyat Shanghai. Walaupun Shanghai tidak begitu banyak memiliki keindahan alam seperti layaknya yang ditawarkan kota-kota Cina lainnya, kota Shanghai memberikan nuansa tersendiri dengan “penampilan gandaâ€-nya. Kota Shanghai di satu sisi menampilkan penampilan-nya yang super modern dengan arsitektur-arsitektur yang unik dan khas dan di sisi lain juga menampilkan penampilan Arsitektur Barat kuno-nya yang berada di "The Bund"
Selama masa dinasti Tang, Shanghai hanya merupakan kampung nelayan, kemudian berkembang menjadi pusat penting untuk penenunan sutera dan kapas pada masa dinasti Ming (abad 16). Di kota yang sama tahun 1557 pejabat pengadilan yang bernama Pan Yunduan membangun sebuah taman untuk ayahnya yang juga merupakan petugas pemerintahan tertinggi. Pembangunan serius dimulai pada tahun 1559 dan diselesaikan selama 19 tahun. Taman tersebut dikenal dengan Taman Yu Yuan.
Seperti arsitektur bangunan di Tiongkok ini memiliki terdiri dari beberapa bagian, semakin ke dalam semakin untuk orang yang semakin penting dan tentunya memiliki taman yang semakin indah dan luas dilengkapi dengan kolam dan jembatan di atasnya. Taman tersebut dapat dinikmati dari dalam bangunan dengan semua pintu terbuka menghadap taman. Sequence (urutan) memasuki ruang-ruang /bagian taman memiliki pemikirian yang tidak sederhana dan dipenuhi dengan kejutan-kejutan, sehingga setiap orang yang masuk atau berpindah ruang/bagian dengan melalui jalan yang sempit, kemudian masuk ke pintu dengan gerbang yang unik, tiba-tiba setelah melalui pintu tersebut menemukan taman/kolam yang indah dan luas.
Penambahan bangunan baru disekitar bangunan utama terjadi setelah terjadi perubahan kepemilikan taman tersebut dengan tetap mempertahankan keunikan ciri khas bentuk atap, pintu, jendela serta ornamen yang sarat dengan makna. Ciri-ciri khas ini juga diterapkan pada bangunan-bangunan yang menjadi pertokoan, sehingga atmosfir belanja pada pasar pada masa lampau yang sangat kental dan orisinal dibandingkan pusat pembelanjaan yang memiliki nama “walk†dibelakangnya dengan tiruan nuansa tematik.
Kemana ?
Shanghai bisa dikunjungi kapan saja, tidak ada musim yang terlalu baik dan terlalu jelek untuk kota ini. Sekedar personal preference, saya memilih musim semi karena tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
HOW TO GET THERE ?
Di kota Shanghai terdapat dua bandara yang melayani rute perjalanan dari dan menuju kebanyakan kota-kota internasional terkemuka selain kota-kota Cina lainnya. Shanghai juga bisa dicapai dengan kereta api dari berbagai kota-kota besar Cina lainnya, termasuk diantaranya dari Hongkong (40 jam perjalanan), Guangzhou (38 jam), dan Beijing (16 jam). Karena airport di Shanghai ada dua, maka perlu diperhatikan sebelumnya airport mana yang dituju, karena keduanya letaknya berlawanan. Hongqiao airport, terletak hanya 15 menit dari kota (sekitar 25 RMB dengan taksi) , merupakan airport lama yang biasanya melayani rute perjalanan dekat, ataupun pesawat kecil. Airport baru, Pudong airport terletak sangat jauh sekali dari kota, memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Tarif taksi dari kota menuju airport cukup mahal, sekitar 200 RMB (1 RMB = Rp.1250). Jika naik bus tarifnya sekitar 20 RMB per orang (perjalanan lebih dari 1 jam). Selain naik bus atau taksi, bisa juga mencoba naik kereta MAGLEV seharga 55 RMB per orang dari atau menuju ke Bandara Pudong . Dengan kecepatan 430 km/jam, perjalanan 1 jam pun hanya ditempuh selama 8 menit dengan kereta MAGLEV ini. Tetapi masih perlu perjalanan dengan taksi atau bus untuk menuju ke stasiun kereta MAGLEV ini karena letaknya tidak berada di pusat kota.
|
|
(Wisata dan Arsitektur China)
Wisata Arsitektur di Shanghai
WHAT TO BRING ?
Pada musim panas, cuaca agak menyengat di Shanghai jadi baju-baju tipis direkomendasikan. Pada musim dingin, walaupun tidak terlalu dingin, tapi angin lumayan kencang, sehingga masih butuh windbreaker atau setidaknya jaket/sweater.
WHAT TO SEE ?
The Bund dan Lujiazui :
Tempat paling populer dan merupakan " Must See" adalah "The Bund", tempat dimana Shanghai mempertontonkan penampilan dua sisi-nya. Di sebelah Barat, terlihat bangunan-bangunan kuno bergaya arsitektur barat (The Bund) yang dulu merupakan “Wall Streetâ€-nya Asia. Sedangkan di sebelah timur, terlihat daerah modern Lujiazui yang simbolik dengan adanya Oriental Pearl Tower yang juga merupakan landmark kota Shanghai. The Bund dahulu merupakan kawasan terlarang bagi orang Cina. Bahkan sebuah papan tulisan yang menunjukkan diskriminasi ini dengan tulisan “No Dogs or Chinese Allowed†masih diabadikan di sebuah pintu taman Huangpu. Memasuki jaman revolusi, seluruh kawasan The Bund di klaim oleh pemerintah Cina hingga sampai saat ini.
Terowongan Sightseeing :
Masih di daerah The Bund, terdapat “Sightseeing Tunnel†yang digunakan untuk menyeberang ke Lujiazui. Sightseeing Tunnel ini menampilkan permainan lampu-lampu dan laser yang menarik. Harga tiket Sightseeing Tunnel ini adalah 40 RMB dan perjalanan hanya memakan waktu 5 menit. Tripod bisa dibawa ke dalam Tunnel jika berminat untuk mengambil foto tunnel ini.
Nanjing Lu (Nanjing Street) :
Satu blok dari The Bund terdapat Jalan Nanjing (Nanjing Lu) yang juga merupakan kawasan yang wajib dikunjungi. Nanjing Lu ini merupakan jalan raya yang ditutup diperuntukkan untuk kawasan shopping. Bukan hanya sekedar shopping yang ditawarkan oleh Nanjing Lu ini, tetapi sejumlah makanan dan restoran beraneka rupa pun ada di kawasan ini. Selain itu, lampu-lampu neon dan hiasan yang ada di jalan ini merupakan suatu pemandangan yang juga tidak kalah menariknya.
Old Shanghai dan Yuyuan Garden :
Di bagian selatan terdapat daerah yang merupakan pusat kota Shanghai jaman dahulu. Sampai saat ini, daerah ini masih menampilkan kesan kuno dengan arsitektur-arsitektur jaman silat. Berbagai toko souvenir, snack, dan teahouse banyak dijumpai di daerah ini. Selain itu, di Old Shanghai ini terdapat Yuyuan Garden, yang dulunya merupakan residen seorang bangsawan, dan juga merupakan salah satu tempat turis utama di Shanghai. Hindari hari Sabtu dan Minggu untuk pergi ke Yuyuan Garden karena ramai sekali. Tiket masuk Yuyuan Garden 25 RMB.
Xintiandi :
Xintiandi merupakan daerah baru yang memfokuskan diri dengan restoran dan kafe-kafe. Uniknya, semua arsitektur yang berada di Xintiandi dibuat menurut model rumah tradisional Shanghai yang dikenal dengan “Shikumenâ€. Menarik untuk dikunjungi, dan untuk menikmati suasana yang unik dan berbeda.
Huaihai Street (Huaihai Lu) :
High-class shopping street yang menawarkan butik-butik dan toko-toko dengan high-class brand name.
Jade Buddha Temple dan Museum :
Selain lokasi-lokasi yang disebut di atas, jika masih ada waktu luang, bisa juga melihat patung Buddha yang terbuat dari batu giok di Jade Buddha temple. Shanghai Museum yang berada di People’s Park juga merupakan salah satu tempat turis di Shanghai. Tetapi jika tidak dapat melihat pun, saya kira tidak akan menyesal.
.
|
SHANGHAI
|
|
|
|

The Bund dari sisi lain

.
|
|
SHANGHAI
|
Contact Us:
ARCHIPEDDY
WEB SOURCE
BUILDING KNOWLEDGE
CATALOG PROMO
Email: staff
|