your adv. herebanner

ARCHIPEDDY
 

 

your adv here

 

powered by google

Related Link

Kliping Tahun 1996
Kliping Tahun 1997
Kliping Tahun 1999
Kliping Tahun 2003
Kliping Tahun 2005
Kliping Tahun 2006
Kliping Tahun 2007
Kliping Tahun 2008
Kliping Tahun 2009
Kliping Tahun 2010
Kliping Sumatera Barat Tahun 2010
Kliping Cirebon Tahun 2010
Kliping Singapore Tahun 2010

Kliping MRT Jakarta

Kliping Konservasi

 

Google
 
 
 
Museum fatahillah
Pulau Onrust
Sumber: www.kompas.com
Seri Histo Heritage 2010

taken from: Kompas


Pulau Onrust (1)
Dipuji Kapten James Cook



Sumber: Warta Kota, 3 November 2010
Di sebelah utara daratan Jakarta,tepatnya di gugusan Kepulauan Seribu, dengan jarak sekitar 14 kilometer,terdapat Taman Arkeologi Onrust (TAO). Tempat ini dapat dicapai dengan transportasi laut melalui Pelabuhan Muara Kamal,Muara Angke, atau Pantai Marina Ancol, dengan waktu tempuh antara 20-45 menit.

Nama Onrust berasal dari bahasa Belanda, yang berarti tanpa istirahat. Penduduk setempat menyebutnya Pulau Kapal. Kenapa begitu? Soalnya pada abad ke 17 sampai ke 18 Onrust merupakan pulau penting untuk memperbaiki kapal

Menurut catatan Belanda, di pulau ini mulai tahun 1618 JP Coen menyusun gelar armada untuk menahan serangan Inggris di bawah komando Sir Thomas Dale. Bahkan beberapa tahun sebelum Batavia didirikan. Pulau Onrust telah dipergunakan untuk memperbaiki kapal-kapal kompeni (1615).

Sebagai bengkel kapal, nama Onrust tak tersaingi. Banyak orang memuji tukang-tukang kayu yang bekerja di Onrust sangat terampil. Salah satunya adalah Kapten James Cook FRS RN, penjelajah dunia yang menemukan benua Australia dan Kepulauan Selandia Baru. Kapal Cook, “HM Bark Endeavour” mengalami kerusakan besar saat kandas di gugusan karang Great Barrier Reef, Australia saat ini (1770).

James Cook mengaku sangat terkesan dengan proses perbaikan yang dilakukan oleh para pekerja di galangan kapal Pulau Onrust. Menurutnya, teknologi yang digunakan merupakan yang terbaik di dunia. Pengerjaan perbaikan kapal dilakukan dengan sangat teliti. Hal ini membuatnya yakin bahwa dia dan krunya akan mampu melakukan perjalanan kembali ke Inggris. Cook berada di Batavia selama tiga bulan, dari Oktober hingga Desember 1770.

Sekitar tahun 1775, 1.200 orang tinggal di pulau ini. Sebagian terbesar adalah tukang kayu kapal dan tentara. Sebagian kecil adalah kelasi yang dikenai hukuman kerja paksa dan budak belian Kompeni, termasuk puluhan wanita. Karena banyak kapal bersandar di pulau ini, maka sebutan Pulau Kapal menjadi lekat, meskipun nama Onrust lebih sering disebut-sebut.

Pada 1800 Inggris membakar isi Pulau Onrust. Sisanya dirusak pada 1806 dan 1810, setelah Daendels mengosongkan pulau itu pada 1809. Pada 1823 Onrust dipakai lagi untuk memperbaiki kapal oleh pemerintah dan swasta. Pada 1856 sebuah dok terapung kering digunakan di sana. Pada 1868 sebuah mesin bertenaga uap dibangun di Pulau Onrust untuk melayani kapal-kapal besi.Peranan Onrust mulai berkurang setelah dibuka pelabuhan baru yang lebih lengkap di Tanjung Priok (1883). (Djulianto Susantio, pengamat sejarah dan budaya)

Google
© COPYRIGHT 2012-2018 - Team www.archipeddy.com

banner

your adv here