Hotel Sriwijaya, Hotel Tertua di Jakarta
dari: Berbagai Sumber
Hotel ini ada di pojokan Jalan Veteran dan Jalan Veteran I, Jakarta Pusat. Dilihat dari Stasiun Juanda, hotel ini berada di sisi kanan tak jauh dari Masjid Istiqlal. Tembok hotel ini memanjang hingga ke Jalan Veteran I mendekati kedai es krim R...">
Wisata Kota Tua - Hotel.sriwijaya.hotel.tertua.di.jakarta
Tembok hotel ini memanjang
hingga ke Jalan Veteran I mendekati kedai es krim Ragusa.
Bisa
jadi ada banyak orang yang tak tahu bahwa hotel di pojokan Jalan
Veteran itu adalah hotel lawas yang berawal sejak 1872 bahkan agak
sedikit mundur ke belakang, 1863. Adalah
Conrad Alexander Willem
Cavadino atau CAW Cavadino yang memulai usaha restoran dan kue di
tahun 1863.
Tempat usaha ini dibangun persis di pojokan Rijswijk
(Jalan Veteran) dan Citadelweg (Jalan Veteran I).
Di tahun 1872
Restoran Cavadino berubah menjadi Hotel Cavadino sementara usaha
ritelnya dilakukan di sebuah tempat usaha bernama Toko Cavadino yang
berada di depan bangunan hotel.
Dari sebuah iklan di tahun 1894,
Toko Cavadino disebut sebagai toko yang menyediakan permen;
cokelat; cerutu Havana, Belanda dan Manila; hingga bir, anggur, dan
minuman beralkohol lainnya.
Bahkan, begitu terkenalnya usaha ini sampai-sampai jembatan di depan hotel ini dinamakan Jembatan Cavadino (Cavadino Bridge). Jembatan itu kini berada di samping Hotel Sriwijaya, sejajar dengan pintu masuk ke hotel tersebut.
Darifoto lama yang terpampang di dalam hotel ini dan juga dari foto koleksi
KITLV, Leiden, yang ditampilkan oleh Scott Merrillees dalam buku Batavia in Nineteenth Century Photographs
bangunan hotel dan toko kue terpisah. Posisi bangunan Hotel Cavadino,
yang kini jadi Hotel Sriwijaya, terlihat berada di pojokan jalan yang
masih sangat sepi dengan dua jalur trem di depannya.
Sedangkan Toko Cavadino - berada di sisi kanan - kini menjadi restoran dan masih
menjadi bagian dari Hotel Sriwijaya yang dimiliki Ama Al Jufri.
Usaha
toko dan hotel berjalan terus hingga akhir abad 19. Merrillees
mencatat, sebenarnya CAW Cavadino tak lagi sebagai warga Batavia sejak
1870 meskipun demikian, usahanya tetap menggunakan nama Cavadino &
Co. Hotel Cavadino bertahan hingga 1898, sejak 1899 hotel itu berubah
nama menjadi Hotel du Lion d'Or. Di tahun 1941 hotel itu sudah berubah
nama lagi menjadi Park Hotel.
Nah, diperkirakan sekitar pertengahan
tahun 1950-an nama hotel itu berubah menjadi Hotel Sriwijaya.
Nama
hotel itu tetap hingga kini. Menurut Burhanudin dan Andreas Yoan,
sekuriti hotel yang sudah bekerja selama 15 dan 11 tahun, hotel ini
dimiliki oleh Al Jufri sejak sekitar 1975. Bangunan lama kemudian
terpaksa diubah tahun 1999 karena kondisi kayu jati yang sudah dimakan
rayap.
"Takutnya malah roboh," kata Andreas.
Halaman depan hotel
itu kini adalah bagian samping hotel di masa silam. Di lobi hotel
seluas sekitar 5.000 m2 ini, terpambang gambar-gambar kuno Hotel
Cavadino dan Toko Cavadino beserta sejarahnya. Tak hanya itu, ternyata
di dinding bagian dalam juga berjajar foto-foto tempat dan gedung
bersejarah di Batavia.
Meski sebagian besar bangunan lama sudah
tak lagi tampak, sudah diganti bahan baru dengan penambahan di
sana-sini tapi setidaknya jejak hotel dari masa kolonial itu masih
dipertahankan hingga kini bahkan satu-satunya di Jakarta
WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto
|
|
|
|
|
|
|