your adv. herebanner

ARCHIPEDDY
 

BERANDA

your adv here

 

powered by google

 

Google
 
 
 
Eco Property
foto:Daniel Prabowo/Kontan
Seri Property 2010

taken from: Kompas



Akan Ada Insentif untuk Eco-Property



Rabu, 12/5/2010
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah pusat akan mempelajari insentif dan disinsentif di bidang properti yang menerapkan konsep eco-green. Ini dilakukan untuk mempercepat pembangunan properti yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
“Saya sependapat bahwa pengembangan industri properti yang berwawasan lingkungan mesti diberikan semacam penghargaan,” kata Asisten Deputi Urusan Penyediaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Deputi Bidang Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat, Eko D. Heripoerwanto, dalam seminar bertajuk Peluang dan Tantangan Penerapan Konsep Eco-Green dalam Pengembangan Sektor Properti di Indonesia, di Jakarta, Selasa (11/5).
Saat ini Kemenpera, kata Eko, baru memberikan penghargaan kepada pengembang yang menerapkan konsep oce green bagi RSH. Ke depan, Eko bilang, akan dibentuk tim kerja yang membahas insentif yang lebih luas. “Insentif ada beberapa, misalnya perizinan, infrastruktur dan pajak. Riilnya, kita akan buat tim kerja untuk bahas insentif ini” katanya.

Namun, Eko menekankan, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 tahun 2007 serta Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat (Permenpera) Nomor 22 tahun 2008, pemerintah pusat hanya berperan sebagai setir yang mengarahkan kebijakan di daerah. Implementasinya tetap ada di tangan pemerintah daerah.
"Masalah perumahan adalah tanggung jawab sepenuhnya pemerintah daerah di tiap kabupaten/kota. Sehingga, pelaksanaan terkait konsep eco-green merupakan tanggung jawab pemerintah daerah," ujarnya. Ini artinya, keberpihakan pemda terhadap implementasi konsep ini juga mutlak diperlukan. (Teddy Gumelar/KOMPAS)


Kongres FIABCI Bahas Inovasi, Pendanaan, Eco-Property, Green Tourism


Eco Property
Robert Adhi/KSP
Dari kiri: Bayu Utomo (Ketua Bidang Seminar), Pingki Elka Pangestu (Ketua Panitia Kongres FIABCI), Teguh Satria (Ketua Umum REI), Alwi (Sekjen REI), Hiramsyah Thaib (CEO Bakrieland)


Rabu, 7/4/2010
JAKARTA, KOMPAS.com - Kongres Dunia ke-61 FIABCI yang akan digelar di Bali, 24-28 Mei 2010, mengupas empat hal penting, yaitu inovasi dalam dunia properti, pendanaan, eco-property, dan green property. Sejumlah pakar dari seluruh dunia akan mengupas semua persoalan ini di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali.
Demikian diungkapkan Ketua Bidang Seminar Kongres Dunia ke-61 FIABCI, Bayu Utomo kepada pers, Rabu (7/4/10). Hadir Ketua Panitia Kongres FIABCI Pingki Elka Pangestu, Ketua Umum REI Teguh Satria, Sekjen REI Alwi Bagir Mulachela, dan CEO Bakrieland Hiramsyah S Thaib.
Menurut Bayu, para pembicara sebagian besar adalah tokoh dari berbagai latar belakang dan profesi beragam. Mereka adalah perwakilan pejabat pemerintahan, pengusaha, eksekutif perusahaan properti, arsitek, perbankan, dan sektor pariwisata dari Amerika, Eropa, Asia, termasuk dari Indonesia.

Pembicara yang sudah memastikan hadir di Bali adalah John Rabie, tokoh properti dan pemilik Rabie Property Group dari Afrika Selatan, yang sukses membangun Century City dan proyek Westlake di Lembah Constantia, Afrika Selatan. Selain itu, Toby Bath, Managing Director Hellmuth, Obata+Kassabaum (HOK) Asia Pasifik, perusahaan desain arsitek global dari Amerika. Bath adalah eksekutif yang memiliki pengalaman panjang di industri dan berbagai proyek properti di dunia. Toby memiliki pengalaman dalam pembangunan proyek-proyek komersial, hospitality, perumahan, mixed-use, penerbangan, perencanaan, dan desain kota. Karya Bath di Indonesia adalah Plaza Indonesia, Grand Hyatt Jakarta, dan Bakrie Tower.
Rabie dan Bath bersama-sama dengan Brian Whote, pendiri dan Chairman Raywhite Group, jaringan broker dan investasi properti terkemuka dunia, menjadi pembicara untuk tema inovasi. White merupakan sosok di belakang keberhasilan Raywhite menjadi perusahaan broker properti dengan jaringan usaha yang mendunia. White adalah orang di balik mergernya Coldwell Banker dengan Schmitt Real Estate Co yang kemudian menjadi Coldwell Banker Schmitt Real Estate Co. Saat ini perusahaan ini memiliki lebih 3.900 kantor dan lebih 126.000 tenaga sales association di Amerika, Meksiko, Eropa, China, dan Karibia.

Menurut Bayu, selain tema inovasi, Kongres Dunia FIABCI juga akan membahas tren dan isu penting dalam industri properti seperti pendanaan, eco-property, dan green tourism. Ini sesuai dengan tema besar yang diangkat dalam kongres ini yaitu Save The World: Green Shoots for Sustainable Real Estate.
Dalam topic eco-property dan green tourism, dua pembicara akan tampil yaitu Kenneth Yeang, arsitek terkemuka asal Malaysia yang tinggal id London, dan David Makes pemilik Menjangan Resort id Bali. Ken Yeang adalah arsitek dan pakar ekologi yang konsisten menggunakan kerangka ekologi dalam perencanaan proyek properti selama 40 tahun. Selain itu, Yeang juga penulis buku yang produktif tentang eco-design dan dosen tamu sejumlah universitas terkemuka dunia. Yeang saat ini Chairman Liewlys Davies Yeang, firma jasa arsitek terkemuka yang berkantor di London. Beberapa karya Yeang adalah Mesiniaga Tower (Malaysia), Kowloon Waterfront Masterplan (Hongkong), Solaris (Singapura), dan Perpustakaan Nasional Singapura yang meraih penghargaan Green Mark Platinum Award.
Sedangkan David Makes adalah pemilik Menjangan Jungle and Beach Resort, resort unit yang dibangun id zona pemanfaatan intensive Taman Nasional Bali Barat, Desa Penjarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali. Ini merupakan contoh aset pengembangan pariwisata alam yang mengacu konsep kegiatan wisata hutan alam dan wisata laut terpadu.

Pembicara dari Indonesia
Kongres Dunia FIABCI menghadirkan juga pembicara dari dalam negeri, selain Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, juga CEO Lippo James Riady, CEO Bakrieland Hiramsyah S Thaib, dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. James Riady bicara soal pendanaan, Hiramsyah dan MM Pastika seputar eco-property.
Kongres Dunia FIABCI juga menggelar forum investasi perumahan dan permukiman yang dihadiri para bupati, walikota, dan anggota REI seluruh Indonesia. Forum ini menampilkan sejumlah pembicara yaitu Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, Mendagri Gamawan Fauzi, Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita I Wirjawan.
KSP


Mark Zuckerberg, Bill Clinton, Ho Ching Akan Hadiri Kongres FIABCI di Bali



Selasa, 12/1/2010
JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah tokoh dunia akan hadir dalam Kongres Dunia Federasi Real Estate Internasional (FIABCI) ke-61 yang direncanakan digelar di Nusa Dua Bali, 24-28 Mei 2010 mendatang. Di antaranya CEO dan pendiri Facebook Mark Zueckerberg, CEO Temasek Madame Ho Ching, mantan Presiden AS Bill Clinton.
Menteri Negara Perumahan Rakyat Soeharso Monoarfa dan Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia Teguh Satria mengungkapkan hal ini hari Selasa (12/1/10) di Jakarta. Hadir Ketua Penyelenggara Kongres ke-61 FIABCI Pingki Elka Pangestu dan Wakil Ketua Kadin Bidang Properti James Riady.
Kongres Dunia Federasi Real Estate Internasional tahun 2010 mengambil tema "Save The World: Green Shoots for Sustainable Real Estate". Kongres ini merupakan pertemuan tahunan yang diikuti oleh para stakeholder industri properti dunia dan ratusan delegasi lebih dari 60 negara dengan beragam profesi mulai dari pengembang properti, broker, pemerintah, konsultan, sampai pengacara. Federasi ini beranggotakan 120 organisasi real estate profesional yang mewakili 1,5 juta profesional dan 3.300 praktisi real estate.

"Presiden Susilo Bambang Yudhoyono direncanakan membuka Kongres Dunia FIABCI di Bali, sekaligus memberikan keynote speech tentang isu-isu global dan pembangunan ekonomi berkelanjutan," kata Menpera Soeharso Monoarfa.
Sejumlah tokoh dunia yang direncanakan hadir dalam Kongres FIABCI di Bali adalah Madame Ho Ching (Executive Director & CEO Temasek dari Singapura), Bill Clinton (mantan Presiden Amerika Serikat), Po Si Lai (Gubernur Provinsi Chongching, China), Xu Jiayin (Chairman Evergrande Real Estate Group, perusahaan properti terbesar yang terdaftar di Bursa Efek Hongkong), Madame Zhang Xin (Founder SOHO China, miliarder di bidang properti dan dikenal sebagai salah satu perempuan terkemuka di dunia yang berperan besar mentransformasi lanskap arsitektur Kota Beijing).
Tokoh dunia lainnya yang diundang adalah Jacques Herzog (arsitek terkemuka dari Swiss, yang terkenal dengan karya inovatifnya Bird's Nest Beijing National Stadium untuk Olimpiade Beijing 2008), Skidmore, Owing & Merril (SOM, arsitek terkemuka berbasis di Chicago, AS, dan dikenal sebagai desainer dari Nurj Dubai, bangunan tertinggi di dunia), Mohamed Ali Alabbar (Chairman Emaar, Dubai, Uni Emirat Arab, salah satu perusahaan properti terbesar di dunia).

Selain itu, penyelenggara Kongres Dunia FIABCI akan mengundang Mark Zuckerberg (CEO Facebook, pengusaha muda dari AS yang menemukan aplikasi jejaring sosial Facebook), James T Riady (CEO Lippo Group, Indonesia), Kiew Mun Leong (President & CEO CapitaLand, perusahaan besar properti di Singapura yang melakukan inovasi dalam pendanaan perusahaan), Ken Yeang (arsitek dari Malaysia yang terkenal dengan desain ramah lingkungan), Dato' Yeoh (Chairman YTL Land & Dev Bhd, salah satu kongkomerat besar dari Malaysia yang memiliki proyek-proyek ramah lingkungan).
Tokoh penting lainnya yang dijadwalkan hadir adalah Peter Barge (Chairman Jones Lang LaSalle Hotels, Singapura, konsultan hotel kelas dunia yang banyak terlibat memberikan advis di bidang perhotelan, baik dalam transaksi bisnis, operasional, konsep ramah lingkungan), David Makes (pemilik Menjangan Resort, Bali, proyek resor yang menawarkan keunikan dalam menikmati alam di Taman Nasional Bali Barat), Ridwan Kamil (arsitek muda yang mendesain dengan keseimbangan aspek ekonomi, sosial, ekologi), dan Made Wijaya (arsitek Australia yang menetap di Indonesia sejak 30 tahun lalum menciptakan desain lanskap dan arsitektur yang menampilkan corak budaya lokal).
Selain itu, Menpera Soeharso Monoarfa, Menbudpar Jero Wacik, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, tokoh properti nasional Ciputra dan Ketua Kadin Indonesia MS Hidayat akan tampil sebagai pembicara.
Menurut Ketua Umum DPP REI Teguh Satria, melalui Kongres FIABCI ini, Indonesia bermaksud mendorong stakeholder properti di seluruh dunia untuk berkomitmen dan berperan serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan di semua bidang, terutama ekonomi, lingkungan sosial, dan budaya. Kongres ini akan membahas isu penting dalam industri properti seperti inovasi, pendanaan, eco-property, dan pariwisata.
Kongres FIABCI di Bali akan berlangsung selama lima hari, terbagi dalam beberapa kegiatan. Tiga hari pertama, cara difokuskan pada rapat komite yang diikuti seluruh pengurus FIABCI seluruh dunia. Dalam kesempatan itu digelar pemilihan Ketua FIABCI dunia yang baru periode 2011-2012.
"Kami juga akan menggelar Prix d'Excellence Awards, ajang penganugerahan karya-karya properti terbaik dunia tahun 2010, termasuk sembilan karya properti terbaik Indonesia," jelas Teguh Satria. KSP

Google
© COPYRIGHT 2005-2011 - Team www.archipeddy.com

banner

your adv here